Selir Tawanan Kaisar

Selir Tawanan Kaisar
Episode 45


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Lamunan Li Jihyun seketika buyar. Kepalanya tertoleh ke arah pintu. "Masuklah," ucapnya. Tak lama pintu digeser dan Lian memasuki ruangan.


Dayang itu membawa nampan berisi makanan. Tercium bau harum membuat perut Li Jihyun keroncongan. Gadis itu segera duduk setelah berbaring seharian di kasur. Matanya berbinar menatap makanan yang dihidangkan Lian.


Ada pangsit, sup dan segelas air putih. Melihat itu Li Jihyun menelan ludah. Begitu terhidang dimeja, Li Jihyun beringsut maju. Dia mulai menyantap makanan ke mulut hingga tandas tak bersisa. Lalu meneguk air putih.


"Yang mulia kaisar memasuki ruangan," suara teriakan kasim Bo membuat atensi Li Jihyun beralih. Dia segera mengelap mulutnya dari sisa makanan. Suara langkah kaki terdengar memasuki kamar Li Jihyun. Gadis itu segera bangkit dari kasur dan membungkuk hormat. Begitu juga Lian pun ikut membungkuk hormat.


"Li Jihyun menyapa yang mulia kaisar," sapa Li Jihyun sopan. Meski didalam hatinya tak berhenti menggerutu. Long Jian melirik Lian yang masih berdiri dibelakang Li Jihyun. Dia tersenyum tipis.


"Kalian tinggalkan kami berdua," titah Li Jihyun yang diangguki patuh mereka. Kasim Bo dan Lian pun segera pergi meninggalkan kamar Li Jihyun. Tak lupa Lian membawa bekas piring dan gelas kotor.


"Ada apa yang mulia mencari saya?" tanya Li Jihyun mengangkat kepalanya. Matanya menatap lurus Long Jian. Long Jian menyilangkan tangannya diatas dada. Balas menatap Li Jihyun.


"Apakah seperti ini caramu menyambut suamimu?" bukannya menjawab pria itu justru mengajukan pertanyaan yang dibalas decihan Li Jihyun. Hela napas terdengar. Dia melangkah maju mendekati Li Jihyun. Tapi gadis itu sedikit pun tak bergeming. Tangan Long Jian meraih dagunya dan mengangkat pelan.


Membuat kepala Li Jihyun mendongak. Sebelah sudut bibir Li Jihyun terangkat. "Sejak kapan anda menjadi suami saya yang mulia kaisar?" tanya Li Jihyun dengan nada mengejek. Tangan Long Jian memegang erat dagu gadis itu. Tapi gadis itu tidak terlihat kesakitan. Justru menatap datar Long Jian.

__ADS_1


"Kamu milikku Li Jihyun. Kemanapun kamu pergi aku pasti akan mengejarmu bahkan ke ujung dunia sekalipun," ucap Long Jian.


"Heh! Aku bukan barang. Aku ini manusia," hardik Li Jihyun menepis kasar tangan Long Jian. Tampak bekas kemerahan didagu gadis itu. Alis mata Long Jian naik sebelah. Dia menyilangkan tangan diatas dada dan mencondongkan wajahnya.


"Manusia? Manusia apa yang tak bisa merasakan sakit?" tanya Long Jian membuat Li Jihyun terdiam. "Kenapa? Bukankah normalnya manusia itu merasakan sakit saat terluka?"


Sakit cuma menjadi nama bagi Li Jihyun. Sejak dikehidupan sebelumnya hingga kini dia tak bisa merasakan sakit. Bahkan separah apapun luka yang diterimanya. Semua ini disebabkan oleh seseorang. Seseorang yang mengaku melahirkannya justru menyakitinya tanpa ampun. Hingga suara teriakan sakit dari gadis itu pun terhenti dan tak terdengar lagi.


Li Jihyun mengepalkan tangan erat. Kepalan tinjunya mendarat telak mengenai perut Long Jian. Pria itu terjengkang mundur. Dia terbatuk batuk merasakan sakit pada perutnya. "Sialan! Beraninya kamu ..."


Buk!


Krak!


Long Jian meringis kesakitan. Tulangnya seperti patah terkena tendangan dari Li Jihyun. "Rasakan!" ujar Li Jihyun tersenyum penuh kemenangan. "Anda pikir saya akan diam saja? Heh?! Anda salah besar." Li Jihyun mengangkat tangannya hendak memukul Long Jian. Tapi Long Jian menarik tangan Li Jihyun yang dipegangnya. Gadis itu sedikit terkejut. Dia tak menghilangkan kesempatan memukul wajah Long Jian.


