
sesampai Feridan dan Sabrina di markas , paman Orlando telah berada di ruang tamu dengan Kania.
"hai.. paman Orlando kami pulang , kata Sabrina dan Ferdian serentak.
"Duduklah , perintah Orlando.
"Ada apa paman ? " tanya Ferdian.
" yang pertama ini adalah Kania , dia akan menjadi asisten rumah tangga buat kalian dan dia akan bersama kalian kemanapun kalian pergi dan yang kedua kalian pasti sudah mendengar berita bahwa berlian yang di lelang atau kita hadiri itu telah di tukar dengan barang palsu dan polisi tadi pagi datang untuk meminta keterangan kalian berdua , paman hanya bilang kalian keluar jalan-jalan jadi kalau mereka tanya kalian harus jawab yang sesuai apa yang paman katakan ,kata Orlando.
Sabrina dan Ferdian saling memandang dan tersenyum , sedang Orlando menatap mereka berdua.
"apa ada sesuatu yang kalian lakukan yang paman tidak tau ? tanya Orlando sambil menatap tajam kedua anak remaja ini, mereka sedikit mencurigakan.
"apa.. maksud paman mengada-ngada dengan pertanyaan seperti itu ,jawab Ferdian duduk di depan paman Orlando dengan santai.
"mbak Kania akan tinggal disini paman ? tanya Sabrina berusaha mengalihkan perhatian dan obrolan.
"ya tentu saja ," kata Orlando
"Cantik ya paman mbak Kania ? kata Sabrina lagi.
membuat Kania tersipu malu di puji keponakan majikannya.
"Kalian sudah makan ? tanya Orlando
"Belum paman , bagiamana kalau makan mie saja saya tidak begitu selera makan saya ? jawab Ferdian.
"Sabrina bagaimana dengan mu , tanya Orlando .
"sama paman kita, makan itu saja lalu tidur siang saya capek sekali , jawab Sabrina yang merebahkan diri di sofa.
"Kania kamu masak mie sekarang dan kami tunggu di meja makan buatlah sekalian 4 kamu juga makan mie bukan ? tanya Orlando.
"Baik mister Orlando , jawab Kania bergegas ke dapur Kania telah di beritahu tugas kerja dan ruang-ruangan yang ada di rumah itu sebelum Sabrina dan Ferdian pulang.
sedang Orlando menatap kepergian Kania ke dapur dengan tatapan kagum.
Sabtu dan Ferdian saling bersengol'an melihat tingkah paman Orlando .
__ADS_1
"nampaknya paman suka dengan mbak Kania , bisik Sabrina ke arah Ferdian.
"ya . aku tau , jawab Ferdian juga berbisik lirih .
"Ehemmm.. ,"Ferdian pura-pura batuk untuk memancing perhatian Orlando yang masih menatap mbak Kania.
Orlando segera berpaling dan menatap kedua anak yang beranjak remaja itu dengan tatapan tajam.
"Sabrina mari ikut aku ke kamar sebentar kata Ferdian yang telah menarik tangan Sabrina.
"hai . mau kemana , kalian kita akan makan mie bukan ? ayo ke meja makan ! kata Orlando.
"Sebentar paman ," kami hanya berdiskusi sesuatu sebentar kata Ferdian .
sesampai di kamar Ferdian duduk di kursinya menghadap komputer yang di nyalakan ya dan mulai melihat pergerakan paman Orlando dari layar monitor nya .
Ferdian tentu bisa melihat semua pergerakan di rumah itu karena semua terpasang CCTV tersembunyi kecuali kamar pribadi mereka .
"Sabrina seperti kita ada proyek baru , kta Ferdian sambil memberi kode Sabrina untuk melihat CCTV dengan memiringkan kepala ke arah monitor komputer nya.
"Bagaimana kalau kita menyatukan mereka sehingga paman Orlando terpecah perhatian nya pada kita dan kita bisa sedikit bebas untuk melakukan apapun "kata Ferdian.
"cinta tak memandang umur Sabrina, jawab Ferdian.
