
Smith segera saja kembali memakai pakaiannya dan berbisik ke telinga Erlina.
"Sayang kamu masih seperti yang dulu masih seperti Virgin , aku yakin bahwa kamu juga menjaga tubuh mu untuk ku," i miss you,"Cupps.. Smith mengecup kening Erlina.
Smith menatap Erlina penuh dengan kerinduan.
Sedang ,Erlina hanya memandangi dengan tatapan marahnya.
Smith segera, mengatikan tali dengan sebuah borgol yang bisa di buka dengan mengunakan kode angka putar.
" Nanti aku akan kasih tau angka nya setelah aku keluar dari sini, pantengi Handphone mu baik -baik,sebenarnya hanya 4 angka nomer handphone ku apakah kamu masiih ingat"? tanya Smith.
"Tentu kamu tak akan mengigatnya bukan,"? ini Handphone baru untuk mu.
Smith menaruh Handphone yang baru saja di berinya itu," di sebuah meja dekat tempat tidurnya.
Smith memborgol hanya satu tanggan di tiang kepala ranjang ," Smith telah memgunakan kode angka untuk membuka layaknya sebuah loker.
"Sebenarnya," aku masih kangen dengan mu kucing liar ku, lain kali apa bisa ketemu dengan mu.
Atau maukah,"? kau menikah dengan ku,"kata Smith mengusap dengan rambut Erlina dan memeluk kembali.
mengecup puncak kepalanya,"Erlina .
Dan Erlina dapat merasakan aliran kasih sayang yang tulus itu,namun dia segera membantahnya sendiri dalam hatinya.
"Ah..tidak mungkin,lelaki buaya ini tidak main dengan perempuan lain."? Erlina jangan percaya padanya, ,Batin Erlina bergejolak.
Erlin memandangi Smith keluar dari jendelanya , dengan tatapan marah jengkel dan rindu.
"Achh..benarkah aku merindukan'nya aku tak kan merindukan mu,Lucifer.
Setelah beberapa lama, Erlina melihat notifikasi yang ada di layar Handphone itu.
segera dia membuka gemboknya setelah melihat nomer terkhir yang tertera di layar.
Erlina segera memakai baju dan melihat keluar jendela , hanya kelipan motor yang menjauh dari rumahnya.
"Namapaknya rumah ini harus di tambah seorang satpam lagi, untuk menjaga ku dari tamu tak di undang itu.
"Tapi.. apakah tidak terlalu terlihat over bila, memakai banyak satpam untuk orang yang tinggal di desa.
Sedangkan desa ini juga sudah ada pos penjagaan dan masyarakat yang ronda malam"?
Lucifer ini raja siluman yang sangat genius dan licik tentu dia punya banyak cara masuk kesini.
Erlina memijit kepalanya yang mulai terasa pening dan capek karena telah di perk*sa lagi oleh Smith ,dia masih perkasa dan hebat di ranjang."
" Achhh.. kenapa aku memujinya,"? Si*l otak ku jadi kacau begini."! umpat Erlina dalam hati.
__ADS_1
Erlina merebahkan diri dan tidur, sampai pagi keesokan harinya, Erlina turun ke bawah memasak sarapan pagi buat anak-anaknya.
Memasak nasi goreng kesukaan mereka, telur mata sapi dan sambal teri, mereka makan dengan lahap.
"Ma... mengapa bibir mama merah dan sedikit biru"! tanya Sabrina.
"E... tadi pagi mama tergelincir di kamar mandi, menatap pintunya jadi sedikit biru,"jawab ku membuat alasan.
"Apakah itu sakit ma.."? tanya Sabrina
sedang Ferdian cuma melirik saja, anak itu kalau melirik benar-benar mirip dengan Smith, tiba-tiba dada Erlina berdesir mengigat kejadian semalam.
"Mah, are you oke "? apa mama sakit dan perlu ke dokter ,"? tanya Sabrina mengagetkan ku dari lamunan.
"Oh... tidak sayang, mama baik-baik saja,jawab ku sambil menyuapan nasi kemulut ku.
"Pagi ini apa kegiatan kalian,"? hari ini sekolah bukan "? tanya ku mengalihkan perhatian mereka dari menatap karena , aku baru ingat kalau Smith membuat kiss mark di leher ku banyak.
Aku mulai agak gugup menyadari keteledoran ku ,tidak mengeceknya tadi pagi, aku mulai terus menuduk.
"Mah.. coba lihat ke atas "kata Ferdian yang menatap ku curiga.
"Ada apa di atas, tanya ku melihat arah yang di tunjuknya dan terlambat menyadari kebodohan ku ,lagi yang mudah terpancing mendongak dan memperlihatkan kiss mark di leher ku.
