
Ferdian menunggu beberapa menit sampai sang sopir datang . Laluna mengantarkan Ferdian sampai ke pintu gerbang rumahnya.
"Sampai ketemu besok Laluna" kata Ferdian melambaikan tangannya lalu masuk ke mobil.
"Jalan pak !" perintah Ferdian.
"Siap tuan " jawab sang sopir menuju pulang ke rumah .
"Pak nanti kalau di tanya ,dari mana bapak harus bilang dari rumah Akbar belajar kelompok ! " mengerti .
"Tapi ....! " kata Pak sopir yang langsung di potong oleh Ferdian.
"Tidak ada tapi, kamu ikut saja perintah ku , jangan kawatrir tahun depan saya akan minta Papa menaikan gaji bapak " kata Ferdian lagi.
Sang sopir diam saja, karena tidak ingin membatah lagi , apalagi di beri imbalan bakal naik gaji tahun depan dan Tuan muda nya ini sangat royal dan suka memberi hadiah padanya.
sesampai di rumah Ferdian segera masuk kamar sebelum ketahuan Sabrina ,tentu dia tak ingin di tanyai macam-macam sama kembaranya itu.
-------++++++------
Kita berpisah di sebuah Apartemen Flamboyan lantai 15 , Kania sedang beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan .
Dia menggapai handphone nya, dan pergi ke kamarnya melakukan telfon dengan seseorang di kamar mandi.
dia memilih untuk tidak telfon di ruang tamu atau tempat lain selain kamarnya yang sudah dia pastikan tidak ada CCTV nya.
Kania sedang memberitahu wanita setengah baya, yang di pangil nya dengan sebutan mami itu bahwa Suparji sekarang ada di tahanan karena gagal membuat pertengkaran antara gang lady Cat dengan mister Smith.
tidak di sangka mereka malah menjadi baik karena, tuan Smith membantu lady Cat dalam membebaskan anaknya yang di tuduh mencuri berlian itu.
Dengan pengaruhnya Mister Smith membuat mereka berdamai sehingga mencabut tuntutan pada anaknya.
"Sudah aku bilang bahwa itu Takan berhasil '! kata wanita separuh baya itu.
"Lalu kita akan mengunakan plan B saja, " tanya Kania .
"Sudah aku bilang bahwa plan A tidak perlu di jalankan akan lebih baik kita mengunakan plan B satau C saja." kata wanita itu lagi.
"Lalu biarkan saja , Suparji berada di penjara, saya akan menasehati nya ,untuk mengaku karena emosi sesaat atas pembunuhan yang dia lakukan sehingga hukuman tidak berat, kalau dia di tuduhan dengan tuduhan berencana makan hukuman akan di atas 15 tahun ." kata wanita itu .
"Ya . mami harus membantu nya ," jawab Kania.
"Biasanya di kasus seperti ini dan terdakwa tidak mempunyai uang untuk menyewa pengacara makan mereka akan di beri pengacara dari pemerintah" kata wanita itu.
" Lalu bagaimana dengan perkembangan plan B kamu , apakah sudah berjalan dengan baik ?" tanya wanita itu.
"Sudah sang Mister sudah masuk perangkap saya tentu akan mengabarkan pada mami kalau rencananya sudah masuk lebih dari 80 persen sekarang masih pendekatan lebih dulu," jawab Kania.
__ADS_1
"Bagus , kalau begitu kamu harus tetap hati-hati , pastikan sang tuan benar-benar menginginkan dan menikahi mu , aku akan memberi tau langkah selanjutnya setelah misi pertama selesai ," kata wanita itu.
"Baik mami, " jawab Kania.
Kania segera,mematikan telfonnya dan keluar dari kamarnya menuju dapur.
Meminum segelas kopi , di sore hari dan duduk menonton TV yang berada di sana sebelum meyiapkan makan buat nati malam.
Orlando sekarang lebih suka makan di rumah, dia merasa cocok dengan masakan Kania.
--------- di Kediaman Smith Santiago ------
Ferdian,masih tertidur dengan tengkurep karena punggungnya terasa sakit saat tidur terlentang .
Datanglah Sabrina masuk ke kamarnya untuk membangunkannya ,untuk makan malam bersama.
Sabrina menepuk punggung Ferdian untuk membangunkannya , tentu saja itu membuat Ferdian menjerit karena Sabrina menepuk pas di bagian yang terkena pukulan tadi .
