Single Daddy System

Single Daddy System
Bab 24. Persiapan Ulang Tahun Lucas


__ADS_3

...[Host, inilah hasil evaluasi misimu]...


Sekumpulan cahaya misterius tiba-tiba muncul diatas meja dekat jendela, memunculkan sebuah kertas selepas cahaya itu perlahan memudar.


Menjelang suntuknya malam diakhir bulan, Arya lansung berjalan menuju meja. "Wah, gua kira bentuknya kayak buku, gak taunya cuma selembar kertas putih," batinnya.


...[Ya. Kertas itu berisi rangkuman penilaian atas misi-misi yang telah kau selesaikan. Coba lihat berapa nilai yang kau terima]...


Arya menatap penuh serius pada selembar kertas yang ia terima dari sistem. Dilihatnya berbagai macam tulisan yang dapat dibaca, juga menjelaskan beberapa rincian tentang misi-misi yang pernah ia selesaikan.


"Hmm ... S?" tanya Arya dalam hati, melihat sebuah huruf yang tertera pada disudut bawah kertas tersebut.


...[Benar, kau dapat nilai S. Ingin kusebutkan rewardnya sekarang?]...


"Boleh ... mumpung gua belum ngantuk," jawab Arya penasaran.


...[Baiklah. Rewardnya adalah, kau akan melewati percepatan waktu selama setahun kedepan]...


"Haa?" Arya spontan terbelalak. "Maksudnya gimana nih?" tanyanya penuh curiga.


...[Aku belum selesai bicara. Tapi, dengarkanlah baik-baik. Kau dan Lucas akan mengalami percepatan waktu menuju setahun kedepan. Itu adalah reward utama. Reward selanjutnya adalah —]...


"Bentar bentar." Arya sontak memotong perkataan sistem, sepertinya merasa keberatan dengan reward itu. "Kalau dipercepat setahun, berarti Lucas ngelewatin ulang tahunnya yang pertama. Gua sangat keberatan kalau begitu. Seenggaknya kasih kesempatan untuk merayakan ulang tahun Lucas yang pertama," tampiknya.


...[Oh, baiklah. Usulanmu akan ku sampaikan pada sistem pusat. Mohon tunggu sebentar]...


Arya semakin kebingungan, tak mengerti lagi dengan apa yang akan dilakukan sistem selanjutnya.


Selagi menanti sistem kembali, Arya menyempatkan diri untuk terduduk didekat jendela. "Perayaan ulang tahun itu penting untuk anak bayi. Bisa-bisanya mereka mempercepat waktu selama setahun kedepan, pasti bakal banyak kejadian yang bakal terlewati antara gua dan Lucas," renungnya.


...[Aku kembali, host]...


Arya spontan berdiri. "Gimana?" tanyanya.


...[Sistem pusat telah memberikan kemudahan, dimana waktu akan dipercepat menuju ulang tahun Lucas yang pertama, tepatnya lima bulan dari waktu sekarang. Bagaimana? Apa kau masih keberatan?]...


Penjelasan itulah yang membuat Arya menyungging senyum selebar-lebarnya. "Yaa! Gua setuju! Tapi satu lagi, gua minta tolong sebutin nomor kontak Alexa, Angela, Reina. Mereka bakalan diundang ke acara ulangtahun Lucas nanti," pintanya.


...[Hmm ... baiklah. Kenapa tidak dari awal saja kau meminta nomor mereka?]...


Arya lansung berjalan menuju ranjang, selepas mendapati kain selimut Lucas sedikit tersingkap. "Yaaa namanya orang lupa, mana ingaat," balasnya.


*Sistem mendengus*


...[Baik, aku mengerti. Bersiaplah, karena percepatan waktu akan dimulai dari sekarang]...


"S—sekarang?" Arya sediki terkejut, selagi menutupi tubuh Lucas dengan kain selimut. "Terus gua harus ngapain?" tanyanya.


...[Kau tak perlu khawatir. Cukup diam saja disitu]...


Setelah sistem berhasil meyakinkan Arya, keanehan-keanehan pun mulai terjadi.


Diawali dengan munculnya suara angin misterius yang berhembus kencang, lalu diiringi dengan perubahan langit yang begitu cepat.


