Selir Tawanan Kaisar

Selir Tawanan Kaisar
Episode 52


__ADS_3

"Sepertinya tidak ada lagi yang harus dipermasalahkan. Lagipula kekaisaran masih dalam keadaan aman. Dan mengenai untuk persiapan ke depannya, apakah kita perlu perkuat kekuatan militer?" usul Li Jihyun membuat dahi Zhang Liu mengerut. Pertama dia heran dengan Li Jihyun yang melamun tapi bisa menyimak penjelasannya dengan baik. Bahkan gadis itu tak kesulitan menjawab pertanyaan Zhang Liu. Kedua usulan dari Li Jihyun justru diluar nalarnya. Padahal keadaan kekaisaran sedang dalam keadaan normal.


Apa yang mulia selir agung bermaksud untuk berperang? pikir Zhang Liu kebingungan. "Tapi apa alasan yang mulia memikirkan kesitu? Bukankah lebih bagus jika masalah politik diistana perlu ditinjau ulang?" Li Jihyun terdiam sejenak. Matanya sedikit melirik Lian yang berada dibelakang.


"Untuk masalah itu saya rasa hanya yang mulia kaisar yang berhak melakukannya. Tugas kita hanya satu tuan perdana menteri Zhang memastikan keadaan istana tetap berjalan semestinya seperti ketika yang mulia kaisar masih ada."


Zhang Liu menelan ludah. "A-Ah iya! Yang anda katakan benar. Sepertinya saya harus belajar banyak anda," kata Zhang Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Walau itu bukan hal mustahil bagi saya untuk mengambil alih kekuasaan sementara," ucap Li Jihyun melirik Lian yang tiba tiba gelagapan. Li Jihyun tersenyum tipis dan kembali mengalihkan pandangannya ke arah Zhang Liu. "Lagipula usulan saya mengenai kekuatan militer juga tak kalah penting. Ada banyak orang yang mengincar kekaisaran kita. Apalagi keadaan yang mulia kaisar yang masih belum sadar. Jadi saya rasa kita perlu menjalin hubungan kembali dengan keluarga Xu," lanjut Li Jihyun membuat Zhang Liu berpikir sejenak. Dia mengusap dagu sambil meresapi perkataan Li Jihyun.


"Saya yang akan mengurus itu yang mulia selir agung," jawab Zhang Liu mantap.


"Baguslah. Saya berterimakasih anda mau menyelesaikan masalah ini," ucap Li Jihyun sopan membuat jantung Zhang Liu berdetak. Bahkan ada semu kemerahan di pipinya.


"Sudah sepatutnya tugas saya melayani yang mulia selir agung," ucapnya sedikit menundukkan pandangan. "Lalu untuk masalah dayang apakah anda tetap menjatuhinya hukuman?" tanya Zhang Liu lagi sambil melirik sedikit Li Jihyun.


Gadis itu tersenyum tipis. "Tentu saja. Sudah sepatutnya orang yang salah dihukum, bukan?" tanya balik Li Jihyun membuat Zhang Liu terkesiap.


"Maafkan saya atas pertanyaan saya barusan," pinta Zhang Liu.

__ADS_1


"Hari ini aku memaafkanmu tuan perdana menteri Zhang. Tapi tidak keduanya lagi," peringat Li Jihyun bangkit dari kursi. Lian segera menepi agar Li Jihyun bisa lewat. "Pembicaraan kita sampai disini dulu. Jika ada hal penting anda bisa menghubungi saya lagi," pamit Li Jihyun berbalik dan hendak melangkah pergi.


"Tunggu sebentar yang mulia." Langkah Li Jihyun yang hendak pergi tertahan. Begitu juga Lian yang hendak beranjak dari tempatnya berdiri. "Maaf jika saya lancang apakah dayang anda bisa keluar dulu. Ada yang harus saya bicarakan berdua dengan anda," pinta Zhang Liu membuat kepala Lian terangkat. Matanya seketika bertatapan dengan Zhang Liu. Tapi melihat sorot tajam mata Zhang Liu membuat kepala dayang itu kembali tertunduk.


Apa yang ingin mereka bicarakan tanpaku? Apakah sesuatu yang sangat rahasia? Atau mereka punya hubungan lain dibelakang yang mulia kaisar, pikir Lian yang tak menyadari panggilan dari Li Jihyun.


"LIAN!" panggil Li Jihyun dengan suara keras sambil menguncang bahu Lian. Sontak dayang itu terperanjat kaget.


