
Laluna mengajak Ferdian untuk lewat belakang vila melalui tebing, dengan cara memanjat karena tempat itu tidak ada petugasnya, mungkin petugasnya juga tidak akan mengira akan ada orang yang akan masuk melalui tebing terjal dan membahayakan diri sendiri.
Bagi Laluna rintang itu sudah biasa ,beda dengan Ferdian buang agak kesulitan karena dia jarang melakukan aktifitas panjat tebing.
"Ferdian kamu bisa tidak ?" tanya Laluna berbisik.
Laluna tau kalau Ferdian capek dan lelah karena berjalan cukup jauh untuk sampai ke tebing ini sedang Laluna yang hobi olahraga .
Laluna mengeluarkan, sebuah tali tambang dan paku pacak cukup besar, Laluna naik lebih tinggal terlebih dahulu ,lalu menancapkan pada sela sela tebing sementara talinya di berikan pada Ferdian.
Jadi Ferdian dapat tetap naik dengan bantuan tali dan aman sampai ke belakang rumah Elisabeth yang hanya berpagar satu setengah meter tidak terlalu tinggi dari tebing itu.
Mereka segera masuk ke dalam rimbunan semak yang ada dekat itu sambil beristirahat, serta melihat keadaan sekelilingnya.
Penjagaan tidak selalu berkeliling ke belakang rumah yang dekat dengan tebing sehingga mereka cukup aman untuk beberapa saat .
Jaringan telfon disana sangat sulit , Ferdian butuh waktu agak lama untuk menyabotase CCTV supaya mereka tak terlihat di kamera pengintai itu dan terlihat penjaga manual yang berkeliling.
Ferdian memberi tau Sabrina lewat HT yang di bawanya , dan terkoneksi bertiga bahwa mereka sudah sampai di belakang rumah Elisabeth.
Laluna dan Ferdian mengendap-endap masuk ke sebuah gudang di belakang rumah itu setelah penjaganya terlihat keluar dan posisi pintu terlihat sedikit terbuka .
Gudang itu cukup besar dan penuh dengan barang-barang Laluna melihat gudang itu seperti tempat paking barang dan terlihat beberapa olat dan obat terlarang disana.
"Ferdian, aku rasa Elisabeth itu juga bandar obat terlarang "bisik Laluna .
"Ya, kalau benar itu bagus jadi bisa membawa dia ke pengadilan dengan tuduhan itu dan bisa di hukum mati," jawab Ferdian .
"Tentu saja, aku akan memotret dan membuat video tempat ini,"Jawab Laluna.
"matikan dulu Blitz kamera mu, "jawab Ferdian.
"Tentu itu sudah aku lakukan, aku hanya mengunakan kamera handphone saja,sudah aku setting tempat tanggal dan lokasi watermark nya," jawab Laluna.
Laluna terus membuat video dan dokumentasi barang-barang yang bisa di jadikan barang bukti.
mereka segera merapat pada sebuah dinding dan sembunyi di antara tumpukan barang saat terdengar suara pintu gudang terbuka kembali.
__ADS_1
mereka melihat Elisabeth dan beberapa anak buah berjalan masuk melewati mereka.
Elisabeth berjalan terus sampai ke ujung gudang itu, yang memang cukup besar dan panjang ,dan Ferdian dan Laluna mengikuti pelan-pelan dari persembunyian dan tumpukan barang-barang.
Terlihat oleh mereka Elisabeth sedang mendekati seorang wanita yang di ikat tubuhnya.
"Luna lihat itu ,mama aku," bisik Ferdian setelah melihat mamanya yang di ikat dan sebelahnya lagi adiknya yang di ikut pula dan terlihat tertidur.
"Iya.. aku taun, kita akan selamat mereka dulu sebelum mengurus Elisabeth dan kita tidak boleh gegabah karena anak buah Elisabeth ada yang membawa senjata, tentu kita harus antisipasi kemungkinan Elisabeth juga memegang senjata ," bisik Laluna.
"Sebaiknya aku minta bantuan ayah dan mengirim semua data ini ke markas supaya kita dapat bantuan, kita tidak bisa melakukan sediri terlalu berbahaya, "lanjut Laluna.
