Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Menyusun Rencana.


__ADS_3

Setelah selesai pembuatan kalung berlian itu, Feridan segera menemui Sabrina dan


Sabrina membelalak tak percaya melihat kalung yang bertahtakan Berlin yang di bawa oleh Feridan sangat mirip sekali.


" Wah ..mirip sekali , kamu memang Genius Feridan , kata Sabrina sambil mengacungkan kedua jempol nya.


"Dari sejak lahir, kata Feridan bangga.


"lalu bagaimana kita akan menyusun rencana nya, kita tidak mungkin berdua kesana , tidak mungkin masuk karena kita masih di bawah 17 tahun, lanjut Ferdian


"kita akan mengajak paman Orlando ,"kata Sabrina.


"Kita bisa minta paman Orlando yang akan membantu kita untuk masuk dan nanti kita suruh paman Orlando untuk menawar harga bilang saja untuk kita berikan pada ibu sebagai hadiah pernikahan, lanjut Sabrina.


"aku sudah ada rencana begini , disana tentu akan banyak CCTV dan penjagaan sangat ketat, namun tentu kita tau tempat yang tak ada CCTV pasti toilet dan aku akan menumpahkan makanan atau minuman ke gaun sang model yang memakai kalung berlian itu , lalu saat ke toilet kamu yang menukarkan Berlin itu , kata Ferdian.


"Bagaimana apa kamu bisa menangani saat di toilet ! tanya Feridan menatap ke arah Sabrina.


"Begini saja sebelum kamu menumpahkan sesuatu pada sang foto model saya ,akan standby di dalam toilet ,dengan begitu tidak terlalu banyak mencurigakan," jawab Sabrina.


"Setuju dengan hal itu, tinggal kita meminta paman Orlando untuk membeli tiket , melihat dan ikut pameran dan lelang perhiasan yang mahal itu .


"Hai...itu paman Orlando  , kata Feridan menunjuk ke arah pintu masuk kantor atau markas mereka.


"itu jatah kamu , Sabrina untuk merayu paman Orlando untuk beli tiket masuknya ,"sambung Feridan lagi .


"siap... !!! kata Sabrina yang berdiri mendekati Orlando yang duduk di sofa.


"Paman... apa kabar ? tanya Sabrina yang mulai ber basa- basi .


" Baik seperti yang kamu lihat ! jawab Orlando


menatap curiga ,tiap hari Mereke bertemu kenapa masih tanya kabar fikir Orlando.


"Paman..Sabrina mau, melihat dan ikut di  pameran dan lelang kalung Berlian yang akan di adakan sebulan lagi yang  di adakan di Hotel Shangrila ," kata Sabrina yang menggelayut ke bahu paman Orlando.


"anak kecil mana bisa masuk " jawab Orlando.


"Nah karena hal itu paman , kita akan berangkat dengan paman ! kata Sabrina.


"Kita ....? tanya Orlando mulai menyelidiki.

__ADS_1


"tentulah aku Feridan dan paman jadi kita bukan ? jawab Sabrina manja.


"Nanti saya yang kasih uang untuk paman menawar lelang Berlian itu paman , please buat kado pernikahan  mama kemarin Sabrina kan menang lomba jadi saya mau kasih tropi itu dan kalung berlian itu untuk kado buat mama ," kata Sabrina .


"Tidak, paman malas menghadiri yang seperti itu, kata Orlando.


"Nanti Sabrina kasih yang buat paman kalau Sabrina dapat membeli berlina itu , kata Sabrina lagi .


"Paman tidak bisa di sulap , Sabrina di sana tentu banyak orang dan saya tidak ingin terjadi apa-apa,kamu tau ada sekelompok bandit dan pencuri yang ikut masuk kesana ,paman telah mendengar beberapa desas-desus itu, bahwa akan ada perampokan di sana , tentu sangat berbahaya  gang lady cat akan hadir di sana , kamu tau itu berbahaya, jawab Orlando.


"wah .. seru dong paman, kalau terjadi hal seperti itu bisa seperti di action movie tapi ini real , wau.. aku tambah bersemangat kesana , jawab Sabrina antusias.


"Apa... otak kamu sudah geser karena terlalu Genius, Jawab Orlando kesal.


"Ferdian... terik Sabrina memangil kembarannya.


Ferdian yang dari tadi di kamar segera keluar mendegar teriak Sabrina.


