Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Berteman !


__ADS_3

Lelaki yang tadi terjatuh berusaha berdiri dan merebut balok kayu yang ada pada tanggan wanita itu.


Ferdian yang masih jongkok itu , segera berdiri dan memasang kuda kembali.


Beberapa kali dapat menghindar, pukulan balok namun sesekali tubuhnya terkena oleh pukulan balok membuatnya tersungkur beberapa kali.


Lelaki yang jatuh tadi bangun memenangi tanggan kirinya yang terpelintir ,namun tangan kanan nya mencari sesuatu di balik jaketnya .


sebuah pisau lipat yang cukup mengkilat ada di tangganya , membuat Laluna kawatrir saat melihat itu.


Laluna kembali mengumpulkan kekuatan nya, dia menghentakkan kakinya kuat, kuat dua kali keluarlah sesuatu yang lancip dari , sepatunya. segera menerangkan kepada kaki ke arah salah satu yang lelaki yang memegangi nya.


sehingga lelaki itu melepaskan pegangannya pada tanggan Laluna , lelaki itu mengadu memegangi kakinya yang sakit .


Laluna melakukan hal yang sama pada yang sebelah kanan ya sehingga keduanya terduduk memegangi kakinya yang. terkena tendangan ujung sepatu yang mengeluarkan benda tajam seperti pisau kecil itu.


Dengan cepat dia segera maju kedepan dan menyerang lelaki yang memegang pisau dari belakang dan menghantam tanggan nya dengan pukulan keras tangganya hingga pisau itu terlepas .


Laluna segera mengambil pisau itu , dengan bersatu dengan cepat lalu menancapkan ke paha lelaki yang memegangi balok itu.


Tak pelak lagi lelaki itu, menjerit kesakitan, melepas balok di tangganya dan memegangi kakinya.


"Kalian mau di antar ke kantor polisi atau ke rumah sakit " teriak Laluna lantang.


mereka berlima saling berpandangan dan sang wanita mengarahkan untuk mundur saja.


Dan mereka tertatih-tatih pergi dari situ.


Laluna mendekati Ferdian dan mengulurkan tangganya untuk berdiri, mereka bertatapan untuk sesaat.


"Kamu tidak apa-apa ? " tanya Laluna.


"Aku baik saja, bagiamana dengan kamu ?" tanya Ferdian.


"Tidak apa hanya sedikit memar di lengan ku, dan pergelangan ," jawab Laluna sambil memutar-mutar pergelangan tangganya.


"Bagaimana kamu ada disini ?" tanya Laluna dengan mata menyipit, mulai memandang Ferdian tajam.


"Emm... kebetulan lewat disini " jawab Ferdian sedikit salah tingkah di pandangi Laluna dan jarak mereka sangat dekat .


jantung Ferdian terasa mau lompat saja, melihat wajah Laluna yang mendekat padanya karna dia menatap mata nya , berusaha menyelidiki sesuatu di dalamnya.


" Kamu membututi aku ! mengaku saja tentu aku memaafkan mu . karena telah menolongku , asal kau jujur ," kata Laluna.


"sebenarnya nya, memang benar dugaan mu " jawab Ferdian.


Dan jawaban itu membuat dia mendapatkan tumbukan ringan di perutnya.

__ADS_1


"Ya... wanita , aneh bukan kamu bilang akan memaafkan aku kalau aku jujur" teriak Ferdian mengikuti langkah Laluna menuju motornya yang terparkir di sana.


"Terus mau kamu apa ?" tanya Laluna.


"Berteman " jawab Ferdian mengulurkan tangganya.


Laluna memandang sesaat Ferdian , lalu duduk di motor nya, sedang Ferdian masih mengulurkan tangganya .


"Ambil GPS mu dari motor ku ! " perintah Laluna.


"Bagaimana kamu tau ?" Feridan senyum kuda menampilkan gigi putihnya.


"aku bukan gadis bodoh seperti yang pernah kau temui atau kau pacari " jawab Laluna.


"Aku tidak pernah pacaran ," jawab Ferdian spontan.


"Tidak mungkin lelaki macam kamu tak pernah bergonta-ganti pacar " kata Laluna ketus.


"Serius aku , belum pernah pacaran dan masih perjaka " jawab Ferdian.


"O..ya... saya tidak percaya ! " jawab Laluna.


"Ayo ," aku buktikan pada mu " kata Ferdian sedikit cengengesan.


