
Alexa, Bella, Clarissa, bahkan Reina pun nampak tercengang, menyaksikan kehadiran dua wanita yang benar-benar hampir tak memiliki perbedaan fisik itu.
Sarah serta Angela, menjadi dua sosok yang serupa bentuk fisik maupun penampilan, bak pinang dibelah dua. Mereka sama-sama mengenakan seragam kantor berwarna putih, rok mini hitam mencapai lutut, berkacamata hitam, serta rambut hitam panjang yang keduanya sama-sama terikat kebelakang.
Alexa yang kebetulan memegang ponsel, spontan mengambil gambar dari dua wanita yang saling bertatapan itu.
(*Cekrek*)
"Wahh ... keajaiban dunia nih ... aku gak nyangka Sarah punya kembaran," ungkap Alexa, selepas memotret.
Reina sampai menunda mengolah hiasan kue tart, merasa tertarik dengan kesamaan Angela serta Sarah.
"Kalian rupanya kembar yah ... apa jangan-jangan kalian adik kakak?" tanya Reina polosnya.
Pertanyaan itu, sontak membuat Angela dan Sarah menoleh tajam kearah Reina. "Enggak!" jawab mereka serempak, juga serentak bermasam muka.
Sarah lantas menunjuk pada Angela. "Justru dia yang gak punya kreatifitas. Apa yang aku punya, semuanya dia tiru," sindirnya.
"Ha?!" Angela menjadi panas. "Emang umur situ berapa?! Jelas-jelas muka aku memang kayak gini dari lahir!" lawannya dengan tegas.
"Saya? dua puluh lima tahun," jawab Sarah spontan.
Angela sekejap mendecih. "Aku juga dua puluh lima tahun!" balasnya.
Bahkan, mereka pun memiliki kesamaan pada usia, membuat Arya tersenyum meringis karenanya.
"Udah udaah ... kalian ini pada gak tau teori Doppelganger yah? Wajar kalau orang didunia ini memiliki kesamaan. Contohnya kayak aku sama Arya Pamungkas. Kalian pasti mengira aku ini Arya Pamungkas kan? Padahal kami itu orang yang berbeda," sambung Arya menjelaskan, mencoba mendinginkan suasana.
Reina ikut berkata, "Iyaa sih. Aku juga percaya sama teori itu. Makanya aku gak semerta-merta ngakuin Mas Arya adalah Arya Pamungkas. Toh Arya Pamungkas sudah tiada enam tahun yang lalu kan ...."
"Nah!" Alexa turut menyambung perkataan Reina, sependapat dengan apa yang dikatakan gadis itu. "Sekarang aku mulai percaya kalau Mas Arya itu beda sama Arya Pamungkas, walau mereka sebenernya emang mirip-mirip penampilannya," tambah Alexa.
Arya mendengus. "Padahal, gua emang Arya Pamungkas sih. Tapi bisa gawat juga kalau mereka sampai tau," batinnya.
...[Host, cepat kembalikan suasana seperti semula. Aturlah dua gadis itu, buat mereka saling menerima satu sama lain. Sebab waktu misi terus berkurang, sebaiknya kau bergegas menyelesaikannya]...
Arya bertepuk sekali, memahami teguran sistem. "Oke. Kalian saling kenalan dulu. Terus kamu Angela, kenalin diri kamu sama semua orang yang ada disini," pintanya.
Sempat terjadi keheningan diantara dua gadis itu, lalu Sarah perlahan mengulurkan jabatan tangan.
"Aku Sarah Ayudya, manajer perusahaan bidang kosmetik." Sarah memperkenalkan diri pada Angela.
Dengan berat hati Angela membalas jabatan Sarah. "Angela Nindyas, asisten produser film. Asal kamu tau, aku calon istrinya Mas Arya," balasnya dengan tatapan tajam.