"Ide yang bagus , jangan lupa untuk memberi tau soal Sandra dan tidak boleh berisik atau terlalu mencolok untuk datang ke tempat ini, "Kata Ferdian memperingati.
"Tentu saja , aku tau itu jangan khawatir, aku tidak akan membahayakan calon mertua ,"kata Laluna sedikit bercanda biar tidak terlalu tegang.
Ferdian jadi tersenyum memandang , Laluna sejenak,lalu tersenyum
"Jangan kawatir setelah misi berhasil, aku melamar mu," balas Ferdian yang berusaha membalas gurauan Laluna yang sedikit tak lucu itu di tengah keadaan yang sangat menegangkan seperti ini .
setelah itu Elisabeth keluar dia meminta tebusan dan jaminan untuk bisa keluar dari Indonesia dengan mudah dan tidak mendapat halangan apapun dari pihak manapun.
karena Elisabeth tau bahwa , Smith bisa melakukan itu mengunakan koneksinya yang ada di kepolisian dan imigrasi, terlebih lagi kejahatan Elisabeth tidak pernah ada, dan menjelaskan bahwa dia tidak bisa di tuduh sebagai orang yang telah membuat Kania dan Orlando celaka.
Elisabeth bisa menggunakan Alibi bahwa itu kesalahan Kania mengunakan obat kuat melebihi dosisnya.
Elisabeth tidak memberikan racun atau obat terlarang pada mereka hanya obat kuat sejenis Viagra .
setelah itu Elisabeth keluar dari tempat itu, sementara di tempat itu ada dua penjaga yang mengawasi secara bergantian.
satu mengawasi di dekat ,mama dan adek Ferdian yang satu lagi menjaga pintu gudang .
Josua terlihat tertidur pulas, meski suara berisik Elisabeth, Ferdian menduga kalau adiknya itu , seperti di beri obat tidur oleh mereka supaya tidak berisik.
"Ferdian aku akan mengatasi penjaga pintu yang di dekat sini kamu yang jaga di pintu," bisik Laluna.
"Kamu harus berhati-hati, Fer karena mereka membawa senjata, " lanjut Laluna.
__ADS_1
"Mana tali tambang tadi?" tanya Ferdian.
"ini, mau kau pakai buat mencekik nya ?" tanya Laluna yang mengetahui jalan pikiran Ferdian.
"Tentu saja, supaya tidak banyak suara " jawab Ferdian.
" baiklah aku akan menunggu kamu untuk sampai ke dekat pintu dan mangsa mu, kita akan beraksi bersama sehingga langsung sama-sama selesai " bisik Laluna.
"Baiklah ,"kata Ferdian segera kembali mengendap-endap keluar mendekat pada penjaga pintu .
sedangkan Laluna masih terus mengawasi Ferdian dan mangsanya yang masih berdiri di dekat Josua dan Erlina.
Erlina sempat melihat sekelebatan Laluna , namun Laluna memberi isyarat jari telunjuk nya untuk diam dan pura-pura tidak tau.
Ada untung nya, Josua tidur sehingga tidak membuat dia ribut atau memanggil kakaknya.
Laluna sudah ancang-ancang untuk menyergap mangsanya setelah mendapat kode dari Ferdian yang sudah berada dekat dengan penjaga pintu.
dengan satu kode mereka berdua beraksi, Laluna Langsung saja ,menendang senjata sang penjaga lalu ,mengalungkan kedua kakinya ke ke leher dan membantingnya ke bawah ala bersalto.
Saat lawan jatuh dengan cepat Laluna segera maju menuduh dan menghantam kepala Lawan dengan tinju yang mematikan pada pelipis lawan dan menyimpan mulut dengan serbuk putih yang tadi di temukan dan di bawanya.
membuat sang lawan sulit bernafas dan pingsan , Laluna segera membuka ikatan yang ada pada tubuh Erlina dan Josua.
sementara bekas talinya di pakai untuk mengikat sang penjaga yang masih pingsan,
Erlina mengendong tubuh Josua yang terlihat masih tertidur pulas.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung kisah Lain bayang sang mantan atau cinta pertama tak lekang waktu ,
ππππππ
__ADS_1