Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Misteri yang belum terungkap.


__ADS_3

Namun Smith dan Orlando tak habis fikir kenapa orang ini sengaja membuat mereka berasumsi  bahwa ini semua imbas dari perlakuan Sabrina dan hilangnya berlian yang di pakai oleh anak Lady Cat  yang saat itu menjadi modelnya.


Orang ini seperti tahu bahwa Sabrina dan Feridan yang mengambil berlian itu dan membuat kita berasumsi Lady Cat balas dendam.


"Lebih baik kita cari, informasi lebih jelas dan akurat akan hal ini." kata Smith.


"Siap!" jawab Orlando .


Memang saat ini, Smith dan Orlando sudah tidak menggunakan cara kotor dalam berbisnis atau menjalankan bisnis haram lagi .


"Baiklah, kita pulang saja. Suruh orang yang menemukan lelaki itu untuk menyerahkan ke polisi biar dia selidiki lebih lanjut."


"Kalau begitu aku harus pulang karena Erlina sedang hamil dia sedikit manja," kata Smith tersenyum bahagia.


"O.. Good news!" jawab Orlando pun ikut bahagia mendengarnya.


"Selamat ya Bro, misi mu berhasil!" kata Orlando menjabat tangan Smith.


"Sebentar lagi aku juga akan membuat nya!" lanjut Orlando berseloroh.


"Serius?" tanya Smith.


"Tentu saja !" jawab Orlando.


"Dengan siapa?" tanya Smith mengoda.


"Siapa lagi kalau bukan Kania!" jawab Orlando.


"Apa kamu sudah yakin dengan dia?" tanya Smith.


"Ya, sudah sembilan puluh sembilan persen!" jawab Orlando.


" Secepat itu? Bukankah hanya beberapa bulan saja kalian bertemu dan kenal?" tanya Smith.


"Lumayan daripada kamu hanya semalam langsung terkam!" ledek Smith .


Yang membuat Orlando mendapat tujuan di dadanya, meski tidak begitu keras namun cukup sakit.


"Sitt!!  Damn it !"  gerutu Orlando.


Lalu di ikuti dengan tawa mereka yang hampir berbarengan.


Kemudian mereka pun mengambil kunci mobil masing-masing dan meluncur ke rumah masing-masing.


-------------+++++++++-------


Pagi hari terlihat sangat cerah, di Internasional School Antarbangsa ,terjadi sedikit kericuhan di sebuah Mading sekolah. Terlihat gambar foto Feridan sedang memeluk Jesika.

__ADS_1


"Gawat, Fer..! Foto kamu dan Jesika ada di Mading sekolah dan jadi perbincangan di seluruh sekolah ini!" kata Akbar pada Feridan.


"Apa kamu tahu siapa yang melakukan ?" tanya Feridan.


"Saya tidak tau! Mungkinkah Jesika yang sakit hati karena kamu menolak pergi monoton dengan nya ?" jawab Akbar.


"Apa mungkin dia mempermalukan diri sendiri dengan cara begitu ?" tanya Feridan.


"Mungkin saja!" jawab Akbar.


Mereka baru membicarakan hal itu , namun tak berapa lama ada seorang murid yang lari tergopoh-gopoh mendatangi Feridan yang duduk santai di kelas karena jam masuk belum berbunyi.


"Fer, gawat Fer...!!!Jesika and the Gang sedang menuju kemari dan dari raut wajahnya terlihat murka !!!" kata Gilang teman sekolah Feridan juga .


"Terus kenapa kalau dia kesini ? apa yang aku takutkan ?" tanya Feridan lagi .


Tak lama datanglah Jesika dengan teman-teman mendekat ke meja Ferdian .


"Apa maksud kamu , melakukan itu semua Ferdian?" tanya Jesika tanpa basa-basi.


'Apa maksud kamu?" tanya Feridan santai.


'Kamu jangan pura-pura tidak tau akan ke hebohan yang terjadi! Itu semua gara-gara kamu memajang foto aku di Mading sekolah !" teriak Jesika kesal .


"Apa kamu yakin, aku yang melakukan? Apa kamu punya bukti akan hal ini?" tanya Feridan menatap tajam Jesika.


'Ohh... tidak ada! Jesika.... oh Jesika. Apakah kamu tahu aku bisa menuntut kamu dengan tuduhan dan kata-kata mu?" tanya Feridan sedikit tegas dan terkesan mengintimidasi Jesika .