Penyataan yang keluar dari mulut Angela, membuat Sarah menjadi kesal. Ia seketika mendekatkan wajahnya, memperkuat cengkeraman pada tangan gadis itu. "Jangan ngaku-ngaku. Aku yang lebih dulu kenalan sama Mas Arya. Kamu cuma orang ba—"
"Udah udaah!" Arya lantas menarik masing-masing tangan Angela dan Sarah. "Jangan pada ribut. Liat tuh Lucas, jadi sedih gara-gara kalian," tegurnya, membawa kedua gadis itu berjalan menuju jendela.
__ADS_1
Begitu banyaknya orang yang hadir didalam kamar, membuat Arya menjadi tak enak hati karena tak mempunyai cukup kursi.
Kini, Angela nampak berdiri disamping Sarah, dimana keduanya berdiri membelakangi jendela, juga terlihat saling membuang muka.
Alexa berjalan menuju meja dapur. "Reina, aku bantuin yah," ucapnya, menghampiri Reina yang tengah menghias kue tart.
"Ohh, boleh kok boleh. Kamu aduk aja adonan yang udah aku siapin. Adonan itu buat lapisan kedua," balas Reina, meminta Alexa mengaduk seloyang adonan yang telah dicampuri berbagai macam bahan-bahan kue.
Bella dan Clarissa nampak termenung, meski Lucas berada ditengah-tengah mereka. Bayi tersebut terlihat tenang sambil memainkan robot mini gandamnya.
Arya benar-benar menjadi resah, merasa bersalah karena tak memperlakukan tamunya dengan baik. "Sistem, boleh minta bantuan gak?" pintanya dalam hati.
...[Hmm ... aku paham apa maumu. Kau ingin aku memberikan satu set meja dengan tujuh kursi bukan?]...
"Nah!" Arya menjadi senang, mengetahui sistem mengerti keresahan hatinya. "Gimana? Apa harus gua beli online aja? Tapi kan gak mungkin dikirim sekarang ...." balasnya dalam hati.
...[Tenang host]...
(*Tok, tok, tok)
...[Apa yang kau inginkan sudah berada didepan pintu]...
"Haa?" Arya sontak tercengang, seiring munculnya suara ketukan dari pintu kamar. "Cepet amat ...." gumamnya, lalu berjalan menuju pintu kamar.
"Mas Arya, kamu ngundang siapa lagi?" tanya Alexa, merasa penasaran siapa orang yang mengetuk-ngetuk pintu kamar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arya akhirnya merasa lega, mendapati ruangan tengah kamar apartemennya telah memiliki sebuah meja, lengkap dengan tujuh kursi berlapiskan busa empuk yang mengelilingi meja tersebut.
Kini Bella dan Clarissa terduduk pada masing-masing kursi, setelah sebelumnya mereka sempat merapihkan ranjang Arya.
Alexa terlihat sibuk membantu Reina membuat kue ulang tahun, sedangkan Arya terduduk disisi ranjang seraya memangku Lucas.
"Minum susu dulu yah nak. Kamu pasti haus," ucap Arya, memegang sebotol dot susu yang dikenyot Lucas.
Sementara, Angela nampaknya enggan bergabung bersama Bella dan Clarissa, sebab ia melihat Sarah turut terduduk bersama mereka.
"Mas Arya." Angela yang sempat berdiri didepan pintu, lansung berjalan menuju sisi ranjang. "Aku duduk disamping kamu aja yah," pintanya, lalu segera menduduki sisi ranjang tepat disamping Arya.
"Loh, kenapa? Padahal kan aku udah beliin kursi untuk kamu juga." Arya menjadi heran dengan sikap Angela yang terlalu apatis.
"Gapapa. Aku males aja duduk sama mereka," balas Angela, melirik sinis kearah Sarah.
Tiba-tiba, Lucas spontan menunjuk kearah Sarah, meski tatapannya menatap serius pada Angela. "Uuuu!" ucap sang bayi.
Arya lansung menyadari maksud Lucas. "Tuh. Lucas nyuruh kamu duduk disana. Udah buruan duduk sama mereka, jangan malu-malu," tegurnya pada Angela.
