
Arya terus berjalan melewati tembok samping wahana Zig-zag, tanpa menyadari dua orang pria yang mencurigakan pun turut mengikutinya dari belakang.
...[Host, turunkan Lucas]...
"Ha?!" Arya sontak berhenti, tepat ditengah-tengah tembok samping wahana.
...[Turunkan saja. Itu akan memancing mereka untuk segera bertindak]...
"Maksudmu, mereka berniat menculik Lucas kah?" tanya Arya dalam hati.
...[Ya. Entah apa yang memotivasi mereka berniat melakukan tindakan jahat itu. Tapi, yang ku tau, motifnya adalah memeras uangmu dengan menyandera Lucas]...
Arya spontan terbelakak, kedua tangannya yang mengepal erat seketika bergetar-getar.
...[Ikuti saja saranku, kau tak perlu khawatir. Lucas akan selalu aman dalam lindunganku]...
Dalam sekali dengusan nafas, Arya menutup lalu membuka kembali kedua mata, mencoba memahami maksud perkataan sistem. "Baiklah." Ia kemudian perlahan melepaskan belenggu kain gendongan pada tubuh Lucas, lalu menurunkan tubuh bayi tersebut untuk diletakkan begitu saja di atas lantai setapak jalan.
...[Sekarang tugasmu adalah menunggu dibalik tembok sana]...
"Iya." Arya menatap serius pada wajah Lucas, bayi itu pun nampak kebingungan dengan sikap yang ia tunjukkan. "Maaf yah Lucas. Papah mau pergi dulu sebentar," ungkap Arya, lalu melenggang begitu saja meninggalkan Lucas.
"Pwapwaa?" Lucas spontan menjulurkan sebelah tangannya ke arah Arya, bayi mungil itu belum mengerti apa yang akan terjadi berikutnya.
Kedua pria yang memantau di balik semak-semak pun segera mengambil kesempatan itu. Mereka bergegas menghampiri Lucas setelah mendapati Arya pergi meninggalkannya.
"Wahh! Duit gede nih bro," ucap salah seorang pria pada temannya.
"Bener kan gua bilang. Yang tadi tuh paling cuman abangnya. Bayi ini pasti anak orang kaya! Ayo kita cepet-cepet bawa dia pergi dari sini," sambung salah seorang pria lainnya.
...[Apa hukuman yang pantas untuk orang-orang ini yah? Kalau ku hukum mati, sistem pusat pasti akan menegurku]...
Selagi sistem menggunakan waktu untuk berpikir, salah seorang pria mencoba membungkuk seraya menjulurkan tangannya ke arah Lucas.
"Hei bocah kecil. Ikut om yah. Nanti om kasih makan yang banyak," bujuk sang pria bertubuh kekar, berwajah sangar, setelan pakaian nampak seperti preman pasar.
"Woi."
Tiba-tiba, seseorang menepuk sebelah pundak sang preman, sebelum pria itu berhasil menyentuh Lucas.
Hal itu justru mengagetkan sang preman saat menoleh ke arah belakang. "Lah! Elu kan bukannya tadi jalan ke de—"
(Bugh!)
__ADS_1
Sebuah terjangan lutut kiri pun sontak mendarat pada pinggang sang preman, membuat tubuhnya membentur tubuh preman lainnya yang sedang berdiri di samping.
"Jangan coba-coba menyentuh bayiku!" tegas Arya, yang rupanya muncul dari arah belakang sang preman.
...[Gawat! Lucas tak boleh melihat adegan kekerasan ini!]...
Sebelumnya, selepas meninggalkan Lucas, Arya tak benar-benar menuruti perintah sistem. Nalurinya sebagai seorang ayah seketika bergejolak, membuat ia lansung berlari memutari bangunan wahana Zig-zag, lalu berhasil menciduk dua orang preman yang berniat menculik Lucas.
"Sialan lu!" Sang preman yang tersungkur mencoba bangkit, meski menahan rasa sakit dipinggang. "Berani lu sama gua?! Udah gede nyali lu?!" gertak preman tersebut, membentuk kuda-kuda siap bertarung bersama rekannya.
Arya tetap bersikap tenang, meski jauh di dalam hatinya menyimpan rasa amarah yang meronta-ronta. "Mendingan kalian pergi, sebelum gua bener-bener marah," ancamnya.
"Haaa?! Kurang hajar!"
Sang preman lansung melayangkan sebuah pukulan, akan tetapi pukulan itu mampu di hindari Arya.
(Bugh!)
Arya sontak membalas dengan sekali pukulan yang menghantam perut sang preman, membuat preman tersebut seketika ambruk di bawah kaki rekan sesama premannya.
Tubuh Lucas tiba-tiba berbalik lalu menggeser dengan sendirinya ke arah depan, sedikit menjauh dari pemandangan pertarungan antar pria dewasa itu.
...[Host. Ayo pergi dari sini, biarkan mereka]...
Arya tak menghiraukan perkataan sistem, karena ia terpaksa harus meladeni seorang preman lainnya.
Insting bertarung Arya, membuat ia sekejap berputar sambil melayangkan sebuah tendangan keras.
(Bugh!)
Tubuh sang preman lantas terpental setelah lesatan kaki Arya mendarat keras di wajah preman tersebut.
Sang preman lansung meringkuk kesakitan, diiringi rasa nyeri karena sebagian giginya turut terpental saat mengenai tendangan berputar yang sangat mematikan itu.
