
"Oh... sittt... kenapa aku tak bisa berhenti memikirkannya,"apakah aku sudah masuk dalam bujuk rayunya," ohh..tidak Erlina jaga hati jangan sampai jatuh cinta pada lelaki yang telah merenggut mahkotamu yang meperkosamu hingga hamil dan memberi anak tampan dan cantik plus Genius, yang membuat mu bahagia , mungkin kalau tidak Smith aku tak punya anak sekeren mereka...
"ohh.. sitt... aku memuji Lucifer Smith"?
Otak ku sudah tidak waras setelah bertemu lucifer ini, aku membatin Lagi.
Smith menghetikan aksinya setelah, Ferdian memperhatiakan aku dan Smith instinng nya juga merasakan kakau Ferdiam sudah mulai curiga terhadapnya, bagaimanapun dia adalah seorang pisko yang punya radar negative tingking dan sesnitif bila me yangkut dirinya, tentu dia akan tetap berusaha jaga image supaya tetap terlihat gagah sopan dan elegant.
"Semua itu "sittt.."! Smith tujukanlah sifat asli mu , sehingga aku tak perlu menjelaskan kenapa seorang wanita hamil malah melarikan diri dari orang yang menghamilinya ?
"mengapa dia memilih dan bersusah payah melarikan diri dan tidak meminta pwrtanggung jawaban pada orang yang telah mendoainya, umpat ku dalam hati sambil menatap Smith tajam.
Feridian menjatuhkan sumpit nya," ohh.. tentu anak genius satu ini telah tinggi rasa curiga dan penasarannya, lalu mencoba menemukan cara yang simpel untuk menyelidiki ,mengecek kecurigaannya tentang ,"ada sesuatu di balik meja.
Smith berusaha menahan Feridan untuk menuduk,untuk mengambil atau meneliti di bawah meja makan kami,Smit menahan bahu Ferdian pada saat itu.
"Biar aku saja boy, selesaikan makan mu, kata Smith yang memberikan sumpit baru pada Feridan.
"Ohh... dia perhatian sekali, apakah Smith benar-benar yakin bahwa Feridian adalah anaknya"? sorot matanya terlihat sangat sayang pada Ferdian dia bahkan selalu menujukan perhatiannyang berlebih kepadanya, aku kembali membatin "oh Tuhan kenapa aku selalu memikirkan tantang apa yang di rasakannoleh Smith Santiago di Lucifer itu.
Smith membukuk mengambil, sumpit yang jatuh di bawah meja dan secara otomatis aku pun, merapatkan paha ku dan memegangi rok supaya tak bisa terlihat paha dan dalamanku oleh nya .
Memakai daster itu,sangat di gemari perempuan kala tidur, tidak perlu yang mewah karena kami tinggal di kampung,selain babydoll itulah baju favorite ku,bahkan kalau bisa pegen jalan-jalan begitu sajatidak ribet.
Namun,wara kita lebih banyak yang menilai book by cover atau mrnilai dari apa yang mereka lihat sehinga orang pun berlomba mendadani diri dengan apa yang terlihat.
seperti baju ber'merk, tas branded sepatu bahkan mobil mewah yang bagi aku, mungkin lebih memilih ke fungsinya namun begitulah manusia yang sudah di jajah oleh keangkuhan dan kesombongan diri.
sehingga mereka sering melakukan dan bersusah-susah mendanani yangbluar daripada yang dalam
Ferdian lalu segera menghabiskan makanannya dan dia menunggu aku, menghabiskan mie yang masih aku makan separoh.
"Paman Smith kenapa, mata kita bisa sama biru ," tanya Feridan membuat aku terbatuk -batuk.
__ADS_1
"Mah..."!pelan-pelan makan kata Sabrina yang duduk di sampingku , dan menepuk-nepuk punggung ku.
"Anak perempuan ku ini, memang sangat perhatian namun dia seorang yang sedikit hipokrit seperti Ayahnya yaitu Smith.
"Ach... sitt...."! aku kembali bicara tentang Smith dan Smith lagi dan Feridian.
"Sitt.. anak Lucifier yang satu ini mulai memojokan dan memancing di air yang keruh, aku tau bahwa dia telah beberapa kali meminta ku untuk memberitau siapa ayah kandungnya dan aku terus saja mengelak.
