Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Ferdian makin akrab dengan Laluna.


__ADS_3

Usai bell sekolah berbunyi, Ferdian segera keluar dari kelas di ikuti dengan Akbar.


"Eh..Kribo lu ngapain ngikuti guwe ?" tanya Ferdian.


"Lah katanya mau cerita soal , Laluna ?" jawab Akbar.


" Aku kan bilang kapan -kapan, kenapa kamu ngikutin guwe, sekarang pulang sana " perintah Akbar.


"Ya.. aku bosen di rumah , Ayah dan ibu ku sedang pergi menghadiri acara nikahan di rumah teman dan aku di tinggalkan sendiri di rumah " jawab Akbar.


"Emangnya kau tak punya soudara ? "tanya Ferdian lagi .


" Punya kakak sudah menikah , adek ku masih kecil tidak asik di ajak main , beda sama kamu yang punya kembaran yang seusia dan seumur " jawab Akbar memelas.


"Ya.. nantilah aku, tanya dulu sama Laluna , apakah kamu boleh ikut apa gak , ingat ya kalau boleh ikut jangan mengganggu ku dan kalau di tanya mama ku, kau harus bilang bahwa kita lagi ada tugas kelompok paham ?" kata Ferdian.


Ferdian segera mengambil , Handphone lalu menelfon Laluna.


"Hallo Fer.."


"Lu, ini Akbar mau ikut boleh nggak ?" tanya Ferdian.


"ikut ke mana" Laluna balik bertanya.


"Main ke rumah kamu ?" jawab Ferdian.


"Ah.. dia tuh rese apa enggak, gue itu jarang ajak orang ke rumah, kata Laluna.


" Tenang saja ,aku ajak kembaran ku Sabrina jadi kalau si Kribo resek ,biar di atasi sama Sabrina , soalnya Sabrina juga mau ikuti , pengen kenalan sama kamu , " kata Ferdian lagi.


"Kamu gimana sih kok nggak minta izin dulu sama aku, kalau mau ngajak Sabrina" tanya Laluna.


"ya saya terpaksa janji sama Sabrina karena waktu itu dia mengetahui punggung ku sakit lalu dia curiga dan mengancam ku ingin memberitahu kepada mama dan papa , kalau aku baru saja berkelahi dan punggungku memar, kami berjanji tidak akan lagi melakukan apapun yang melanggar hukum pada mama dan papa ku ," jawab Ferdian.


"Baiklah nanti aku ajak ke markas, tidak di rumah ," jawab Laluna.


"Kamu punya markas , berati kamu punya banyak teman ?" tanya Ferdian..


"Emang siapa yang bilang aku tak punya teman ?" jawab Laluna.


"Si kribo tuh , yang bilang ke aku ," jawab Ferdian.


"saya bukan tak punya teman saya ,hanya memilih teman yang selevel lah setidaknya bisa di ajak diskusi ,"jawab Laluna .

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu, saya akan pergi ke rumah mu setelah makan siang " jawab Ferdian.


"Oke Samapi ketemu nanti " jawab Laluna mematikan telfonnya.


" Bar kamu minta izin ke ayah kamu dulu sana baru nanti ketemu sama kita setelah makan siang aku jemput kamu ," kata Ferdian.


"Asik ,dong kalau begitu ! " jawab Akbar.


Tak lama , Sabrina sudah sampai ketempat parkiran mobil dan Ferdian segera naik mobil juga , sementara Akbar jalan kaki ke rumah.


meski Akbar seorang anak jendral tapi dia tak boleh manja, harus disiplin tiap hari jalan kaki ke sekolah, karena cuma 1 kilometer dari rumahnya, ada perumahan dinas TNI, ayahnya masih tinggal di sana, walau mereka juga punya rumah yang lebih besar dan mewah dari rumah itu .


Sementara di rumah , Laluna selesai makan siang dia, bertanya sama asisten rumah tangganya.


" Mbok Papa, nanti malam pulang makan atau tidak " tanya Laluna.


"Tidak Nona katanya masih sibuk mengurusi kasus yang belum selesai sampai sekarang, jawab Bibi.


"Ah..kapan bisa makan bareng sama Ayah ," keluh Laluna kesal.


