
Ferdian duduk manis disana dengan Laluna masih memandang sekeliling ruangan itu.
"Ini nona es teh nya " kata asisten rumah tangga tadi memberikan pada Ferdian dan juga Laluna.
"Terimakasih mbok " kata Ferdian.
"Sama -sama , silahkan di minum " jawab si mbok tadi.
" Minumlah " kata Laluna.
Ferdian lalu meneguk es teh itu dengan segera sudah dari tadi dia menahan haus .
"Bagaimana dengan punggung kamu, tadi aku lihat kena balok kayu," tanya Laluna .
"Tidak apa-apa paling biru dikit " jawab Ferdian meski sebenernya terasa sakit .
"Serius , nanti malam kalau kamu tak bisa tidur jangan mengeluh ," kata Laluna merebahkan punggung ke sasaran sofa.
"Mbokk !! " teriak Laluna.
simbol yang baru saja masuk , tergopoh-gopoh keluar dari dapur .
" iya nona , ada apa ?" tanya si mbok.
"Tolong ambilkan saya handuk dan es batu yang banyak taruh dalam baskom" jawab Laluna.
"Buat apa nona , apa nona berantem lagi?" tanya si mbok kawatri.
"Ya..jangan banyak tanya si mbok, buat teman ku ini tadi tertabark kuda ," jawab Laluna sambil tersenyum nakal.
"O...begitu kenapa kuda kok main tabak saja , kasihan tuan ganteng ! mungkin kudanya ingin mencium cowok ganteng ya Nona "jawab si mbok yang di ikuti tawa Laluna.
Ferdian hanya tersenyum kecut mendengarnya. si mbok juga tergolong aneh karena bisa mengimbangi kata-kata nona mudanya.
Tak lama kemudian, si mbok sudah datang kembali membawa satu baskom air panas dan dua handuk .
"Fer.. buka bajumu coba aku lihat punggung sebelum tambah memberi ," perintah Laluna.
"Tidak apa-apa nanti di rumah , saya akan melakukan nya sendiri ." jawab Ferdian.
"makin lama kamu nanti malah makin susah , lagi kalau di rumah kamu yakin tidak kena marah sama orang tua kamu ?" jawab Laluna.
"Aku buka baju ?" tanya Ferdian ragu.
"Terus bagian aku ,mengompres punggung mu ," jawab Laluna.
"E... saya... malu " jawab Ferdian.
"Masih perawan ?" ledek Laluna.
"Haizz., mau di jitak ? " jawab Ferdian melotot Laluna.
__ADS_1
Laluna cuma tertawa terbahak-bahak mendengar gertakan Ferdian.
Ferdian akhirnya melepas bajunya, wajahnya sedikit memerah saat di pandang Laluna beberapa saat.
" Cekkk-Cekkk, benar-benar perawan suruh buka baju saja muka sudah kayak udang rebus" Laluna meledek Ferdian.
Laluna tersenyum melihat muka Ferdian yang semu kemerahan dengan mata birunya , terlihat culun di mata Laluna, belum pernah dia melihat laki-laki seperti ini , biasanya lelaki kalau di godain pasti langsung main tubruk saja.
Laluna memberikan bantal kecil yang biasa ada di pinggir sofa dan menaruhnya di tengah.
"Rebahkan badan mu disini " perintah Laluna.
Lalu Laluna melihat punggung Ferdian yang sudah memerah sedikit biru dengan sigap Laluna segera mengompresnya dengan handuk yang sudah di celupkan pada air panas tadi .
Ferdian meringis sebentar saat handuk dingin menempel pada bekas pukulan itu.
"kompres dingin ini adalah pertolongan pertama untuk memar kamu beberapa es batu sudah aku bungkus handuk untuk mengompres luka memar, saya akan mengompres dingin selama 15β20 menit. Setelah itu, tunggu sekitar 20 menit, apakah kamu punya cukup waktu untuk hal ini " tanya Laluna.
"Jika besok bengkak dan nyeri belum berkurang kamu ulangi kompres dingin ini di rumah . Tujuan pemberian kompres dingin ini ialah untuk menyempitkan pembuluh darah yang mengalami cedera agar luka memar tidak semakin meluas, serta untuk mengurangi bengkak dan nyeri, nanti kalau sudah tiga atau empat hari kamu bisa ganti dengan kompres dengan air panas supaya peredaran darah kembali lancar" kata Laluna memberi penjelasan.
