
Ditengah ramainya pengunjung mall yang berlalu-lalang, Arya terlihat sedang bersantai sambil terduduk memangku Lucas.
Sementara Alexa nampak sibuk menghubungi seseorang lewat panggilan ponsel, meski sedang terduduk disamping Arya.
"Iyaa ... besok aku bakal kesana, tenang aja kok ... iyaa ...." ucap Alexa melalui panggilan ponsel.
Arya seketika mendengus. "Kayaknya dia orang sibuk," batinnya, sambil sesekali melirik kearah Alexa.
Lucas yang terpangku menghadap kedepan pun terlihat tenang, meski wajah imutnya tak jarang mendapatkan perhatian dari para pengunjung yang lewat.
...[Host. Apa yang kau tunggu? Ayo jalan, dan beli seluruh kebutuhanmu]...
Mendengar perintah sistem, Arya kembali mendengus. "Yaudah." Ia sekejap berdiri seraya mengangkat ketiak Lucas. "Yuk Lucas, kita belanja kebutuhan papa," ucapnya, sambil berjalan menggendong sang bayi.
"Arya tungguu!" Alexa pun sontak berdiri, berjalan tergesa-gesa mengejar kepergian Arya.
Selepas menyudahi panggilan ponsel, Alexa lansung memasukkan ponselnya ke dalam tas lengan. Ia pun menyadari bila Arya mulai merasa jenuh karena ulahnya.
"Maaf yah Arya. Tadi tuh bos aku yang nelfon," ungkap Alexa, melirik cemas seraya berjalan disamping Arya.
"Iya, gapapa kok. Itu kan urusan kamu," jawab Arya dingin.
Alexa sekejap menunduk. Apa yang diungkapkan Arya barusan benar-benar menusuk relung hati gadis tersebut.
Arya kemudian menapak pada eskalator, dan tak sengaja mendapati Lucas menatap murung pada wajah Alexa. "Alexa. Dilihatin terus sama Lucas nih," tegur Lucas.
"Heee ... serius?" Alexa membalas tatapan Lucas, melihat wajah mungil bayi tersebut terus menatap kearahnya. "Dede Lucaas? Udah mulai kenal sama Tante kah?" tanyanya.
Tiba-tiba, Lucas menjulurkan tangannya kearah Alexa. "Mwamwa!" himbaunya dengan raut wajah yang menggemaskan.
Alexa pun terkejut. "Ouuw Lucaas ...." Ia lansung meraih tubuh sang bayi dari gendongan Arya. "Tante bukan mama kamu loh. Tapi Tante seneng banget dipanggil mama sama kamu ... hehehe," ucap Alexa dengan tersenyum-senyum.
...[Host. Lucas sudah mulai menunjukkan pertumbuhannya]...
"Maksudnya?" Arya bertanya pada sistem, seraya menyaksikan bagaimana Lucas nampak riang saat berada dalam gendongan Alexa.
...[Lucas mulai menunjukkan ketertarikannya pada orang asing, setelah selama ini ia selalu menunjukkannya padamu]...
"Ohh ...." balas Arya singkat.
Setelah tiba di lantai dua, kini giliran Alexa yang terlihat berjalan sambil menggendong Lucas, sementara Arya nampak melirik-lirik kearah puluhan rak yang menjual berbagai macam jenis pakaian.
"Alexa. Kamu sebenarnya mau beli apa?" tanya Arya.
__ADS_1
"Aku? hmm ... gak mau beli apa-apa kok," jawab Alexa penuh percaya diri.
"Loh ... katanya tadi ada yang mau dibeli??" timpal Arya dengan keheranan.
Alexa, lansung tersadar. Ia seketika menyumpal mulutnya dengan sebelah telapak tangan.
"Kamu kenapa?" tanya kembali Arya, pertanyaan itu semakin menekan Alexa.
Alexa menggeleng-geleng. "Gapapa!" Gadis cantik bergaun mini warna merah yang menjadi pusat perhatian para lelaki itu, sontak memberikan tubuh Lucas pada Arya.
"Mwamwa?" Lucas pun turut menunjukkan keheranannya.
Diawali wajah yang menunduk malu, rona pipi yang nampak memerah, serta bola mata yang mengerling-ngerling, selagi mulutnya masih tersumpal, Alexa seketika menyingkir dari hadapan Arya.
"Alexa? Alexaa?!" himbau Arya, menyaksikan gadis tersebut berjalan tergesa-gesa menjauhinya.
"Mwamwaaa!" Lucas pun serupa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Loh? Mas yang kemaren bukan?" tanya salah seorang gadis kasir, sesaat setelah Arya bersama troli belanjaannya tiba di depan meja kasir.
Arya spontan tersenyum. "Mbaknya inget aja lagi. Tumben ada di area lantai dua?" balasnya seraya melemparkan pertanyaan.
"Inget doong ... aku suka pindah-pindah area tugas. Berarti masnya tinggal disini yah?" tanya sang gadis kasir, nampak tersenyum sambil meraih satu persatu barang yang dibeli Arya.
Sang gadis kasir tak melanjutkan perbincangan, ia kini terlihat serius memindai satu persatu barang yang akan dibawa pulang Arya.