"Sabar Nona , namanya juga anggota kepolisian bagian kiriman tentu lebih banyak tugas ," jawab si mbok menenangkan Laluna.


Dia meras kasihan dengan Laluna, yang tidak mendapat perhatian dari Ayahnya, yang berkerja sebagai anggota kepolisian .


Ayahnya megizinkan Laluna memakai gudang beras miliknya untuk di jadikan markas, gudang itu adalah warisan milik mertuanya .


Kadang Laluna membantu, untuk mengecek persediaan beras disana, ibu Laluna dulu meski istri seorang polisi dia tetap bekerja sebagai pemasok beras di berapa kota dan daerah.


Dan di ingat waktu pertama kali bertemu dengan Ferdian, dia sedang mencari dan mengecek harga gabah di sana ,untuk menambah pasokan dan melihat perbandingan gabah di tempat lain sehingga dapat menentukan harga beras nantinya.


Dulu dia sering melakukan survei bersama ibunya namun sekarang dia sering melakukan semua itu sendiri.


Laluna tetap bersikukuh, dan meminta pada Ayahnya untuk tetap melanjutkan bisnis ibunya sebagai pengusaha dan penjual beras.


selain mereka juga punya tanah sawah sendiri di desa.


Di kediaman Ferdian , nampak Erlina dan Sabrina sedang duduk di ruang keluarga , sudah beberapa bulan usia kandungan Erlina dan perutnya sudah terlihat besar .


"Mah.. sudah tau, lelaki atau perempuan mah ?" tanya Sabrina sambil mengelus perut ibunya yang sudah membesar.


"Coba tebak ?" tanya Erlina .


"Perempuan ? " jawab Sabrina.

__ADS_1


"itu harapan kamu kan ?" tanya Erlina.


" jadi benar perempuan ? " tanya Sabrina memastikan.


"tidak seperti harapan kamu, Sabrina kata dokter yang ada di kandungan ini adalah calon adek mu laki-laki," kata Erlina.


" Yahh, jadi bakal lebih dekat sama Feridan doong.


"Ya sama-sama Kakaknya masak gak dekat ?' tanya Erlina.


"Ya .. betul juga sih kalau masih kecil tentu bisa dekat siapa saja, nanti dah besar baru bisa milih " jawab Sabrina.


Terlihat Ferdian menuruni anak tangga dan sudah siap membawa tasnya, Sabrina melirik kembaran yang berdandan rapi.


"Fer... mau kemana ," tanya Sabrina.


"Ya... masak lupa ,belajar kelompok sama Akbar sama Laluna ,jadi ikut ?" tanya Ferdian sambil mengedipkan mata dengan cepat .


"Oya... lupa saya, ikut dong " jawab Sabrina .


"Tunggu sebentar saya , akan siap dalam 19 menit ," jawab Sabrina lalu berlari menuju ke kamarnya.


Dengan cepat ,dia menyambar tas dan handphone lalu kembali turun , dan bersiap untuk ikut dengan Ferdian.


"Mah, Ferdian pergi dulu belajar kelompok dengan Akbar, sampai ketemu nanti ," kata Feridan mencium pipi mamanya di ikuti dengan Sabrina .


Erlina hanya berpesan untuk hati-hati dan segera pulang kalau sudah selesai ,boleh main tapi jangan sampai larut malam.


Erlina menyadari anaknya sudah tumbuh jadi remaja dan mereka sudah mulai suka kegiatan di luar ruang dengan teman-temannya.


Erlina tidak ingin terlalu banyak melarang, anaknya lagi, karena dia yakin anaknya sudah bisa memilih mana yang baik dan benar.


Feridan dan Sabrina lalu masuk ke mobil di antar sopir nya dan Ferdian memerintahkan untuk menjemput Akbar sebelum berangkat ker umah Laluna.


Akbar telah menunggu di gerbang beruangnya dari tadi, wajahnya nampak sumringah saat melihat mobil Ferdian apalagi katanya Sabrina ikut dengan nya.


Dia berharap bisa lebih dekat dengan Sabrina , yang terlihat pendiam dan wajahnya cantik kulitnya putih bersih, kalau nanti bisa menikah dengan dia tentu anaknya jadi cantik dan ganteng kulitnya bersih tidak seperti dia yang berkulit agak gelap.


-----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All ."

__ADS_1


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2