
Sementara di bawah Smith mencoba untuk membujuk Erlina,untuk berdamai dengan dirinya.
"Erlina...anak-anak kita sudah besar saya rasa mereka perlu tau siapa Ayah biologisnya," kata Smith mendekat dengan lembut.
Membuat Erlina sedikit merasakan desir kemesaran dan kehangatan dari tuan Smith.
"Bagaiaman kamu begitu yakin kalau mereka adalah anak mu"? tanya Erlina berusaha mengelak.
Smith melirik ke atas ke arah CCTV yang bergerak dan menyorot ke arah mereka.
"Apakah kamu ingin terus mengelak atau kita tes DNA kita ,mari bertaruh saja, bila benar mereka anak ku maka kamu harus menikah dengan ku,kata Smith percaya diri menantang.
Erlina juga melirik kamera CCTV yang berputar ke arah mereka,membuat Erlina kawatir anakmya mendegar.
"Marilah kita bicara di ruang kerja saja,"kata Erlina lalu berdiri dan melangkah di sebuah ruangan penuh dengan buku-buku.
Masuklah mereka ke sebuah ruangan di sini adalah tempat Erlina, tempat favoritnya menghabiskan waktunya sambil menunggu anak-anak pulang dari sekolah.
Smith memandang detail ruangan itu, sofa panjang itu sepertinya, tempat Erlina tidur beberapa hari ini, terlihat ada bantal dan selimut yang terlipat di sana.
Erlina segera mengunci pintu karena takut sekali kalau Sabrina dan Ferdian tiba-tiba masuk ke dalam mendengarkan obrolan mereka, itu membuat Smith terseyum penuh arti, senyum licik dan penuh kem*suman tentunya .
"Dengarkan tuan Smith apa yang bisa membuat kamu menjauhi aku dan juga anak-anak ku itu"? tanya Erlina sambil bersedekap membuat dua gunungnya tercetak jelas disana.
Smith tak bisa fokus pada wajah Erlina,dia diam-diam terlihat fokus pada dua gundukan kembar yang ada di d*da Erlina dan membuat Smith menelan ludahnya sediri dengan kasar .
Mengetahui akan hal itu Erlina segera kembali mengurai tanggan nya dari sana.
"Gunung kembar itu masih terlihat sempurna dan dia tidak memakai Br* rupanya,dua bintik kecil di kedua puncak gunung kembar itu tercetak jelas di bajunya tadi, Smith berfikir dan membayangkan bentuknya lagi.
dia pernah melihatnya beberapa minggu lalu pernah merasakannya hingga membuat sesuatu tegak berdiri namun bukan ke adilan, jangan menerkanya otak anda akan Viktor.
"Laki-laki satu ini tidak berubah masih saja otaknya m*sum kalau melihat wanita entah berapa banyak wanita yang telah di nodainya," Erlina kembali membatin.
"Kenapa diam saja mister Smith," jawablah pertanyaan saya ,"kata Erlina.
"Pertanyaan apa "?? tanya Smith .
"Mister Smith apa yang bisa membuat kamu menjauhi aku dan juga anak-anak ku itu"? tanya Erlina untuk ke dua kali.
"Mereka juga anak ku Erlina, jangan terlalu keras kepala, mengapa anda menjauhkan anak-anak dari Ayahnya.
"Apakah kamu, tidak merasa kasihan membiarkan mereka tidak punya figur Ayah," kata Smith sambil memperlihatkan wajah yang penuh kesedihan yang mendalam.
Tentu saja Erlina menjadi terharu, naturnya memang Erlina punya hati yang berbelas kasih dan tak pernah tega pada orang yang telah memohon dengan sungguh-sungguh padanya.
__ADS_1
Smith berjalan ke arah Erlina berlutut di depan nya membuat Erlina kikuk dan serba salah.
"Maafkan lah kesalahan ku,Erlina aku terlaku terpesona dengan diri mu waktu itu dan aku tau kamu bukan seorang yang mudah percaya dan jatuh cinta dengan pandangan pertama, makanya aku berfikir dengan mengandung anak dari ku "kamu akan mau menikah dengan ku.
"Tak ku sangka kamu melarikan diri, apa kamu tau aku.. seperti orang gila mencari mu, kata Smith dengan meneteskan air matanya.
"Hai," benarkan ini adalah Smith yang terkenal dengan Arogant nya,
"Benarkah dia telah berubah menjadi seorang lelaki yang berhati lembut, tidak kasar dan pemarah seperti yang aku dengar di club malam itu.
Tanya Erlina dalam hati, sambil terus menatap Smith dengan tatapan iba sekaligus terpesona, tiba-tiba hatinya berdesir jantungnya berdegab lebih kencang.
"Suruhlah aku berdiri atau duduk di sampingmu ,wanita bodoh kaki ku keram, kep*rat kau Erlina, lihat saja aku akan segera ******* bibir mu, dalam hitungan sampai sepuluh . satu,dua.. tiga...empat," Smith menyumpah serapah Erlina dan terus menghitungnya.
"Jangan. ..begitu tuan Smith duduklah disini," kata Erlina menepuk sofa yang ada di sampingnya membuat Smith segera berdiri dan menyeringai penuh arti.
