
Setelah kejadian di mana Nona Sabrina datang di apartment Kania, Faisal pun juga tak pernah lagi menghubungi atau bertemu dengan Kania.
Dia tidak ingin usahanya berantakan dan gagal, hanya karena wanita seperti Kania, rasanya Faisal juga tak mungkin melepaskan Sabrina demi Kania, tak mungkin melepas berlian demi pecahan kaca walau sama terlihat mengkilat bila terkena sinar .
Faisal sedang makan dengan Sabrina di sebuah restoran dan nampaknya mereka sedang menikmati makan malam dengan alunan love song yang di putar di sana.
"Faisal apa kamu masih menginginkan ,Kania ?" bagiamana itu tanya Sabrina.
"Kenapa pula kamu bertanya soal itu ?" jawab Faisal.
"Tentu saja ,aku tak ingin egois pada mu ,kalau memang kamu mencintai dia lebih dari pada aku atau hubungan kita terlihat di paksakan atau kamu mengalami keterpaksaan karena di jodohkan tentu tidak adil dan tidak enak, bagi mu ." kata Sabrina tenang dan datar .
" Ah , bagaimana itu aku lakukan , karena aku memilih kamu makanya aku putus dengan dia, "jawab Faisal.
" kamu boleh mudur jika kamu,mau tapi tidak aku izinkan setelah menikah, karena aku tak ingin ada perceraian di antara kita ." kata Sabrina.
"Tentu saja aku tidak akan melakukan hal itu, apa kamu tak percaya, aku tidak akan mengulangi semua kisah masa lalu dan kenalkan ku , sejak bertemu dengan mu, aku telah belajar untuk setia, bukan telah aku buktikan dengan memutuskan semua mantan ku termasuk , Kania dia mang orang yang pernah aku cintai tapi tidak sekarang, karena aku lebih memilih merelakan apartment ku, sebagai kompensasi supaya dia tidak menggangu , hubungan kita ." kata Faisal.
" Baiklah aku percaya dengan mu ." kata Sabrina
Usai makan malam Faisal mengantarkan Sabrina pulang sampai ke rumah, Faisal pulang ke rumah dan duduk di sofa.
"Faisal gimana hubungan kamu dengan putrinya Mister Smith Santiago ," tanya Papanya ikut duduk di sebelah Faisal.
__ADS_1
" berjalan lancar sesuai harapan Pah ." jawab Faisal.
"Jangan main-main lagi dengan wanita lain , ingat dia bukan orang sebarang kau bikin sakit hati bukan hanya kau yang mati seluruh keluarga akan kena imbasnya, mengerti." kata Wildan Santoso ayah nya Faisal.
"Tentu saja tidak ,Pa menurut Faisal nona Sabrina sangat cantik dan elegan ditambah dia itu pintar ,rasanya cukup mengherankan kalau dia tidak punya kekasih dan mau di jodohkan ." kata Faisal.
"Papa dengar ,banyak lelaki yang ingin menjadi kekasihnya karena dia cantik namun banyak yang tak punya keberanian untuk mendekat atau lebih tepatnya tidak percaya diri untuk jadi kekasihnya." kata Wildan.
"Mungkin juga begitu,jika tak sepintar dia atau cerdas seperti Faisal tentu akan mider." jawab Faisal.
" Kamu cerdas dari mana, cerdas megambil kesempatan pandai gombal dan pandai menghabiskan uang papa ?" kata Wildan .
"Pa... harusnya papa memandang itu ,sebagai kelebihan Faisal setidaknya tidak semua lelaki seberani dan sepintar saya megambil resiko dan kesempatan emas bersama ." kata Faisal tersenyum bangga.
"Ah ....papa..tapi sebenarnya saya sudah dekat dengan Sabrina sebelum Pah." kata Faisal.
"O..ya.., kapan ?" tanya Wildan ayah Faisal itu menatap ke Arah Faisal.
"waktu Faisal main sosial media aplikasi pertemanan dan kencan buta, tidak di sangka Sabrina juga melakukan dia memakai nama samaran dan foto palsu dandanan ala Betty Lafea , seperti dia sedang menguji lelaki untuk mencintai dia apa adanya ." kata Faisal.
"Lalu...?" tanya Wildan.
"Tentu saja saya,tau dengan mudah buaya selalu mengenali mangsanya, dia wanita yang kesepian dan haus kasih sayang ." kata Faisal tersenyum mengingat chat dan pertemuan dia dengan Ayu atau Sabrina itu .
__ADS_1
" Dan aku rasa , Sabrina benar-benar mencintai aku Pa, jadi papa jangan kawatir kita pasti menikah dan rencana tidak akan gagal." lanjut Faisal.
"Baiklah, jangan bermain-main api di belakangnya ,apa kamu juga mencintai nya ?" tanya Wildan.
"Ada sedikit mungkin butuh waktu seperti dia wanita yang kaku dan bawel perlu menyesuaikan diri dulu Pah ." jawab Faisal.
"Baiklah kita tunggu saja kelanjutan nya ." kata Wildan.
"Jagan kawatir Pah, aku akan melakukan yang terbaik ." jawab Faisal.
"Ya..tentu saja , perusahaan kita bergantung kepada mu sepenuhnya, sudah di ambang kebangkrutan jadi berhati-hati melakukan tindakan ." kata Wildan menasehati putra tunggal dan yang akan menjadi penerus nya
Terlihat dia sudah cukup berubah dan telah megambil keputusan yang tepat .
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain Bayangan Sang Mantan atau cinta pertama tak lekang waktu ,
ππππππ
__ADS_1