"Aauch.. sakit!" teriak Ferdian
"aku menepuk punggung mu pelan saja, kenapa kamu berteriak kesakitan ?" kata Sabrina memandang Ferdian tajam.
Karena sudah dari tadi siang kelakuan nya sangat aneh dan mencurigakan tentu Sabrina juga mengendus ketidak beresan kembarnya itu.
"Kamu lebih baik jujur kepadaku sebelum aku Mecari tau dan habis kau !" kata Sabrina lagi.
Papa dan mama sudah mewanti-wanti untuk tidak melakukan sesuatu buang melanggar hukum " lanjut Sabrina mengigat kan.
Ferdian menghela nafas panjang untuk beberapa saat lalu duduk.
"Janji tidak bilang dengan mama dan papa ? " tanya Ferdian.
"Tergantung " jawab Sabrina.
"kalau begitu aku tak kan mengatakan pada mu" kata Ferdian masih mengumpulkan separuh nyawanya yang belum terbangun sepenuhnya.
"Apakah sesuatu yang melanggar hukum ?" tanya Sabrina.
"Tidak , separah itu tapi hampir! " jawab Ferdian
"Apa itu ? " tanya Sabrina.
"Janji dulu ?" pinta Ferdian m
"Baiklah janji, tidak akan bicara pada mama dan papa katakan sekarang !" perintah Sabrina .
" Tadi berkelahi membantu, Laluna yang di keroyok preman , sebenarnya saya tidak pergi ke rumah Akbar untuk mengerjakan tugas kelompok , tapi melacak rumah Laluna " jawab Ferdian .
__ADS_1
" Siapa Laluna ?" tanya Sabrina.
"E...teman sekelas ku dan aku menyukainya" jawab Ferdian dengan sedikit malu.
"kamu berpacaran ?" tanya Sabrina.
"Belum baru pedekate! " jawab Ferdian.
"Lalu kenapa kamu berteriak , apa kamu terluka !" tanya Sabrina yang tadi terlihat galak sekarang menjadi cemas.
"Ada sedikit di punggung kena balok kayu tapi sudah di kompres dengan air es oleh Laluna di rumahnya " kata Ferdian.
" Coba kulihat ? " tanya Sabrina.
Ferdian segera membuka baju dan balikan badanya, memperlihatkan punggung bangsa sedikit memar karena terkena pukulan balok.
"Nanti dikompres lagi ,setelah makan malam , dan sebaiknya besok tidak usah masuk sekolah. aku akan minta kan izin pada ibu dan juga Guru .
"Tidak -tidak , perlu "Saut Ferdian.
"tapi kamu sakit , begitu " kata Sabrina.
"Kalau saya tidak masuk sekolah , yang pertama papa dan mama akan curiga lalu mana ada izin sakit tanpa ada surat dokter itu sama saja gali lobang sendiri , kamu gimana sih !" omel Ferdian.
"Tenang saja ini tidak , apa -apa sudah tidak begitu sakit aku bisa beraktivitas seperti biasa " kata Ferdian menenangkan Sabrina.
"iya juga sih kalau begitu ayolah kita turun untuk makan bersama "! ajak Sabrina.
"O .iya apa kamu sudah tau kalau kita akan punya Adik lagi ?" tanya Sabrina.
"Apa ! kita akan punya adek lagi ? " Ferdian balik bertanya.
"Ya.. apa kamu tidak bahagia mendegar nya ?" tanya Sabrina yang melihat respon Ferdian yang tak begitu bersemangat seperti dia saat mengetahui dia akan punya adek lagi.
"Suka hanya terkejut saja ,tentu kita akan repot membagi waktu dengan adek kita nanti, semoga perempuan jadi biar sama kamu saja , aku taun depan sangat sibuk ! " jawab Ferdian.
" sibuk apa pacaran !" kata Sabrina meledek. kembaranya yang sedang jatuh cinta itu
"Jatuh cinta membuat mu idiot sampai terluka begitu " Ledek Sabrina lagi .
"'Shut up " kata Ferdian melangkah keluar dan menuruni anak tangga menuju rumah makan mereka
.-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ."
__ADS_1
ππππππππ
Baca juga Bayangan sang Mantan kisah , percintaan yang mengenaskan karena ada mantan di antara hubungan.