Selir Tawanan Kaisar

Selir Tawanan Kaisar
Episode 50


__ADS_3

Mata Hai Rong langsung berkaca kaca. Air mata pun jatuh bergulir membasahi pipi. Malam itu dikamar kaisar hanya suara tangisan Hai Rong yang terdengar. Mereka semua bungkam.


"Kami tidak bisa menjelaskan keadaan yang mulia secara rinci. Sekarang sudah malam sebaiknya anda kembali ke kamar," ucap Zhang Liu yang digelengkan Hai Rong membuat pria itu jengah. "Tidak ada gunanya anda disini. Anda tenang saja. Ada kasim Bo yang menjaga yang mulia. Jadi sekarang anda ikut saya kembali." Zhang Liu menarik paksa lengan Hai Rong.


Seberapa keras Hai Rong menolak pria itu sama sekali tak peduli dan terus menariknya keluar. Kasim Bo mengembuskan napas kasar dan kembali menatap Long Jian. Raut wajahnya tampak murung. "Saya harap anda segera sadar yang mulia," gumam kasim Bo lirih.


....


"Yang mulia selir agung anda diminta datang ke. aula." Li Jihyun yang sedang memoles bedak dipipi menghentikan gerakannya. Kepalanya tertoleh ke belakang.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Li Jihyun meletakkan bedak di meja. Matanya menatap lekat Lian yang tengah berdiri dihadapannya. Wanita itu membungkuk hormat.


"Saya disuruh tuan perdana menteri Zhang untuk menyampaikan pesan pada yang mulia selir agung," jawab Lian membuatnya tersenyum tipis.


Jadi dia mau mengajakku kerjasama? Bukan hal buruk, batin Li Jihyun.


"Tuan juga menyampaikan akan mengurus masalah keluarga Xu mewakili anda." Li Jihyun sedikit terkejut mendengarnya.

__ADS_1


Bagaimana dia tau? pikir Li Jihyun keheranan. Apakah mungkin ada seseorang yang memberitahunya? tanya Li Jhyun dalam hati. "Lalu untuk masalah kedua dayang kemarin. Apakah sudah selesai?" tanya Li Jihyun menatap Lian membuat wanita itu terdiam sejenak.


"Tuan perdana menteri sendiri yang mengurusnya," jawab Lian dengan kepala tertunduk.


"Apakah kamu tidak berniat membelanya?" tanya Li Jihyun bangkit dari duduk dan berjalan mendekati Lian. Membuat jarak diantara mereka terkikis. Dia menyentuh pundak wanita itu. "Bagaimana pun kedua orang itu adalah temanmu? Apa kamu tidak merasa simpati pada mereka?" tanya Li Jihyun lagi dengan mengetes kesetiaan Lian. Dia masih belum menemukan titik terang dari masalahnya. Terutama seseorang dibalik yang menyebarkan informasi tentangnya. Bagaimanapun informasi itu terlalu akurat sampai dia sendiri tak bisa menyangkalnya.


Dayang yang dikirim oleh Long Jian apakah semuanya mata mata atau hanya ada satu dua orang. Apalagi sekarang Long Jian tengah terbaring sakit. Mengubah keadaan istana jadi kacau balau. Aku juga harus mengurus selir Hai nanti, batin Li Jihyun yang langsung teringat dengan Hai Rong.


Lian menelan ludah. Apa maksud yang mulia selir agung menanyakan itu padaku? batin Lian. "Saya rasa mereka pantas dihukum. Bagaimana pun menghina keluarga kaisar adalah tindakan yang melewati batas," ucap Lian membuat Li Jihyun tersenyum.


"Aku menyukaimu Lian. Kuharap kamu terus menjadi dayangku seterusnya," ucap Li Jihyun mengejutkan Lian. Tapi wanita itu menyembunyikannya dengan bersikap tenang.


Dapat, batin Li Jihyun bersorak dalam hati. Sepertinya hampir semua dayang yang dikirim Long Jian adalah mata mata. Pantas saja pria itu bisa mendapatkan banyak informasi darinya. "Tentu saja. Aku percaya padamu," ujar Li Jihyun tersenyum lebar. "Sekarang bantu aku bersiap. Kita harus segera pergi menemui Zhang Liu."


"Baik yang mulia."