Pagi, siang, sore dan malam, perubahan waktu terjadi begitu cepat. Arya pun menjadi saksi saat menoleh penuh takjub kearah kaca jendela, menyaksikan betapa cepatnya waktu berlalu, hingga tak dapat dinalar oleh akal sehat.


Arya bahkan tak menyadari, bila indikator angka pada jam digital pun turut bergerak begitu cepat, menandakan bila sistem benar-benar mengendalikan keajaiban tersebut.

__ADS_1


"Sungguh menakjubkan. Kejadian ini sama kayak fitur time warp dalam game RPG yang pernah gua mainin dulu," batin Arya, nampak menganga dengan mata yang membelalak lebar.


...[Selesai]...


Perubahan waktu seketika terhenti, waktu pun kembali berjalan normal seperti biasa. Sistem mengembalikan suasana malam yang suntuk, membuat Arya lansung berkedip-kedip saat menyaksikannya.


...[Sekarang adalah hari Jum'at, tanggal 15 Januari 2021, pukul sembilan malam]...


Arya spontan menoleh kearah Lucas. "Berarti, besok adalah ulang tahun Lucas?" tanyanya dalam hati.


...[Ya. Besok kau akan menjalani misi, merayakan ulangtahun Lucas dengan lancar, tanpa ada hambatan apapun. Segeralah beristirahat]...


"Oh, oke." Arya lansung beranjak naik keatas ranjang, sekejap terbaring tepat disamping Lucas. "Terimakasih ya," ungkapnya, dengan mata yang telah terpejam.


...[Tunggu dulu. Aku belum selesai menyebutkan rewardnya. Selamat atas pencapaian host pada bulan pertama. Karena host mendapatkan nilai tertinggi, sistem pusat telah meringankan waktu enam bulan yang berlalu ini]...


...[Reward untuk host, satu unit rumah dua lantai. Dilengkapi empat kamar tidur dengan masing-masing kamar mandi, satu ruang perpustakaan, satu ruang dapur, serta satu garasi. Host juga mendapatkan reward uang senilai seratus juta rupiah. Terimakasih]...


Sayangnya, Arya sudah jauh terlelap dalam tidurnya, hingga tak sempat mendengar apa yang dikatakan sistem barusan.


...[Host?]...


*Sistem mendengus*


...[Baiklah, aku sampaikan kembali esok hari. Selamat malam, dan selamat tidur, host]...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arya mengawali pagi ini dengan penuh semangat.


Lucas menguasai seloyang krim cokelat yang telah diolah Arya. Bayi tersebut dengan polosnya melahap krim cokelat, sampai-sampai mulutnya nampak belepotan.


"Susah juga bikin kue ulangtahun ... apalagi sambil digangguin Lucas. Gak bakalan kelar kalo begini terus," keluh Arya, seraya mengaduk adonan tepung.


...[Sudah kukatakan dari awal, kau tak berbakat membuat kue]...


Tiba-tiba, ponsel Arya berdering. Dengan tergesa-gesa ia meraih ponsel dari dalam saku celana, lalu mendapati Reina mencoba menghubunginya.


"Halo, Arya," sapa Reina lewat panggilan ponsel.


"Halo. Kamu jadi kesini?" tanya Arya.


"Iya, jadi kok. Tunggu yah, aku lagi jalan ke sana," jawab Reina.


"Oke."


Dalam sekejap Arya mematikan panggilan ponsel, juga menunda kegiatannya mengaduk-aduk adonan kue.


...[Host, apa tidak salah mengundang mereka semua?]...


Pertanyaan sistem terucap ketika Arya berjalan menghampiri Lucas. Dilihatnya sang bayi mengacak-acak adonan krim cokelat dengan leluasa.


"Mereka semua kan kenalan gua, juga sekaligus teman mainnya Lucas. Apa salahnya?" jawab Arya, seraya meraih ketiak Lucas.


Lantai kamar tempat terduduknya Lucas terlihat berceceran, ternodai dengan lumuran krim cokelat.


...[Benar. Tapi, aku rasa tidak etis. Beberapa diantara mereka nampaknya sangat berambisi mendapatkanmu. Mendekati Lucas hanyalah alibi semata, kecuali satu orang]...

