
Lucas kembali bergabung bersama Bella dan Clarissa, selepas Arya membawa bayi tersebut beranjak menuju keatas ranjang.
"Tunggu disini yah Lucas, jangan gangguin Tante Reina. Kamu mau kue kan?" bujuk Arya, sedikit membungkuk menatap wajah sang bayi.
Lucas sedikit mendongak, menatap lugu wajah sang ayah. "Pwapwaaa?" ucapnya penuh kepolosan.
"Iyaa nak. Papah gak kemana-mana kok. Papah harus bantuin Tante Reina dulu, oke ...." balas Arya tersenyum.
Tiba-tiba, Lucas mengangguk pelan, seperti memahami maksud Arya. Hal itu justru membuat Bella dan Clarissa saling menatap penuh heran.
"Masih kecil loh, enam bulan! Tapi udah bisa ngerti perkataan orang dewasa!" seru Bella, merasa takjub dengan respon Lucas terhadap Arya.
"Iyaaa! Jangan-jangan ...." Clarissa spontan menoleh kearah Lucas. "Lucas bayi ajaib ...." duganya, turut merasakan hal yang sama seperti Bella.
Alexa kini nampak berdiri seraya bersandar pada pintu kamar, sesekali melirik penuh serius kearah Arya. "Dari posturnya, wajahnya, bahkan suaranya pun sama. Apa jangan-jangan ... mas Arya yang ini, reinkarnasinya Arya Pamungkas?" pikir Alexa.
Sementara, Sarah terlihat melakukan perbincangan dengan Reina, meski ia tetap terduduk dalam posisi terikat.
"Bagaimana? Apa kamu mau kerja di perusahaan saya? Kamu sepertinya cocok jadi BA. Kebetulan ada satu posisi kosong untuk BA," pinta Sarah, menoleh pada Reina yang berdiri didepan meja dapur.
Selagi menanti oven mematangkan adonan kue, Reina pun berkata, "Emm ... maaf yah Bu Sarah, aku bener-bener udah nyaman dengan pekerjaanku yang sekarang. Aku juga berterimakasih karena Bu Sarah udah berniat baik sama aku. Sekali lagi maaf yah."
Reina berusaha menolak tawaran Sarah, sebab gadis itu sangatlah loyalitas dengan pekerjaannya kini.
Mendengar jawaban Reina, Sarah pun mendecih. "Hmph!" Ia sontak membuang muka, merasa kesal dengan penolakan Reina. "Cewek ini bener-bener gak bisa diremehin. Aku harus cari cara lain," pikirnya, sekejap menampakkan raut wajah judes.
Arya seketika berjalan menghampiri Reina. "Butuh bantuan gak? Kali ada yang bisa aku kerjain," aju Arya.
"Kayaknya gak ada deh. Mas Arya duduk aja, main bareng sama Lucas. Aku bisa sendiri kok," balas Reina tersenyum, senyuman itu tak pernah lepas sejak ia mendapati Sarah berlaku aneh.
"Serius? Aku jadi gaenak kalo diem aja, soalnya aku sering banget ngerepotin kamu," ungkap Arya seraya mendekatkan jarak dengan Reina, sekejap membuat Sarah mengernyitkan dahi.
"Arya, aku juga sebenernya bisa bikin kue! Tapi mereka malah seenaknya perlakukan aku kayak gini," sambung Sarah, merasa tak ingin kalah dengan Reina.
"Loh, kenapa gak bilang dari tadi?" tanya Arya.
Sarah kembali membuang muka. "Aku udah terlanjur kesel," jawabnya judes.
Rasa iba Arya segera membawanya berjalan menghampiri Sarah. "Yaudah, mereka kan cuma becanda." Ia kemudian membuka belenggu tali, yang mengikat perut gadis itu. "Udah jangan diambil hati. Aku aja gak marah kok sama kamu. Tapi jangan diulangi lagi yah kayak tadi," ucapnya.
Sarah terlanjur gondok, merasa harga dirinya sudah ternodai oleh kelakuan Alexa dan kawan-kawan.
Setelah Arya melepaskan seluruh ikatan tali, Sarah lansung bangkit dan berjalan tergesa-gesa menuju pintu kamar.
"Loh! Kamu mau kemana?!" tanya Arya.
__ADS_1
Alexa mendapati Sarah berjalan menghampirinya. "Kamu mau kemana lagi Saraaah ... masa begitu doang ngambeek?" sindirnya, namun tetap membuka jalan untuk Sarah.
"Aku mau keluar." Sarah membuka pintu kamar. "Sebentar doang!" tegasnya, lalu melenggang begitu saja meninggalkan kamar Arya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dengan menyimpan rasa jengkel, Sarah berjalan tergesa-gesa menuju pintu lift yang masih tertutup.
Seketika pintu lift terbuka, memunculkan seorang wanita yang sangat-sangat persis dengan Sarah.
Rupanya, Angela.