A"ku tau, suatu hari dia akan tetap melakukan ini dan dia akan tetap mendesak ku untuk bicara jujur padanya, tapi.. puff bagaimana aku bisa mengatakan semuanya dengan jujur sekarang ?
"Didepan Lucifer Simth, si pisko ini bakal tertawa penuh kemenangan dan akan merayakan kekalahan ku,"
aku terus saja membatin sedang Smith sudah terlihat senyum-senyum.
Kalau tidak ada kedua anak ku,tentu dan akan aku pastilah dia sudah aku lempar dengan sumpit yang ku pegang dan aku usir keluar malam ini juga tak perduli gelap atau hujan badai sekalipun.
"Andai aku punya kekuatan magic yang bisa melempar seseorang hanya dengan satu jentikan tanggan ku pasti sudah aku lakukan dari tadi.
aku terus saja megomel dan dan berbicara dengan fikiran ku, aku lama-lama akan mirip dengan Smith yang berbicara dengan diri sendiri seperiti orang yang berhalusinasi.
ya... aku mengupat lagi dalam hati.
"O... iya..boy mungkinkah kamu, anak ku yang hilang"? tanya Smith memprofoksi Ferdian dan tentu membuat aku bersaksi spontan aku pelototin Smith.
"Sial Lucifer, Iblis tampan ini sedang terseyum melirik ku.'!
"Apa iblis tampan,"? cihh.... aku meralat omongan ku sendiri, kenapa aku sering memujinya sekarang"? sial aku harus cari cara mengakhiri semua ini , aku membatin lagi !
"Ayolah Ferdian dan Sabrina kalian segera gosok gigi dan naik ke atas tidurlah ,jangan telat bangun, kaliankan besok harus sekolah."ku coba memotong pembicaraan mereke.
"Mah....sebentar "?! jawab Feridan dan Sabrina.
"Iya... mah.."?? saya juga penasaran kenapa wajah Feridian mirip dengan tuan Smith kata Sabrina dalam dan menohok.
__ADS_1
"Ohh.. Tuhan selamatkan aku dari semua ini"! bagiamana aku harus menjawab dan meghindari mereka, "! doa ku dalam hati.
Lucifer bersatu dengan anak-anaknya memojokan ku"?
apakah harus... aku ungkap sekarang...? ohh... tidak....aku harus bagiamana"?
aku membatin dan terus saja berdoa dalam hati.
"Besok saja... ya sudah malam, mama janji akan memberitaukan pada kalian.."? kataku dengan muka memelas membuat Feridan tak tega.
"Sudahlah Sabrina kita tidak usah membahas itu, lihatlah mama jadi sedih.,"Entah apa yang di lakukan papa di masa lalu sehingga," mama selalu sedih saat kita menyinggung ataupun bertanya tentang siapa papa kita, kata Ferdian memghampiri ku dan mencium pipi ku dengan lembut.
"Maafkan saya, mah telah membuat engaku sedih ," di susul dengan Sabrina juga melakukan hal yang sama seperti Feridian .
Smith berdiri,mendekat ke arah ku dan dia pun mencium pipiku.
i ..Am..sorry baby " aku pun sudah membuatmu sedih," katanya tanpa dosa lalu mencium ku.
Feridian dan Sabilla terkejut melihat dan memamdangi kami yang saling berpandangan tanpa berkedip untuk sesaat lamanya, aku seperti tersengat listrik wajahku merona merah tanpa ku sadari tersipu malu.
Jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya, benih benih cinta di semai di dalam hatiku oleh Smith Santiago , si Lucifer ,si Iblis keparat yang telah menodaiku dan merengut mahkota ku, merengut kesucianku, yang merengut masa depan ku, yang membuat aku terdampat di sini, di desa terpencil ini, namun kalau boleh jujur aku menyukai kehidupan di sini. " aduh... aku... aku kenapa jadi orang yang berargument dengan diri sendiri
OH.... God,"!
ini semua karena kemuculan Smith yang hadir, masuk dalam kehidupan yang damai walau terasa datar dan hambar ini.
-------Bersambung baby----------
jangan lupa like??????
comment✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️
and vote✌✌✌✌✌✌✌✌✌
__ADS_1
?????????????
--------------------------------