
"Bagaimana keadaan yang mulia kaisar?'" tanya Li Jihyun menatap kedua prajurit itu bergantian.
"Masih kritis yang mulia selir agung," jawab prajurit itu membuat selir dan dayang berseru heboh. Suara riuh terdengar berisik dibelakang Li Jihyun. Gadis itu melirik ke belakang membuat selir dan dayang itu seketika bungkam. Kepala pun tertunduk.
Pandangan Li Jihyun kembali beralih menatap kedua prajurit tadi. "Bukakan pintu. Aku harus mengecek keadaan yang mulia," ujar Li Jihyun yang diangguki patuh kedua prajurit itu.
"Baik yang mulia," sahut mereka membukakan pintu. "Yang mulia selir agung memasuki ruangan," ucap salah satu prajurit itu lantang. Dengan anggun Li Jihyun memasuki kamar Long Jian.
Bagaimana rasanya Long Jian bertahan diantara hidup dan mati? batin gadis itu terus melangkah. Aroma obat tercium pekat. Suasana kamar sangat hening meski ada kasim Bo dan dayang. Semua orang yang berada diruangan itu menepi membiarkan Li Jihyun lewat. Bahkan menunduk hormat padanya. Mata gadis itu menatap tubuh Long Jian yang tergeletak tak berdaya. Bahkan napasnya pun tersendat sendat. Melihat ketidakberdayaan Long Jian membuatnya senang. Tapi disembunyikan dibalik wajahnya yang sendu. "Apa yang terjadi pada yang mulia kaisar?" tanya Li Jihyun dengan nada iba. Membuat orang disekitarnya saling lirik. Long Jian terlihat seperti orang yang tidur dibawah pengaruh obat dari tabib.
Kasim Bo maju selangkah. "Sejauh ini keadaan yang mulia terus memburuk. Bahkan obat pun tidak bisa mengobatinya," ucap kasim Bo sedih. Matanya melirik Long Jian. Mungkin saja ini karma atas perlakuan buruknya selama ini, batin kasim Bo menghela napas pelan.
"Yang mulia yang malang. Bagaimana bisa kondisi yang mulia seburuk ini? Padahal kami baru saja bertemu," ucap Li Jihyun menghela napas berat. Mata kasim Bo langsung menatap kearahnya. Sementara dayang yang berada dikamar saling lirik. Entah kenapa kecurigaan mereka mengarah ke Li Jihyun. Ditambah hubungan keduanya sangat buruk. "Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Li Jihyun polos seolah tak bersalah.
Kepala kasim Bo kembali tertunduk. "Ti-Tidak ada yang mulia," kata kasim Bo sedikit tergagap. Jantungnya pun berdegup kencang. Firasatnya mengatakan Li Jihyun terlibat meracuni Long Jian. Karena setelah itu Long Jian tidak singgah ke tempat lain. Dia justru kembali ke kamar meski wajahnya sangat kusut. Bahkan kasim Bo menemani Long Jian dikamarnya.
__ADS_1
"Tapi apa yang membuat yang mulia kaisar sampai seperti ini?"
"Yang mulia kaisar terkena racun," jawab kasim Bo membuat hati Li Jihyun berbunga bunga. Rasa gembira tak bisa dikatakan.
"Astaga! Bagaimana bisa? Apa kasim Bo sudah memeriksa semua orang diistana? Kita tidak bisa tau kalau ada penjahat yang menyakiti kaisar," ucap Li Jihyun dingin sambil melirik tajam ke arah dayang yang berbaris dibelakangnya. Para dayang itu terkejut bahkan sampai ketakutan.
Kasim Bo menoleh sekilas ke arah dayang. Selama ini dayang yang memasuki istana utama selalu melewati seleksi ketat. Sehingga tak bisa sembarang orang masuk. Bahkan rata rata dilakukan pemeriksaan yang sangat mendalam termasuk asal usul keluarga. Jadi kecurigaan kasim Bo pada dayang masih terlalu sedikit. Dia justru ragu apakah selir yang dihadapannya itu penjahat atau dayang yang selama ini baik malah berkhianat?
