
Kania yang berada di dapur dan mendengar pembicaraan mereka jadi mulai bingung, benarkah apa yang di katakan Mister Smith.
"Benarkah dia mencari keponakan untuk menjadikannya, soudara dan menjaga atau kan sekedar akal bulusnya, untuk menghabiskan keluarga pamannya yang masih ada ?" Kania mulai berusaha menganalisa.
Namun kamu selalu bilang bahwa ,dia melakukan itu semua supaya terlihat bagus dan tetap terhormat di masyarakat, banyak orang besar yang hanya memakai topeng kebaikan untuk menutupi kejahatannya , seorang yang Siskopat dan munafik di dalam dan di luar beda .
Kania menghela nafas dalam dan mulai mengerjakan pekerjaan menyiapkan masakan.
untuk makan malam , setelah memberi perintah pada Orlando maka Smith pamit pulang.
Sejak Erlina hamil dia , akan pulang kerumah lebih awal dan jarang lembur , untuk meyelesaikan pekerjaannya.
Ferdian dan Sabrina sudah pulang dari markas Laluna sebelum magrib,mereka sudah mandi dan berganti baju untuk menunggu waktu makan malam bersama.
Ferdian dan Sabrina sedang mengobrol di ruang keluarga bersama mamanya .
"Perut mama sudah terlihat besar kira-kira berapa bulan lagi melahirkan mah ?" tanya Sabrina.
"Sekitar 3 bulan lagi ," jawab Erlina.
" Fer... tiga bulan lagi, kamu punya teman baru, nanti sudah besar bisa kamu ajak main tembak-tembakan ," kata Sabrina pada Ferdian yang masih asik main Game.
"O ..cowok ya mah ?" tanya Ferdian tanpa mengalihkan pandangan pada handphone nya.
tak berapa lama ,Smith Santiago sudah pulang rumah , dia segera mandi lalu makan bersama, dan anak-anak segera naik ke lantai dua ke kamar, sedang Erlina dan Smith Santiago masih mengobrol di ruang tamu.
Smith menceritakan tentang Suparji dan kemungkinan keponakan nya masih hidup dan sedang meminta Orlando untuk mencari informasi tentang hal itu .
__ADS_1
sementara di lantai atas , Ferdian masuk ke kamar Sabrina dan membahas soal kasus yang sedang di tangani oleh ayah Sabrina.
"Kenapa anak itu di bunuh dan di buat seolah-olah terjadi musibah ," tanya Ferdian.
"iya, seharusnya kita harus cari tau motifnya dan mencari barang bukti tentang pembunuhan bukan sebuah kecelakaan , selama tidak ada bukti adanya pembunuhan makan kasus itu tidak akan di proses di pengadilan dan akan di anggap kasus kecelakaan atau musibah, dan tidak ada yang di tuntut pertanggung jawabannya dan sang pembunuh bebas," jawab Sabrina .
" Menurut kamu ,yakin dia di bunuh ?" tanya Ferdian.
"Aku ras kita harus menyelidiki kejadian perkara atau tempat anak itu tinggal ," kata Sabrina.
"Anak itu hanya tinggal dengan , pamannya sejak kematian orang tua dan soudara, kalau kita mencurigai pamannya dengan motif warisan agaknya juga terlalu dangkal kan, karena pamannya juga tergolong orang kaya dan sukses punya peternakan kambing dan sapi," kata Ferdian .
" Jadi anak ini ,bukan keterbelakangan mental tapi karena sakit demam panas membuat dia tak dapat bicara ?" tanya Sabrina.
"Aku rasa ,memang begitu " jawab Ferdian.
"iyalah kita akan bahas lagi besok lebih baik kita tidur dulu , mataku agak capek Sab, karena tadi baca buku peraturan dan melihat file dan beberapa gambar anak itu,' jawab Ferdian.
"O..iya Sabrina , apakah kita sebaiknya jujur pada ayah dan ibu tentang kegiatan kita ini atau tidak ?' tanya Ferdian.
"sebaiknya tidak ,dulu Fer "ibu lagi mengandung nanti kalau banyak khawatir dan cemas karena kita itu kegiatan ini," jawab Sabrina.
"Ya sudah kita tidur saja , besok kita harus ke sekolah ," kata Ferdian lalu keluar dari kamar Sabrina.
Sesampai di kamar Ferdian bukannya tidur tapi malah memegang Handphone nya sambil rebahan, di carinya nomer Laluna lalu di telefon nya.
Tak lama kemudian dijawab oleh Laluna,
__ADS_1
"Hallo , Fer..."
"Hai , Laluna belum tidur ?" tanya Ferdian.
"Belum nich,nunggu Ayah belum pulang?" jawab Laluna.
" O...iya maklum sibuk , sabar kamu sudah makan belum ?" tanya Ferdian.
" sudah Fer " jawab Laluna singkat.
"Lun... bolehkah kalau besok kita ikut , dalam menyelidiki kasus anak itu ,kita akan pura-pura sebagai anak sekolah yang dpat tugas menganalisa atau membuat laporan tentang peternakan kita akan bagi dua tugasnya, ada yang bertugas , meneliti tentang kebun teh , ada meneliti tentang peternakan , " kata Ferdian.
"Ide yang bagus Fer, nanti kalau ayah pulang , aku akan bilang tentang rencana ini " jawab Laluna.
"Ehh .. sudah dulu, Ayah ku pulang " kata Laluna.
" iya... i Love you, Luna " kata Ferdian.
Laluna hanya terdiam lalu menutup telfonnya.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ."
ππππππππ
__ADS_1