
Akbar pun segera naik ke mobil yang berhenti di depan rumahnya , dengan senyum yang lebar dan cengengesan.
Mobil melaju ke rumah Laluna dan berhenti di depan rumahnya.
Ferdian segera menelfon Laluna dan tak lama kemudian Laluna telah keluar dengan motor Ninja ya.
Laluna memberi kode untuk sopir Ferdian mengikuti nya , Laluna melaju sampai ke gudang yang pertama kali di lihat oleh Ferdia.
mereka segera masuk ke dalam ,gudang setelah di bukakan oleh sekuriti yang ada disitu ,lalu Laluna turun mendekati mobil Ferdian.
"Fer.. kita disini agak lama , kamu tanya sopir kamu mau mengunggu atau baku suruh dia pulang dulu ?" tanya Laluna .
"Pak Agus , kamu mau menunggu kami, atau pulang atau jalan -jalan atau keledai kopi. atau kemana terserah tapi jangan jauh dari Area ini karena kalau butuh saya tidak menunggu lama ?" tanya Ferdian pada pak Agus sopirnya pribadinya itu.
"Bolehkah saya, ke kedai kopi di dekat sini ya ,Den " tanya pak Agus .
"Tentu silahkan " kata Ferdian lalu turun semua orang yang ada disitu .
Akbar segera turun duluan baru Ferdian lalu Sabrina, Akbar segera tanggap mengulurkan tangganya untuk membantu Sabrina turun. Ferdian tersenyum melihat tingkah Akbar dan Sabrina tidak menolak ukuran tangan Akbar itu.
Laluna masuk ke sebuah gudang dan berjalan agak jauh sampai ke sebuah pojok ruangan ,dia membuka ruang disana . seperti kantor kecil dan hanya ada beberapa rak buku komputer saja.
"Oke , kalian akan aku ajak ke markas saya, namun sebelum itu saya ingin menanyakan apakah kalian bisa simpan rahasia ?" tanya Laluna.
"Tentu saja bisa ," jawab mereka bergantian.
"Baiklah " kata Laluna lalu dia memecat tombol kunci yang di pegangnya, maka terbukalah lantai yang di dekat ruangan itu.
__ADS_1
Mereke menuruni anak tangga , masuk agak dalam dan menemukan ruangan yang sangat besar, berdiri banyak komputer dan beberapa alat olah raga dan lemari dengan banyak fail, ada beberapa ranjang dan lemari makan.
Ferdian meneliti dengan baik-baik dengan detail, dia teringat dengan rumahnya yang ada di kampung ,ruang ini tentu bukan sebarang markas, peralatan lebih lengkap Ferdian menduga kalau Laluna juga seorang hackers.
Ferdian terseyum bahagia,merasa bahwa Laluna benar-benar bukan wanita sembarangan seperti yang dia duga Laluna benar-benar wanita sepesial yang dia temui .
" ini markas saya, dan hanya beberapa yang mengetahui markas ini ,"kata Laluna.
"Kalian adalah orang terpilih yang saya izinkan untuk masuk keruang ini, jadi saya harap kalian bisa simpan rapat-rapat,saya percaya kalian bisa karena saya juga sudah mengecek semua data kalian dan kau Akbar kamu adalah anak seorang jendral jadi kalau berkhianat hukumannya mati Faham " kata Laluna menatap Akbar .
"Iya ... tentu jaga rahasia , Siap komandan ! " kata Akbar segera memberi hormat layaknya tentara yang sedang di beri tugas .
Sabrina terseyum melihat tingkah lucu, Akbar yang slengean itu .
"Ayah ku seorang polisi bagian kriminal dan juga seorang penyidik di sana, banyak kasus yang beliau tangani membuat kami jarang bertemu, kadang saya membantu Ayah untuk menyelidikinya beberapa kasus dengan teman saya, dia hari ini tidak datang kami berjumlah tiga orang dalam tim ini ,jadi akan ada 6 orang yang akan tau tempat ini selain Ayah saya , kalau kalian mau bergabung silahkan ,"kata Laluna .
"Apa kerjaan kalian disini, sepesifiknya?" tanya Ferdian.
