
Esok paginya , Laluna telah memberi tau Ferdian bahwa mereka sudah di beri izin dan mendapat surat jalan dari ayahnya, untuk tanda pengenal sebagai pembantu kepolisian mereka belum mendapatkan jadi diharap untuk tidak melakukan misi di luar batas ketentuan dan pelanggan yang fatal .
Paginya Ferdian memberi tau ibunya bahwa ada tugas kelompok untuk penelitian di kebun teh dan peternakan di lereng bukit di desa suka maju.
Jadi mereka akan pulang agak telat ,kata Ferdian dan Sabrina meminta izin , mereka terpaksa berbohong karena tak ingin ibunya kawatrir tentang mereka.
Jam sudah menunjukan hampir jam 2 siang kurang 15 menit itu berarti jam sekolah sudah akan selesai.
Mereka bertiga tentunya sudah sangat, penasaran dan ingin segera menjalankan misi. tentu hati mereka juga ikut berdebar-debar menunggu bell sekolah segera berbunyi.
"Kringgggggggg !"
"O..yes... pulang ,"kata Akbar senang.
Feridan hanya melirik dengan tersenyum kelakuan Akbar yang seorang sangat ekspresif dalam bertindak .
Hari ini Laluna tidak naik motor , dia naik angkot ke sekolahan , karena mereka akan naik mobil bersama untuk menuju lokasi dan mereka juga tetap memakai seragam sekolah mereka untuk meyakinkan penyamaran sebagai pelajaran yang bertugas mendapat tugas untuk mempelajari kegiatan dan survei , petani dan kegiatan pengusaha kebun teh dan peternak yang berada di lereng bukit suka maju.
tentu saja alat untuk mendukung sudah di sediakan seperti alat perekam dan Handycam dan kamera yang akan membantu mereka , memuluskan misi tanpa di curigai .
Dan barang-barang itu juga akan mendukung mendokumentasi atau memotret barang bukti yang siapa tau mereka temukan nanti .
Rencana dan persiapan sudah di siapkan dengan baik tinggal pelaksanaan nanti dan lapangan .
Bagi Laluna , semua ini sudah biasa dan tidak begitu membuat nya nervous , namun bagi Sabrina dan Ferdian tentu akan berbeda ini adalah misi pertama , apalagi bagi Akbar yang tak pernah melakukan hal-hal seperti ini .
Namun karena dia punya basic seorang anak tentara dan tengahnya sangat kuat tentu akan membantu bila di butuhkan seperti akat barang atau ransel lainya .
mereka membawa bekal setidaknya makanan dan minuman, mereka belum tau apakah tempat mereka ada warung atau tidak dan itu lebih bagus dari pada harus jajan.
Mereka sudah berkumpul di tempat parkiran , Sabrina , Laluna Ferdian dan juga Akbar dan tentu yang jadi ketua dan pemanduan adalah Laluna yang mengetahui lokasi kejadian dan juga tempat di temukan mayat anak kecil yang malang itu.
Sampai di tempat, yang mereka tujuh Laluna segera turun duluan di iringi dengan yang lain, mereka memulai dari penduduk yang ada di tempat itu, lalu sampai pada rumah paman dan rumah besar yang ada di tempat itu.
"Permisi apa ada orang di sini ," Laluna manggil dari luar rumah itu.
Tidak berapa lama keluarlah lelaki tua , sekitar 60 tahunan , wajahnya terlihat keras dan tak ramah meyambut mereka.
"Ada apa kalian datang kesini ," tanya orang tua itu .
"Permisi paman , kedatangan kami kesini untuk mewawancarai paman dan mensurvei kehidupan penduduk yang ada di tempat ini, kata Sabrina ramah yang sudah membawa alat perekam nya .
__ADS_1
Ferdian membawa kamera , Laluna memegangi Handaycam ,Akbar membawa barang-barang dan buku catatan jurnalis nya.
"Saya tidak ingin di wawancara ,"kata lelaki itu sedikit keras .
"Tolonglah paman, karena paman lah pemilik kebun teh dan peternakan di daerah ini, desa suka makmur ini terlihat maju dari desa lainya,
kata beberapa orang yang kami wawancarai tadi ,mereka mengatakan karena desa ini di pimpinan oleh orang baik dan pintar seperti paman ,"bujuk Sabrina dengan muka yang manis dan ramah membuat sang paman sedikit melunak.
"Baiklah hanya sebentar saja, karena saya sibuk " jawab paman itu.
"Terimakasih paman ,"kata mereka berempat hampir bersamaan.
"silahkan masuk " kata paman itu .
"Nama paman siapa?" tanya Sabrina ramah.
Nama saya , Hardianto Diningrat " Jawab paman itu .
Terlihat sebuah kebanggaan saat menyebut namanya yang masih keturunan , konon dia masih keturunan keluarga darah biru .
