Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Badai berlalu.


__ADS_3

Setelah Kania mengetahui bahwa , bukan Smith Santiago atau Orlando yang membunuh seluruh keluarganya membuat Kania merasa bersalah karena telah berusaha untuk balas dendam pada orang yang salah dan berusaha untuk menghancurkan perusahaan mereka.


padahal mereka sangat baik memperlakukan Kania meski mereka belum tau bahwa Kania adalah keponakan dari Smith Santiago.


Dan hampir saja membunuh ,orang yang sebenarnya sudah di cintainya namun dia yang tersu menafikan hal itu yaitu suaminya sediri Orlando hampir saja dia membunuh ayah dari anaknya.


Andai itu semua terjadi dan baru mengetahui akan kebusukan Elisabeth setalah ketiadaan suaminya tentu dia akan menyesal seumur hidupnya.


tentu Kania tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri atas kejadian itu, namun dia berfikir tentang sisi lain dari maslah itu yaitu seandainya , Elisabeth tidak membiarkan dia hidup, seandainya tak Elisabeth berubah pikiran untuk menjadikan alat buat balas dendam tentu dia tidak akan hidup dan bertemu dengan Orlando.


Karena rencana awal Elisabeth berada di belakang rumahnya adalah menembak atau membunuh orang yang lari lewat belakang melalui pagar .


Mungkin inilah takdir buang harus di jalaninya dan dengan cara yang cukup extrim , Kania di pertemuan dengan jodohnya.


Segala kejahatan itu ,pasti tidak di benarkan bukan berati dia , mengikhlaskan akan semua yang telah di lakukan oleh Elisabeth atau berterimakasih untuk hal itu, namun walaupun Elisabeth merancangkan kejahatan baginya.


Kania percaya ada campur tangan Tuhan, sehingga Tuhan rekan-rekannya menjadi kebaikan bagi mereka yang di anugerahkan belas kasihNya.


Kania memandangi Anaknya yang cantik dan lucu yang sedang bermain dengan ayahnya di ruang keluarga, kulitnya putih bersih seperti ayahnya.


Kania mendekati mereka dan ikut bermain sebentar lalu karena anaknya mengantuk dia meminta baby sister untuk membawanya ke kamarnya untuk tidur .


sementara Orlando membopong Kania masuk kamar .


"kamu juga harus tidur siang,Baby ." kata Orlando yang membawa Kania masuk kamar


tentu itu hanya alasan saja Orlando bukan menyuruh tidur Kanai , tapi melepaskan seluruh kain yang menempel pada tubuh Kania sehingga terlihat polos dan Orlando menggerayangi tubuh Kanai dari wajahnya menuju ke dua bukit kembarnya.


Kania masih terlihat seperti ABG karena tubuh mungilnya dan wajahnya yang imut, Orlando menunduk membenamkan wajahnya ke dada Kania .


Mengecup puncak kedua bukit kembarnya secara bergantian,membuat Kania menggeliat seperti cacing kepanasan Orlando tersenyum melihat gerakan istrinya itu.


Orlando menghadap mukanya ke depan wajah Kania .

__ADS_1


"tidak perlu kamu berikan obat kuat ,sayang aku masih bisa menghajar kamu tiga ronde sekarang " kata Orlando menatap penuh hasrat pada Kania


"benarkah ?" tanya Kania malah memprovokasi suaminya .


"Tentu saja, jangan meminta dan memohon untuk dilepaskan sebelum senjata menebus sampai dalam dan me-muntah semua cairannya ke didinding dinding rahim mu, mungkin sudah saatnya kita beri adek untuk Abigail supaya punya teman bermain" kata Orlando lalu kembali menunduk mengecup bibir milik Kania .


mereka mulai saling membelit satu sama lain, Orlando masih tetap menjadi penguasa dia tas ranjang sedang Kania pasrah di bawah kungkungan Orlando.


Perasaan cinta yang tumbuh tanpa kekangan membuat sensasi nikmat yang sebelumnya belum pernah dia rasakan , meskipun terkadang Kania sesekali juga menikmati permainan Orlando dalam nikmat dan kebencian.