"Menarik sekali, saya Yes, kamu Sabrina dan Akbar ," tanya Ferdian pada mereka berdua.
"Tentu aku yes juga," jawab Sabrina.
"aku Yes juga lah " jawab Akbar tak mau kalah .
"Selamat datang ke tim saya, saya akan segera memberi tau Ayah tentang hal ini dan akan mengenal kalian pada anggota yang lain, kerja di tim ini, ada resikonya karena kita terkadang berhadapan langsung dengan penjahat ,namun kita telah memberi aturan supaya kita tetap ada dalam posisi aman , saya akan memberitahu hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh kalian lakukan dan kalian juga harus mempelajari beberapa pasal dan undang di negara kita, jangan sampai kita melanggar batasnya,"kata Laluna mejelaskan dengan terperinci.
Laluna lalu memberi beberapa buku panduan dan juga beberapa buku lainya tentang ringkasan atau pasal -pasal yang biasa berhubungan dengan mereka yang menjadi informan polisi serta batas mana kita bisa menyelidiki atau masuk dalam privasi seseorang.
__ADS_1
Memang kita kan di lindungi oleh polisi dengan di beri kartu identitas dari mereka, nanti setelah mereka lulus seleksi dan dapat melewati ujian teori tertulis tentang pasal-pasal yang peting maka mereka akan di beri kartu identitas yang membuat mereka bisa dapat akses masuk pada area line polisi saat menyelidiki beberapa kasus pembunuhan atau kasus lainya.
Meskipun belum resmi sebagai anggota polisi, karena kita harus masuk pada sekolah Formal setelah ini, supaya dapat lencana dari Negara dan sebagai abdi negara.
Akbar sangat bahagia mendegar itu semua, karena cita-cita juga ingin menjadi anggota kepolisian karena ayahnya seorang tentara .
tentu dia juga punya keinginan dan cita-cita yang sama ,dia merasa bangga melihat ayahnya yang memakai seragam tentaranya.
Akbar dan Sabrina duduk berdua memandangi buku tebal yang diberikan oleh Laluna,sedang Laluna mengajak Ferdian ke meja lain dan menghadap pada komputer nya.
"Fer..kesini sebentar," kata Laluna.
"Ada kasus yang agak rumit yang sedang, ayah ku tangani namun belum dapat di temukan titik terangnya, aku hanya dapat mengali informasi sedikit saja , nampaknya pembunuhan seorang yang tau tentang hukum dan pintar untuk menghilangkan jejaknya ," kata Laluna sambil membuka komputer dan beberapa foto dan fail yang ada di meja itu .
mereka menunggu, komputer agak lama dan Ferdian sudah duduk di kursinya menghadap pada layar komputer, Laluna segera memasukan User dan password sehingga dapat mengakses masuk .
"Ada seorang anak kecil yang tenggelam di sebuah sungai, seolah anak itu tengelam di sana, namun polisi mencurigai ini ada unsur pembunuhan, namun buktinya terlalu sedikit untuk bisa mencari pembunuh nya, memang di dalam tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan namun ada ke janggal yang kita temukan , seperti bagiamana mungkin anak itu, bisa sampai ke sungai itu, sendirian dan tidak ada teman lainya karena rumah itu sangat jauh dari sungai itu," Laluna mejelaskan kronologi kejadiannya.
"Kata keluarga dia ini punya keterbelakangan mental namun tidak gila , keluarganya melaporkan kehilangan setelah beberapa hari di temukan anak itu hilang" lanjut Laluna.
"Aneh bukan , mereka kenapa membuat laporan setelah di temukan mayat itu, yang sudah mulai membusuk, kami mencurigai bahwa ,ini kasus pembunuhan karena anak itu adalah pewaris tunggal yang masih tersisa dalam keluarga pengusaha kebun teh ," lanjut Laluna.
Baru saja Laluna selesai bicara seseorang masuk ke ruangan itu dengan seragam polisi, tentu saja Akbar dan Sabrina agak terkejut dan Laluna juga segera berdiri melihat siapa yang datang .
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
__ADS_1
komentar βοΈthanks you All ."
ππππππππ