Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Kelinci dan singa .


__ADS_3

Kania lalu meminum kopi yang di sodorkan oleh Orlando dan matanya terbelalak , kopinya sangat pahit kopi hitam tanpa gula tanpa cramer sungguh pahit sekali.


"Bagaimana apakah itu ada gulanya, tanya Orlando tersenyum manis.


membuat Kania terdiam sejenak lalu tersenyum juga, dengan ide yang melintas.


" tentu manis kalau begi cara minumnya. kata Kania


yang meminum kembali kopinya dan mengoleskan pada bibirnya ,lalu mendekat ke arah Orlando.


mendekat sehingga tak berjarak, hembusan nafas , Kania dapat di rasakan pada wajah Orlando.


Kania menempel bibirnya ke arah bibir Orlando dan  seperti Gayung yang bersambut Orlando menyambut bibir itu seperti layaknya sebuah permen yang di sodorkan ke arah mulutnya.


dengan sangat rakus dan tanpa jeda  Orlando menghisap menikmati bibir mungil libur dan kenyal milik Kania.


sedang Kania di tariknya dalam pangkuannya, sepertinya tak butuh waktu lama untuk mendapatkan  Kania karena teryata Kania pun telah lama mengagumi Orlando selama bekerja di Club' malam itu.


meski hanya sebentar bekerja di sana  Orlando selalu memastikan anak buahnya tetap baik-baik saja.


di balik sikap dinginnya saat di tempat kerja dia sepertinya seorang yang sangat penyayang terbukti dengan memperhatikan masa depan Kania.


"Hekemmm... terdengar suara berdehem  yang sangat keras , sehingga membuat mereka kaget dan mengetikan aktifitas mereka yang saling membangun .


"selamat sore Tuan Smith , sapa Kania yang langsung berdiri membungkuk hormat hormat.


"Orlando apa yang kamu lakukan , bagaimana kalau anak-anak melihat ini semua ? tanya Smith pada Orlando yang diam saja .


sedang Kania kembali ke dapur kembali meyiapkan bahan masakan nya.


"Sorry lost kontrol ! kata Orlando santai .


"Not Good enough Orlando , Jawab Smith sambil tersenyum.


Orlando hanya menjawab dengan mengacungkan jari tengah ke arah Smith,"  bos sekaligus sahabatnya itu.


"Kau kasih apa sehingga gadis ingusan itu mau dengan kamu , sambung Smith Santiago mengoda Orlando.

__ADS_1


Smith tau bahwa Orlando tidak pernah pacaran dan jatuh cinta pada wanita mereka hanya di anggap  sebagai pemuas hasrat saja.


"apa hanya jadi kelinci buat singa , atau akan kau jadikan singa betina ? tanya Smith Santiago pada Orlando yang masih tetap duduk santai di depan Smith.


"apa pendapat mu ? tanya Orlando dengan memiringkan kepala ke kiri  arah Kania yang sibuk di dapur.


"apa kau mencintai nya ,  Smith malah balik bertanya.


"aku rasa demikian , dia gadis yang sangat imut dan penurut juga manis bukan , House maid to the bed , jawab Orlando dengan senyuman yang sangat nakal dan mencemaskan.


"apa kamu siap kehilangan kebebasan kamu untuk menjelajah wanita lain ? tanya Smith.


"wanita bila sudah menjadi bagian kamu  atau resmi menjadi pasangan mereka akan lebih posesif dan tentu saja akan mengurangi gerak dan kemerdekaan kamu, apakah kamu mengerti akan hal ini ?  tanya Smith serius .


"Ohh... sangat mencemaskan , dia bukan kucing liar, hanya kelinci tenang saja aku rasa , itu tidak menjadi masalah , kata Orlando. dengan senyuman nya yang khas senyum yang hanya menarik sedikit sudut bibirnya orang tak akan melihat  dia tersenyum dan orang hanya melihat itu hanya sebuah ejekan saja.


"Bagaimana keadaan, bisnis kita sekarang dan Club' kita apa masih tetap ramai  meski kita tak lagi menawarkan bisnis esek-esek ? tanya Smith antusias.