Nyali Jesika terlihat ciut oleh karena gertakan dari Feridan ,memang tak ada bukti tentang hal itu semua.


Jesika lalu mengalah keluar dengan beberapa temannya menuju Mading sekolahnya. Ia mengambil semua gambar di sana yang terlihat sangat memalukan. Digambar itu l terlihat Jesika sedang mengoda Feridan yang berusaha melepaskan diri darinya.


Bagaimana kalau itu tersebar di sosial media. Dia tak dapat membayangkannya. Namun sepertinya, apa yang ditakutkan memang benar terjadi .


Salah satu sahabatnya rujukan berita viral tentang dirinya dengan di tambahan caption yang sangat memojokkan dirinya.


Jesika menangis sejadi - jadinya sungguh sangat memalukan bahwa dia yang berusaha menawarkan diri .


Sungguh merusak image nya. Seorang wanita cantik yang sering di kejar-kejar lelaki, yang biasanya jual mahal tiba-tiba mendapatkan banyak komentar miring hanya karena foto yang berada di Mading sekolah. Bahkan sudah viral baik di berbagai aplikasi sosial media.


Jesika menjerit histeris dan pingsan di tempat dan ada sepasang mata yang melihat dan terseyum penuh misteri .


Seperti mendapat sesuatu kepuasan tersendiri saat apa yang di kerjakan berhasil dan sesuai dengan ke keinginannya.


Kringg !!!


suara bell masuk kelas berbunyi. Semua murid sudah duduk di kelas menunggu guru datang.

__ADS_1


Beberapa siswa masih membicarakan soal Feridan dan juga Jesika.


"Tak sangka ya, kalau Jesika begitu agresif pada Feridan!" bisik Marina pada Dewi.


"Iya. Padahal image dia selama ini adalah wanita yang sangat lembut dan tidak suka memaksakan kehendak !" jawab Dewi.


"Iya. Mungkin ada seseorang yang ingin merusak image dia. Dia itu kan artis terkenal. Atau memang dia sendiri yang membuat itu untuk cari sensasi sehingga akan banyak yang mengundang dia di acara TV? Khan sekarang banyak tuh , artis kalau dah mulai gak laku akan cari sensasi biar namanya naik lagi !" celoteh Marina.


"Mungkin juga begitu!" jawab Dewi mengiyakan argumen Marina.


"Hai... kalian diam lah !! berhenti lah bergosip!!!" teriak Feridan tegas .


Sontak kedua siswa itu menoleh ke sumber suara. Mereka langsung terdiam saat mengetahui siapa yang berbicara .


"Cieee.... belaian Jesika rupanya malu - malu mau !" teriak siswa yang lain.


"Huuuuu......!!!"


Sorak mereka membuat suara gaduh di kelas.


"Diam semua nya !!! dan duduk rapi di tempat !"


teriak Feridan dengan muka yang serius dan tatapan tajam. Mata birunya menatap satu persatu teman di kelasnya .


Matanya terlihat seperti mata Elang yang mencari mangsanya dan membuat semua temannya terdiam .


Mereka sangat takut dengan anak baru itu. Karena adalah Ferdian anak seorang yang sangat terkenal, putra Smith Santiago.


Dan beliau adalah salah satu pendiri sekolah Internasional School antar bangsa itu dan juga donatur tetap di sana.


Mereka telah mengetahui nya dari mulut ke mulut tentang hal itu.


Mata Feridan berhenti pada bangku dua baris yang ada di depanya.


Gadis itu terlihat masih asik memainkan gamenya tanpa perduli kebisingan yang ada di sekitar. Seolah tak ada sesuatu yang membuat dia berpaling dari fokusnya memandang layar handphone.


Setiap Feridan menatap gadis itu entah mengapa jantung nya berdetak lebih kencang dan ada perasaan aneh yang merasuk dalam hatinya .


Feridan makin penasaran dengan gaya wanita itu yang kadang terlihat dingin laksana gunung salju di Himalaya yang tak terlalu terpengaruh dengan sinar mentari. Terkadang dia sangat ganas dan agresif. Kata-katanya pedas melebihi cabai terpedas di Indonesia.


Siapapun akan panas dengan kata-katanya yang menyakitkan menebus hati.


" Laluna apakah aku telah jatuh cinta pada mu ?" gumam Feridan lirih.


-----++++++++ Bersambung++++++++-------


terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan komentar ✍️

__ADS_1


thanks you All ,,💋💋💋💋💋💋💋💋


__ADS_2