
Laluna pulang ke markas sementara , Ferdian dan yang lainnya harus pulang kerumah masing-masing.
Lalunya duduk di depan komputer dan mulai membuka buku diary itu, tulisannya sangat halus dan rapi .
Lalunya membuka halaman - halaman yang terakhir mencoba mencari petunjuk di sana.
Laluna membaca sebuah tulisan yang menarik perhatian nya.
'Kesedihan yang sangat mendalam mendengar kabar Ayah dan ibu meninggal karena kecelakaan , dan kesedihan itu bertambah saat mengetahui kakek pun meninggalkan aku saat beliau mendegar kabar meninggalnya anak yang sangat beliau kasihi .
Aku sangat sock dan mengalami demam tinggi membuat hingga kejang begitu cerita simbok pengasuh ku, setelah saya sadar saya tidak bisa bicara, kata dokter saat demam tinggi hingga kejang, terjadi kerusakan sebagian otak saya dan terutama pada bagian pusat berbicara akibat kejang yang aku alami beruntungnya saya tak sampai pada kelumpuhan permanen ,
hanya beberapa Minggu, aku mengalaminya , cuman gangguan bicaraku , kata dokter ini dapat berlangsung permanen atau tidak dapat kembali sempurna dikarenakan proses perbaikan dari kerusakan otak sangat terbatas.
Meski harapan untuk bisa bicara lagi ,sangat sedikit ,saya tetap bersyukur tidak mengalami kelumpuhan permanen .Β
Saya di asuh oleh, paman yang rumahnya dekat dengan rumah ku , saya berhenti sekolah karena malu dan jadi bahan olok-olok teman .
Dan saya lebih memilih tinggal di rumah atau sekedar jalan-jalan dia Ara perkebunan, sambil menunggu paman mencarikan tempat sekolah yang baru di kota, sekolah khusus untuk penyandang disabilitas.
Laluna berhenti sejenak membaca tulisan itu, teryata ada yang lebih sengsara daripada dia, meski dia sempat sedih berlarut-larut atas meninggalnya ibunya karena kecelakaan.
Gadis ini mengalami musibah yang lebih menyedihkan ketimbang ,Laluna dia bahkan kehilangan ayah dan ibunya secara bersamaan dan tak lama kemudian dia juga kehilangan kakeknya .
Tidak ada yang tersisa dari dirinya , kakak mengalami kematian gagal ginjal di usia muda sungguh sangat tragis tragedi yang menimpanya.
Dan setelah itu ,dia mengalami demam tinggi yang menyebabkan dia kejang dan tak bisa bicara karena mengalami, kerusakan jaringan otak terutama bagian pusat bicara, dia masih beruntung sedikit mengalami lumpuh sementara karena hampir banyak kejadian bila seorang anak mengalami demam tinggi di atas 39 derajat Celsius dan kejang mereka sering mengalami kerusakan jaringan otak yang parah bahkan banyak yang membuat mereka lumpuh total secara permanen.
__ADS_1
"Apa mungkin anak ini bunuh diri ? ,namun kalau di lihat dari tulisannya , dia seperti tetap bersemangat dan tak putus harapan untuk tetap melanjutkan hidupnya, seperti contoh dia masih menunggu pamannya mencari sekolah yang baru ,khusus penyandang disabilitas" Laluna mencoba memikirkan kemungkinan lainnya itu .
7 Maret 20xxx
Pagi ini paman katanya pergi ke kota untuk mencari sekolah untuk aku, tentu saja itu kabar yang sangat bagus untuk ku .
karena bosan di kamar aku berjalan-jalan keluar di sekitar rumah dan sampai di rumah paman dan masuk ke rumahnya.
Di sana aku mengelilingi dan melihat rumah paman yang masih bagus dengan banyak ukiran seperti, rumah zaman kerjaan zaman dahulu.
Paman sangat menyukai adat Jawa , banyak sekali barang koleksi paman yang dia koleksi terutama senjata dalam dulu seperti keris , gamelan dan beberapa lainya namun ada koleksi paman yang berupa guci .
ada sebuah guci dengan sebuah lukisan naga yang timbul , aku memegang dan merabanya, dan seperti ada sesuatu saat benda itu aku pegangan dan goyang , saat aku menuangnya ada sebuah kunci di dalamnya.
Asisten Rumah tangga paman , pamit pergi kepasar dan berpesan ,boleh melihat -lihat tapi tidak boleh masuk ke kamar pojok sebelah kanan dalam lagian kamar itu terkunci.
Aku masuk ke sebuah ruangan yang kata asisten rumah tangganya tidak boleh di masuki
sesaat setelah asisten rumah tangga pergi ke pasar dan karena penasaran aku masuk ke ruangan itu, dengan mengunakan kunci yang tak sengaja aku temukan di dalam sebuah guci antik yang aku lihat tadi.
aku menyalakan lampu setelah menutup pintu, aku mulai melihat setiap sudut ruangan itu , di dalam hanya ada beberapa keris pusaka yang di tata di sebuah almari, saya menemukan banyak obat-obatan dan beberapa alat suntikan.
Ada juga kadang yang berisi tikus -tikus di sana dan beberapa tulisan di beberapa kota tikus yang di pisah dari kelompoknya.
Di kamar itu terpajang foto paman yang tersenyum lebar saat wisuda, paman seorang dokter hewan.
saya mulai melihat, lihat ada beberapa tumpukan buku yang ada di situ dan beberapa catatan -catatan.
__ADS_1
Ada sebuah buku berwarna coklat yang terlihat di paling pojok kamar itu, aku perlahan membukanya dan satu foto terjatuh di sana,
aku sedikit gemetar melihat foto itu, foto Ayah dan ibu yang berada di dalam mobil yang rusak
Kejadian itu tidak pernah aku lupakan,waktu itu ,paman teleh pergi ke kota ada urusan kata ingin menjenguk kakak yang sakit dan beberapa lama setelah itu , ayah dan ibu segera menyusul kesana namun ayah dan ibu mengalami kecelakaan maut saat menuruni bukit.
Ada beberapa coretan- coretan di buku itu , dan dosis obat yang bila di lihat akan menyebabkan gagal ginjal perlahan tapi pasti.
Tubuh ku lemas, saat melihat foto Kakak lelaki sata ada di dalam di sekarang buku itu , aku kembali membuka lembar tulisan berikutnya.
beberapa coretan ,beberapa obat yang sedang di tulis di sana, Obat yang di buat itu seperti sebuah experience baru yang sedang paman buat, entah apa itu.
Ada juga beberapa botol dan mikroskop di sana alat-alat penelitian lainya, ini bukan sebuah kamar yang katanya di buat untuk menyimpan keris-keris zaman purba dan yang konon katanya punya roh-roh jahat sehingga harus di simpan di tempat lain dan tidak terjangkau dari siapapun.
Namun kamar ini lebih terlihat seperti laboratorium mini di rumah paman , siapa yang menyangka ada ruangan ini.
aku penasaran kenapa , ada foto kakak lelaki saya di buku paman dan ada tulisan coretan daftar b beberapa obat yang mempunyai efek samping gagal ginjal bila di makan tanpa resep dokter dan akan di makan secara rutin.
apa maksud semua ini, aku terus membuka buku itu ada foto saya disana , hanya sebuah tulisan demam yang terlalu tinggi sampai kejang akan menyebabkan kerusakan sistim otak.
aku gemetar belum melihat semua ini, namun aku terpaksa keluar kamar karena aku mendengar suara motor masuk ke halaman rumah .
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ."
__ADS_1
ππππππππ