Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Nenek Lampir


__ADS_3

" Kania, Hanya Vitamin saja katanya dan kamu berupaya begitu saja ?, apa kamu tau telah membahayakan sahabat sejati ku dan kami sempat bertekar karena data yang telah kamu berikan ada Elisabeth menyebabkan kebocoran data dan kerusakan di beberapa sistim keamanan di perusahaan kami dan kamu sudah membahayakan Ayah dari anak kamu,apakah kamu tidak berfikir demikian ?" tanya Smith menatap ke arah Kania yang hanya tertunduk memainkan ujung-ujung jarinya.


"Sudahlah Smith ,kasihan kalau kau terus menginterogasi seperti polisi dia ,akan tambah sakit bukan sembuh !"


Suara Orlando membuat mereka menengok ke arah pintu, yang terlihat Orlando berdiri di sana dan melangkah perlahan ke arah mereka berdua.


"Sudah sehat, kenapa keluar dari kamar ?" tanya Smith.


"Sudah bukankah Kania memberi saya obat , kuat tentu aku jauh lebih kuat sekarang, " kata Orlando membuat muka Kania cemberut.


"Ya, sudah kau temani Kania , saya ada urusan di kantor polisi dan melihat Laluna yang tertembak oleh Elisabeth," kata Smith.


"Apa, kenapa Laluna di tembak Elisabeth paman ?" tanya Kania yang membuat langkah Smith berhenti.


"Laluna ingin menembak ku, tapi Laluna menghalangi nya, sehingga dialah yang terkena." jawab Smith.


"Apa yang terjadi sebenarnya Smith ?" tanya Orlando ikut penasaran.


"Panjang ceritanya, aku tak ada waktu alin kali aku cerita kau ,jaga dulu keponakan ku itu ," jawab Smith Santiago melangkah pergi.


"Wai....Kania keponakan mu, apa maksudnya jaga keponakan ku Smith Santiago?" kata Orlando sedikit keras.


Smith hanya melambaikan tangganya dan tetap berjalan meninggalkan Mereke berdua .


sementara di tempat lain, Laluna sudah sadarkan diri masih di teman oleh Ferdian di sampingnya.


Ferdian tersenyum saat Laluna menatapnya meski terasa lemah , Laluna berusaha untuk duduk , sebenarnya lukanya tidak seserius yang di perkirakan, hanya beberapa luka serpihan peluru yang mengenai lenggang, dia beruntung memakai benda itu serta memakai nya sebelum berangkat dengan Ferdian.


Laluna yang sudah masuk dalam Taruna Nusantara sudah tau cara-cara melakukan itu semua dan persiapan apa saja yang di gunakan saat pergi untuk sebuah penyergapan atau penangkapan yang berbahaya , misalnya Bandar narkoba, perdagangan manusia perampok atau sejenisnya mereka bias mempunyai senjata api.


Laluna menjadi lulusan terbaik di sekolahannya hanya tinggal menunggu wisuda saja.


"Sudah sadar sayang ,?" tanya Ferdian lembut


"apa kita akan ke Catatan sipil sekarang ?" tanya Laluna.


"Kalau kamu, bisa berdiri dan keluar dari tempat ini , ayo kita menikah hari ini juga" jawab Ferdian .


"Bagiamana dengan Josua, dari kemarin dia terus saja tertidur?" tanya Laluna menganti topik pembicaraan.


"Jos ,sudah baik dia hanya pingsan karena di beri obat bius oleh Elisabeth, dia memang wanita yang sangat mengerikan ," kata Ferdian mengomentari perilaku Elisabeth.

__ADS_1


"Syukurlah saya mencemaskan nya waktu itu karena walau di guncang pun tidak bangun ," kata Laluna.


"Menurut kamu Elisabeth apakah ,bis selepas dari jeratan hukum seperti sebelumnya ?"tanya Ferdian.


"Aku ras tidak karena ,aku telah mempunyai cukup bukti untuk membuat dia masuk dalam penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ," jawab Laluna .


"Kita akan menikah setelah kasus ini selesai, aku rasa kamu tidak keberatan bukan ?" tanya Ferdian.


"itu kita pikirkan nanti, aku masih ingin mengejar karir ku ?" kata Laluna.


"Apa kamu tidak mencintai ku, atau kamu punya teman yang kau sukai ?" tanya Ferdian menatap tajam ke arah Laluna.