Sebelah sudut bibir Long Jian terangkat. Begitu pukulan Li Jihyun mendekat dia dengan cepat menangkisnya. Membuat tinju itu mengenai udara kosong. Belum sempat menyerang tubuh Li Jihyun sudah berada dipelukan Long Jian. "Lepaskan aku!" pekik Li Jihyun menggeliatkan tubuhnya berusaha melepaskan diri.


Pandangan Long Jian menurun ke arah leher jenjang gadis itu. Aroma bunga musim semi tercium harum. Pria itu menjilat bibirnya. "Sayang sekali istriku masih terlalu kecil untuk dilahap," bisiknya mengembuskan napas hangat ditelinga Li Jihyun. Membuat bulu kuduk Li Jihyun meremang.

__ADS_1


"SIALAN! LEPASKAN AKU!"


Bugh!


"Ugh! Sial!" gumam Long Jian terjatuh ke lantai. Tangannya memegangi ************. Matanya nanar menatap Li Jihyun. "Sialan! Kamu pikir bisa lolos dariku?" ancamnya masih meringis kesakitan.


Gadis itu tersenyum penuh kemenangan. Dengan santai dia mengibaskan rambutnya. "Yang mulia pikir saya akan dikalahkan begitu mudah? Huh! Anda salah besar," ucap Li Jihyun menaik turunkan alis mata membuat wajah Long Jian memerah saking marah. "Anda tidak mungkin lupa. Saya Li Jihyun si jenius yang tak terkalahkan," lanjutnya membusungkan dada. "Sementara anda hanya kaisar gila yang haus darah. Anda tak lebih binatang liar dihutan. Dasar gila!" ucap Li Jihyun terkekeh pelan.


Ekspresi Long Jian seketika berubah. Matanya menatap tajam Li Jihyun. Namun tidak membuat Li Jihyun takut. Dia justru berdiri tegak. Meski hawa di kamarnya berubah menjadi dingin. Hela napas terdengar. Pria yang tadinya meringkuk kini berdiri tegak. Tangannya menyibak rambutnya hingga terangkat. Senyuman tersungging dibibir.


"Li Jihyun apa hukuman selama ini masih kurang?" tanyanya menyentuh dagu gadis itu. Lalu dengan jemari telunjuknya dia mengangkat wajah gadis itu. Meski pada akhirnya ditepis kasar Li Jihyun.


"Hukuman? Memang apa yang bisa kamu lakukan, hah?" tantang Li Jihyun berkacak pinggang. Dia mencondongkan wajahnya ke depan. Pria didepannya tertawa terbahak bahak bahkan suaranya terdengar menggelegar. Dia menatap Li Jihyun lekat.


"Bagaimana jika aku habisi faksi barat dan seluruh rakyat yang tinggal disini?" tanya Long Jian mengangkat bahu santai. Matanya melirik Li Jihyun yang terdiam. "Atau bagaimana jika kota ini dimusnahkan termasuk penghuni istana? Bukankah itu menyenangkan? Menyaksikan kekaisaran ditelan lautan api," lanjutnya.


Tapi bukannya marah Li Jihyun justru terkekeh pelan. Dia memiringkan wajah sambil tersenyum. Kedua jemarinya diletakkan dibibir. "Dasar kaisar bodoh!" ucapnya tersenyum mengejek membuat amarah Long Jian seketika meledak. Tangannya dengan cepat melesat hendak menampar Li Jihyun. Tapi gadis itu pun tak kalah cepat. Dia menangkap pergelangan tangan pria itu lalu menarik ke arahnya.


Satu kecupan mendarat di punggung tangan Long Jian. Gadis itu mengangkat kepalanya sedikit membuat pandangan mereka bertemu. Long Jian tersenyum remeh hendak melepaskan pegangan ditangannya. "Dasar berengsek! Beraninya kamu menyentuh tubuh keluarga kekaisaran," ujarnya kesal tapi Li Jihyun tak peduli. Justru tersenyum senang.

__ADS_1


"Bukankah anda sudah bilang kalau kita adalah suami istri?" balas Li Jihyun membuat Long Jian terdiam. Pria itu berdecih dan pergi meninggalkan kamar Li Jihyun. Setelah kepergian Long Jian gadis itu tak berhenti tertawa. Bahkan sampai dikira gila oleh dayangnya. "Long Jian kamu terlalu polos untuk menjadi seorang tiran. Dasar kaisar idiot," guman Li Jihyun lirih.


__ADS_2