Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Sabrina bertemu Akbar Tanjung.


__ADS_3

Pagi Sabrina sarapan dan meminta pendapat soal langsung menikah saja dengan Faisal dan tidak jadi bertunangan.


"Kamu yakin , sudah siap menikah ?" tanya Erlina ibu Sabrina.


"Ya.. saya rasa sekarang atau nanti sama saja ma." jawab Sabrina.


"Bagiamana dengan papa. " tanya Sabrina pada Papanya Mister Smith Santiago.


"Yang menjalani pernikahan itu kamu ,jadi kamu yang menentukan papa hanya mendukung kalau kamu siap menikah dengan dengan Faisal ." jawab Smith


"Lagi pula Ferdian juga sudah menikah muda jadi tidak ada maslah bagi papa untuk melarang kamu menikah , cuma apakah sudah yakin akan konsekuensinya, kamu saja belum pernah masak ?" tanya Smithsonian menyadarkan tubuhnya.


"Ya . ..papa nich ..itu bisa di atur , kan zaman sekarang banyak restoran dan COD makan Pa.." kata Sabrina membela diri .


"Namun namanya suami kadang menginginkan di masakin oleh istrinya." kat Smith menggiatkan.


"Saya tidak setuju kak Sablina menikah !" celetuk Josua.


" tidak ada yang nanya pendapat kamu Jos." jawab Sabrina sebel karena hampir saja putus gara-gara Josua ngaku anaknya dulu.


"Sabrina..jangan kasar sama adek kamu ." kata Smith.


"Ah.. papa selalu belaian Josua, nanti dia besar kepala dan jadi anak manja, sungut Sabrina.


" masih kecil ,jangan di kasari ." kata Smith.


"Tapi pa... " Sabrina tak jadi melanjutkan kata-katanya saat melihat lirikan mata Papa tajam ke arah Sabrina.


"Ya... sudahlah , Sabrina berangkat kerja dulu yah , kalau ayah mengizinkan nanti siang ketemu sama Faisal saya akan membahas kembali soal pernikahkami." kata Sabrina lalu berdiri .


" Sabrina pergi dulu Pa..ma... Jos ." kata Sabrina mencium pipi mereka masing-masing.

__ADS_1


Sabrina berangkat kerja seperti biasanya , siang itu dia di kejutkan dengan kedatangan teman lama Akbar Tanjung.


"Tok-Tok !" suara pintu di kator Sabrina di ketuk.


" Ya.. silahkan masuk ." saut Sabrina dari dalam.


" Selamat siang Nona Sabrina ada seseorang yang ingin bertemu dengan Nona katanya dia teman lama nona ." kata Menger Lie.


"Siapa...?" tanya Sabrina.


"Katanya kejutan dan Engan memberi tau namanya." jawab Menger Lie.


" Lalu bagiamana saya tau dia teman lama saya atau bukan ? " tanya Sabrina lagi.


"Beliau menunggu di kantin mengunakan baju angkatan darat, pernah satu tim main detektif dengan gang Nona Laluna, itu kodenya." kata Menger Lie.


"Oke.... saya akan menemuinya kesana ." jawab Sabrina segera menyambar tas dan kunci mobilnya .


"Meneger Lie aku tidak kembali ke kantor ,nanti tolong kunci ruang saya kalau kamu sudah ambil. surat-surat yang sudah aku tanda tangani ." kata Sabrina berjalan pergi.


Sabrina segera , melangkah menuju kantin yang berada di bawah, sambil berjalan dia menebak-nebak kira-kira siapa yang datang .


Setelah sampai bahkan dari belakang pun dia sudah tau siapa yang berada di sana , pria yang memakai seragam tentara dan terlihat cukup gagah , dengan rambut kribo meski dipotong pendek Sabrina masih ingat karena hanya Akbar Tanjung teman dekatnya dan satu-satunya yang berambut kribo.


"Hai.. Akbar Tanjung apa kabar ." sapa Sabrina tersenyum lebar.


"Ah... senang bertemu dengan mu ,my princess. kata Akbar yang tersenyum lebar dan merentangkan tangan nya.


Sabrina tanpa pikir panjang berlari memeluk Akbar.


"Aku dengar kamu akan segera menikah, hati ku terluka ." kata Akbar melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Sabrina.

__ADS_1


"Sekian lama aku menunggu pangeran kata melamar ku ,namun tak kunjung datang ." aku terpaksa pindah ke lain hati." jawab Sabrina.


"Oh.. cinta mengapa kau tak sabar menunggu hanya sekejam Samapi ku pulang." kata Akbar terus melanjutkan candaan mereka.


" Ah . pangeran sekian lama ku tunggu ,aku tak rela menjadi beku." kata Sabrina.


"Aku sungguh kangen kamu Sabrina , bolehkah ku peluk sekali lagi ?" kata Akbar.


Sabrina merentang tangganya lebar-lebar dan Akbar pun memeluk erat Sabrina.


"Sabrina !" Faisal suara dari belakang mengejutkan mereka.


"Apa maksud semua ini ?" lanjut Faisal.


mereka berdua melepaskan pelukan mereka.


"Hai..Fasial , ini tak seperti yang kau kira ." kata Sabrina.


"kamu bilang kamu tak pernah punya kekasih lain ? " tanya Faisal kesal.


"Duduklah dulu Bro...!" kata Akbar.


Alih-alih duduk Faisal berjalan pergi dan Sabrina pun mengejar Faisal.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung.

__ADS_1


kisah Lain Bayangan sang Mantan atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2