Semalam Berujung Petaka

Semalam Berujung Petaka
Rumus matematika


__ADS_3

Namun bagi Feridan Laluna itu, seperti sebuah rumus matematika yang harus di uraikan dengan baik dan benar supaya mudah untuk memahami dan. menuduhkan persoalan kedepannya.


" Kringgggg......!!!


Bell sekolah berbunyi dengan cepat Feridan mengemasi semua buku dan barangnya ke dalam tas.


begitu juga siswa dan siswi yang ada di kelas itu. usai mengucapkan salam pada guru dan memberi hormat mereka keluar dari kelas satu persatu.


Feridan dan Akbar masih duduk di kelas, menunggu murid yang lain keluar lebih dulu.


"Akbar kamu jadi ke rumah ku ? tanya Feridan.


"jadi -jadilah apa pula tak jadi ! jawab Akbar.


"kamu minta izin orang tua kamu saja dulu ," baru ikut  . perintah Feridan .


"Tentu tidak mita izin bisa "Greekkk !


jawab Akbar sambil menaruh ujung jarinya telunjuknya ke lehernya .


"what ? tanya Feridan spontan.


"Ayah kamu galak ? tanya Feridan.


"Bukan galak lagi diktator, Ayah ku jendral perang. jawab Akbar.


"serius  ? tanya Feridan.


"ya ... anaknya mana ada yang berani membantah beliau "jawab Akbar.


"sudah kamu segera telfon Ayah atau ibu kamu supaya bareng pulang nya kerumah ku  , perintah Feridan .


" Yes ,! papa .. megizinkan , ayo lest Go kita kemon .. ! kata Akbar gembira.


"Itu , bahasa apa ? kata Feridan tersenyum.


Feridan melangkah ke tempat parkiran mobil , dia telah memberitahu sopir pribadinya untuk masuk saja dan jangan di depan  pintu  gerbang.


dia tak ingin membuat keributan dengan Laluna yang ngamuk gara-gara di halangi jalanya.


saat melihat Laluna menaiki motor besar dia terlihat sangat keren sehingga terbersit keinginan pada diri Feridan untuk memakai motor Ninja seperti itu , namun dia sudah memprediksi mamanya pasti tidak mengizinkan.


Feridan lalu masuk , ke mobil yang sudah terparkir di sana , di ikuti oleh Akbar.


"Kenapa lambat ? suara Sabrina meyambut kedatangan Feridan.


"Nih.. nunggu Akbar telfon Nyokap nya, izin untuk main ke rumah kita , jawab Feridan santai.


"Hai... saya Akbar Tanjung , nona . kata Akbar sambil mengulurkan tangganya.


"Sabrina  , jawab Sabrina menjabat tanggan Akbar sebentar.


"Ferdian dia , kakak  kamu ? tanya Akbar.


" iya.. kakak nya ," Sabrina menyauti pertanyaan Akbar.

__ADS_1


"bukan dia soudara kembar ku ,jadi tidak ada Kakak atau Abang kita setara ,kata Feridan tak terima merasa di kecilkan.


Dari dulu hingga sekarang dia tidak akan mau disuruh memangil Sabrina kakaknya.


"Ah .. up to you ! Sabrina memutar  bola matanya jengah dengan Feridan yang enggan mengalah soal hal itu .


"Jalan pak ' perintah Feridan.


Sang sopir terus melaju menuju Mension tuan Smith Santiago yang sangat besar dan mewah, setelah melewati gerbang utama masih ada gerbang rumah mereka penjaga juga ketat hingga sangat sulit masuk apalagi menerobos rumah itu .


sampai di rumah mereka sudah di sambut beberapa pelayan yang berdiri di depan pintu utama.


Akbar terkagum-kagum melihat rumah yang besar bak istana itu.


setelah memberi salaam  dengan pelayan yang menyambutnya, Sabrina langsung masuk ke kamarnya.


sementara Feridan mempersilahkan Akbar duduk di sofa dan memerintah asisten rumah tangganya untuk memberi minum dan makanan bagi temannya itu.


sementara Feridan masuk ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian, lalu turun kembali menemui Akbar yang masih terkagum memandang rumah papanya.


"Kamu mandi dan ganti lah baju mu , lalu kita makan siang, kata Feridan meyerahkan bajunya pada Akbar.