"Tapi kalau kita menikah apakah kamu masih memberi aku keempat untuk mengejar karirku ," tanya Laluna .


"Boleh saja, tapi kalau kamu punya anak apakah kamu bersedia untuk berhenti ?" tanya Ferdian.


"aku akan jawab nanti kalau semua itu telah terjadi ," jawab Laluna.


"Kamu telah merasakan, bagiamana hidup tanpa ibu, apakah kamu akan melakukan hal yang sama dengan anakmu ?" tanya Ferdian mencoba memberi argumentasi yang masuk akal supaya Laluna setuju dengan permintaannya.


Lebih baik semua di bahas sebelum terjadi pernikahan sehingga ,arah sebut pernikahan dapat menemukan titip temu dan membuat pasangan berjalan pada rel yang telah di sepakati dan di tentukan berdua .


pernikahan itu, tidak sal menikah dan mengalir seperti air mengalir layaknya sungai, yang akan naik turun mengikuti jalur sungai yang kadang penuh dengan batu dan halangan lain di tengahnya.


"Tentu saja istirahat, aku akan menjaga mu disini " jawab Ferdian .


"kamu pulang saja istirahat" jawab Laluna.


"Tidak aku ingin menemani kamu disini, aku bisa tidur di sofa sana , nanti malam saja aku pulang, " jawab Ferdian yang kemudian pindah ke sofa setelah menyelimuti tubuh Laluna dan memberi ciuman di keningnya.


Sementara di rumah, Erlina masih di sibukkan dengan mengurusi Ferdian yang masih agak ketakutan karena bentak oleh Elisabeth dan mendapat pukulan beberapa kali karena dia sangat berisik dan terus berteriak waktu itu.


"Sabrina, kemari sayang " panggil Erlina pada Sabrina sedang duduk menghadap leptop nya mengerjakan tugas -tugasnya.


"Ya ..ada apa mah ?" tanya Sabrina mendekat ke arah mereka berdua.


"Kamu temani Josua dulu, mama mau mandi sudah agak sore , dia masih takut di tinggal sendiri , kata Erlina.


"Iya mah tentu saja , sini Jos " kata Sabrina mengulurkan kedua tangganya , menggendong adiknya yang sudah mendekat padanya.


"Mari sini, kakak ajak nonton film kartun " kata Sabrina menuju ke ruang keluarga dengan TV besar yang ada di sana.

__ADS_1


"Josua masih takut , takut apa coba ?" tanya Sabrina.


"Takut di culik sama nenek lampir ?" jawab Josua membuat Sabrina menahan tawanya mendengar Josua yang menyebutkan Elisabeth adalah nenek lampir.


"Kamu tau sekarang di Amba nenek lampir itu ?" tanya Sabrina.


Josua menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Dia sekarang seng berada di penjara dan tidak bisa keluar dari sana sehingga tidak mungkin keluar dan menculik kamu lagi ." jawab Sabrina.


"Penjara apa itu ?" tanya Jasua.


"Penjarah adalah tempat orang yang dikurung Karan melakukan kesalahan dan tidak bisa keluar kalau masa tahanannya belum selesai," jawab Sabrina.


"Jadi penjara itu seperti sangkal ?" tanya Josua.


"Pintar adek ku iya penjara hampir mirip seperti sangkar ,tapi yang ada di dalam bukan hewan namun manusia yang melakukan kesalahan dan hukuman karena kesalahan , kurang lebih demikian, jadi apa kamu masih takut kalau nenek lampir itu akan datang kesini ?" tanya Sabrina.


"Kalau begitu saya tidak perlu takut lagi kan ?" tanya Josua


"Yes ... seharusnya demikian sayang ?" jawab Sabrina mengelus rambut adiknya.


"Jangan begitu,kak Sablina ,saya bukan baby ?" kata Josua.


"Yes ,you are big baby ?" jawab Sabrina.


" Ah .. kak Sablina nakal " teriak Josua .


"Ya .. tidak perlu berteriak nanti mama marah sama kakak ?" kata Sabrina memperingati adiknya.


"Ma..Kak Sablina nakal "teriak Josua.


dan Erlina segera keluar dari kamarnya.


"Kamu apakah adek kamu, Sabrina ?" tanya Erlina.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .

__ADS_1


jangan lupa dukung. kisah Lain bayang sang mantan atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2