"Lumayan bagus masih tetap seperti biasa , kalau club' agak sepi karena tidak ada bisnis seperti itu, hotel kita menjadi ramai karena banyak yang mencari tempat penginapan setelah berkenalan disini , ada juga beberapa pelayan kita yang meneruskan servis  dengan pindah ke hotel setelah kita memberi peraturan tidak ada permainan ranjang disini," jawab Orlando jelas .


"dia gadis desa yang di tipu kekasihnya, setelah di renggut mahkota di jual pada lady cat, kamu tentu tau kalau dia di jual kekasih nya.


"apa kamu akan tetap menikahi nya ? tanya Smith.


"Kenapa tidak , apa ada masalah ?"  tanya Orlando .


"Tentu itu terserah kamu, tidak keberatan dengan masa lalunya ? tanya Smith agak ragu menanyakan.


"Saya bukan orang terkenal dan tak perlu menjaga reputasi yang harus aku jaga ,hanya kelinci itu supaya tetap berada di kandang dan tetap bahagia, tidak lari dari kungkungan ku, jawab Orlando sedikit menyindir, Smith  yang sempat tersiksa merindukan Erlina yang lari darinya.


"Sial ," jawab Smith Santiago  merasa di sindir oleh Orlando.


"Kalau kamu menikah kamu harus cari tempat yang dekat dengan rumah ku dan anak-anak lebih baik Ferdian dan Sabrina masuk sekolah saja supaya mereka bisa bergaul dan bersosial dengan baik !


"kamu sediri akan tidak begitu sibuk untuk mengurusi mereka, kata Smith lagi.


"siap saya akan segera aturkan!" jawab Orlando .

__ADS_1


"apa kamu tau soal berlian itu ? tanya Smith dengan memandang Orlando tajam .


"Bagaimana anda lepas perhatian , dan tidak mengetahui akan hal itu, mereka mengambil berlian itu "kata Smith pada Orlando.


"sebenarnya saya sudah menduga, tapi anak kamu itu tidak mau jujur kepada ku, namun aku masih tetap memantau kasus itu , jawab Orlando.


"terlalu banyak waktu luang mereka dan akan mencari kegiatan yang mereka anggap menyenangkan dan penuh tantangan tentu aku tau orang-orang seperti kita ini menyukai hal baru dan penuh tantangan, tanya Smith.


"yang selalu punya pemikiran yang berbeda dari kebanyakan orang ,ketika di hadapan dengan kesulitan orang akan mudah menyerah namun bagi orang Genius itu sebuah tantangan atau masalah yang harus di pecahkan dan itu sesuatu yang menarik."  lanjutkan Smith lagi .


"Ahh...aku tau itu .., kamu harus memberi aku cuti panjang kalau aku jadi menikah kelinci ku , kata Orlando.


"kamu yakin ambil keputusan itu, apakah tidak untuk kamu selidiki dan coba mengenal lebih dulu pacaran atau tunangan ? tanya Smith.


"kamu pikir aku masih muda ,"kata Orlando melangkah pergi .


"Mau kemana ? teriak Smith yang melihat Orlando sudah berada di depan pintu .


"ada urusan sebentar nanti aku balik saat makan malam , jawab Orlando yang sudah hilang dari pandangan Smith.


Smith ke dapur mengatakan pada Kania  akan makan malam  jam tujuh, setelah itu dia kembali naik ke atas untuk mandi dan membangun kan Erlina.


Smith menatap,tajam Erlina yang selesai mandi dengan rambut basah yang tergerai  terlihat seksi dalam pandangan Smith.


ada sesuatu yang sedang berdiri  dengan tegaknya namun itu bukan sebuah monumen ataupun tunggu Monas namun sesuatu yang lebih mendesak di balik segitiga pengaman nya .


tentu hanya pria dewasa yang tau  dan  mengerti akan sesuatu yang segera meminta untuk di puaskan.


-----++++++++  Bersambung++++++++-------


terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan komentar ✍️


thanks you All ,,💋💋💋💋💋💋💋💋


 


 

__ADS_1


__ADS_2