Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Asisten Rumah tangga baru


__ADS_3

"apakah kamu mau jadi asisten rumah tangga buat kedua keponakan ku ? aku akan membayar mahal dan kamu tidak perlu tempat tinggal dan pusing soal makan semua saya jamin , jawab Orlando.


"Benarkah ? tanya Kania berbinar memandang Orlando.


"tentu ada peraturan yang harus kamu patuhi dan peraturan sangat ketat ! kata Orlando.


"tentu saya, mau lebih baik daripada harus bekerja seperti ini Mister Orlando , saya mau bekerja dan mematuhi peraturan itu , Jawab Kania bersemangat .


" syarat pertama tidak ada  boleh libur setiap Minggu, jika ada kepentingan mendesak dan sangat penting baru bisa libur , tidak ada boy Friends ! kata Orlando menatap Kania.


"tidak ada boy Friends ? tanya Kania.


"kenapa apa kamu keberatan atau kamu sudah ada kekasih ? tanya Orlando.


"Oh .. tidak saya... tidak ingin punya kekasih lagi, belum terfikir oleh saya Mister , saya hanya baru dengar ada persyaratan kerja di larang berpacaran saja , jawab Kania karena merasa tidak enak telah bertanya seperti itu , harusnya tidak perlu bertanya mengapa cukup mau atau tidak dengan persyaratan.


"Bagus kalau begitu ,saya tidak mengizinkan kamu berpacaran karena menurut aku, kamu masih labil dan aku tidak ingin pekerjaan kamu terganggu oleh karena hal seperti itu , kata Orlando.


"Bagus kalau kamu belum punya pacar jadi bisa aku mendekati dan akan menikah nya, Orlando membatin senang .


"Baiklah besok kamu kesini pagi-pagi dana ku akan ajak kamu ke rumah yang ada di depan itu ,tempat di mana keponakan aku disana ,ingat kamu harus melaporkan semua yang mereka lakukan dan tidak menerima suap dari mereka untuk berbohong setiap keluar rumah kamu harus pastikan telah mendapat izin dari ku ,mengerti ! kata Orlando .


"Mengerti mister Orlando terimakasih  kalau tidak ada apa-apa lagi saya keluar dulu ! kata Kania membungkuk hormat .


Orlando mengibaskan tangganya, memberi tanda Kania boleh keluar.


---------------------------------------------------------


"sementara di markas atau lebih tepatnya tempat Feridan dan Sabrina mereka masih tengang menunggu apa yang akan terjadi dengan berlian itu , mereka terus menatap ke layar kaca melihat siaran TV yang masih menayangkan pelelangan berlian itu.


Setelah menunggu beberapa lama kemudian terjadi keributan setelah sang pelelangan mengetuk palu, tanda  terjual.


Namun sang kolektor, memeriksa dan melihat bahwa berlian itu tidak asli .


Sang perancang dan pelelang saling beradu mulut bahwa berlian itu Asli.


namun saat di lihat dengan jelas dan di teliti oleh perancang berliannya dia pun mengaku bahwa memang bukan itu yang dia buat .


Di tempat itu segera di tutup pintu nya,tidak ada yang bisa keluar siaran itu segera di matikan dan entah apa yang terjadi tentu saja , harus menunggu kabar berikut nya.

__ADS_1


Feridan dan Sabrina terseyum penuh makna .


"Beruntung kita keluar dari sana sebelum mereka menyadari kalau berlian itu tidak asli ," kata Feridan.


"Menurut kamu, apakah kita akan di pangil karena hal ini ? tanya Sabrina.


" Mungkin ,karena aku tersorot kamera saat menumpahkan minuman keatas gaun model itu ? kata Feridan .


"Aku seneng namun sedikit berdebar , kata Sabrina.


"Tentu saja karena kamu mengajak melakukan tindakan pencurian bahkan tidak tanggung ini adalah berlian dari luar negri , kalau mereka mengunakan atau melibatkan FBI dari Amerika akan tambah seru , kata Feridan.


"Terus bagaimana Fer ,apakah kita akan di tangkap , kata Sabrina.


