Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Membawa Mama keluar.


__ADS_3

Ferdian sedikit kewalahan dan masih berusaha menarik lebih kuat tali tambang yang sudah di kalungkan pada leher penjaga yang ada di pintu


sang penjaga sediri masih berusaha melepaskan diri dari jerat tali Ferdian, Laluna yang mengetahui keadaan itu segera berlari dan memberi beberapa pukulan pada sang penjaga hingga pingsan dan tali itu di pakai untuk mengikat tangan sang penjaga.


tak lupa memberi Lakban pada mulut pelanggan itu,supaya saat sadar dari pingsan tidak bisa bersuara.


Laluna lalu mengawasi posisi di luar apakah aman ,supaya mereka bisa keluar dari sana. setelah memastikan tidak ada penjaga, Laluna memberi kode untuk mereka keluar.


Josua masih tertidur pulas, seperti bukan obat tidur tapi obat bius yang membuat Josua pingsan , karena dari tadi suara berisik tak bisa membangunkannya.


Demi menjaga keselamatan,mama dan Josua Ferdian berencana untuk mengeluarkan mamanya dari tempat itu.


Ferdian mencari tali tambang yang ada di gudang setelah menemukan dia segera mengikatkan tubuh mamanya dan Josua dan menurunkan mereka melalui tebing secara perlahan-lahan.


Ferdian baru saja menurunkan ibunya, ketika mendengar suara langkah orang yang berjalan mendekat .


Laluna dan Ferdian segera berlari ke semak- semak untuk bersembunyi, Ferdian diam untuk beberapa saat sampai orang itu , kembali menjauh .


Ferdia segera memberitahu Sabrina untuk menjemput , mama dan Josua yang ada di pinggir tebing .


Laluna dan Ferdian masih di semak-semak untuk mendapat kode dari Sabrina bahwa Josua dan mamanya sudah di evakuasi dan aman.


Laluna dan Ferdian tak berjarak semak itu tidak terlalu rimbun dan besar sehingga harus berhimpitan supaya tidak kelihatan.


Hembusan nafas Laluna dapat di rasakan Ferdian dan dia pun mendekat sehingga tak berjarak.


Ferdian mencium pipi Laluna, "kamu keren Laluna bisik "Ferdian.


Laluna mencubit pinggang Ferdian membuat Ferdian meringis menahan sakit , menunggu agak lama di dalam persembunyian semak itu adalah suatu yang menjengkelkan namun tak lama mereka sudah mendapat kabar , dari Sabrina untuk bergerak lagi.


Sekarang ganti tugas , Laluna menghubungi markas dan Ayahnya untuk segera, menyergap mereka yang ada disini,karena mereka sudah bersiaga di bawah bukit menunggu pesan dari Laluna yang akan membebaskan Sandra dulu baru , mengizinkan mereka naik dan menyerbu.


" Ferdian kamu mau , pergi lewat tebing lagi atau kita menunggu time ayah ku datang ?" tanya Laluna.


"Menurut kamu?" Ferdian malah balik bertanya.


"Kalau aku, ingin tetap disini , membantu Ayah dan time untuk mengantisipasi perlawanan dari dalam , meski sanggar membahayakan?" jawab Laluna.

__ADS_1


"Kalau begitu aku ikut ,kamu aja aku tak bisa meninggalkan kamu sendiri disini kita akan melakukan bersama." jawab Ferdian.


"Apa kamu tidak takut, mereka membawa senjata?" tanya Laluna.


"Tidak selama bersama mu" jawab Ferdian dengan sedikit tersenyum menggoda.


"Mau di cubit ?" gertak Laluna.


"Jangan nona ,jangan suka KDRT?" jawab Ferdian.


"KDRT apaan nikah saja belum ?" jawab Laluna.


"O..jadi kamu berharap,aku menikahi kamu ?" tanya Ferdian .


"Ceh...sok kecakapan ?" jawab Laluna.


"memang guwe cakep, kalau ada yang bilang jelek hanya ada dua kemungkin ,dia iri dengki benci atau ....?" Ferdian diam sejenak.


"Atau apa ?" tanya Laluna.