Tak berselang lama, sekantung belanjaan berisi beberapa pakaian Arya, juga beberapa aksesoris khusus balita pun diserahkan sang gadis kasir kepada Arya. "Terimakasih yah mas," ungkap sang gadis kasir dengan tersenyum manis.
"Sama-sama, mbak Reina," balas Arya, sempat melirik pada kartu pekerja sang gadis kasir.
Arya kemudian bergegas turun dari lantai dua, mendapati Lucas nampak tersenyum riang selama berada dalam gendongannya.
Belum sempat kaki Arya menapaki lantai satu, Lucas spontan menunjuk kearah kereta mini yang sedang berjalan. Beberapa anak balita terlihat menumpangi kereta tersebut, mereka sepertinya merasa senang.
"Pwapwa!" ucap Lucas dengan nada imut.
Arya lansung menoleh kearah kereta mini. "Kamu mau naik itu Lucas?" tanyanya.
Lucas mengangguk cepat, kedua tangannya pun bergerak naik-turun secara cepat, mustahil bayi sesuainya dapat memahami pertanyaan itu.
Tanpa basa-basi, Arya mempercepat langkah kakinya menuju tenda petugas kereta mini. " sekali putaran berapa bang?" tanyanya.
__ADS_1
"Dua puluh ribu bang," jawab sang petugas kereta mini.
"Oh, okelah," Arya lansung merogoh dompetnya. Meski terlihat kesulitan karena menggendong Lucas, ia tetap mencoba mengeluarkan selembar uang berwarna hijau. "Nih bang. Satu putaran aja yah Lucas," ucapnya, sambil menyodorkan uang tersebut pada sang petugas.
Sesaat kemudian, kereta pun tiba didepan tenda. Arya kemudian mencoba mendudukkan Lucas ke atas bangku kereta, tepatnya di bagian gerbong belakang.
"Jangan banyak gerak yah Lucas," kata Arya, mendapati Lucas semakin riang saat menduduki bangku kereta.
Kereta akhirnya berjalan pelan di atas jalur rel yang memutari eskalator lantai satu, membuat Arya pun turut berjalan mengikuti, seraya mengawasi gerak-gerik Lucas.
"Lucas belum bisa pegangan dengan benar. Gua takut dia jatuh nantinya," batin Arya penuh cemas.
...[Tenang saja host. Aku akan membantu menjaga keseimbangan tubuh Lucas. Terimakasih karena sudah mengkhawatirkan bayimu]...
Rasa cemas dalam hati Arya pun sekejap memudar. "Oke deh. Makasih sistem," balasnya dalam hati.
Arya seketika menyaksikan bagaimana Lucas melompat-lompat kegirangan, sambil memegang besi penyangga bangku depan. Raut wajah bayi tersebut nampak bahagia, saat tubuhnya dibawa berjalan pelan bersama kereta mini.
"Lucaas! Jangan melompat-lompat!" sorak Arya, karena jaraknya cukup jauh dari kereta mini yang melaju pelan itu.
"Pwapwa! Pwapwa!" himbau Lucas seraya melompat-lompat riang, tak memahami maksud dari sorakan Arya.
"Kalau dilihat, Lucas lucu juga naik kereta mini. Rekam ah." Arya seketika meraih ponsel dari saku celana, lalu membuka aplikasi kamera untuk merekam momen penting tersebut. "Wahh iyaa ... harusnya bayi seusia Lucas bisa jatuh kalau lompat-lompat begitu," ucapnya.
...[Benar kan? Tenang saja host. Demi kebahagiaan bayimu, aku akan membantu sebisaku]...
"Oke. Kayaknya Lucas udah bisa berjalan sedikit-sedikit nih. Nanti ajarin duduk dulu deh," sambung Arya, selagi antusias merekam Lucas.
Sesaat kemudian, Kereta mini pun hampir tiba di dekat tenda petugas, membuat Arya bersiap menanti kedatangan Lucas.
...[Host. Aku lupa kalau ada misi hari ini yang mesti kau jalani]...
"Ha? Misi apa?" tanya Arya.
...[Ini adalah misi level B, menaiki sebuah wahana bersama bayimu. Akan tetapi, hanya bayimu seorang yang menaikinya, kau tidak]...
Arya lansung meraih tubuh Lucas, sesaat setelah kereta tiba dihadapannya. "Terus bagaimana?" tanyanya kembali.
...[Tidak apa-apa! Kau tetap dianggap berhasil menyelesaikan misi kali ini. Selamat! Host mendapatkan reward satu unit kamera Leixa X10, satu uni—]...
"L—Leixa X10?! Kamera kelas atas waktu aku masih hidup kah?!" Arya nampak terkejut saat mendengar reward dari sistem.
...[Ya. Satu unit Smart TV 50 inch, dan uang tunai sebesar satu juta rupiah. Terimakasih karena telah menyelesaikan misi dengan baik, host]...
__ADS_1
"Lucas!" Arya sontak menatap serius pada sang bayi. "Yuk kita pulang!" serunya, lalu berjalan tergesa-gesa menuju pintu lift.
~Tbc