
Namun Elisabeth sendiri,selain masih keturunan orang genius dia juga orang yang licik, dia segera menelfon Kania unik bertemu dengannya secepatnya.
Pada sore hari mereka telah berjanji bertemu, tentu saja Kania hanya menurut saja dan menemui Elisabeth dia sebuah cafe terdekat.
"Mami ada apa ?" tanya Kania saat sudah duduk di sebelah Kania.
"Ini mami mau memberi kamu obat untuk kamu dan berikan pada Orlando juga," kata Elisabeth.
" ini Obat apa mami," tanya Kania menerima obat yang di berikan oleh Elisabeth.
"Sudah tidak usah banyak tanya, kamu berikan saja pada Orlando , ini akan mempercepat misi kita ," jawab Elisabeth.
Kania lalu memasukan ,ke dalam tasnya dan mereka mengobrol sebentar sambil minum kopi , sebelum berpisah Elisabeth mengingatkan Kania untuk memberi malam ini dan dua atau tiga butir katanya hanya sebuah vitamin katanya , meski sedikit aneh dengan perkataan Maminya Kania tetap tidak membantahnya.
"Ya..sudah mami pulang dulu, mungkin mami akan keluar negri untuk jalan-jalan dan refreshing, jadi baik-baik di rumah dan jaga anak mu, ingat jangan lupa kasih obat otu" kata Elisabeth, lalu melangkah pergi.
Kania memandangi, kepergian Elisabeth sementara Kania masih berfikir Bakan apa maksud dari Elisabeth, mungkin hati Maminya itu telah luluh karena Orlando juga memperlakukannya dengan baik.
Juga selama Kania hidup dengan Orlando tak sedikitpun Orlando kasar padanya, bahkan sangat perhatian dan baik.
Kania tak menafikan bahwa ada benih cinta yang tumbuh yang tak bisa dia pungkiri lagi, meski berusaha dia menekannya.
Kania pun segera pergi dari tempat itu, lalu pulang dia tak ingin meninggalkan anaknya dengan baby sister nya terlalu lama, Kania ingin menemani anaknya pada masa lucu-lucunya mungkin cuma malam saja , Kania membiarkan anaknya dengan baby sister nya .
Seperti biasa mereka makan malam bersama dan tak lupa Kania memberikan obat itu pada Orlando dan dia juga minum.
Dan tanpa curiga Orlando meminum obat itu, yang katanya hanya vitamin untuk menambah staminanya.
Namun sesuai minum dan masuk kamar, Orlando merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya, dia merasa tubuhnya agak panas dan gerah.
dia masuk ke kamar untuk istirahat dan saat melihat Kania selesai mandi dan mengunakan baju tidur buang tipis membuat dia sangat berhasrat.
Kania juga demikian, dia merasakan tubuhnya panas meski baru saja mandi setelah meminum obat itu, Kania juga merasakan hal yang sama.
__ADS_1
Kania mendekati Orlando dan melepaskan bajunya satu persatu di depan Orlando suaminya.
Tentu saja seperti gayung yang bersambut Orlando segera menyergap tubuh Kania ******* setiap inci tubuhnya.
dan terdengar erangan dan rintihan manja Kania ,menambah detak jantungnya makin cepat dan terpacu.
Bibir Orlando bergerilya dari puncak-puncak gunung kembar Kania dan menuju ke bawah, Orlando sangat menyukai aktif di ranjang dengan Kania yang kecil namun padat dan kenyal .
meskipun sudah melahirkan anak satu buat dirinya, namun Kania serong yang suka dengan olah raga sehingga badannya masih terlihat seperti gadis mungkin karena dia bertumbuh mungil jadi terlihat awet muda.
Orlando memasukkan, jemarinya dan lidah ke pinggir gua Kania, memainkan di sana , membuat Kania menggelinjang ke kiri dan ke kanan.
Orlando sangat menikmati pemandangan itu, karena dia pun tak tahan untuk segera memasukan senjatanya pada gua Kania.
