
Li Jihyun mengangkat sendok yang berisi cairan obat. Hendak memasukkannya ke dalam mulut. "Tunggu sebentar." Tahan Long Jian menghentikan gerakan Li Jihyun. "Aku akan meminumnya sendiri. Kamu tidak usah menyuapiku," ucapnya hendak meraih mangkuk. Tapi dengan gerakan cepat Li Jihyun berkelit. Mangkuk obat itu gagal direbut Long Jian.
Menyaksikan itu, semua orang diruangan itu membelalakkan mata. Apa yang dilakukan yang mulia selir agung? Beraninya dia mengerjai yang mulia kaisar, batin kasim Bo tak habis pikir. Meski hubungan keduanya tidak akur tapi Li Jihyun menjaga etikanya didepan Long Jian.
Long Jian menatapnya berang. Sementara Zhang Liu tampak menahan tawa. Aku akan mengubah strategi untuk mendekatimu Long Jian. Sekarang aku punya rencana baru, batinnya Li Jihyun.
"Selir agung!" bentak Long Jian mendelik tajam.
"Maafkan saya yang mulia. Saya refleks tadi," jawab Li Jihyun lembut membuat Long Jian bergidik.
Apa lagi yang direncanakan perempuan gila ini? pikir Long Jian jengkel. Pria itu sekali lagi meraih mangkuknya tapi berhasil menghindar. Long Jian semakin berang. Wajahnya merah padam. "Maafkan saya yang mulia jika sudah lancang. Tapi semua ini saya lakukan semata karena mempedulikan kesehatan yang mulia. Tubuh yang mulia saat ini sedang dalam kondisi tidak bagus. Jadi perkenankan saya menyuapi anda," bujuk Li Jihyun.
"Berikan saja padaku. Aku bisa sendiri," tukas Long Jian tak mau kalah. Hela napas terdengar.
"Mungkin ini tak sopan. Tapi tolong dengarkan saya," pinta Li Jihyun yang disahut dengkusan Long Jian. "Bukankah anda mengatakan kalau saya adalah istri anda. Anda bilang waktu itu bahwa kemanapun saya pergi. Anda akan mengejar saya bahkan ke ujung dunia sekalipun."
Semua orang diruangan itu seketika terperangah. Mata mereka seketika tak berkedip. "Jadi gosip yang mulia kaisar dan yang mulia selir agung itu dekat, benar?" bisik dayang dibelakang mereka.
"Iya. Lihat saja perlakuan yang mulia selir agung pada yang mulia kaisar," sahut teman disebelahnya masih berbisik. Kepala dayang itu mengangguk setuju. Mereka melirik Li Jihyun yang masih duduk di tepi kasur Long Jian. "Jadi sebenarnya siapa yang meracuni yang mulia kaisar?" tanya dayang itu penasaran.
__ADS_1
"Banyak orang curiga kalau itu perbuatan yang mulia selir agung. Tapi aku rasa yang curiga itu cuma satu orang," jawab temannya melirik kasim Bo. "Kamu tau sendirikan gosip dalam istana lebih cepat menyebar," lanjutnya.
Kasim Bo yang mendengar mendelik tajam membuat kepala dayang disana tertunduk. Mereka langsung terdiam. Kasim Bo mengembuskan napas kasar. Lalu kembali memperhatikan Long Jian dan Li Jihyun. Dilihat darimana pun sepertinya keduanya dalam posisi akur. Tapi kasim Bo masih mencurigai Li Jihyun yang meracuni Long Jian.
Karena hanya wanita itu musuh yang paling didekat Long Jian. Walau dalam hidupnya ada banyak musuh Long Jian tapi tidak sedekat posisi Li Jihyun. Tapi kasim Bo tidak punya bukti pasti pelakunya Li Jihyun. Aku harus menyelidikinya sendiri, batinnya.
"Cih! Bagaimana bisa kamu melakukan sesuatu yang memalukan seperti itu? Apa urat malumu sudah putus?" ejek Long Jian.