Hmph! Dia pikir aku tidak tau dia menyembunyikan identitasnya. Dasar naif, batin Li Jihyun menatap Lian dari pantulan cermin. Dayang itu dengan telaten merias Li Jihyun sampai berubah cantik. Gadis itu tak berhenti mengagumi kecantikan wajahnya. Dia menatap lekat cermin.

__ADS_1


Setelah berdandan ditemani Lian, Li Jihyun berjalan menuju istana utama. Selir dan dayang yang berpapasan dengannya membungkuk hormat. Gadis itu berjalan dengan anggun dan sedikit angkuh. Tapi saat melewati belokan lorong istana dia bertemu dengan Hai Rong. Wanita itu sedikit terkejut melihat Li Jihyun. Buru buru dia membungkuk hormat.


"Selir Hai menyapa yang mulia selir agung," sapanya dengan sopan.


"Angkat kepalamu selir Hai," ucap Li Jihyun tersenyum lebar. Kepala Hai Rong terangkat membuat mata mereka saling bertemu. Sebentar lagi kamu akan terusir dari sini selir Hai. Aku akan menunggu disaat yang tepat, batin Li Jihyun. Untuk saat ini dia harus mengumpulkan segala informasi tentang Hai Rong lalu menyerangnya. Selain dari pengkhianatan yang dilakukan ayah Hai Rong pada faksi Barat. Bagaimanapun mereka adalah peninggalan dari kekaisaran terdahulu.


Tapi karena Long Jian yang menjadi kaisar membuat ayah Hai Rong berpindah faksi. Padahal sebelumnya mereka sama sama berjuang mempertahankan kekaisaran. Tapi setelah kekaisaran kalah dia pun memilih jadi pengikut Long Jian. Hal itu lah yang membuatnya selamat dari pembantaian yang dilakukan oleh Long Jian. Bahkan Hai Rong sendiri pun tidak jauh berbeda dengan ayahnya. Walau yang dilakukan Hai Rong membuat Li Jihyun terbebas dari hukuman kaisar. Tapi tetap saja Li Jihyun masih kesal perkara penawaran yang dilakukan Hai Rong dengan keluarga Xu. Dia menjadikan Li Jihyun sebagai jaminan untuk keluarga Xu agar berpihak pada mereka. Itu artinya pergerakannya terbatas dan pasti dipantau secara tidak langsung oleh Hai Rong.


"Apakah yang mulia selir agung pergi menemui yang mulia kaisar?" tanya Hai Rong setelah cukup lama berdiam.


"Tentu saja. Bagaimana pun dia adalah suamiku. Jadi sudah sepantasnya aku datang menjenguknya. Jadi aku permisi dulu," pamit Li Jihyun melewati Hai Rong. Sekilas dia melihat wajah Hai Rong yang kesal. Tapi gadis itu tak peduli dan terus melangkah.


"Tunggu sebentar yang mulia," tahan Hai Rong menghentikan langkahnya. "Maaf jika saya lancang. Yang mulia kaisar juga suami saya. Jadi bisakah anda menyampaikan salam saya padanya?" pinta Hai Rong membuat mata Lian terbelalak kaget.


Apa wanita ini tidak sadar posisinya? Atau dia sudah gila? Gadis ini kan yang mulia selir agung. Bagaimana bisa dia dengan santai menyuruhnya sesuka hati? batin Lian melirik punggung Li Jihyun. Hela napas terdengar.


"Apakah aku perlu mengatakan dengan tegas posisi kita selir Hai?" tanya Li Jihyun tanpa menoleh ke arahnya.

__ADS_1


"A-Apa maksud anda? Jangan lupa siapa yang membebaskan anda dari penjara?!" kata Hai Rong berang mengejutkan Lian dan Fen yang masih ada disana. Fen hendak mencegah majikannya tapi sudah keburu tersulut amarah. Dia menggigit bibir bawah.


"Ah! Tentu saja. Itu sudah jadi tugasmu membalas budiku," ucap Li Jihyun membalikkan badan. Matanya menatap Hai Rong tajam membuat wanita itu bergidik. Dia menyilangkan tangan diatas dada dan mengangkat dagunya hingga terkesan angkuh. "Apakah begini ajaran y dari tuan Hai?" ledek Li Jihyun membuat wajah Hai Rong memerah.


__ADS_2