
"Iya..aku terpaksa menjual apartment dan membeli rumah ini ,untuk mencukupi kebutuhan dan tetap bertahan hidup ,Sal. " kata Kania tersenyum getir.
"Apakah setiap malam warung ini buka ?" tanya Faisal.
"Iya...karena saat siang banyak sekali saingan sehingga aku memilih untuk membuka malam ,jadi siang aku masih bisa menemani anak kita...! "kata Kania.
"anak kita..?" tanya Faisal.
"Maksud aku anak kami !" kata Kania gugup karena keceplosan.
"umur berapa ? tanya Faisal.
"Satu tahun. " kata Kania.
"Jadi kamu pisah dengan aku ,langsung punya pacar dan berhubungan sampai hamil ?" tanya Faisal.
"Apa maksud kamu ?" tanya Kania.
"kita berpisah sekitar 1tahun saat aku menyerah apartment itu, saya mengigit sekali malam perpisahan kita dan tanggalnya Kania, apa kamu main di belakang ku ?" tanya Faisal menatap tajam ke arah Kania.
"Ah...tidak seperti itu, kamu berfikir terlalu jauh anak itu lahir prematur." saya menikah setelah kamu menikah." kata Kania berusaha menutupi kebenaran nya.
Kania sangat takut kalau Faisal tau anaknya itu adalah anaknya , besar kemungkinannya ,Faisal akan mengambil anak itu darinya,maka tak ada lagi yang tersisa lagi, karena Kania hidup untuk anak itu, dia bertahan untuk membesarkan anak itu ,dia adalah semangat hidupnya.
"Siapa nama anak itu, lelaki atau perempuan ?" tanya Faisal.
__ADS_1
"Namanya Farhat Aksan ." kata Kania lirih.
"Hai..kau memberi nama itu untuk anak kamu ?" tanya Faisal s sedikit kaget.
"Bukankah itu nama yang aku karang seandainya kita punya anak?" kata Faisal lagi.
"iya .... apakah kamu ke beratan bila ,iya aku akan menggantinya " kata Kania.
"Tidak apa-apa lagian juga kami belum punya anak dan aku tak tau apakah aku akan memiliki anak ." Kata Faisal mendesah pasrah.
"kenapa kamu kan tidak mandul " kata Kania.
"aku juga tidak tau ,sudah hampir dua tahun aku menikah dengan Sabrina belum juga membuat dia hamil." kata Faisal.
"Bagiamana mungkin kamu,tau mandul apakah kamu tidak periksa diri ke dokter ? " tanya Kania.
"Bagaimana kamu bisa mandul malam itu hanya beberapa kali setelah kamu membiarkan mani kamu masuk ke dalam tubuh ku ,aku telah hamil , kamu sangat subur apa mungkin Nina Sabrina yang kandungan tidak subur." Kania membatin dalam hati menatap Faisal yang menatap kosong ke arah depan.
"Faisal terlihat kusut dan kurus, apakah kamu tak bahagia dengan nona Sabrina, apakah kamu hidup dengan baik ? dimana ceria mu dan manja mu dimana canda mu , seperti telah hilang semenjak kamu menikah dengan nona Sabrina ,Faisal taukah kau aku sangat merindukan mu juga, setiap aku melihat anak ku , aku selalu teringat akan kamu, karena wajahnya sangat mirip dengan mu." Kania membatin dan hatinya bergetar memandang lelaki yang sangat dia rindukan berada tepat di depan matan namun tak bisa di pelukannya ,tak bisa untuk mengatakan bahwa dia sangat merindukan nya.
"Faisal bukan kamu dulu bilang sangat mencintai nona Sabrina dan akan hidup lebih baik bila bersama dengan nya ,tidak akan minum tidak akan merokok tidak akan jelalatan mencari wanita lain lagi." kata Kania dalam hati.
"Berapa semua nya ?" tanya Faisal yang membuat Kania kaget dan hampir menjatuhkan piring yang di pegang nya.
"Tidak usah bayar,hanya mie instan saja." jawab Kania .
__ADS_1
"Jangan begitu kamu kan , bekerja cari uang aku cari makan , terimalah aku akan datang makan malam disini sering , jika kamu tak mau di bayar aku akan sungkan datang ." kata Faisal mengulurkan uang 100 ribuan.
"Faisal, apakah nona mengetahui kamu datang kesini .?" tanya Kania.
"Tidak aku juga tidak akan memberitahu dia." jawab Faisal.
Kania megambil uang Faisal dan memberikan kembali padanya.
"Ini kembalian nya ." kata Kania.
"Tidak usah... ! kata Faisal memegang jari jemari Kania untuk beberapa lama.
jantung berdebar-debar kencang perasan rindu dan ingin memeluk wanita yang ada di didepan dengan erat , Kania aku masih mencintaimu.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
bayangan sang mantan atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
πππππππππππ