"I-Iya yang mulia selir agung," jawabnya gelagapan. Hela napas terdengar.


"Tinggalkan kami berdua dulu. Nanti aku akan memanggilmu lagi," ucap Li Jihyun membuat Lian ragu. Sebenarnya dia masih ingin disini mengawasi pergerakan kedua orang ini. Tapi jika dia terus disini nanti bisa menimbulkan kecurigaan bagi kedua orang itu. "Lian," panggil Li Jihyun lagi.


"Apa kamu mendengarku?" tanya Li Jihyun. Matanya terus menatap Lian yang berdiri didekatnya. Dia pikir aku tak tau tujuannya, batin Li Jihyun.


"Te-Tentu saja yang mulia," jawab Lian tergagap. Aku tak boleh membuat kedua orang ini curiga, batin Lian sembari melirik Li Jihyun dan Zhang Liu. Melihat tak ada reaksi dari dayang itu membuat Zhang Liu berdehem.


"Kalau begitu sekarang tinggalkan kami," kata Li Jihyun yang diangguki patuh Lian. Meski kaki dayang itu berat meninggalkan ruangan itu.


"Baik yang mulia. Saya permisi dulu," pamit Lian dengan langkah gontai. Li Jihyun yang melihat cuma tersenyum. Sejak awal dia sudah curiga ada mata mata yang dikirim Long Jian untuk mengawasinya. Terutama dengan memberikan tujuh dayang istana untuk melayaninya. Apalagi dengan rentetan masalah yang dihadapinya. Sudah pasti ada orang dalam yang terlibat.

__ADS_1


Begitu pintu tertutup rapat Li Jihyun langsung buka suara. "Apa maksudmu tuan Zhang menahanku disini?" tanya Li Jihyun tanpa basa basi. Dia masih penasaran tujuan Zhang Liu mendekatinya.


"Saya tau tindakan saya tidak sopan. Tapi ini semua saya lakukan demi kebaikan yang mulia selir agung."


"Apa maksudmu? Selama ini aku dalam keadaan baik tanpa ada masalah," jawab Li Jihyun enteng. Walau sebenarnya dia masih kepikiran masalah politik yang akan dihadapinya nanti selama kaisar belum sadarkan diri. Terutama kebanyakan pejabat istana yang berkuasa merupakan pengikut kaisar. Sedangkan dia hanya tawanan perang yang pasti akan sulit memerintah mereka untuk tunduk padanya.


"Yang mulia selir agung ini terkait dengan masalah politik yang anda hadapi terutama pengikut yang mulia kaisar." Li Jihyun mangut mangut. Sesuai dengan terkaannya selama ini.


"Lalu apa yang harus kulakukan agar menarik pendukungnya menjadi pendukungku? Bukankah tidak cukup hanya dengan kejeniusan yang kumiliki."


"Anda pasti memerlukan orang seperti saya yang mulia. Saya termasuk orang berpengaruh dalam faksi timur. Jika tentunya anda berminat memberikan saya peluang untuk bekerjasama dengan anda," bujuk Zhang Liu membuat Li Jihyun tersenyum.


"Jadi anda bermaksud mengkhianati yang mulia? Apa anda tidak takut saat yang mulia nanti sadar?" tanya Li Jihyun menatap lekat Zhang Liu. Sejenak wajah pria itu pias. Bagaimanapun menghadapi Long Jian bukan sesuatu yang mudah. Apalagi dengan bayangan kaisar yang selalu mengintai pergerakan mereka. "Tapi kalau yang mulia masih belum sadar. Kita perlu sosok pengganti untuk duduk disingasana."


Zhang Liu tersenyum tipis. "Jika memungkinkan ... kita hanya perlu membuat Long Jian tertidur selamanya," ucap Zhang Liu membuat Li Jihyun terkesima. Dia tak menduga perdana menteri yang selama ini dilihatnya sangat setia dan patuh ternyata pengkhianat. Hela napas terdengar pelan.


"Itu sesuatu yang mustahil. Yang mulia kaisar tidak semudah itu dikalahkan. Dia adalah manusia beruntung."


Zhang Liu mencebikkan bibir. "Kenapa anda seyakin itu? Yang mulia kaisar sekarang sedang sekarat. Anda tidak tau? Dia terkena racun yang tidak diketahui penyebabnya. Sekarang kasim Bo sedang mencari obatnya. Padahal lebih bagus kalau Long Jian cepat mati," ucap Zhang Liu membuat Li Jihyun menyeringai lebar.

__ADS_1


__ADS_2