"tidak menjadi masalah kan , kamu memakai baju punyak ku.  lanjut Feridan.


"Tidak sama sekali tak maslaah, jawab Akbar.


" kamu bisa pakai kamar mandi yang sebelah sana, di sana kamar khusus tamu  , kata Feridan menunjuk salah satu kamar yang ada di lantai bawah.


Akbar bergegas ke kamar itu, sesampai di kamar dia mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan .


"betapa indah dan megahnya rumah ini , gumam Akbar.


bathtub nya besar dan tentu sangat enak kalau kita berendam di sana , Akbar masih memandang penuh kagum untuk beberapa saat baru dia mandi.


seusai mandi Akbar menemui Ferdian yang masih menunggunya di sofa ruang tamu.


"Mbok Ningsih ,pangil Feridan .


maka keluarlah wanita setengah baya tergopoh-gopoh mendekat ke arah Feridan.


"iya tuan ,ada yang bisa saya bantu , jawab Ningsih penuh hormat.


"panggil Sabrina turun untuk makan siang bersama , perintah Feridan .


"Baik tuan , jawab Ningsih lalu dia meninggal mereka, lalu Ningsih berjalan menaiki anak tangga menuju kamar atas tempat Sabrina tidur .


dengan langkah malas Sabrina pun turun , untuk makan bersama peraturan di rumah ini , adalah akan selalu makan bersama tanpa alasan apapun kecuali sakit dan tak bisa bangun dari tempat tidurnya.


melihat tempat duduk mama dan Papanya kosong Feridan kembali memangil mbok Ningsih kepala asisten rumah tangga disitu.


"Mbok papa dan mama kemana ? tanya Feridan.


" Tadi pagi bilang mama anda  mau ke dokter tuan muda dan mister Smith mengantarkan ? jawab Ningsih.


"apa mama sakit Mbok ? tanya Feridan lagi 

__ADS_1


"kurang tau tuan , nanti bisa tanya sendiri , jawab mbok Ningsih.


"oke terimakasih mbok , informasinya jawab Feridan.


"Ada lagi tuan yang anda perlukan ? tanya mbok Nengsih.


"tidak ada . jawab Feridan.


"kalau begitu mbok ke dapur dulu ! kata mbok Ningsih.


"ya.. silahkan . jawab Feridan.


lalu mbok Ningsih membuka hormat lalu pergi dari situ .


Feridan Sabrina  dan Akbar makan bersama , Sabrina diam  menikmati makan siangnya lalu kembali naik ke atas.


Ferdian sedikit mengerutkan dahinya melihat tingkah Sabrina yang dari tadi seperti uring-uringan.


seperti ada sesuatunya yang tidak berkenan di hatinya.


setelah mengajari Akabr beberapa soalnya matematika Ferdian meminta sopir pribadinya untuk mengantar Akbar pulang ke rumahnya.


Feridan naik ke atas setelah mengantar Akbar masuk ke dalam mobil sopir pribadinya.


Feridan menuju ke kamar Sabrina karena penasaran kenapa dari tadi terlihat pengen marah dan menelan orang saja .


kalau tidak Sabrina diam seribu bahasa seperti orang yang lagi perang dingin dengan seseorang .


"Tok-tok !!


Feridan mengetok pintu kamar Sabrina.


"Masuk !! terdengar suara Sabrina.


Feridan segera masuk ke dalam dan merebahkan diri di kasur Sabrina.


"Kenapa kamu seperti orang yang lagi sebal begitu, tanya Feridan.


"Tidak ada apa-apa ? jawab Sabrina.


"Tidak usah bohong cerita saja ! kata Feridan.


" kamu tau gak ,Fer kabar terbaru  terjadi pembuahan di club' malam papa dan wanita itu membawa sejumlah obat terlarang.


"saya dengar itu suruhan dari Lady Cat, untuk merusak reputasi Papa, dan lebih mengejutkan itu semua  adalah Ibas dari kalung berlian itu


"Dan model yang memakai kalung berlian itu adalah anak kadung dari lady Cat ! jawab Sabrina.


"What !! 


kata Feridan terkejut lalu  bangun dari tidurnya.


-----++++++++  Bersambung++++++++-------


terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Like👍 dan komentar ✍️

__ADS_1


thanks you All ,,💋💋💋💋💋💋💋💋


 


__ADS_2