
Sejak Faisal mengetahui bahwa dia ,anak Kania adalah anak nya ,dia sering datang ke sana bahkan pas hari kerja atau sebelum kekantor .
Semua itu menimbulkan kecurigaan pada Sabrina yang melihat dan memperhatikan suaminya.
"Kenapa akhir-akhir ini kamu sering keluar di jam kantor ?" tanya Sabrina yang sudah tidak tahan menahan rasa penasaran.
"Aku ada proyek di luar ." kata Faisal sambil tetap melihat beberapa fail yang ada di mejanya.
"Tidak usah berbohong ,ada orang yang memberitahu bahwa tidak ada proyek di luar aku sudah menanyakan pada staf mu." kata Sabrina menatap ke arah Faisal dengan penuh rasa selidiki.
"Lalu...! " tanya Faisal yang dingin dana acuh .
"Lalu jujurlah pada ku." kata Sabrina.
"Baiklah, jawab dulu pertanyaan ku, apa kamu tidak ingin memiliki anak dengan ku ?" tanya Faisal berhenti dari membuka file-file yang menumpuk di mejanya.
"Saya tidak ingin punya anak dan ribet dengan urusan itu " jawab Sabrina.
"Dan aku tidak ingin body aku berubah, karena aku melihat wanita yang telah punya anak body nya akan berubah gesit tidak bagus dan perutnya terlihat membesar dan banyak garis retak disana lalai kedua gunung uang ada dadanya menjadi kendor karena menyusui." lanjut Sabrina tenang tanpa perasaan.
"Jadi untuk apa kita menikah ?" tanya Faisal.
__ADS_1
untuk berbagi hidup bersama ? " jawab Sabrina.
"Kamu benar-benar tidak ingin punya anak ?" tanya Faisal lagi yang makin kecewa dengan keputusan Sabrina.
"Bukankah tugas wanita itu melahirkan anak bagi suaminya?" tanya Faisal.
"Itu pikiran yang terlalu kuno yang menganggap wanita hanya bisa punya anak saja." kata Sabrina.
"jadi, apa tugas wanita ?" tanya Faisal.
"Bukankah aku bisa menjalankan perusahaan ini dengan baik , berkembang dnegan pesat daripada waktu kamu yang menjalankan?" kata Sabrina.
"apa kamu pikir tidak demikian ?" tanya Sabrina.
"saya tidak berfikir demikian, menurut saya wanita hebat adalah dia yang bisa mengurus rumah tangga dengan baik , mengurus anak dan suaminya dengan baik , Oh...saya lupa anda tidak menginginkan anak kamu hanya ingin karir pujian dan sanjungan bahwa anda wanita hebat yang melebihi laki-laki !" kata Fasial kesal lalu berdiri.
"Kamu mau kemana ?" tanya Sabrina saat Faisal melangkah pergi.
"ada urusan !" kata Faisal.
"Urusan apa ,jangan kamu pikir aku tidak tau kalau kamu sering ke warung makam sederhana di kampung dekat perumahan kita." kata Sabrina.
__ADS_1
"Kalau kamu sudah tau ,kenapa kamu bertanya ?" Faisal balik bertanya.
"Kalau kamu , selangkah lagi berjalan dari ruangan ini ,maka selesai sampai disini." kata Sabrina mengancam.
"Bagus ,aku akan segera melakukan apa yang kamu mau dan kamu inginkan ,aku sudah tidak perduli." kata kata Faisal lalu melangkah pergi.
Sabrina menatap Faisal dengan tatapan marah dan emosi dia tak seperti dulu lagi, di rumah bahkan sudah seperti orang asing yang tinggal satu atap .
Sabrina tak tahan lagi dengan sikap dingin Faisal akhir-akhir ini, dia berfikir apa gunanya punya pasangan yang kini hanya sebuah status.
Beberapa hari setelah kejadian itu mereka memutuskan untuk bercerai dan Faisal pun memiliki kembali dengan Kania dan hidup bahagia.
Faisal berfikir kalau menikah dan punya anak dengan Sabrina yang Genius tentu akan mendapat kan anak Genius dan hidup bahagia kalau kaya dan banyak harta tapi ternyata semua itu tak menjamin kebahagiaan.
Manusia akan selalu punya masalah , itu merupakan bumbu hidup dalam hidup supaya kita bisa berjuang dan tetap bergantung kepada Tuhan.
Akhir dari cerita adalah hidup itu ,harus lebih baik seusai kata Tuhan dan kata hati supaya kita menjalani segala sesuatu dengan tulus dan penuh rasa suka karena bila kita memilih sesuai kata hati kita , kalaupun kita menderita karena pilih kita , tentu kita akan tetap kuat menjalani.
----------------+++++++++++-----------------
The End
__ADS_1