Tentu dia mendapat hadiah bogem dari Laluna.


"Acuhhh...! " Ferdian berteriak sedikit keras.


"Setuju " Ferdian kembali mengulurkan tangannya," yang tadi di masukan di saku celananya karena tidak mendapat sambut dari Laluna.


"Tapi jangan sering - sering ya , meski tidak keras namun tetap saja sakit , sebenarnya kamu perempuan apa lelaki , keras sekali bogem kamu " tanya Ferdian.


" Aku Waria " jawab Laluna sambil tertawa.


"meski Waria aku akan tetap menikahi mu " jawab Ferdian membuat tawa Laluna berhenti.


"Ngacau , mau dapat bogem lagi ?" tanya Laluna yang mengepalkan tangganya siap-siap untuk memberikan bogem ke perut Ferdian.


"Ampun deh nona , ampun " kata Feridan menautkan kedua tangganya di depan.


membuat Laluna tersenyum, melihat mimik muka Ferdian yang terlihat memelas .


"Ya..sudah kalau begitu aku pulang dulu" kata Laluna.


"Lalu aku bagaimana ? " tanya Ferdian.


"kamu kesini tadi naik apa, bukankah biasa dengan mobil sendiri ?" tanya Laluna.

__ADS_1


"Iya , tadi dengan supir pribadi tapi aku suruh pergi dulu katanya mau beli barang untuk keperluan rumah baru balik menjemput ku " kata Ferdian memelas.


"Oya ..? " tanya Laluna.


"Coba aku telfon dulu ya ," kata Ferdian.


Feridan segera menghubungi , sopirnya .


"Hallo ,pak masih lama belanjanya ,saya kerumah teman dulu," nanti aku telfon dan kamu boleh jemput di rumahnya teman ku, oke ,"kata Ferdian pada sopirnya .


Feridan dengan cepat mematikan telfonnya supaya tak terdengar jawaban sopir nya yang bingung karena perkataan nya dan tentu Laluna akan mengetahui kebohongannya dan Ferdian segera naik ke belakang Laluna.


"wai... mana ada cewek membonceng cowok ?" ledek Laluna.


"Aku belum punya SIM dan belum pernah naik motor besar , lain kali kalau sudah dapat aku yang akan boncengin kamu ," jawab Feridan cuwek karena tau Laluna telah melembut hatinya.


"Ceh... anak mama- papa mana di naik motor sendiri " ledek Laluna .


"mudur dikit jangan menempelkan ke aku" perintah Laluna.


"Hai..,nona galak ! kalau aku harus mudur lagi aku duduk di ban " bisik Ferdian .


Laluna hanya tersenyum saja , membiarkan Ferdian memegangi pundaknya meski sedikit risih namun motor yang di pakai adalah Ninja .


Laluna cukup menghargai Ferdian karena tidak melingkar tangganya ke perutnya yang seperti biasa kita lihat saat orang harus menaiki motor besar seperti itu, yang kemungkinan besar mereka harus menempel pada yang membonceng karena bentuknya jok nya yang lebih tinggi dari yang depan atau miring kedepan.


Laluna segera menghidupkan motornya dan keluar dari sirkuit balap lama itu , dan mata sang sopir terbelalak memandang tuan muda nya membonceng wanita.


Baru saja dia tak habis fikir saat mendapatkan telfon dari tuan mudanya yang bertanya ,masih lama belanjanya dan aku tunggu di rumah teman.


Dan saat sopir mau mengikuti motor Laluna , Ferdian segera memberi jari telunjuk yang di gotong ,dengan arti jangan ikuti .


Laluna menaiki motor agak pelan tidak seperti tadi saat dia berangkat , karena takut kalau Ferdian jatuh kalau dia ngebut di jalan.


sesampai di rumah , Laluna segera turun dan membuka pintu lalu mempersilahkan Ferdian masuk ,mereka di sambut wanita setengah baya.


"Nona sudah pulang"


"ya.. mbok tolong buatkan kami es teh manis," kata Laluna merebahkan diri di sofa.


"Wai... bengong ,duduklah " perintah Laluna.


Ferdian menurut dan duduk di depan Laluna duduk dan memperhatikan rumah itu, cukup besar bersih dan rapi.


...-----++++++++ Bersambung++++++++-------...


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan

__ADS_1


komentar ✍️thanks you All ."


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2