Sebab dulu, dia melakukan atas nama balas? dendam dia membenci Orlando karena telah membunuh seluruh keluarganya, bahkan seisi rumahnya tak terkecuali dengan asisten rumah tangganya.


Kania menyilang kedua kakinya ke pinggang Orlando membuat senjata Orlando leluasa menerjang ke dalam ,jeritan nikmat sesekali menggema di ruangan itu.


Sehingga makin,membuat Orlando lebih bersemangat untuk melakukan gerakan naik turun lebih cepat makin cepat hingga erangan Orlando , menandakan telah sampai ke puncak destinasi kenikmatannya dan menembak cairan putih dan hangat ke dalam gua Kania.


Orlando berbaring di samping Kania , memiringkan wajahnya ke arah Kania yang juga melihat dirinya.


"Sebenar nya memang begitu ?" jawab Kania lirih .


"Jadi selama ini kamu tidak pernah mencintai aku ? " tanya Orlando dengan tatapan tajam .


"sebenar aku telah mulai ada perasaan saat anda memberikan aku pekerjaan ,kamu terlihat sangat baik, namun karena kamu telah membunuh seluruh keluarga ku, sehingga aku terus mengingat kan diri untuk tidak jatuh cinta kepada anda ?" jawab Kania polos.


"Jadi bagaimana kamu menyerahkan kesucian mu kepada orang yang kau anggap musuh ? " tanya Orlando.


"Bagaimana anda tau ,kalau waktu itu saya masih Virgin ?" tanya Kania sedikit tersipu-sipu malu mengetahui rahasianya terbongkar.


"Dulu sewaktu masih di dunia hitam, banyak beberapa anak buah atau mucikari memberikan aku upeti gadis virgin sebelum di jual dan kadang aku membayar mahal untuk barang baru itu," jawab Orlando sambil tersenyum.


membuat Kania sangat sebal dan timbul rasa cemburu.


"Apakah kamu masih melakukan hal seperti itu Orlando ?" tanya Kania lalu bangun dari tidurnya.

__ADS_1


"kalau iya kenapa ?" tanya Kania.


"Kamu jahat karena telah menduakan cinta ku ?" kata Kania mulai terisak.


"Cinta kamu bilang, bukanlah dalam hati kamu hanya ada dendam dan kebencian ?" tanya Orlando yang senang melihat wajah Kania yang nampak cemberut dan terlihat sekali rasa cemburunya.


"Tapi sebenarnya saya sudah cinta kepada anda cukup lama tapi karena Elisabeth si fake angel yang membuat aku terus berusaha membunuh rasa cinta dan sayang pada mu !" kata Kania .


"Aku tidak habis pikir bahwa orang yang sangat aku cintai menganggap aku sebagai musuh bebuyutan dan ingin membunuh dan menghancurkan hidup ku dan perusahaan ku ," kata Orlando.


"Bagiamana aku telah meniduri ular berbisa dan menginginkan kematian ku ?" kata Orlando.


"Maafkan aku, mister Orlando, maafkan aku demi anak kita ! " jawab Kania yang mulai terisak dan matanya penuh dengan genangan air mata .


"Hampir saja nyawaku melayang di tangah orang yang aku cintai yang karena dia aku telah bertekad untuk tidak menyentuh wanita lain selain dirinya , bagiamana aku telah menyerah segalanya pada wanita yang bernama Kania ini namun tetap saja dia membenci dan dendam pada ?" tanya Orlando yang ikut duduk di depan Kania memandangi wajahnya yang telah banjir air mata.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan padanya?" tanya Orlando.


"Haruskah aku menceraikan nya dan mencari wanita lain yang tulus mencintai ku, dan anak ku , haruskah aku memaafkan dan tetap bertahan dengan wanita membenci ku namun telah memberikan anak untuk ku ? " tanya Orlando yang terus menatap tajam ke arah Kania .


Kania hanya menunduk kepalanya ,mendengar itu semua hatinya berdebar - debar menerka apakah yang akan di lakukan Orlando padanya


apakah dia benar-benar marah dan mulai membenci Kania ?


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain bayang sang mantan atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2