__ADS_1
Perkataan Arya, justru membuat Angela menatap penuh gemas pada wajah Lucas. "Nih bayi kok pinter banget sih! Tapi gapapa deh, Lucas kan calon anakku juga, setelah nanti aku nikah sama Mas Arya," pikirnya.
Dengan perlahan Angela bangkit dari tempatnya terduduk, lalu berjalan menuju meja ditengah-tengah ruangan.
"Permisi. Aku disuruh calon anakku duduk disini." Angela menduduki kursi yang menghadap kearah Arya, dengan sebuah perkataan yang membuat Sarah dkk menjadi kesal. "Tolong kamu agak geser sedikit, jangan menghalangi pemandangan calon suamiku," pintanya dengan sinis pada Sarah yang terduduk diseberangnya.
Sarah sontak berdiri menanggung emosi, tetapi Bella dan Clarissa sigap menahannya untuk kembali duduk.
"Udaah Sarah, kamu sabar aja. Jangan dengerin omongan dia," tegur Bella.
"Iyaa. Dia tuh cuma halu semata. Kamu mendingan diem aja. Mas Arya gak bakal semudah itu mau sama dia," sambung Clarissa.
Meski hati terasa berat, Sarah spontan mendengus, membuang jauh-jauh rasa amarah dalam hatinya. "Reina bukanlah apa-apa. Yang perlu aku awasin adalah cewek ini. Liat aja, kamu gak akan bisa deketin Arya lagi!" batinnya penuh dongkol.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seiring waktu berlalu, suasana pun berubah menjadi sedikit tenang, sebab Sarah, Bella, juga Clarissa telah pergi meninggalkan kamar untuk membeli hiasan dekorasi ulangtahun.
Angela memanfaatkan kesempatan itu untuk lebih dekat dengan Lucas, terus menerus bertindak lucu dihadapan sang bayi.
"Ciluukkk baaa!" seru Angela, mengejutkan Lucas dengan wajah konyolnya.
Lucas pun tertawa cekikikan dibuatnya, sang bayi nampaknya terhibur dengan kelucuan Angela.
Arya berulangkali menahan tawa menyaksikan kelakuan Angela. "Nih cewek ada-ada aja. Dari tadi cilukba mulu, Lucas sampai ketawa-ketawa," batinnya.
*Sistem mendengus*
...[Host, daripada kau memikirkan hal itu, lebih baik kau lihat dua orang gadis yang sedang berdiri didepan meja dapur sana]...
"Kenapa?" Arya lansung menoleh kearah Reina serta Alexa, terkejut mendapati dua gadis itu menatap serius kearahnya. "Waduh, kenapa jadi pada ngeliatin gua?" tanyanya penuh heran.
...[Karena kau telah membangkitkan api cemburu dalam hati mereka]...
"Ohh iyaa!" Arya spontan menyadari kesalahannya, juga perlahan mendudukkan Lucas disisi ranjang. "Titip Lucas dulu. Gua mau ke toilet bentar," pintanya pada Angela.
Arya berusaha meluruskan kesalahpahaman Reina dan Alexa, sebab tatapan dua gadis itu terlihat menyimpan rasa cemburu saat ia terlalu dekat dengan Angela.
...[Host. Sebisa mungkin kau jaga perasaan mereka semua. Jangan terlalu mendekati, juga jangan sampai mengacuhkan perhatian salah seorang diantara mereka. Bersikaplah netral]...
"Iyaa ...." Arya mengiyakan anjuran sistem, selagi membasuh wajahnya didalam kamar mandi. "Lama-lama, gua jadi merasa punya enam istri," batinnya.
...[Hmm ... hal itu takkan mungkin terjadi, meski hukum di negeri ini melegalkannya]...
Arya spontan tersenyum-senyum dihadapan cermin. "Ahaha ... iya juga yah," pikirnya.
~Tbc
__ADS_1