"Anda tidak perlu meragukan kesetiaan dayang yang melayani kaisar. Mereka sudah diperiksa dan diseleksi dengan ketat. Jadi saya bisa menjamin hal itu," jawab kasim Bo penuh percaya diri membuat para dayang menghela napas lega. Mata mereka berbinar menatap kasim Bo. Pandangan Li Jihyun beralih menatap kasim Bo yang berada dihadapannya.
Li Jihyun tersenyum. "Apa yang membuatmu seyakin itu kasim Bo?" tanya Li Jihyun membuat kasim Bo terdiam sejenak.
Li Jihyun menghela napas pendek. "Baiklah. Untuk masalah itu sebaiknya nanti dibicarakan. Ada hal penting yang dibicarakan. Lalu apa kalian sudah menemukan penawarnya?"
"Masih belum yang mulia. Tabib sedang mencari obatnya," jawab kasim Bo menyembunyikan fakta sebenarnya dari Li Jihyun. Dia pikir lebih baik tidak memberitahu Li Jihyun. Tapi tanpa diketahui kasim Bo justru Li Jihyun sendiri penyebabnya. Dia yang meracuni Long Jian dengan ludahnya sendiri. Selama tinggal diistana dia tak berhenti minum racun sampai menyatu dalam tubuhnya. Gadis itu bisa sesuka hati mengendalikan racun di tubuhnya. Apalagi racun itu sudah hampir sempurna.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan urusan pemerintahan kekaisaran?" kasim Bo terdiam. Pria paruh baya itu sedikit terkejut. Tak menduga jika selir didepan matanya tertarik dengan masalah politik kekaisaran. Selama ini posisi selir agung hanya sebatas nama. Gadis itu tak menunjukkan apapun selain penderitaan dan lemah. Bahkan gelar gadis jenius pun mulai diragukan. Bukankah gadis jenius seharusnya bisa mengalahkan Long Jian? begitulah pikir kasim Bo yang kerap mengikuti kemanapun Long Jian pergi.
"I-Itu kami masih belum memutuskannya yang mulia selir agung," jawab kasim Bo terbata. Li Jihyun menghela napas lagi.
"Sebaiknya serahkan sementara pada perdana menteri Zhang Liu."
"Baik yang mulia selir agung," sahut kasim Bo menghela napas. Entah kenapa mendengar nama Zhang Liu yang memegang sementara kekuasaan membuat kasim Bo sedikit lega. Setidaknya Zhang Liu adalah orang yang setia, begitulah pikir kasim Bo.
"Sebenarnya aku masih ingin lama disini. Tapi karena sudah larut malam aku akan kembali. Jadi tolong jaga yang mulia kaisar dengan baik," pinta Li Jihyun membuat orang di kamar itu kebingungan.
"Apa dua orang itu sudah berbaikan?" tanya dayang berbisik dibelakang yang masih terdengar oleh Li Jihyun.
"Sepertinya begitu. Yang mulia selir agung sampai peduli dengan kesehatan yang mulia kaisar," sahut dayang lain yang diangguki setuju oleh temannya.
"Apakah pertemuan mereka yang sebelumnya juga ..." temannya buru buru menyikut lengan dayang itu membuatnya seketika terdiam. Kasim Bo yang mendengar suara berisik langsung menatap tajam. Kepala para dayang itu tertunduk dalam.
__ADS_1
"Maafkan atas ketidak sopanan dayang kami. Saya pastikan kejadian ini takkan terulang lagi," ucap kasim Bo sambil membungkukkan badan. Dia tak mau ada masalah lagi selama Long Jian tak sadarkan diri. Entah sampai kapan kasim Bo bisa menemukan pelakunya dan menyembuhkan Long Jian secepatnya. Memikirkan itu membuat kasim Bo dilanda kegelisahan.
Li Jihyun menatap sekilas ke arah mereka membuat tersentak kaget. Kepala mereka semakin tertunduk saking gugup. Pandangan Li Jihyun beralih menatap kedepan. Dia menghela napas lagi. Lalu berbalik dan pergi meninggalkan kamar Long Jian. Tak ada apapun yang dikatakan oleh Li Jihyun. Kasim Bo sampai kebingungan melihatnya. Kenapa yang mulia selir agung diam saja? Tidak seperti dirinya, batin kasim Bo.