Arya spontan menunjuk pada salah seorang preman. "Cepat pergi dari sini, kalau lu masih sayang nyawa. Gua hitung sampai lima. Satu ...." ancamnya, membuat sang preman yang ia pukul segera bangkit dan bergegas menghampiri sang rekan.
"Ayo bangun cepetan! Yang kita lawan bukan orang sembarangan!" seru sang preman, seraya mencoba membangkitkan tubuh sang rekan.
Mereka pun akhirnya berlari terbirit-birit, meski menahan rasa sakit di bagian tubuh masing-masing.
Arya spontan menoleh ke arah Lucas, yang sedari tadi terduduk membelakanginya. "Tadi gua sempat liat Lucas bergerak sendiri, ulah situ bukan?" tanyanya dalam hati.
...[Ya. kau benar host. Hal itu kulakukan demi kebaikannya. Menonton perkelahian sejak dini dapat menggangu kesehatan mentalnya di kemudian hari, dan itu sangat-sangat tidak baik untuk bayi sesuainya]...
__ADS_1
Arya menghela nafasnya dalam-dalam, lalu berjalan menghampiri Lucas. "Bagus dah kalau gitu," ucapnya.
...[Selamat! Host telah menyelesaikan misi level S! Maaf karena sempat mengganggu, tapi sebenarnya aku hanya ingin menguji keberanianmu saja]...
Setibanya dihadapan Lucas, Arya kembali mendengus dan nampak sedikit tersenyum. "Gak perlu di uji. Ayah mana yang berani melepas tanggungjawabnya sama anak sendiri. Melindungi Lucas udah menjadi suatu kewajiban buat gua," balasnya dengan gagah.
Meski sempat tercengang, Lucas lansung menyadari bila pria yang berdiri dihadapannya adalah Arya. "Pwapwaa!" himbaunya, sambil mengulurkan kedua tangan.
"Lucaas!" Arya lansung meraih tubuh sang bayi, lalu menggendongnya sehangat mungkin. "Maafin papa yah. Papah gak bermaksud ninggalin kamu," ungkapnya penuh sesal, seraya mengusap-usap punggung Lucas.
...[Misi Level S kali ini adalah menjaga kesenangan Lucas dari gangguan apapun, dan host berhasil melakukannya sendiri. Reward untuk host adalah satu set meja dapur, satu set peralatan dapur, satu unit kompor listrik, penambahan kekuatan dan kecepatan serangan +10, serta uang senilai sepuluh juta rupiah. Terimakasih telah menyelesaikan misi ini dengan sempurna, host]...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah melewati sebuah peristiwa yang amat menegangkan, Arya kembali melanjutkan kesenangannya untuk mencoba wahana Zig-zag.
Selepas menduduki jok mobil mini, Arya lansung tancap gas dan membawa Lucas mengelilingi sekitaran arena wahana tersebut. Kedua ayah dan anak itu nampak sangat riang dan bahagia, meski terkadang sempat membentur mobil mini pengunjung yang lain.
Sesaat kemudian, Arya segera berjalan menjauh dari bangunan wahana Zig-zag. "Naik mobil Zig-zag udah. Sekarang kemana lagi yah?" tanyanya, sesekali menoleh ke arah Lucas yang terduduk menghadap ke depan, bertumpu pada alat gendongan yang membelenggu tubuh bayi tersebut.
...[Sekarang waktunya beristirahat host. Carilah restoran keluarga]...
"Oh iya, Lucas pasti lapar. Untung aja gua bawa makanan bayi untuk Lucas," ucap Arya, merespon anjuran sistem.
Arya lansung bergegas menuju sebuah bangunan restoran keluarga. Setibanya di sana, ia mendapati keramaian orang-orang yang mengunjungi restoran tersebut. "Haduhh ramenya ...." keluh Arya dalam hati.
...[Ada bangku kosong di dekat meja kasir. Ayo kesana host]...
Meski sempat mendengus, Arya akhirnya menuruti perkataan sistem, terlebih dahulu berjalan menghampiri meja kasir.
Tetapi, seorang gadis yang terduduk dikejauhan, tiba-tiba terkejut seraya bangkit dari kursi. Gadis tersebut kemudian bergegas melewati barisan meja para pengunjung, menuju ke arah Arya.
"Lucaaass!" sorak sang gadis, nampak berlarian sambil menjulurkan kedua tangan ke arah Lucas.
"Alexa?!" Arya spontan mengenali wajah gadis yang sedang berlari menghampirinya itu.
"Mwamwaaa!" Lucas menjadi riang, setelah menyadari bila gadis yang menghimbaunya itu adalah Alexa.
"Lucaas!"
Alexa sontak berlutut lalu memeluk tubuh Lucas, tanpa menyadari bila ia pun turut memeluk tubuh Arya.
Lagi-lagi, Arya dipaksa mengalami kejadian menegangkan. Bukan karena pertarungan sesama petarung, tetapi rasa tegang itu ia dapatkan setelah menjadi pusat perhatian para pengunjung, atas ulah yang dilakukan Alexa.
__ADS_1
"Dede Lucaas ... Tante kangen banget sama kamuu ...." ungkap Alexa, merasa terharu setelah bertemu Lucas, tetapi membuat Arya sekejap malu karena gadis itu belum jua melepaskan pelukannya.
~Tbc