"kamu tau gak kata paman Orlando , akan banyak bandit dan perampok yang juga mengincar berlian itu, dan kumpulan genster  lady cat, akan ikut hadir pasti seru kalau terjadi pencurian atau perampokan disana , kata Sabrina semangat.


"wah bagus itu ,kita bisa lihat dan belajar dan memperhatikan gerakan mereka, kita akan lihat action movie secara Live , Ferdian menanggapi juga dengan bersemangat dan mata yang membinar.


"Tapi sayang paman Orlando tidak mau mengajak kita kesana , kata Sabrina dengan muka sedih.


"Aduh kalian ini , sudah di bilang itu sangat berbahaya paman tidak ingin terjadi apa-apa terhadap kalian , apa yang akan aku jawab kalau kamu kenapa-kenapa saat terjadi sesuatu pada kalian , papa kamu akan membunuh paman dan ibu kamu akan mencakar ku ,jawab Orlando masih tak tergoyahkan kan.


"Baiklah kalau begitu telfon papa saja,  kalau paman megizinkan maka kita akan pergi kalau tidak kita akan fikitkan nanti , jawab Sabrina memberi ide.


"Oke , saya telfon Smith sekarang , jawab Orlando terpancing.


Beberapa kali Orlando menelfon baru di angkat oleh Smith suara di sebarang masih terengah-engah.


"Hello ada apa Orlando menelfon tengah malam begini ? tanya Smith dia sebarang sana.


"ini sudah siang Smith aku mau tanya sesuatu ? jawab Orlando .


" siang kepala kamu ,"di Amerika ini tengah malam kamu jangan idiot pura-pura lupa  ? kata Smith


"kenapa kamu marah-marah apa ada masalah di sana ? ,"tanya Orlando.


"ya . Maslah nya kamu menganggu misi ku ,membuat adek untuk si kembar ? jawab Smith.

__ADS_1


"Sial.. guwe kira misi apa ?  jawab Orlando.


"Sudah mau tanya apa ? kata Smith lagi.


"ini anak kamu mau, minta izin untuk  datang di pameran perhiasan berlian di hotel Shangrila yang akan segera di adakan , mereka mengiginkan membeli kalung berlian untuk hadiah ibu mereka hadiah perkawinan kalian ,, kata Orlando.


"Pergilah ! jawab Smith.


"Tapi .. dari informan saya akan ada bandit dan perampok yang mengincar kalung itu termasuk Kumpulan gang Lady Cat ! kata Orlando.


"tidak apa biarkan mereka pergi dan kamu bawa beberapa bodyguard yang terbaik ,mereka cukup genius akmu tidak perlu kawatrir akan kal itu mereka sudah cukup besar dan Genius mereka tentu tau cara melarikan diri  ,jawab Smith


"Tapi.... ,,


"Tut- tutt !!!


Orlando belum selesai berbicara namun  telefon telah di tutup oleh Smith.


"Bagaimana paman, tanya Sabrina tersenyum bahagia dan puas ..


"Tidak boleh kata Papa kamu tidak boleh , jawab Orlando


"Jangan berbohong paman nanti bintitan,  celetuk Feridan menimpali perkataan Sabrina.


"iya .. iya .. besok aku beli tiket masuknya karena kita memang mendapatkan undangan untuk ke sana !  kata Orlando  kesal.


"itu dah dapat undangan masih pakai acara drama beli tiket mahal tidak dapat izin dan bukan orang sembarangan yang bisa masuk, kata Sabrina pura-pura mengomel di hadapan paman Orlando dengan mimik muka lucu dan bibir yang senagaja di pelentat-pelintutkan , membuat Orlando tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Sabrina .


"Kalian ini benar-benar anak nakal ! kata Orlando.


"Genius paman  ! jawab mereka berdua  kompak.


Orlando segera keluar dari markas.


"anak temannya itu, teryata memang membahagiakan .


Aku rasa mempunyai anak suatu ke harusan selain melanjutkan keturunan dan ke putaran termasuk ke gilaan kita yang akan menjadi pengukir sejarah, kalau begitu  aku jadi membatalkan menjomblo seumur hidup  , gumam Orlando


-----++++++++  Bersambung++++++++-------


terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan komentar ✍️

__ADS_1


thanks you All ,,💋💋💋💋💋💋💋💋


__ADS_2