"alah ...gaya mu ,kayak pernah jatuh cinta ,sanggah Sabrina.
"jadi apakah ini suatu bentuk penolakan akan ide ku ? tanya Ferdian.
"mungkin lebih baik kita cukup wait and see ,menunggu dan melihat saja ,kata Sabrina.
"tak kan lari gunung di kejar kalau jodoh tak kan kemana , lanjut Sabrina .
"Ya ..sudah kalau begitu, sebaiknya kita turun dan makan sebelum mie kita jadi lembek dan membesar, jawab Ferdisn segera keluar dari kamar di ikuti oleh Sabrina.
mereka baru selesai makan siang ketika ada, beberapa polisi datang ke rumah mereka.
seperti memang benar bahwa mereka juga di curigai dan di mintai keterangan atas tertukar nya berlian yang di lelang kemarin.
"masalah ini makin melebar dan membesar karena Berlian ini di ranjang oleh perancang ternama dan harganya yang sangat mahal.
__ADS_1
Sabrina dan Ferdian di bawa ke kantor polisi untuk di tanyai lebih dalam lagi .
Orlando sedikit kebingungan akan hal ini segera menelfon Smith dan mencari pengacara untuk mendampingi keponakan nya itu.
"Smith pun berjanji segera pulang ke Indonesia untuk mengurusi masalah ini.
para penyidik berusaha mengalihkan informasi tentang berlian itu , meski seratus sebagai saksi untuk di mintai keterangan Orlando sangat was-was .
"Sabrina dari keterangan model yang memakai kalung berlian itu, dia hanya bertemu dengan kamu di toilet dan kamu yang membantu dia membersihkan rambut nya yang terkena cake yang di tumpah Ferdian.
penyidik telah mengecek CCTV yang ada ,tentunya sehingga mengetahui runut kejadian.
"apakah karena saya membantu, membersihkan saya di curigai , pak ? tanya Sabrina menunjukan muka tak seneng.
"Bukan begitu nona, saya tidak bermaksud menuduh anda ? jawab sang penyidik merasa tidak enak karena anak remaja ini terlihat lugu dan polos di depannya dan matanya mulai berkaca-kaca.
"Tanyakan pada model itu, dan sebelum acara pelelangan dia kembali ke ruang ganti dengan memakai gaun yang berbeda, apakah anda tidak berfikir dia juga menganti berlian nya di sana , tanya Sabrina berusaha mengiring opini sang penyidik ke arah lain.
"Bisa jadi demikian , kata Penyidik mengiyakan.
"apalagi di ruang ganti tidak mungkin ada CCTV kan pak ? tanya Sabrina terus meyakinkan sang penyidik.
kepalang tanggung , itulah kenapa orang selalu berkata saat seseorang sudah berbohong dan ketahuan dia harus membuat kebohongan dan kebohongan lagi untuk menutup kebohongan sebelumnya sehingga orang bisa bergaya bahwa kebohongan itu bisa di terima sebagai kebenaran .
meski kebenaran itu sebuah opini yang di bangun oleh seseorang yang berusaha menutupi kejahatan nya.
Dan Sabrina sedikit kaget karena sang model itu teryata keponakan dari Tante Angelina.
tentu saja Angelina yang menemani sang model itu berada di kantor polisi itu menatap dengan tatapan benci dan dendam.
Oh.. Tante Angelina ini mungkin karma dari kamu menampar mama ku, berujung sangat panjang meski aku tak bermaksud membalas lagi, Sabrina membatin menatap Tante Angelina sebelum melangkah pergi, setelah periksa itu .
sedang keponakan , Tante Angelina masih di tahan untuk menjalankan pemeriksaan lebih lama lagi, karena dia di curigai yang mencuri berlian itu, sampai dia harus di sidang dan bila tidak bisa memberi keterangan jelas dia akan berujung di penjara atau ganti rugi sebesar harga Berlin itu.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan komentar ✍️
thanks you All ,,💋💋💋💋💋💋💋💋
__ADS_1