
Setelah permainan itu,Erlina segera membersihkan diri dan melangkah keluar dengan jalan berjikat-jingkat menuju kamarnya yang berada di sebelah Ferdian.
Erlina menganti bajunya,lalu merebahkan diri di kamarnya," ach bagaiamana bisa dia membiarkan Smith melakukannya membiarkan Lucifer Simith si setan itu mengrayangi tubuhnya dan sialnya aku begitu menikmatinya.
"Smith terlihat lebih lembut padanya,"
ach kenapa aku mulai memujinya lagi
"aku merasa sudah banyak kali aku memuji kelembutannya,"sitt"!
"Apa singga itu sudah kehilangan taring dan kukunya, sehingga lebih jinak dan penurut pada ku.."?
Erlina terus saja,memikirlan apa yang telah terjadi,"ohh.. tentu Smith akan bangga karena aku tak melakukan perlawanan saat bersamanya.
Erlina akhirnya terpejam tertidur pulas, selain capek dia juga merasakan katuk yang sudah tak tertahankan.
Pagi yang cerah Sabrina dam Ferdian telah pun bersiap pergi ke sekolah , tuan Smith pun pamit pulang pula di depan anak-anak.
Smith dan Orlando juga sarapan dengan mereka Feridan merasa senang dan bahagia .
Seperti keluarga yang lengakap, Ayah ibu dan satu bodygourd sedang makan bersama layaknya keluarga yang utuh.
"Sabrina... andai ini adalah satu keluarga alangkah kita bahagia,cletuk Ferdian sambil melirik ku.
aku sampai terbatuk-batuk tersedak mendegar ocehannya, sedang tanpa sadar Smith menepuk-nepuk punggungku.
Sitt,"! itu malah membuat Ferdian makin tersenyum karena berhasil mancing di air yang keruh.
Orlando hanya tersenyum, melirik mereka antara Feridan dan Eelina lalu ke Smith.
"Ya.. boy keluarga yang lengkap Dady yang terkenal dan ternama , lalu mamy mu yang cantik rupawan seorang penulis terkenal.
anak-anaknya cantik dan tampan kalian benar-benar sempurna sebagai keluarga utuh yang bahagia, Olando memprofokasi Feridan dan Sabrina, dia sendiri terlihat tersenyum bahagia.
"Orlando...apa yang anda katakan, anda tidak sedang mabuk minuman kan "?
"apakah semalam anda minum di rumah saya ! kata ku mencoba untuk menetralkan suasana.
__ADS_1
"ya.. tapi apa yang di kata paman Orlando memang benar, ma," jawab Sabrina yang sedari tadi diam kini ikut bicara membuat aku tak dapat mengelak lagi.
"kenapa kamu egois, Erlina celtuk Smith yang membuat aku kontan menoleh dan memelototinya.
"Diam kamu Smith Santiago "! jangan asal bicara di depan anak-anak," jawab ku dengan tatapan membunuh.
Erlina mengijak kaki Smith yang berada di sebelahnya, Smith memang memilih duduk di ujung meja ,lalu sebelah kirinya Erlina ,Feridan Sebrina sebelah kanannya adalah Orlando.
Namun Smith pun tak kalah pintar , kaki yang satunya yang tak di injak Erlina, menelusiri kaki Erlina membuat sensasi merinding dan rangs*ngan di tubuh Erlina.
Erlina mendelik ke arah Smith dan Smith membalas dengan senyum simpulnya." membuat Erlina geram ingin mencakar lelaki yang ada di depannya.
seberapa kuat dia melawan ,Erlina harus akui betapa tampannya makluk yang satu itu, yang mulai pintar mengaduk perasaanya antara benci dan cinta," oh... benarkah sudah tumbuh cinta.
Erlina sendiri sangat takut dengan apa yang diam-diam menyelinap di relung hatinya.
"Oh jagad dewa batara apakah aku jatuh cinta pada lelaki yang telah melecehlan dan memperkosa saya.
Haruskah aku menerima tawarannya, untuk menikah , untuk mengakhiri setiap pertanyaan yang selalu di ajukan oleh anak-anak nya, menagih janji untuk di pertemukan dengan Ayah kandungnya"!