"Paman rumah paman sangat bagus, dengan ukiran yang indah seperti rumah Jawa jaman dulu seperti rumah keraton zaman dulu, bolehkah saya melihat -lihat disini paman ?'" tanya Laluna.
'Iyw paman wah ,ini kalau di abadikan pasti sangat keren untuk berfoto di daerah sini masih ada ,rumah Jawa bergaya klasik apa kerjaan jaman dulu, kayunya masih terlihat kokoh dan megah sekali ," kata Ferdian menimpali .
" jadi bolehkah kami , mengambil beberapa foto di tempat ini, paman ? " tanya Ferdian.
"Baiklah , silahkan tapi jangan jauh-jauh dan berhati -hati karena ini masih di area perkebunan kalian harus hati-hati sama ular ," kata Paman lagi .
"mari saya antar berkeliling " kata Paman Hardianto.
Namun Sabrina segera mencegah,paman untuk mengantar berkeliling setelah mendapat kode dari Ferdian.
"Ah... paman biarkan mereka berkeliling sendiri biar kak Laluna yang menemani, saya kan harus mewawancarai paman ,nanti takut tidak keburu waktunya paman " jawab Sabrina.
"E ..baiklah begitu ya," Jawab paman Hardianto membenahi kerahnya .
Ferdian segera tanggap bahwa paman ini, sangat suka di puji dan di sanjung, segera menawarkan diri untuk memfoto paman itu.
"Sabrina dan Akbar kalian duduk di sebelah paman itu, aku akan foto kalian yang seolah sedang mewawancarai paman ,nanti kita akan memuat dalam buletin sekolah kita ,dan kita bisa menulis di surat kabar yang ada di kota " kata Ferdian yang mulai bersiap untuk memfoto mereka .
Maka Sabrina dan Akbar pun segera action untuk mendukung perkataan Ferdian , nampaknya kekompakan dan kebersamaan serta kepandaian mereka berkomunikasi dengan kode sangat bagus , tidak salah Laluna memilih mereka masuk dalam tim nya .
__ADS_1
Laluna sediri punya cita-cita sama seperti Ayahnya seorang penegak hukum yang mengungkap kejahatan , dia ingin menjadi detektif atau ketua penyidik seperti ayah nya.
Setelah berfoto maka Ferdian dan Laluna meninggalkan Akbar dan Sabrina yang mewawancarai paman Hardianto .
Ferdian dan Sabrina sedang mencari jejak , atau mencari petunjuk di tempat itu.
Mereke sampai kepada, rumah yang tak jauh dari tempat itu yang tertutup rapat, yaitu rumah anak yang katanya mati tenggelam itu, namun polisi curiga tidak sekedar tenggelam .
Ferdian berputar mengelilingi rumah kosong itu, tidak ada sesuatu yang di curigai mereka tidak bisa masuk karena di tutup, namun Laluna penasaran ingin masuk kesana.
Feridan mencari jalan untuk masuk lewat pintu belakang supaya tidak di curiga, dan tentu walaupun terkunci , namun tidak masalah bagi Ferdian yang Genius, hanya sebuah kunci rumah, sedang pertahanan beberapa sistem keamanan saja dapat di bobolnya .
Laluna dan Feridan masuk ke dalam rumah itu, berjalan menyusuri setiap tempat di rumah itu, masuklah mereka ke dalam kamar yang lumayan masih tertata rapi.
mereka segera memakai sarung tanggan yang sudah mereka persiapkan di saku mereka barang itu adalah wajib bagi para detektif tentunya.
Laluna meneliti semua ruangan itu, dia tak sengaja melihat bekas jarum suntik yang berada di bawah tempat duduk gadis itu.
dan sebagai seorang perempuan, Laluna punya firasat kalau gadis itu rajin membaca dan menulis terlihat dari ruangan kamarnya yang penuh buku .
Laluna mencoba mencari sesuatu di sana, di antara tumpukan buku-buku dan Laluna menemukan sebuah buku yang tersembunyi dari buku lainya.
buku itu berwarna hitam dan dia sembunyikan di atas lemari, seperti buku itu adalah buku diary Laluna memastikan nya lalu segera menyimpan ke dalam tas nya saat tau memang buku diary.
Laluna sediri juga telah memasukkan bekas jarum suntik yang terlihat patah dari pangkal sementara tabung suntikan nya tidak ada.
Ferdian dan Laluna segera pergi keluar setelah mendengar seperti suara pintu depan ada yang ingin membuka.
dengan cepat mereka kembali di luar rumah , serta menjauh dari tempat itu .
Laluna lalu kembali ke rumah paman ,Laluna sediri membuat beberapa Vidio dan Ferdian juga memfoto beberapa tempat kebun teh juga area peternakan yang ada disana.
Setelah kembali ke rumah paman Hardianto, mereka segera pamit pulang karena sudah sore .
Laluna sendiri penasaran dengan buku diary itu, dan ingin segera membacanya siapa tau di sana ada petunjuk baru ?
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ."
__ADS_1
ππππππππ