
semua telah di bunuh oleh kumpulan gangster itu, sudah tidak tersisa dari keluarga pamannya itu.
Dia hanya perlu mencari anak perempuan , itu anak pamannya yang telah hilang.
Smith makin penasaran, setelah agak siang dan Erlina sudah mulai membaik dari keadaannya yang mengalami mual-mual yang sering datang di pagi hari .
Smith berpamitan dengan ,Erlina untuk bekerja.
"Baby.. aku keluar sebentar , ada pekerjaan yang harus aku selesaikan " kata Smith pada Erlina yang duduk di kasur dan bersandar pada kepala ranjang.
"Iya, hati-hati cepat pulang yah ! " jawab Erlina.
'Yes, baby i Will" jawab Smith mengecup puncak kepala Erlina dan mengecup bibirnya lalu melangkah pergi.
Smith segera melaju ke kantor polisi di mana lelaki itu di tahan. ingin mencari informasi lebih lanjut siapa tau dia mendapat info dari lelaki itu.
Namun dia sudah di pindah ke tempat tahanan untuk menunggu waktu sidang , Smith Santiago lalu menuju ke rutan tempat lelaki itu di tahan setelah mendapat informasi dari polisi yang menangani kasus itu .
-------- Rutan Salemba ------
Smith menemui kepala tahanan yang ada di rutan Salemba itu segera memintanya untuk mencari pria itu .
Namanya Suparji, kasus pembunuhan dengan nomer tahanan 87 dan beberapa keterangan serta menunjukan sebuah surat yang Smith dapat dari kantor polisi itu .
selang beberapa lama menunggu keluarlah , lelaki itu menatap dia tajam dengan sorot mata kebencian.
"ada apa kamu mencari saya Mister Smith ! tanya Suparji.
"Anda mengenal saya ?" tanya Smith.
"bagaimana saya bisa melupakan, anda dengan mudah , mister Smith Santiago ? " jawab Suparji dengan nada emosi yang tak dapat di sembunyikan.
"Kenapa anda, terlihat sangat membenci saya ?" tanya Smith.
Suparji tertawa kecil dengan perkataan, Smith itu.
__ADS_1
"Bagaimana anda tetap merasa , tenang dan tak berdosa setelah menghabisi satu keluarga dengan kejam ?" tanya Suparji dengan sorot amarah yang memuncak.
"Apa maksud kamu ? " tanya Smith heran dengan perkataan Suparji.
Smith Santiago merasa tidak pernah melakukan pembunuhan satu keluarga , kalaupun dia melakukan balas dendam , dia hanya menghancurkan bisnis lawan nya hingga tak bisa bangkit lagi .
"aku tidak pernah melupakan 25 tahun yang lalu saat anda membunuh keluarga paman anda dan menghabiskan semua yang ada di rumah itu , termasuk keluarga saya ayah dan ibu saya yang hanya bekerja sebagai tukang kebun dan asisten rumah tangga di situ ? " jawab Suparji dengan sorot mata yang tajam dan keretakan gigi yang menahan emosi.
sudah bertahun-tahun dia ingin membalas dendam atas perbuatannya yang Smith lakukan.
-------flashback 25 tahun yang lalu-----------
di kediaman Ronaldo Santiago .
Terjadi keributan di rumah yang berlantai dua dan mewah itu, banyak darah berceceran ketika Suparji yang masih kecil itu, sembunyi di sebuah kolong meja dapur.
"Ronaldo di mana anak mu laki -laki itu serahkan pada ku !" tariak salah satu orang yang bertubuh kekar dengan wajah garang .
Digo melongkok dari lantai dua rumah itu dan berteriak.
"Jangan berteriak pada orang tua , kenapa tidak malu megertak orang tua , "teriak Digo dari atas
Semua sudah masuk di rumah untuk menghalangi , kumpulan Genster itu , yang di perkirakan berjumpah lebih dari 20 Orang .
"Cih ...anak keparat harusnya kamu malu , karena meperkosa anak gadis ku, Turun kamu !!" teriak ketua Genster itu.