Mereka sudah tak bisa di bohongi lagi mereka terlalu Genius mereka ,sudah menganalisa dan mulai mencari sendiri siapa ayah mereka,Erlina sendiri sudah takut sejak kejadian Feridan datang dan masuk di Club malam milik Smith.
Bagaimana kalau dia bertemu dengan seseorang yang sangat jahat dan punya niat buruk. menculiknya menjual organ tubuhnya, " itu sanggat mengerikan ada juga anak yang di culik di jadikan pengamen atau pengemis dan lebih parah lagi kalu di pakai buat kurir penjul narkoba.
itu sanggat mengawatrikan ,tentu aku sudah sangat kawatri dan terdesak, antara jujur dan menerima Smith atau memilih berbohong dan tetap hidup sendiri.
Smith pun tidak begitu buruk bahkan termsuk pria idaman kalau dia tidak sedikit pisco.
Banyak wanita yang mengincar lelaki ini namun dia menolaknya, achh mungkinkah karena dia mencintai diri ku, sayang pada ku benar-benar telah jatuh cinta, aku terus saja bertanya jawab dengan fikiran dan hatinku sendiri.
"Mam...,is oke kalau mam belum bisa bercerita pada kami siapa ayah kandung kami ,yang peting mama, jujur suatu hari nanti. kata Feridan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sabrina.
"Mam...kenapa celana segitiga ini ada di bawah sofa tempat mama dan tuan Smith berada malam itu..."?? tanya Feridan dengan memperlihatkan segitiga itu.
sepontan aku berdiri menyambar benda itu dari tanggan Ferdian.
Sial teledor sekali saya , "itu semua gara-gara Smith yang melemparkan begitu saja waktu itu.
__ADS_1
"E..itu..hai... aku sudah lama mencari, nya titikus... mungkin membawanya kesana,"jawab ku begitu gugup.
"jawaban anda kurang menyakinkan, kalau berbohong gunakan logika sedikit saja ma ,supaya orang bisa percaya tapi sudahlah, kami akan ke sekolah .
" Ayo Sabrina kita berangkat jangan sampai telat ke sekolah."kata Feridan dengan senyum penuh misteri.
Orlandi dan Smith mereka mulai saling berpandangan dan terseyum .
"calon detektive Conan, kata mereka bersamaan.
Ferisan pun segera masuk ke mobil dengan Sabrina dan di antar sopir kami sedangkan Smith pergi dengan Orlando.
Erlina masuk ke dalam rumah dengan memijit pelipis nya rasanya pusing memikirkan apa yang terjdi dalam satu malam itu.
"Hidup ku kini mulai tak tentram karena hadirnya Smith... senang, sebel ,benci cin.... cinta. achh kenapa aku tak bisa seberani dulu saat pertama bertemu.
"aku mulai menjadi wanita lemah di hadapannya bahkan...semalam aku benar-benar menikmati sentuhan Smith.
"Ah..bodohnya aku kenapa aku begitu mudah jatuh dalam gombalan Smith
"Mengapa aku kini luluh dalam dekapananya tanpa dapat aku mengadakan perlawanan lagi.
"Ohh..aku harus menpertimbangkan tawarannya daripada terus saja melakukan hubungan yang tanpa setatus dan melakukan hubungan tanpa pernikahan di luar pernikahan adalah berzinahan.
Tapi sanggupkah aku, hidup dengan lelaki pisco yang menyebalkan itu.
yang sebentar romantis sebentar sadis"?
Tapi semalam dia begitu lembut dan perkasa,wajah Erlina memerah , detak jantungnya mengalir lebih cepat.
Membayangkan adegan yang terjadi semalam yang penuh dengan ******* dan ciuman panas.
Smith Santiago apakah benar kamu ingin menikahi aku"? benarkah kamu mencintai ku dan hanya mengiginkan aku menjadi istri mu "?
Erlina terus berbicara dengan diri sendiri !
------------Bersambung baby-------------
__ADS_1
jangan lupa like??????
comment✍️✍️✍️✍️✍️