
Ada sesuatu yang sedang berdiri dengan tegaknya namun itu bukan sebuah monumen ataupun tunggu Monas namun sesuatu yang lebih mendesak di balik segitiga pengaman nya .
tentu hanya pria dewasa yang tau dan mengerti akan sesuatu yang segera meminta untuk di puaskan.
"Kok bengong, honey.. ayo makan , kata Erlina yang masih mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil .
"Tentu sangat lapar Baby dan laparnya bukan seperti biasa, lapar yang hanya bisa di puaskan oleh mu , jawab Smith menarik tangan Erlina.
Tak ayal Erlina yang tanpa persiapan sudah ke tarik keranjang dan dengan cepat Smith dapat membalikkan posisi.
yang semula Erlina jatuh di atas tubuhnya saat di tarik kini posisi di bawah Smith.
tanpa ampun tanpa basa basi Erlina sudah dalam lingkungan sang suami tercintanya.
Erlina yang sudah memahami kelakuan suaminya , mulai menyerah pasrah tak ada gunanya melawan atau berjuang untuk lepas dari kungkungan nya.
karena jika dia berontak makan akan lebih lama lagi, permainan yang di buat oleh suaminya.
saat honeymoon saja sehari bisa 11 kali dalam sehari hanya jeda makan dan istirahat.
Smith ingin punya anak lagi , misinya adalah membobol pertahanan lawan dan membuahi sel telur yang ada pada perut Erlina.
membutingi istrinya yang kali ini sudah mendapat SIM ( surat Ijin Meniduri )
Smith masih turun naik di atas ,tubuh Erlina dengan mengigit puncak bukit kembar yang ada di atas dada Erlina.
membuat Erlina menggelinjang dan menyuarakan suara rintihan yang merdu bagi telinga Smith ,membuat dia makin bersemangat untuk memompa senjatanya ke tubuh Erlina.
'Uhh... Smith ....! teriak lirih Erlina yang merasakan hentakan yang makin kuat dan cepat .
Namun Smith makin kencang makin cepat sampai terdengar erangan dari mulutnya dan selesai sudah pertarungan antara kucing liar dan Singa di atas ranjang itu.
Smith berbaring di sisi Erlina mengatur kembali pernafasannya.
"Dreeeerrttt... dreetttt !
Handphone Smith bergetar dan itu menandakan ada telfon masuk. dilihatnya nama Orlando di layar Handphone nya.
"Hallo Orlando ada apa ? tanya Smith
"Cepat ke Club malam kita sekarang , terjadi pembunuhan di sini, banyak polisi yang datang , kata Orlando.
"ya ..sekarang aku kevsana ," jawab Smith lalu mematikan telfon.
"Erlina kamu makan malam dulu dengan anak-anak , aku ada urusan mendadak dengan Orlando kata Smith sambil memakai celana dan T-shirt nya.
__ADS_1
Badan nya terlihat kekar dan dada nya terlihat kekar menyembul dengan kaos yang ketat itu .
"Baiklah hati-hati .
Erlina berdiri dan mereka berciuman sebentar sebelum Smith pergi .
sementara Erlina kembali masuk ke kamar mandi membersihkan diri dari cairan yang memercik di badannya .
menganti baju dan menyisir rambutnya dengan rapi , setelah itu dia ke kamar anaknya.
Erlina membangun anak-anak dan mengajak mereka turun untuk makan.
rumah yang di di tempati sekarang memang tidak begitu besar, yang di atas cuma ada tiga kamar .
sementara di bawah yang dulu sebuah ruko , hanya di buat satu raung ala kantor yang di pakai Sabrina dan Ferdian sebagai tempat mereka bekerja .
lalu sebuah ruang tamu dan dapur dengan ruang makan yang tidak besar dan ruang TV yang sangat kecil namun cukup untuk keluarga kecil mereka.
Namun tidak begitu nyaman tinggal disitu karena sangat bising apalagi di dekat jalan raya dan depan adalah sebuah club' malam. milik suaminya Smith Santiago .
Erlina berkenalan dengan Kania dan mereka duduk makan bersama.
Kania memilih makan di dapur meskipun Erlina meminta dia makan bersama satu meja dengan nya.