"Oh .. rupanya gadis tengil itu , anak kamu ?" jawab Digo yang sudah berada di dekat mereka.
"Sudah tidak perawan , sial sekali guwe dapat bekas orang " jawab Digo dengan meludah ke kirinya.
membuat suasana menjadi tambah panas, dan perkelahian tak Ter elakan lagi, segera terjadi baku hantam di sana , mereka mengunakan senjata tajam , kayu atau besi .
Tentu perkelahian itu tak seimbang, hingga makin tersudut posisi keluarga Digo.
Digo tertembak di bagian pahanya membuat dia roboh , Ronaldo tertembak di dadanya tepat di jantung nya yang membuat dia roboh tak bergerak setelah di tambah tembakan di kepalanya. membuat darah menyembur kemana -mana.
__ADS_1
sang ketua Genster itu nampaknya benar-benar kalab dan emosi setelah menghabisi semua bodyguard yang ada disitu .
Dia tak juga puas,lalu membunuh semua asisten rumah tangga yang ada di dapur.
Suparji masih ber sembunyi di balik kolong meja, dapur yang beruntung nya di meja dapur itu ada taplak meja yang sangat besar dan pajang sehingga tidak begitu kelihatan tempat persembunyian nya, anak perempuan itu sempat meminta Suparji ikut lari setelah terdengar suara keributan di luar namun dia tidak mau.
Suparji menyaksikan Ayah ibunya di bunuh di depannya dengan beberapa tembakan yang mematikan.
Selang berapa lama , para gerombolan Genster itu, lari kedepan saat terdengar keributan , dan terdengar suara seseorang menyebut nama seseorang.
"Oh Tuan Smith Santiago ! kata sang Genster itu selamat datang, kata ketua Genster itu.
"saya sudah membantu anda untuk membalas dendam pada paman mu, tidak usah repot-repot anda mengotori tanggan anda " kata ketua Genster itu .
"Kamu gila bagaimana bisa melakukan hal ini ?" kata Smith Santiago.
belum lama dia bicara terdengar suara , sirine polisi membuat mereka kalang kabut melarikan diri .
Dan Smith Santiago masuk ke dapur dan melihat seorang anak laki-laki sudah berlari keluar dengan terpincang-pincang melewati pagar belakang rumah itu dengan memanjat tembok yang sudah ada tangganya.
di atas tembok itu , anak laki-laki itu sempat berhenti sempat menengok ke arahnya dengan tatapan sedih marah yang bercampur aduk. sebelum hilang di balik tembok.
Smith membiarkan saja, anak itu pergi dari situ, karena tidak ingin anak itu akan di jadikan saksi dan di mintai banyak keterangan dan supaya tidak menyusahkan anak itu , mungkin akan bingung dan takut bila harus di interogasi di kantor polisi.
Anak kecil itu ,berlalu terpincang-pincang tanpa arah tujuan , hingga seorang memegang tangganya dan menariknya ke dalam mobilnya.
dan Anak itu juga melihat anak kecil yang seusia dengannya yang berada di dalam mobil itu, tentu dia kenal dengan anak itu ,dia adalah anak perempuan tuan Ronaldo yang lari melalui pintu belakang rumahnya dan memanjat tembok.
sedangkan Suparji yang di ajak lari tidak mau , karena dia sedang membujuk ayah dan ibunya untuk lari saat terjadi keributan namun tidak mau dan memilih bertahan dan melindungi majikan perempuannya yang waktu itu berada di dapur.
setelah Suparji masuk perempuan itu segera melakukan kedaraannya sangat cepat jauh dari tempat itu kesebuah desa yang sangat terpencil yang di huni beberapa warga desa saja.
Suparji dan anak gadis tuan Ronaldo, tinggal di sebuah villa yang mewah perempuan yang menolong mereka disana , sampai mereka dewasa.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
__ADS_1
terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan komentar βοΈ
thanks you All ,,ππππππππ