
Sebentar lagi Feridan, kamu akan segera menemukan sarangnya tempat wanita aneh itu. Entah tinggal di planet mana wanita itu ," Ferdian terus saja membatin , mencoba menenangkan perasaannya yang sudah makin tak karuan , karena tak tahan menunggu bell sekolah berbunyi.
"Kringgggggggg '!
Bell berbunyi ini adalah bel terakhir , menandakan anak-anak boleh pulang sekolah.
Ferdian juga cepat-cepat keluar dari kelasnya, ingin segera pulang kerumah nya , Ferdian ingin segera mengawasi Laluna.
mobil jemput sudah terparkir di tempat parkir jemputan, tinggal menunggu Sabrina.
" Kenapa pula Sabrina ini, lambat datang ke mobil " gerutu Ferdian yang sudah tak sabaran.
"Sabrina cepat lari " Teriak Ferdian yang melihat Sabrina berjalan ke arah nya.
Sabrina pun segera berlari mendapatkan Ferdian yang menunggu nya dengan muka galaunya.
"Lhu kenapa sih , suruh orang buru-buru " tanya Sabrina kesal.
"Aku ada misi, peting " jawab Ferdian mendorong Sabrina masuk mobil.
"Pak sopir cepat jalan ,,pulang kita "perintah Feridan .
sang sopir pun tanpa banyak tanya segera meluncur dari tempat itu .
sesampai di rumah Ferdian segera naik ke lantai atas dan mengunci kamarnya , sedang Sabrina hanya geleng -geleng kepala melihat kelakuan Ferdian.
"satu orang ini gelagat aneh sekali, pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan " Sabrina membatin kelakuan kembaran nya .
Sabrina mencoba memutar handle pintu kamar Ferdian dan tak bisa karena terkunci .
"Tuh, kan aneh baru kali ini dia , mengunci pintu kamar ,tak biasanya Feridan akan mengunci pintu kalau ada misi serius supaya tak seorang pun mengganggu nya , kira-kira misi apa kah, jadi penasaran " Sabrina kembali membatin.
Sementara Ferdian segera menyalakan laptopnya, memulai melakukan aksinya memantau pergerakan Laluna.
setelah mengetahui titip berhentinya ,dia segera mencari CCTV yang ada disitu, dengan membobol sandi kemana nya. dengan mudah dia dapat mengunakan CCTV yang ada di tempat itu.
Ferdian melihat motor Laluna terparkir di sana, Ferdian mengawasi tempat itu dan melihat itu bukan sebuah rumah tapi sebuah gudang .
tidak berapa lama , Ferdian melihat Laluna keluar dari gudang itu kembali menaiki motornya.
Motor Laluna kembali berjalan agak jauh dari tempat itu, menurut ke pinggir kota dan berhenti disana.
Tidak ada pergerakan lagi setelah itu, Ferdian menduga disanalah Laluna tinggal.
Ferdian segera keluar dari kamarnya , lalu turun kebawah untuk makan siang.
"Selamat siang mah ," kata Ferdian yang melihat mamanya sudah duduk di meja makan.
"Lama menunggu mu, "celetuk Sabrina.
__ADS_1
"masak sih " jawab Ferdian .
"Pakai acara kunci pintu segala lagi " lanjut Sabrina dengan tatapan tajam ke arah Ferdian.
"Diam dan makanlah Sabrina ," perintah Feridan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Mah, nanti Ferdian mau keluar sebentar ada tugas kelompok sekolah mah, boleh ya mah ,' kata Ferdian .
"Tentu saja boleh, tapi jangan terlalu sore pulangnya ya, "jawab Erina sambil masukan makanan ke dalam mulutnya.
"Saya ikut ya " tanya Sabrina pada Ferdian .
"No ! " jawab Ferdian.
"Serius ada tugas kelompok !" tanya Sabrina.
"Jangan banyak tanya ,lain kali aku ajak kamu ikut tapi tidak sekarang , mengerti !" kata Ferdian tegas .
"janji ? " tanya Sabrina lagi .
"iya ,bawel " jawab Ferdian kesal.
Ferdian segera menghabiskan makannya dan bersiap keluar ,untuk membuat mamanya tak curiga Ferdian membawa tas berisi buku dan laptopnya.
"Mah, Ferdian pergi dulu , sampai jumpa nati sore !" kata Ferdian mengecup pipi mamanya sebelum pergi.