Kania dalam kungkungan, Orlando sepenuhnya gerakan Orlando yang naik turun di atas Kania membuat Kania mencekram bahu Orlando dengan sekali menggigit pundaknya , merasa hentakan senjata Orlando yang dalam menusuk gua nya.
"Orlando...uh ..... " rintihan Kania berbisik di kuping Kania.
hemm katakan ..katakan baby mau lebih cepat ?" bisik Orlando dengan lebih keras lagi menggejot tubuh Kania yang ada di bawahnya.
dengan gerakan yang makin cepat dan dalam , Kania menjerit -jerit kenikmatan.
Hingga, Orlando mengejang di atasnya dan mengeluarkan cairan , Putih kental seperti karamel.
Namun terasa belum puas, Orlando hanya sebentar istirahat dan membalik tubuh Kania dengan menyuruh Kania menungging dan Orlando, menyodok senjatanya dari belakang, posisi ini membuat senjatanya bisa masuk sangat dalam .
Tangan Kania di tarik ke belakang dan guncangannya karena hentakan tubuh Orlando membuat tubuh Kania maju mundur , sesuai irama tubuh Orlando.
setelah dengan posisi itu , Orlando me-muntah cairan putih dan kental Orlando masih mencari posisi lain di atas ranjang.
sungguh tak seperti biasanya mereka bisa melakukan nya berjam-jam sehingga tubuh Orlando terasa lemah dan ambruk di samping Kania.
sedang Kania, yang masih setengah sadar sangat kaget melihat Orlando tak bergerak di sampingnya.
__ADS_1
Kania segera, bangun dengan badannya yang terlihat sangat lemah dia, sangat ketakutan melihat Orlando yang tak bergerak.
Kania berusaha menggoyang-goyang tubuh Orlando bahkan dia berusaha dnegan sekuat tenaga dan mulai menangis.
dengan cepat Kania berusaha membersihkan tubuh Orlando dan memakaikan celananya dengan susah payah.
Kania berjalan agak sempoyongan dan dengan susah payah,dia keluar memanggil asisten rumah tangganya sebelum dia sendiri ambruk, karena dia merasa tubuhnya juga terasa lemah.
Kania memerintahkan untuk menelfon Ambulance secepatnya dan Kania terduduk lemas sebelum akhirnya juga tak sadarkan diri
Tak berapa lama ambulance datang dan membawa mereka berdua ke rumah sakit harapan jaya .
Smith Santiago juga terkejut di beritahu tentang kejadian itu , Smith Santiago segera meluncur ke rumah sakit untuk segera mencari tau penyebabnya.
Smith Santiago juga memerintah kan para pengawalnya untuk memberi perlindungan dan pengawas ketat di rumah Orlando dia juga memberi pesan , tidak boleh ada yang masuk rumah atau keluar rumah tanpa izinnya,apalagi Elisabeth.
Smith sudah mulai mencurigai, bahwa Elisabeth sudah tau kalau ,dia juga sudah di curigai dan di awasi.
Smith menyayangkan dia terlambat untuk memberi tau Orlando dan bahaya mengancam.
mungkin seandainya Kania dan Orlando di beritahu tentang temuannya tentang siapa Elisabeth mungkin Kania dan Orlando dapat berjaga-jaga dan dapat antispasi pada Elisabeth.
Smith sangat kebingungan dan segera mencari dokter yang menangani Orlando dan juga Kania yang teryata dia adlah keponakan nya yang dia cari, sungguh apakah ini sudah terlambat saat dia melihat kedua orang yang dikasihinya dan di anggap sebagai kerabat dan keluarganya yang masih tersisa .
sedang terbaring tak berdaya di ruang emergency dan masih belum tau keadaannya. Smith sendiri tidak mau ceroboh lagi segera memerintah anak buahnya untuk mengawasi Elisabeth dan kalau bisa menangkap dan menyekap nya lebih dulu sebelum kabur karena dia akan mengintrogasi nya .
Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ." jangan lupa dukung. kisah Lain bayang sang mantan
atau cinta pertama tak lekang waktu ,
ππππππ
__ADS_1