Mereka tidak menyadari ada anak buah Elisabeth yang sudah menodongkan pistolnya ke Aran mereka.


"Berdiri kalian !" suara serak dan besar mengagetkan mereka .


Dengan pelan mereka keluar dari semak dan berdiri dengan kedua tangan di atas ,namun tak lama terdengar sirine polisi yang mendekat dan masuk ke halaman rumah Elisabeth.


Membuat Penjaga itu sedikit kaget , dan menengok kebelakang untuk mengecek, dengan sigap Laluna menarik pistol yang ada di gegaman , sang penjaga sementara Ferdian segera menendang sang penjaga membuat dia jatuh terpelanting ke belakang.


Laluna mendong kan pistol ke arah sang penjaga dan memerintah kan unik berdiri dan mengangkat kedua belah tangan nya ke atas.


Laluna megiring untuk berjalan ke depan , dan terjadi tembak menembak di dalam rumah, rupanya Elisabeth dan anak buahnya tidak mau menyerah meski telah di beri peringatan berkali-kali.


Ferdian juga melihat Papanya ikut dalam rombongan itu, dan Ferdian mendekat pada ayahnya.


Elisabeth dan kawan-kawan dapat di lumpuhkan setengah jam kemudian , Elisabeth keluar dengan tatapan mata yang tajam dan tanpa di sadari oleh semua yang ada disitu Elisabeth menarik pistol babyGlok nya dan menembak ke arah Smith Santiago.


Laluna yang menyadari akan hal itu segera mendorong Mister Smith Santiago dan tembakan itu mengenai dada Laluna membuat Ferdian panik melihat Laluna terjatuh ketanah.

__ADS_1


Ferdian benar melihat peluru itu mengenai Dada Laluna, namun saat Ferdian hendak memeriksanya Laluna menepis tangan Ferdian.


"Don't touch me ?" kata Laluna sebelum pingsan .


Polisi yang mengiringi Elisabeth segera merampas, pistol itu lalu memborgol Elisabeth.


karena tadi ,di dalam dia bermain drama bahwa dia sedang di culik dan dia sekap bandar narkoba sehingga dia tidak ikut di borgol.


sementara Ferdian segera membopong Laluna masuk ke dalam mobil papanya dan meminta papanya untuk segera ke rumah sakit secepatnya nya, namun mengetahui Laluna tertembak Ayah Laluna meminta untuk naik mobil polisi saja.


Ferdian sangat ketakutan dan memeluk Laluna di pangkuannya, Smith Santiago berada di depan dan dengan ayah Laluna.


Sampai di rumah sakit Laluna langsung di masuk ke Unit Gawat darurat, Ferdian menunggui di luar tempat .


sementara Smith Santiago dan ayah Laluna mengurusi segala administrasinya dan menadatangani beberapa surat .


setelah beberapa lama mereka menunggu sang dokter keluar bawah Laluna hanya cedera ringan , karena dia memakai rompi anti peluru, hanya lengannya sedikit kena serpihan peluru serta mengalami sick sesaat yang membuat dia pingsan.


Ferdian , menangis bahagia dan mengucapkan puji syukur karena Laluna tidak mengalami cedera serius.


Dari tadi dia sudah sangat ketakutan dns terus berdoa pada Tuhan supaya Laluna selamat ,karena Ferdian Meliah dari jarak dekat peluru itu benar-benar mengenai dadanya .


tentu dia tak dapat membayangkan akan kehilangan Laluna wanita yang sangat di cintai nya .


Ferdian lalu, di ajak ke kantor polisi untuk di minta keterangan setelah dua orang polisi lain datang untuk menjaga Laluna , dan menjaga keselamatan nya, Smith Santiago memberi tau pada Ayah Laluna untuk berjaga-jaga dan berhati-hati pada Elisabeth wanita itu sangat genius dan licik .


Smith Santiago takut kalau, Elisabeth akan berusaha membunuh Laluna yang merupakan saksi kunci kejadian itu dan bukti bahwa Elisabeth bukanlah korban tapi dalang aktor intelektualnya.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain bayang sang mantan atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2