
Lelaki yang menganggu di antar ke rumah sakit karena tangganya di plintir dan mendapat tendangan maut tepat pada Anunya, untung saja telur nya tidak pecah , kalau pecah musnahlah masa depan cowok itu , kata Akbar serius .
"Menarik sekali wanita itu, jawab Feridan tersenyum penuh arti.
sedang Akbar hanya geleng kepala, mendegar jawaban Feridan.
sungguhan tak habis fikir dengan pola pikir Feridan yang "out of the box .
Ferdian lalu menarik Akbar pergi dari perpustakaan itu, karena bell masuk sudah berbunyi.
Jesika sang artis idola di tempat itu , tak sengaja menabrak Feridan dan tentu saja, dia terkesima saat dengan sigap Feridan menarik dan mendekap Jesika yang hampir jatuh ke belakang.
Terdengar siutan dan sorak beberapa siswa yang melihat nya.
gemes dan Jealous melihat adegan sang Jesika dengan Ferdian yang sangat tampan sungguh pasangan yang serasi bila mereka jadian.
Namun Feridan segera melepaskan pelukannya,meski Jesika terasa enggan.
Baru kali ini ada orang yang menolak di peluk oleh Jesika, se-umur hidupnya baru kali ini.
Semua orang selalu mendambakan dekat dan ingin di peluk oleh nya, mereka bakal histeris saat di peluk olehnya artis ternama dengan body bak biola.
Namun wajah Feridan sangat datar tanpa ekspresi.
"Maafkan saya , tak sengaja menabrak anda . kata Jesika.
"Tidak apa-apa lain kali hati-hati, untuk segera aku tangkap jika kamu jatuh ke belakang , kamu tak bisa melenggak-lenggok lagi faham. kata Feridan segera menarik Akbar dan berlalu pergi.
Feridan segera mengetahui siapa manusia yang ada di depannya dan karena semalam dia baru melihat dan mencari data siswa yang sangat membuat dia tertarik dan menyelidiki nya," siapa lagi kalau bukan Laluna.
"Akbar kamu ada acara sore ini ? tanya Feridan masih tetap berjalan menuju ke kelasnya.
"Tidak ada Fer ,kenapa ? tanya Akbar.
"Ikut aku ke rumah,nilai matematika kamu sangat payah sekali . kamu harus belajar dan aku akan mengajari kamu .,"kata Feridan.
'Darimana kamu tau , nilai ku jelek ! tanya Akbar yang merasa tak pernah memberitahu tentang nilai-nilainya.
__ADS_1
"Tentu saja aku tau semua, bahkan semua nilai siswa yang ada di kelas kita , jawab Feridan enteng.
"Bagiamana , mungkin ? tanya Akbar tak percaya.
Feridan memperlihatkan screenshot di layar handphone nya, tentang rapot Akbar dan nilai rata-rata yang dia miliki .
Akbar memandang tak percaya dengan foto yang di lihatnya , memang betul itu nilai rapotnya waktu kelas satu beruntung dia bisa naik kelas karena Papanya punya koneksi dengan wali kelasnya waktu itu .
" Dengar Akbar kamu harus naik kelas,aku tidak ingin kamu tidak naik, karena kamu harus tetap menjadi teman sekelas ku , mengerti !! kata Feridan.
"Siap ,sir !! kata Akbar dengan berdiri tegak di hadapan Feridan dan memberi hormat ala polisi mendapat perintah atasan.
Feridan hanya tersenyum melihat tingkah konyol Akbar itu.
sesampai di kelas , Feridan duduk kembali di bangkunya, dia memilih memutar jalan yang sebelah kiri untuk menghindar Fake Angel nya, memang sengaja untuk mengintimidasi nya .
Baru saja duduk , Ada beber rombongan siswi yang di kepalai oleh Jesika , dengan gaya nya bak Artis internasional itu .
Feridan menatap malas karena mengetahui Jesika berjalan ke arah nya.