----------++++-------
seorang wanita di bunuh di tempat itu dan beberapa polisi sedang mengintrogasi beberapa pengunjung yang hadir termasuk Orlando yang berada di tempat kejadian .
Dan sangat mengejutkan karena di dalam tas ada Narkoba , juga mulut wanita itu berbusa selain di tikam dengan pisau , wanita itu sepertinya overdosis juga .
Dan ini akan menimbulkan masalah bagi club' malam mereka.
tentu Orlando dan Smith meyakinkan bahwa club malam mereka bersih dari kegiatan menjual barang terlarang itu.
Sementara Orlando masih berusaha memberi keterangan dan memberikan CCTV yang ada , untuk membantu penyelidikan nanti .
Smith melihat wanita itu , ada tato kucing hitam di lengan kirinya.
Smith mencurigai itu adalah kumpulan dari gang Lady Cat.
otak analisis nya berfikir ," kenapa dia berani cari perkara di tempat ini . gumam smith
seperti sengaja menabuh genderang perang kepada Smith padahal mereka sudah membuat perjanjian untuk tidak saling mengusik.
------++++++++-----
__ADS_1
Ke esok pagi , Sabrina dan Feridan di daftar ke sekolah lokal supaya bisa bergaul dan berinteraksi dengan banyak orang belajar bermasyarakat dan bersosial secara nyata bukan cuma di dunia Maya .
tentu tidak butuh waktu lama , untuk membuat mereka masuk di sebuah sekolah loka di tempat mereka tinggal.
Sekolah favorit di kota besar ini, internasional school tentu nya, selain mereka mudah menjawab tes di sekolah itu , mereka juga anak seorang ternama dan Ayah mereka Smith Santiago adalah salah satu pendiri sekolah itu .
Feridan memilih kelas yang berbeda dari Sabrina ,karena mereka memutuskan untuk tidak satu kelas supaya tidak terlalu menjadi pusat perhatian.
Feridan dan Sabrina langsung masuk ke kelas dua dan tentu anak baru yang harus memperkenalkan dirinya di depan sekolah mereka.
"Feridan silahkan masuk dan memperkenalkan diri kamu , kata Ibu guru yang baru mengajar .
Feridan berdiri di depan kelas , mengedarkan pandangan sebentar ke arah teman-teman yang sudah duduk di bangku mereka masing-masing.
matanya menatap dengan tajam sosok yang tidak asing baginya yang duduk di tengah-tengah itu.
"Gadis itu yang aku temui di desa beberapa hari lalu, rupanya dia satu kelas dengan ku . Feridan membatin dalam hati
"Ferdian ...silahkan , kata ibu guru mengulangi perintah nya karena Feridan masih diam saja.
"Hemmm !!
Ferdian berdehem sebentar sebelum memperkenalkan diri .
" Selamat pagi semuanya , perkenalkan nama ku ,Feridan Santiago pindahan dari sekolah Sanata Darma.
"umur saya 15 tahun , hobby main game , kata Feridan
"Huuuuu.....!!! suara riuh teman-teman merespon pertanyaan Feridan.
Feridan hanya tersenyum saja, dengan semua itu, dia hanya menganggap itu hanya sebuah ejekan yang tak berdasar pada kenyataannya dia yakin bahwa sembilan puluh sembilan persen mereka semua yang ada di kelas ini bermain Game .
"Sudah....sudah... Teriak ibu guru menenangkan para murid .
"Silahkan duduk Feridan di sebelah sana masih ada bangku kosong ! perintah ibu guru lagi .
Feridan segera melangkah menuju bangku yang ditunjuk oleh Ibu guru.
namun saat dia berjalan , tanpa di duga oleh Feridan saat melewati bangku gadis itu , tiba-tiba menjatuhkan Pensilnya sehingga membuat Feridan kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh, kalau dia tak cepat-cepat memegang bangku yang ada di depannya.
Feridan hanya menengok menatap gadis itu .
"Upps... sorry ... sengaja , kata gadis itu pelan memungut pensilnya .
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
__ADS_1
terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan komentar ✍️
thanks you All ,,💋💋💋💋💋💋💋💋