"Kamu pintar sekali" puji Ferdian m
"Itukan pengetahuan umum ,kamu terlalu memuji, apa jangan-jangan kamu ingin merayuku ? " tanya Laluna.
"Apa kamu mempan di rayu ?" Ferdian balik bertanya .
"Coba saja ?" jawab Laluna tersenyum.
"Besok apa boleh aku datang kesini lagi ?" tanya Ferdian.
"Untuk apa ?" tanya Laluna.
"Apel !" jawab Ferdian .
yang mendapat hadiah cubitan di pinggang.
"A uhhh....!!" teriak Ferdian.
"Bagaimana bisa suster menganiaya pasiennya kau membantu aku menghilangkan lebam tapi kau akan membuat lebam yang lain" protes Ferdian yang hendak duduk,namun di tahan oleh Laluna dengan tangganya.
" HAiz...iya...maaf "! kata Laluna .
"Say sorry no good enough baby ! " jawab Ferdian.
"Kau mau mati disini ?" tanya Laluna pura-pura garang .
Ferdian hanya terseyum mendengar ancaman itu, dia sudah mengetahui perasaan Laluna bahwa sebenarnya Laluna juga ada perasaan padanya bahkan saat pertama kali berjumpa.
"Boleh aku tanya sesuatu ?" tanya Ferdian.
"Apa ?" jawab Laluna.
__ADS_1
"Yang memanjang foto aku dengan Jesika di Mading sekolah itu kamu bukan ?" tanya Ferdian.
"Darimana kamu tau " Laluna balik bertanya.
"Jawab saja ,kamu atau bukan jika kamu jujur aku kan memakan mu," kata Ferdian.
"Ceh... senjata makan tuan ?" jawab Laluna sambil tersenyum.
""Ya...aku melakukan nya , kenapa mau marah ?" tanya Laluna.
"Tidak hanya, hanya ingin bertanya alasannya apa ?" jawab Ferdian .
"Iseng , aku hanya ingin memberi pelajaran pad Jesika yang sok cantik dan sok keren gitu di sekolah, dia selalu sesumbar bahwa banyak lelaki yang mengejar dia dan tunduk padanya " jawab Laluna.
"Kamu iri ?" tanya Ferdian.
"Ceh ... iri untuk apa ? aku pernah dengar seseorang berkata bahwa artis , foto model itu kartu kuning dan aku rasa bukan level aku untuk berada iri padanya." jawab Laluna.
"Kamu mengatakan orang lain sombong dan angkuh kamu sendiri bagiamana, kamu bukan cuma sombong tapi bermulut pedas !" kata Ferdian.
"Itu hanya kulit luar, aku selalu menguji kegigihan seseorang dan kesungguhan lelaki pada ku , karena aku tak ingin di pandang lemah dan hanya jadi obyek lelaki dan sekedar jadi pemuas nya" jawab Laluna.
"Apakah kalau aku menikah dengan mu, kita akan bergulat seperti di ring tinju , " goda Ferdian .
Laluna tertawa mendengar nya, baru kali ini dia menemukan lelaki yang sama unik sepertinya Gombalan Ferdian tak seperti lelaki pada umumnya.
"Kita ini baru kelas 2 SMA jalan masih panjang yang perlu di tempuh , masih banyak cita-cita yang harus di gapai " jawab Laluna.
"Apa cita-cita mu !" tanya Ferdian .
"Jadi istri presiden ," jawab Laluna sekenanya.
"Oh.. kalau begitu aku harus belajar keras, supaya jadi presiden"jawab Feridan.
"Sudah selesai kamu bisa mengompresnya nanti kalau masih terasa sakit dengan es batu yang di bebat kain atau handuk ya " kata Laluna.
"Siap " jawab Ferdian.
"Gawat sudah sore sebaiknya ,saya segera pulang, mama pesan tidak boleh terlalu sore " kata Ferdian.
"ya..kamu harus cepat pulang " jawab Laluna.
Lalu Ferdian menelfon sopir nya ,untuk segera menjemputnya di tempat Laluna.
Tentu saja sang sopir tau tempat Laluna karena sudah di ajak kesitu sebelumnya .
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ."
__ADS_1
ππππππππ