
"Berhentilah Faisal atau semua akan berakhir semua saat ini juga, aku rasa aku tak perlu mengulang perkataan ku." kata Sabrina membuat Faisal berhenti.
Ternyata Sabrina bukan seperti wanita lain yang pernah dia temui , ketika dia pura-pura pergi wanita akan mengejar dan memohon padanya tanpa rasa malu di depan umum.
Fasial berbalik arah lalu kembali mendekat ke arah kedua orang tadi berpelukan dan bergurau sangat akrab seperti ada rasa cemburu yang datang merasuki hatinya.
perasaan yang tak jarang sekali di rasakan karena ,jika wanita yang menjadi pasangan selingkuh atau menyakiti hatinya dia akan segera memutuskan tanpa berfikir panjang.
bagi Faisal sangat mudah baginya untuk mencari penggantinya, sadar atau tidak bahwa dia telah dalam mencintai Sabrina yang mulanya hanya di anggap batu loncatan untuk mendapatkan proyek -proyek saja.
Teryata penilaian nya salah , Sabrina masih tetap wanita di atas rata-rata yang tak mudah di tundukan nya.
"Hai... perkenalan saya Akbar Tanjung, teman lama Sabrina sahabat lama yang lama tak pernah berjumpa ." kata Akbar mengulurkan tangan nya.
"Saya Faisal calon suami Sabrina." kata Faisal menyambut tangan Akbar dan tersenyum ramah.
"kita makan siang bersama, Bar." kata Sabrina.
"Kenapa tidak , tapi.. apa tidak ada yang keberatan ?" tanya Akbar Tanjung sambil melirik Faisal .
"Ah . tidak ada apa-apa Bar, tadi hanya sedikit cemburu ." kata Faisal berusaha untuk tetap tenang.
" Apa kita akan makan disini ? " aku rasa tidak bukan kita cari tempat lain saja ." kata Sabrina segera meyerahkan kunci mobil pada Faisal.
__ADS_1
Faisal segera berjalan di depan sementara Akbar dan Sabrina mengikuti di belakang.
Akbar sangat gesit membuka pintu mobil untuk Sabrina ,setelah Faisal membuka kunci mobilnya.
"Terimakasih, kamu masih tak berubah Bar." kata Sabrina.
"Ya,meski saya sudah menjadi tentara tentu wanita kayak di perlakukan dengan lembut dan penuh perhatian." kata Akbar.
"Ceh kayak kamu sudah pernah punya pacar ?" ledek Sabrina.
" Setakat ini belum ada tapi setidaknya sudah tau cara memperlakukan wanita ku nantinya ." jawab Akbar.
"Ya, beruntung yang mendapatkan kasih sayang dan cinta mu ." kata Sabrina.
"O..iya yahhh... Akbar mau makan di restoran mana ? " tanya Sabrina
"Apa sajalah saya ,terserah kalian berdua." jawab Akbar .
" Di tempat langganan,Faisal saja Restoran disana makanan cukup enak dan tempatnya bersih." kata Sabrina.
"Baiklah." jawab Faisal segera melakukan kendaraan ke restoran bisa tempat mereka makan siang dengar Mall Citywalk.
Faisal mencari tempat duduk yang agak pojok supaya tidak tergganggu oleh pengunjung lainnya.
__ADS_1
"Selamat siang, mau pesan apa ?" tanya pelayan restoran.
Sabrina dan Faisal langsung menoleh ke arah sumber suara yang terasa tidak asing bagi mereka.
Kania hanya menunduk saat mereka berusa menatapnya bahkan untuk memandang Faisal saja Kania tidak berani.
"Kerja disini ?" tanya Sabrina.
" Iya.. nona,selamat siang ." kata Kania membungkuk hormat dan tidak berani menatap tatapan mata Sabrina.
"Teman kamu kah dia Sabrina ,' lumayan cantik ." kata Akbar Akbar .
"bukan teman hanya kenal saja, sudahlah jangan hiraukan mau pesan apa ? " jawab Sabrina.
setelah mencatat pesanan Kania segera pergi dari tempat itu , jantungnya berdegup dengan kencang melihat Faisal bersama Sabrina , meski Kania telah berjanji untuk ikhlas dan tak saling mengenal saat berjumpa.
Namun perasaan ,cemburu dan cintanya masih ada sampai sekarang bagiamana pun kebersamaan mereka menoreh banyak kenang indah saat bersama, apalagi Kania menyadari bahwa dia hamil anak Faisal.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All . jangan lupa dukung ,kisah Lain Bayangan sang Mantan atau cinta pertama tak lekang waktu .
__ADS_1
ππππππ