__ADS_1


"Satu orang?" Arya lantas penasaran, selagi menggendong Lucas beranjak menuju kamar mandi. "Perasaan yang gua tau, mereka semua punya maksud yang sama. Terus siapa orangnya?" tanya Arya.


...[Hmm ... kau akan mengetahuinya nanti. Aku hanya berharap mereka semua saling mengerti satu sama lain. Tidak menciptakan suasana menjadi panas]...


Perkataan sistem, justru diacuhkan Arya, yang tengah sibuk membersihkan mulut Lucas dari noda-noda krim cokelat. "Kamu ada-ada aja Lucas. Papah udah capek-capek bikin krim cokelat buat kue ulangtahun, malah kamu acak-acak," ucapnya pada sang bayi.


Lucas hanya terdiam, selagi Arya membasuh mulutnya dengan air wastafel. Bayi tersebut terlihat tenang, berbeda dengan sang ayah nampak kewalahan mempersiapkan sesuatu yang istimewa untuknya.


(*Tok tok tok)


...[Host, ada yang bertamu]...


Arya mengusap-usap mulut Lucas dengan saputangan. "Pasti Reina. Kan dia jaraknya lebih deket dari sini," duganya.


...[Tidak. Yang datang justru empat orang]...


"Ha?" Arya spontan terbelalak, terburu-buru menggendong Lucas lalu membawa sang bayi beranjak menuju ke atas ranjang. "Empat orang? Perasaan gua cuman ngundang tiga orang dah," ucapnya.


...[Tidak, kau salah host. Yang datang adalah Alexa dan kawan-kawannya]...


(*Tok tok tok)


Suara ketukan pintu kembali terdengar, membuat Arya segera mendudukkan Lucas ke atas ranjang, sebelum bergegas menuju pintu kamar. "Waduh ... Alexa malah ngundang temen-temennya lagi," gumamnya.


*Sistem mendengus*


...[Aku sudah menduga hal itu sebelumnya. Jangan khawatir, yang terpenting kau harus fokus menjalankan misimu]...


"Iyaaa ...." Arya perlahan menghela nafas, sebelum bersiap menyambut kedatangan Alexa dkk. "Semuanya pasti lancar," harapnya.


Selepas membuka kunci, Arya lansung menarik pintu kamar. Dilihatnya kehadiran empat gadis cantik yang sudah lama menanti, didepan pintu kamar.


Tanpa basa-basi, Bella dan Clarissa tiba-tiba menyelinap masuk kedalam kamar.


"Lucaasss!" himbau mereka serempak, menghampiri Lucas yang sedang terduduk.


"Aaaa, Lucas! Aku kangen sama kamu," ungkap Bella, seketika terduduk di sisi ranjang sambil memeluk tubuh sang bayi.


"Iyaaa!" Clarissa turut terduduk, juga memeluk tubuh Lucas dari belakang. "Aku juga kangen banget sama kamu Lucas ...." ungkapnya.


Menyaksikan tingkah laku mereka, Alexa tersenyum meringis. "M—maaf yah Arya ... mereka bener-bener bikin malu aja," ucapnya.


Arya turut tersenyum meringis, mengusap-usap belakang rambut seraya menoleh kearah Lucas. "Ahaha ... gapapa kok. Lucas juga kayaknya seneng sama mereka," balas Arya.


Hal yang tak diduga pun terjadi. Arya tiba-tiba mendapati seseorang memeluk tubuhnya dari belakang, sementara Alexa sedari tadi berdiri disampingnya.


"S—siapa niih?!" Kedua mata Arya lantas terbelalak, menyadari siapa orang yang sangat berani melakukan hal tak pantas itu. "Ini pasti ulah Sa—"


"Mas Arya ... jangan bilang kalau kamu sudah kangen sama aku. Akupun juga kangen, kangen berat sama kamu," bisik Sarah, dengan penuh gairah ia memeluk Arya dari belakang.


Alexa sontak menoleh pada Sarah, begitu juga dengan Bella dan Clarissa yang terkejut dengan ulah gadis berkacamata itu.


"Saaraaahh!!!" tegur mereka serempak.


"Pwapwaaa!" Lucas pun serupa


~Tbc

__ADS_1


__ADS_2