Selir Tawanan Kaisar

Selir Tawanan Kaisar
Episode 35


__ADS_3

Li Jihyun dengan santai mencomot pangsit di piring. Sementara Long Jian hanya memperhatikan Li Jihyun mengunyah pangsit itu dimulutnya. "Saya sudah bilang kalau tidak ada racun didalamnya," celetuk Li Jihyun setelah menelan pangsit itu. Matanya menatap Long Jian tanpa takut. Sementara kedua pria bermarga Gong itu tak berani bersuara. Hanya sesekali melirik ke arah keduanya yang saling bertatapan. Aura di ruang makan itu terasa mencekam.


"Tuan Jin anda harus menjaga kesopanan anda didepan yang mulia kaisar," tegur kasim Bo. Alis mata Li Jihyun naik sebelah. Dia menyilangkan tangan diatas dada. Matanya mendelik tajam ke arah kasim Bo membuat pria paruh baya itu terkejut. Tatapan mata itu mengingatkannya pada seseorang. Kenapa dia dan selir agung sangat mirip? Apa mereka bersaudara? pikir kasim Bo.


Long Jian tertawa terbahak bahak membuat orang diruangan itu bergidik ngeri kecuali Li Jihyun. Puas tertawa Long Jian mengusap wajahnya kasar. "Sudah lama aku tidak merasakan sensasi seperti sekarang," ujarnya menutupi mulutnya. Matanya menatap tertarik pada Li Jihyun. "Zhang Liu," panggil Long Jian mengejutkan Zhang Liu.


Pria berkacamata itu mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk. Dia memperbaiki letak kacamatanya. "Iya yang mulia," sahutnya sedikit gugup.


"Apa kamu tau dimana selir kesayanganku?" tanya Long Jian menopang dagu. Wajahnya melirik Li Jihyun yang menyeruput teh dengan tenang. Berbeda dengan kedua pria bermarga Gong itu yang gelisah. Bisa bahaya jika Li Jihyun ketahuan menyamar. Gadis itu bisa tewas ditangan Long Jian yang dikenal kaisar bengis.


"Yang mulia selir agung pergi berobat ke daerah terpencil kekaisaran," jawab Zhang Liu.


"Berobat? Apakah dia masih belum sembuh? Sepertinya aku harus memperhatikan selir kesayanganku. Bukankah begitu Jin?" tanya Long Jian mengangkat sebelah sudut bibirnya. Li Jihyun menoleh ke arahnya sekilas lalu kembali menyeruput teh.


Tsk! Peduli apanya? Dia bahkan menyiksaku sampai terbaring di kasur selama berhari hari. Dasar kaisar gila! Psikopat, batin Li Jihyun sambil meletakkan gelas teh ke meja. Dia menarik napas. "Untuk masalah itu saya mohon maaf tidak bisa menjawabnya," jawab Li Jihyun.


"Sepertinya kamu harus banyak belajar lagi Jin," ucap Long Jian memegang gelas teh dan meneguknya sedikit. Lalu diletakkan kembali ke meja. Matanya menatap pantulan dirinya dari genangan teh dalam gelas.

__ADS_1


"Tentu saja. Saya pasti harus belajar banyak dari anda yang merupakan seorang kaisar. Tapi untuk mempelajari itu saya rasa itu terlalu sulit. Anda adalah kaisar dan saya cuma putra angkat seorang bangsawan," tatapan Long Jian beralih menatap Li Jihyun. Alis matanya naik sebelah.


Kasim Bo yang berada dibelakangnya merinding. Aura pembunuh dari tubuh Long Jian terasa mencekik. Matanya melirik Li Jihyun yang tampak santai menikmati teh. Pemuda bodoh! Apa apaan dia? Beraninya memprovokasi yang mulia kaisar, batin Kasim Bo.


"Gong Jihon!" panggil Long Jian mengejutkan pria renta itu. Spontan Gong Jihon mengangkat kepalanya dan menatap Long Jian. Walau hanya sebentar tapi pria renta itu kembali menundukkan pandangannya.


"I-Iya yang mulia kaisar," sahut Gong Jihon tergagap. Rahang Long Jian mengeras. Mata pria itu melotot. Tapi Li Jihyun tak peduli.