"aku rasa, mereka harus bisa membuktikan keterlibatan kita, lagian kita telah pergi sebelum terjadi berlian itu tertukar namun kamu mengunakan sarung tanggan dan kalau mereka mengunakan tes DNA atau sidik jari di tubuh sang foto model tentu tidak dapat mereka temui bukan, DNA itu bersifat abadi dan tidak dapat berubah namun mudah terhapus kamu mengerti itu bukan ? tanya Feridan.


"ya ... aku tau makanya waktu aku menolong model itu membersihkan rambutnya  aku tetap mengunakan sarung tanggan dan tissue basah , jawab Sabrina.


"Mungkin kalau mereka menyadari kita hanya di mintai keterangan, sebaiknya  kita harus segera menyembunyikan berlian itu di tempat aman , dan pastikan jangan berada di ruang ini, kata Feridan.


"seharusnya kita pergi ke rumah  kita dulu yang punya ruang rahasia di bahwa tanah tentu itu sangat aman , kalau terjadi pengeledahan di tempat kita ,kata Sabrina.


" ya .. kita akan minta paman Orlando mengantar kita, kata Sabrina.


"sudah malam lebih baik kita tidur, itu bisa di fikir nanti kita juga bisa meminta sopir kita yang di kampung untuk menjemput kita ,mungkin itu lebih baik dan kita tidak merepotkan paman Orlando yang mengurusi bisnis Papa  jawab  Feridan lalu beranjak pergi.


Pagi -pagi sekali Sabrina telah  bangun dan mempersiapkan diri, mereka memilih pergi dengan sopir pribadi Ayah daripada menunggu paman Orlando yang pagi itu belum pulang .


jarak perjalanan mereka di tempuh dalam dua jam kalau naik mobil pribadi dan tidak macet .


di mobil mereka hanya diam saja, ferdian hanya sesekali  melihat pemandangan di luar mobil.


suasana pedesaan yang menurut sangat indah ,hamparan padi yang mulai menguning.


Sabrina di kejutkan dengan deringan Handphone nya .


" hallo paman Orlando ! jawab Sabrina.


"Kalian di mana ,"tanya Orlando.

__ADS_1


"kami perjalanan pulang ke rumah di kampung paman , jawab Sabrina.


"kenapa tidak minta izin paman dulu , tanya Orlando sedikit emosi .


"Hanya sebentar paman , kami akan segera kembali dan tidak akan menginap, paman tidak perlu kawatrir karena kami tidak menginap paman,"  kata Sabrina menenangkan Orlando .


"Baiklah cepat kembali sebelum, Papa dan mama kalian menanyakan, kepada saya  ," kata Orlando lagi .


tentu saja Smith akan menanyakan kedua anaknya bila tak terlihat di rumah terlalu lama


"siap paman " jawab Sabrina.


lalu mematikan telfonnya.


setelah mereka sampai di rumah mereka segera mengamankan berlian mereka  di ruang bawah tanah .


Feridan berjalan -jalan sebentar berkeliling desa dan menyapa warga sekitar , mata nya tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang bermain  di sawah , dia tak mengenal wanita itu, sepertinya pendatang baru, Ferdian sempat menanyakan pada seorang warga yang ada disitu dan tepat dugaan bahwa gadis itu bukan warga di situ.


"Hai... anak baru disini ' sapa Feridan ramah.


"tak perlu sok akrab siapa sih lho kepo amat jadi orang , jawab gadis itu ketus.


"Aku penguasa disini ,jawab Feridan berlalu pergi  dengan tatapan dingin nya .


Feridan lalu memilih pulang  ke rumah dan segera mengajak Sabrina untuk kembali ke kota sebelum, paman Orlando marah.


dalam perjalanan pulang, Feridan kembali melihat ,gadis yang tadi duduk sendirian di sebuah gubuk dekat sawah.


"kenapa Fer... kamu kenal gadis itu, tanya Sabrina karena Ferdian terus menatap gadis itu.


dari dulu dia belum pernah melihat Feridan tertarik pada wanita.


"Tidak kenal ,saya tadi sempat menyapa tapi dia menjawab judes sekali, lain kali akan aku beri pelajaran,"jawab Feridan .


-----++++++++  Bersambung++++++++-------


terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan komentar ✍️


thanks you All ,,💋💋💋💋💋💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2