"Untuk apa saya malu? Padahal anda adalah suami saya. Jadi wajar jika saya mengatakan hubungan kita didepan orang lain. Saya tidak mau orang berprasangka buruk pada hubungan kita," ucap Li Jihyun melirik Lian yang berada tak jauh darinya. Lirikan yang tajam membuat Lian menundukkan pandangan. Jantung gadis itu berdegup kencang. "Saya juga minta maaf selama anda tidak sadarkan diri. Saya sudah berbuat semena mena," lanjutnya dengan rasa bersalah.
Alis mata Long Jian terangkat. Gadis ini pasti merencanakan sesuatu lagi, batin Long Jian. "Apa maksudmu?" tanya Long Jian penasaran.
"Kasim Bo jika keadaanku tiba tiba memburuk. Berikan hukuman mati pada Li Jihyun," titah Long Jian yang diangguki kasim Bo. Zhang Liu yang mendengar mulai khawatir. Dia menatap resah Li Jihyun.
Tapi Li Jihyun terlihat santai. "Tenang saja yang mulia. Tidak ada racun dalam obat ini. Jika keadaan anda tiba tiba memburuk saya rela menyerahkan nyawa saya sebagai jaminan," ucap Li Jihyun dibalas decihan Long Jian. "Jadi bagaimana jika sekarang waktunya anda minum obat?" ucap Li Jihyun tersenyum lebar.
Dengan telaten Li Jihyun menyuapi Long Jian. Dahi Long Jian berkenyit merasakan bau obat yang pekat serta rasa pahit yang mengetarkan lidah. Tapi demi kesehatannya agar pulih dan membereskan Li Jihyun membuat semangatnya membara. Dalam sekejap obat itu habis tak bersisa.
"Bagaimana yang mulia kaisar? Apa ada sesuatu yang aneh anda rasakan?" tanya kasim Bo cemas. Long Jian terdiam sebentar kemudian menatap kasim Bo.
__ADS_1
"Tidak," jawab Long Jian menatap Li Jihyun yang tersenyum puas.
"Saya sudah bilang yang mulia. Tidak ada racun dalam obat itu. Saya bisa jamin itu," ucapnya penuh keyakinan. Tidak sekarang Long Jian. Pertama aku harus membereskan Zhi Shen. Selama Zhi Shen masih disini semua rencanaku terus gagal. Lalu kedua aku punya rencana baru untukmu Long Jian, batin Li Jihyun.
"Lalu katakan sekarang apa maksudmu tadi?"
"Tapi bisakah mereka keluar dulu. Saya ingin bicara berdua dengan anda," pinta Li Jihyun membuat alis mata Long Jian terangkat.
"Yang mulia saya tidak bisa meninggalkan anda berdua dengan yang mulia selir agung," protes kasim Bo yang disambut lirikan tajam dari Li Jihyun. Buru buru kasim Bo menundukkan pandangan. Tubuhnya spontan gemetaran. "Ma-Maafkan saya yang mulia selir agung. Saya tidak bermaksud menyinggung anda. Tapi yang saya lakukan ini semata untuk melindungi yang mulia kaisar," lanjut kasim Bo.
Long Jian melambaikan tangan diudara. "Tenang saja kasim Bo. Ada banyak bayangan kaisar yang mengawasi dari sini. Jadi kamu tidak perlu khawatir," ucap Long Jian enteng.
"Tapi yang mulia ..."
"Sekarang keluarlah. Apa kalian tidak dengar perkataan selir agung bahwa aku adalah suaminya? Jadi sekarang kalian keluarlah. Aku ingin bicara berdua dengan istriku," kata Long Jian yang diangguki lemah kasim Bo.
"Baik yang mulia," sahutnya lemas. "Kalau begitu saya permisi dulu," pamit kasim Bo berjalan dengan lunglai meninggalkan kamar.
"Saya juga yang mulia," pamit Zhang Liu membungkuk hormat kemudian ikut keluar. Lian juga melakukan hal sama mengikuti langkah Zhang Liu meninggalkan kamar. Bahkan dayang yang menjaga Long Jian pun keluar.
__ADS_1
"Jadi selirku apa yang ingin kamu ceritakan padaku?" tanya Long Jian membuat sebelah sudut bibir Li Jihyun terangkat.