Jesika terus berjalan lalu berhenti tepat di bangku Feridan dengan gaya manjanya membujuk Feridan untuk menonton Filem Korea di bioskop .
"Aku sibuk Jesika,aku terima permintaan maaf mu tapi tidak menerima ajakan mu menonton bersama ! jawab Feridan.
"Huuuuu......!!
teriak para siswa-siswi yang ada di kelas membuat suara gaduh di kelas hingga mereka tak menyadari bapak Guru sudah berada di kelas.
"Apa-apaan ini , suara Bapak Guru lantang membuat suasana hening.
Jesika langsung berbalik melihat pak Guru dan dengan enggan dia melangkah keluar namun terlebih dulu menuduk hormat dan mohon maaf pada pak guru.
Pak guru duduk setelah memberi soal di papan tulis , Akbar mendekatkan diri ke arah Feridan karena tidak ingin berisik dan kena marah pak guru.
"Fer.. kenapa kamu tolak tawaran Jesika, " dia ini wanita favorit dan juga artis terkenal ,jangan kau bilang kau tak tau ? bisik Akbar.
'Model, artis selebritis, menurut aku itu kartu kuning ! jawab Feridan santai.
__ADS_1
"Apa maksud kamu kartu , kuning kamu pikir gelanggang sepak bola , bisik Akbar sambil mengaduk kepalanya yang tak gatal.
"Tanpa merendahkan profesi Artis, bahwa foto model itu kartu kuning yang bebas di pegang lawan main di peluk dan ada beberapa yang mau melakukan adegan mesra saat di tuntut sutradara sebagai bentuk keprofesionalan tentu mereka mau .
Feridan terdiam karena wanita yang ada dua baris di depan dari bangku nya.
"Maksud nya ! tanya Akbar memandang ke arah Feridan dengan muka bingung nya.
"Haruskah aku jelaskan ? tanya Feridan memandang ke arah Akbar yang belum mengerti mesti sudah di jelaskan cukup panjang.
"Tentu kamu jangan membuat aku penasaran ? jawab Akbar.
"aku tak ingin wanita yang sudah pernah di sentuh -sentuh banyak orang , aku mau cewek yang belum pernah pacaran dan tentu Virgin , jawab Feridan .
"Jaman sekarang memang ada gadis seperti itu , tanya Akbar dengan bibir mencibir.
"Ya.. mungkin tak ada, di kelas ini aku rasa sudah tak ada gadis virgin , jawab Ferdian agak keras berharap Laluna mendengar.
dan benar saja gadis itu mendegar nya dan mengacung jari tengah ke arah Feridan.
Feridan hanya tersenyum melihatnya nya, tidak marah malah terlihat suka dengan reaksi Laluna .
Akbar yang memperhatikan nya jadi bingung melihat dua makhluk aneh, ya dalam pemikiran Akbar itu sungguh aneh.
wanitanya selalu bersikap kasar dan pedas namun Ferdian selalu tersenyum pada wanita itu dan terlihat bahagia melihat setiap respon yang di berikan oleh wanita itu , meski respon nya sangat jelek dan tidak pantas.
menurut Akbar, " Laluna itu lebih mirip Singa betina yang super galak dan belum pernah ada yang berani mendekati gadis itu .
setelah kejadian tendangan maut nya yang sempat membuat heboh sekolah Internasional antar bangsa ini.
di tambah dengan mulut pedasnya yang membuat kuping panas pada siapa saja yang cari gara-gara dengannya, tidak cowok atau cewek sama saja.
Laluna seperti hidup dalam dunianya sendiri ,tidak punya teman di kelas dan tidak pernah ada orang melihat Laluna jalan dengan teman nya ,baik dengan teman wanita apalagi teman pria.
Namun bagi Feridan Laluna itu, seperti sebuah rumus matematika yang harus di uraikan dengan baik dan benar supaya mudah untuk memahami dan. menuduhkan persoalan kedepannya.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
__ADS_1
terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan komentar ✍️
thanks you All ,,💋💋💋💋💋💋💋💋