Erlina tersenyum melihat kelakuan Ferdian.
" tak biasanya dia melakukan hal itu, mungkin juga meniru Papanya Smith Santiago, atau tanda tanda dia sedang mengalami masa puber pertamanya , Erlina membatin.
Ferdian segera keluar memangil sopir pribadinya dan meminta untuk memakan mobil yang lain , jangan mobil yang biasa di pakai untuk menjemput mereka dari sekolah.
Ferdian meminta sopir segera menuju ke tempat di mana Laluna berhenti, untuk mengetahui di mana rumahnya .
Ferdian melihat rumah yang jauh dari penduduk lainya , rumah yang lumayan besar dan rapi .
Ferdian minta sopir berhenti agak jauh dari rumah Laluna itu .
Namun beberapa saat kemudian , keluarlah motor Laluna dengan kecepatan tinggi dia menaiki motor besarnya.
" Cekk.....Gila , keren sekali wanita itu " Ferdian berdecak kagum.
"pak cepat ikuti , motor itu " perintah Ferdian.
sang sopir pastinya tidak dapat mengikuti motor yang melaju cepat itu .
namun Ferdian juga tak habis akal segera melacaknya lewat dengan membuka Laptop memantau dengan mengikuti GPS yang telah di pasang pada kendaraan Laluna.
Laluna sudah berada di sebuah sirkuit balap motor yang sudah terbengkalai.
__ADS_1
Ferdian menerbangkan Drone kamera memantau pergerakan Laluna.
disana sudah banyak lelaki dan beberapa orang yang sedang menunggu Laluna.
ada sebuah perbincangan yang terlihat serius di sana, namun selang beberapa lama terjadi perkelahian yang tak seimbang karena Laluna di keroyok orang-orang. Feridan segera turun dan berlari ke arah , tempat kejadian .
"Berhenti ! " teriak Ferdian.
"Jangan ikut campur,keluar kau dari tempat ini" kata salah satu orang yang ada disitu.
"Bagaimana , saya membiarkan kalian memukuli teman saya seperti itu " jawab Ferdian segera maju.
Laluna di pegang kedua tangganya oleh lelaki bertubuh besar kanan dan kiri , membuat dia sulit bergerak, apalagi kena tinju di mukanya hanya memperhatikan Ferdian dengan lemah.
Tanpa fikir panjang Ferdian segera berlalu maju dan menendang lelaki yang ada di hadapannya hingga terjungkal.
dua orang sudah memegang Laluna tentu saja, masih ada dua yang menjadi lawan nya ,sedang wanita itu yang ada disitu Ferdian yakin kalau dia tak bisa berbuat banyak,.
Tentu mudah baginya untuk melawan dia orang itu fikir Ferdian percaya diri , karena dia juga pernah ikut sekolah bela diri meski tak di lanjutkan .
Dia berfikir , zaman sekarang tidak zaman adu otot adanya adu otak , namun kini dia menyadari meski pintar kita juga harus tau bela diri karena tak semua orang mengunakan otak dalam menangani suatu maslah .
Saat tanggan lawan hendak memukul Ferdian.
dengan sigap dia menangkapnya.
"Yahhpp'!!!
menariknya maju sedikit memelintir ke belakang dan membuatnya jatuh tersungkur terlungkup lalu menindihnya dengan lutut nya.
salah satu teman lainya berusaha menendang Ferdian , dengan tanggan satunya Feridan menangkis lalu memegangi kaki lawan dan menariknya kuat sehingga jatuh terjerembab.
wanita yang tadi diam saja , mendekat membawa sebuah balok kayu hendak memukul Ferdian.
Laluna yang menyadari bahaya yang mengancam Ferdian dia segera menjerit keras supaya Ferdian tidak lengah.
"awas Fer.. di belakang mu !!!
teriak Laluna keras ,sehingga saat wanita itu memukul Ferdian dapat mengelak pukulan itu .
lelaki yang tadi terjatuh berusaha berdiri dan merebut balok kayu yang ada pada tanggan wanita itu.
Ferdian yang masih jongkok itu , segera berdiri dan memasang kuda kembali.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ."
__ADS_1
ππππππππ
jangan lupa baca Novel lain bayangan sang mantan , kisah percintaan yang unik karena kekasih masih berhubungan baik dengan mantan pacar. .