"Apa... semalam mama ada bertemu seseorang "? tanya Ferdian.
Ferdian masih menatap ku dengan tatapan curiga ," jemari mugilnya ada di wajah,memegangi dagunya dan menatap serius.
"Bocah ini gayanya bener-benar mirip Smith," umpat ku dalam hati.
"Kenapa dengan leher mama, yang banyak merah "! Ferdian seolah mengitrogasi ku .
"Sitt..."!! anak ini tidak bisa dan tidak mudah di bohongi ," apa yang harus aku katakan padanya "! dia sangat Genius, aku terus saja memikirkan cara lolos dari pertanyan-pertanyaan yang di lontarkannya.
Sabirina hanya memperhatiakan saja kadang menatap ku ,"lalu berpindah pada Feridan.
Aku menatap Sabrina dengan tatapan memelas,"tolong aku dari introgasi'an kembaran mu. Sa."batin ku.
"Ferdian... kenapa banyak bertanya seperti itu pada mama"? kata Sabrina seolah menangkap jeritan hatinku, anak ini sangat peka dan sensitif perasaannya.
"Tidak sopan," ayo kita ke berangkat ke sekolah. "kata Sabrina menarik Ferdian yang masih menatap ku penuh curiga.
"Sayang bolehkah mama tidak mengatar kalian ,mama sedikit tak enak badan ,bisakah kalian meminta sopir mengatar , tanya ku memelas.
"Iya.. mama istirahat saja,"kata Sabrina yang masih memegangi tanggan Ferdian.
"Hati-hati sayang,saya mengecup Sabrina dan juga Ferdian seperti biasa dia akan mengelap pipimmnya dengan punggung tanggannya.
"Berhentilah memperlakukan ku seperti anak kecil mah "! kata Feridan," dengan mendegus kesal, aku hanya tersenyum medegar protesnya.
__ADS_1
Sabrina masih, menarik Ferdian yang sepertimya enggan pergi ke sekolah.
"Mah... jangan menerima tamu asing, ingat mah ,mama hanya milik papa yang bermata biru.
"Aku janji akan menemukan dan membuat dia kembali pada mama
dia tidak akan meninggalkan mu, lagi demi apapun.
"ingat mah ,"! tidak ada boyfriends, selain papa ku."kata Ferdian dengan membuat isyarat dua jarinya mengarah pada matanya sendiri dan mata ku, dengan tatapan tajam nya yang artinya,"aku mengawasi mu.
Aku hanya terseyum kecut,menganar mereka sampai ke pintu mobil. Feridan sifarnya benar-benar mirip dengan Smith sedangkan Sabrina sifatnya mirip dengan ku dengan sedikit campuran Smith yang genius.
Aku mengela nafas panjang lalu kembali ke dapur membersihkan piring dan meja lalu naik kembali kelantai atas merebahkan diri di kasur ku.
Aku di kagetkan dengan deringan telfon dari handphone yang di berikan oleh Smith.
"Angakat apa tidak ya "?? gumam ku dalam hati bimbang namun ,Smith mematikan dan menelfon kembali sampai berkali-kali membuat aku akhirnya mengakat telfon nya.
" Hallo... ada apa Lucifer"? jawab ku ketus ,rasa marah ku kembali timbul mengigat kejadian semalam.
"Auuu.. wau kucing liar lu,"? kamu jangan galak-galak membuat aku ingin kembali meniduri mu,"kata Smith sambik tertawa.
"Dasar lelaki C*bul beraninya main paksa, bisakah kamu lembut pada wanita"?? teriak ku kesal.
"O... jadi anda ingin gaya lembut dan romantis, baby"? tanya nya dengan suara mengoda.
"Diam, " siapa yang mau di sentuh oleh mu lelaki tak punya hati "??
Tak punya hati bagaimana"? aku mencintai mu," Erlina Damayanti dari lubuk hati ku,"kata Smith merayu.
"Ceh.. rayuan kuno, buaya darat, umpatku.
"Ganti baju kamu Erlina aku tak suka warna baju yang kau pakai ,"aku benci warna pink.,teriak Smith
"Darimana kamu tau aku pakai baju pink , tanya ku heran.
"Karena aku berada di kamar mu jawab Smith di susul tawanya.
Aku segera menoleh, kesana-kemari dan mencari dia di antara koreden atau di bawah kolong ranjang, sedang dia hanya tertawa di telfonnya.
"Apakah kamu sanggat merindukan ku hingga di kolong ranjang kamu pun cari ," katanya lalu terkekeh.
"Sitt .. persetan dengan kamu Lucifer ku matikan telfonnya.
------------Bersambung baby-------------
jangan lupa like??????
comment✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️
__ADS_1