
Faisal mencoba mengontrol perasaan dan sikapnya, meski tak dapat sembunyikan dari pandangan Kania.
mata mereka bertemu dan mata mereka seolah saling mencari seberkas sinar cinta, yang mereka yakini masih ada di dalam hati mereka masing-masing.
"Kalau begitu saya pulang dulu." kata Faisal.
"ya... hati-hati di jalan ." kata Kania.
Faisal segara menaiki kendaraan nya, menuju ke rumah perasaan bahagia merasuk di jiwanya.
menemukan kembali Kania yang sangat di rindukannya, kini dia menyadari Harta ke dudukan itu menemui ke hampa saat kita kehilangan orang yang kita cintai ,dulu dia berfikir bahwa dia telah jatuh cinta pada Sabrina tapi teryata dia sadar hanya kagum dengan sosok nya, yang mandiri tegas cantik dan berwibawa, namun apalah arti semua itu baginya sekarang ? karena sekarang dia sadar arti Kania dalam hidupnya dulu, yang bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dengan baik.
Faisal yang selalu rapi dan apapun di layani dengan baik tanpa harus menyuruh, meski di rumah Faisal punya seorang asisten rumah tangga, dia juga tak mungkin untuk membebani semua pekerjaan rumah pada nya, tidak mungkin juga Asisten rumahtangga itu membenarkan dasi nya, atau melipatkan hanya sampai kelengahan.
Beda dengan , Sabrina yang acuh yang tak bisa melakukan pekerjaan rumah baginya tentu saja wanita dengan segala kelebihan , kekurangan nya yang ada pasangan harus bisa menerima masing-masing.
"baru pulang ?" sapa Sabrina yang masih duduk menghadap komputer nya.
"Iya , jarang tempat makan buka jam sebelas malam, hanya KFC atau macdonald yang beberapa masih buka ,aku tidak selera makan itu ?" kata Faisal seger masuk ke rumah nya.
"Kalau makan apa tadi ?" tanya Sabrina.
__ADS_1
"Semangkok mie di sebuah warung makan." kata Faisal.
"Mandilah, dulu mari kita tidur." kata Kania.
"Hemmm.!" jawab Faisal segera masuk ke kamar lalu milih bajunya dan mandi.
"HAhh... dulu kalau , aku dengan Kania pulang kerja sudah di siapakah baju ganti tinggal." Faisal kembali mengingat masa bahagia saat bersama Kania dan merasa di hargai oleh pasangan nya .
setelah selesai mandi Faisal memangil Kania dan mereka pun segera naik ranjang untuk tidur .
Sementara di sebuah desa yang sangat terpencil, Melinda Orlando yang teryata mau di culik oleh anak buah Elisabeth di selamat oleh seorang kakek tua pencari kayu bakar .
Melinda yang terjatuh ke sungai melalui jendela mobil itu, terbawa sungai dari tempat kejadian dan selamat oleh kakek itu.
Sang kakek masih mencari tau apakah ada orang yang mencari anak yang hilang tapi sampai berminggu-minggu tidak juga ada orang mencari anak kecil itu.
Kakek yang hidup seorang diri dan buta huruf itu berktekat untuk merawat Melinda dan karena tidak tau nama anak itu, dia menamai Siti Kuntari.
tingkat lucu dari , Melinda cukup membuatnya terhibur dan bahagia ,kakek mengajak dia kemana dia pergi kadang ke kebun mereka ataupun ke pasar.
setiap dia di tanya oleh beberapa tetangganya itu anak siap, sang kakek selalu menjawab itu cucunya yang di jaganya karena ayah ibunya mati kecelakaan.
__ADS_1
Melinda yang dulunya anak orang kaya dan terawat kini tinggal di desa dengan memakai baju lusuh, Melinda Orlando yang malam anak sekecil itu telah mengalami cobaan yang cukup berat .
Tapi Kita semua tau bahwa setiap ujian tidak pernah melebihi kekuatan manusia dan Tuhan pasti telah menyiapkan bala bantuan dari surga mengirimkan hati yang tergerak menolong dan membantu kita.
"Kakek ,Siti mau makan itu " tunjuk Siti.
"Ya... sebentar kakek lihat dulu apa sudah ada yang masak ?" kata kakek segera menurunkan Kania yang sudah berusia 2 tahun dan sudah bisa bicara banyak dan sangat lucu itu.
.----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
bayangan sang mantan atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ
__ADS_1