Smith merapat pada Erlina,makin rapat tangganya mukai meraba paha Erlina dan menyingkapkan daster pelan namun pasti menuju pangkalan
Jari-jemari Smith begitu lincah sekali menjelajah pada tubuh bagian bawah Erlina, "sedangkan Erlina seperti seorang terhipnotis dengan semua perlakuan Smith yang lembut.
Smith mendekatkan wajahnya pada Erlina memegangi tengkuknya dan mulai mel*mat bibir Erlina dengan lembut, memainkan lidahnya pada rongga mulut Erlina,sedang entah kapan tanggannya sudah masuk ke dalam celana Erlina.
Erlina memejamkan mata menikmati sentuhan lembut itu, mengelincang dan mulai mend*sah dengan manja, membuat Smith makin merasa panas dan lebih agresif menciumi Erlina.
Smith menarik turun cel*na dalam Erlina, lalu menarik Erlina sehingga di tepiian sofa segera memakan dan menjilati belahan durian di sana, Erlina menjerit,".. achh...achh...Smith ohh jangan...
Smith tak perduli dengan rengekan Erlina dia memasukan jarinya di goa Erlina dengan lidah yang masih menari di atas kacang milik Erlina membuat,Erlina makin tegang dan ter*ngsang dengan des*han nikmat.
Tanggan,Smith yang satunya masuk ke dalam daster dan menyusup pada puncak gunung Erlina memilin-milin bulatan kecil yang mirip coklat cip itu.
Erlina makin mengelincang dan mengerang dengan hebat nya, merasakan sesuatu aliran yang mengalir sampai ke ubun-ubun sesuatu yang hanya bisa di bayangkan bertahun-tahun lamanya, tanah yang kering kerontang dan tandus mulai basah.
Erlin terus mendesah dan menjerit tertahan dan Smith makin menikmati menyukai permainan lidah dan jarinya di gua Erlina yang terus mengelincan maju mudur dan mengerang dia menyukai itu. suara rengekan dan permohonan seseorang padanya.
Smith terus menjilat dan mnegecup, kadang sedikit menariknya sampai Erlina mencekram rambut Smith karena tak tahan merasakan desiran nikmatnya antara hentikan dan lanjutkan.
"Smith.. ohh... Uhh... ahh...a hhhh..ahh aku...aku... mau keluar,uh...ja..jauhlah dari ku.. Ahhh....Ahhh.... Smith makin kuat mengocok goa Erlina sampai pada akhirnya mucratlah cairan dari gua Erlina.
Sementara Feridan dan Sabrina yang dari tadi menempelkan kupingnya ke pintu ruangan itu masih berdebat....
"Mama kesakitan di dalam Feridan kamu menunggu apa"? apa kamu tidak dengar mama ingin keluar.... ayo kita masuk menolong mama," kata Sabrina yang sudah tak tahan lagi mendegar jeritan mamanya.
Saat mereka memutar gagang kunci, mereka mendapati terkunci dan tak bisa membukanya.
" Thok-Tokkk "!!
__ADS_1
"Ma... apa mama di dalam..."??Sabrina mengedor pintu dan berteriak-teriak.
"Apa mama baik-baik saja di dalam"? gantian Ferdian yang bertanya.
"saya akan mendobrak pintu jika tidak di buka dalam hitungan sepuluh, ma
satu... dua.. tiga... empat....teriak Feridan dari luar yang makin keras.
Smith dan Erlina terkejut saling pandang tertegun dan jadi salah tingkah.
"Sial...tissu Er, mana tissu.. "? tanya Smith yang agak gugup karea mukanya basah penuh dengan cairan.
Erlina segera menyodorkan tissu yang ada di meja dekat sofa pada Smith dan langsung di sambar oleh Smith membersihkan mukanya.
Erlina segera berjalan ke arah pintu dan membukanya sebelum anak-anakanya mendobrak pintu.
Erlina membuka pintu, tepat saat Feridan menghitung tepat 10 dan sudah mulai ancang-ancang untuk mendobrak.
"E..hai..Feridan sayang, ada apa baby.. tanya Erlina agak gugup ,namun Feridan tak menjawab dan terus menerobos masuk mendekat pada tuan Smith dan berdiri didepan nya.
"apa yang terjadi disini mister Smith"? tanya Feridan dengan menatap tajam pada Smith yang sedang memungguti pecahan gelas.
"tidak apa...apa..," hanya tadi mama kamu memecahkan gelas yang dia pegang dan dia mau keluar," saya mencegahnya karena tidak ingin dia terluka oleh pecahan gelas ini, kata Smith dengan pura-pura serius memuguti nya.
Tanggan Smith segaja megegam erat pecah kaca sehinga membuta luka di telapak tangganya.
"Hai.. anda terluka," kata Sabrina yang sudah mendekat pada tuan Smith.
"O.. Smith... eh. mister Smith "!
sudah.....sudah jangan pupu-punguti saya akan mengunakan sapu dan vacum cleaner untuk memberisihkan "kata Erlina cemas dan segera berlalu pergi .
Sabrina dan Feridan saling menatap curiga dan berpandangan melihat tingkah mereka berdua yang terlihat gugup.
-------Bersambung baby----------
jangan lupa like??????
comment✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️
and vote✌✌✌✌✌✌✌✌✌
?????????????
__ADS_1