"Apakah selama ini kamu mendidik putramu seperti ini?" tanya Long Jian menatapnya tajam. Suaranya terdengar dingin dan penuh ancaman. Gong Jihon menelan ludah susah payah. Dia bangkit dari kursi dan bersujud didepan Long Jian. Perilakunya mengejutkan semua orang termasuk Li Jihyun. Gelas ditangannya diletakkan di meja. Matanya menatap tajam Long Jian.


"Sa-Saya minta maaf yang mulia. Sa-Saya sudah melakukan kesalahan," pinta Gong Jihon terbata.


"Ayah berdirilah," pinta Li Jihyun memegang tangan keriput Gong Jihon. Matanya masih menatap tajam Long Jian. Tapi Gong Jihon tak bergeming dan masih bersujud di lantai marmer yang dingin. Tubuhnya yang renta bergetar. "Ayah," rengek Li Jihyun tapi sekali lagi Gong Jihon tak peduli. Dia tak masalah sekalipun harga dirinya diinjak asal Li Jihyun tak terlibat masalah yang berat.


Tangan Long Jian terulur meraih dagu Li Jihyun. Dia memegangnya dan mengangkat paksa kepala gadis itu. Membuat pandangannya menengadah dan bertatapan dengan sepasang mata elang Long Jian. "Mau sampai kamu akan terus berpura pura ... Li Jihyun?"


Tubuh Li Jihyun membeku begitupun dengan kedua orang itu. Bahkan Zhang Liu dan Kasim Bo ikut membeku saking terkejut. Dia menyeringai lebar. "Kenapa sekaget itu Li Jihyun? Selir tawananku atau selir agung?" lanjut Long Jian menaikkan sebelah alis matanya.

__ADS_1


Bibir Li Jihyun bergetar. "Anda salah paham. Saya bukan Li Jihyun. Saya adalah Jin," sergah Li Jihyun dengan wajah memucat. Long Jian yang mendengarnya tergelak.


"Sayang mau sampai kapan kamu menyembunyikan diri?" tanya Long Jian dingin dan menatapnya datar.


Ti-Tidak! Bagaimana mungkin dia tau aku menyamar? Apa ada seseorang yang memberitahunya? pikir Li Jihyun mengedarkan sekitar. Matanya bergerak liar memperhatikan Zhang Liu dan Kasim Bo. Tapi kedua orang itu menunjukkan ekspresi terkejut bahkan mulutnya sampai menganga. Tidak mungkin mereka tau jika dia menyamar sejak awal. Jadi kemungkinan orang yang tau cuma dua. Yaitu kediaman Gong dan Yona.


Tapi Yona takkan mungkin memberitahukan penyamarannya pada Long Jian. Dia adalah bawahan yang setia. Kecurigaan Li Jihyun jatuh pada kediaman Gong. Bisa saja ada pelayan yang memberitahu Long Jian akan keberadaannya. Long Jian mencengkram erat rahang Li Jihyun. Membuat atensi gadis itu beralih menatapnya.


Dia melepaskan paksa cengkraman Long Jian. Tapi pria itu semakin mengeratkan pegangannya. Membuat rahang itu mengeluarkan suara derakan. Bahkan darah mengalir keluar dari mulutnya. Long Jian tersenyum lebar. Dia mengambil gelas berisi teh hangat. Tampak dari kepulan asap yang keluar dari gelasnya.


Gong Heng yang melihatnya berseru panik. Firasatnya buruk. Li Jihyun dalam bahaya. Hal yang mereka takutkan akhirnya terjadi. Bagaimana kaisar tau kalau Li Jihyun menyamar? batin Gong Heng memilin jemari gelisah.


"Yang mulia!"


"Yang mulia!" ucap keduanya serempak. Mata Li Jihyun melirik kedua pria bermarga Gong itu. Kini Gong Heng bersujud didepan Long Jian.


"Saya mohon maafkan atas tindak kurang ajar Li Jihyun," pinta Gong Heng dengan suara bergetar. Bahunya naik turun. Suara batuk pun terdengar. Mendengar itu Gong Jihon dilanda kekhawatiran.

__ADS_1


"Gong Heng," panggil Gong Jihon lirih. Pemuda itu melirik Gong Jihon sambil tersenyum. Seolah menunjukkan dia baik baik saja. Meski sesekali terdengar suara batuk.


Li Jihyun menggigit bibir bawah. Lagi dan lagi orang disekitarnya melakukan pengorbanan untuknya. Padahal dia yang harusnya melindungi mereka bukan sebaliknya.


__ADS_2