Sarah sempat melirik penuh tajam pada Angela, lalu menyaksikan gadis itu keluar dari pintu lift. "Kok, mukanya mirip aku?!" pikirnya, seraya berjalan memasuki lift.
Angela pun turut merasakan hal yang sama. "Kok, mukanya mirip aku?!" batinnya, sambil berjalan tergesa-gesa menuju pintu kamar Arya.
Sementara didalam kamar, Bella dan Clarissa nampak berselisih, imbas dari hengkangnya Sarah yang terlanjur kesal dengan ulah mereka.
"Kok nyalahin gue sih?! Kan ide lo yang nyuruh kita ngiket Sarah!" protes Bella, mendapati Clarissa menyalahkannya.
"Lah! Yang punya tali siapa?! Lagian lo ada-ada aja, ngapain coba pake bawa-bawa tali tamb—"
"Dieeem!!" Alexa spontan memotong pertengkaran mereka. "Kalian ini gak bisa baca situasi yah! Lucas jadi sedih tuh gara-gara kalian," omelnya, seketika berjalan menghampiri Lucas, lalu menggendong tubuh bayi tersebut.
Bella dan Clarissa lantas saling membuang muka, membuat Lucas perlahan merengek karenanya.
"Cup cup cup ... jangan nangis sayaaang. Tante jadi ikutan nangis loh," ucap Alexa, mencoba menghibur Lucas.
(*Tok, tok, tok)
Seluruh orang yang berada didalam kamar, sekejap mendengar seseorang mengetuk pintu.
"Angela?" tanya Arya dalam hati.
...[Benar, host]...
Arya lansung berjalan menuju pintu kamar, segera membukakan pintu untuk Angela yang telah berdiri didepan kamar.
"Loh, Angela? Aku kira kamu gak bakal dateng," ucap Arya.
"Enggak mas, aku pasti dateng. Soalnya bos udah aku ancem," balas Angela.
Arya menjadi heran. "Ancem? Maksudnya gimana?" tanyanya.
Angela melemparkan senyuman. "Kalau aku gak dikasih cuti hari ini, aku bakal resign. Bos aku tuh orangnya penakut, takut kehilangan aku katanya," jawab Angela percaya diri.
__ADS_1
"Ohh ... berarti kamu gak jadi res—"
"Aku boleh masuk sekarang gak?" Angela sontak memotong perkataan Arya, menjadi tak sabaran untuk segera bertemu dengan Lucas.
"Oh iya, sorry." Arya menyadari kesalahannya, sekejap memberikan jalan untuk Angela. "Silahkan masuk, nona," ucapnya.
"Terimakasiihh ...." Dengan polosnya Angela berjalan memasuki kamar, tanpa mengetahui kehadiran tiga orang gadis yang berada didalam.
Tiga pasang mata lantas tertuju pada Angela, dimana gadis itu seketika terhenti, terkejut mendapati kehadiran mereka.
"Loh, Sarah kamu ganti baju dimana?" tanya Alexa, justru mengira bila Angela adalah Sarah.
"Lah, keluar cuma ganti baju doang?! Lo jangan bikin kita pada khawatir dong!" sambung Bella, turut mengira Angela adalah Sarah.
"Tau nih! Padahal kan kita cuman becanda," sambung Clarissa, juga mengira hal yang sama.
Angela menjadi heran. "M—maaf. Kalian siapa yah?" Ia lalu menoleh kearah Alexa. "Saya bukan Sarah yah, saya Angela. Kamu siapa? Dan kenapa kamu gendong Lucas? Emangnya kamu siapanya Arya?" tanyanya penuh curiga.
"Lah, iya yah. Gua baru sadar kalau muka Angela emang bener-bener mirip Sarah," pikir Arya, sekejap menyadari kesamaan fisik, wajah, serta penampilan Angela serupa dengan Sarah.
Bella menjadi kesal, spontan beranjak dari ranjang lalu berjalan menghampiri Angela. "Lo kenapa sih Sarah?! Kenapa jadi begini! Gue minta maaf kalo emang tadi bikin lo kesel," ungkapnya, berdiri berkacak pinggang, menampakkan raut wajah sebalnya pada Angela.
Angela semakin terheran-heran. "Ish, Jangan deket-deket! Aku gak kenal yah sama kamu! Udah aku bilang kalo aku tuh Angela, bukan Sarah!" tegasnya.
Demi mencegah keributan terjadi, Arya lansung turun tangan dan berkata, "Udah udah, dia bukan Sarah yang kalian maksud."
"Bener kan?! Mas Arya aja tau kok!" sambung Angela.
Arya spontan mendengus. "Iyaaa ... udah makanya kamu diem dulu." Ia mencoba meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara Alexa dkk. "Semuanya, kenalin dia Angela. Salah satu teman dekat saya, juga temen lainnya Lucas. Emang mukanya mirip kayak Sarah, jadi kalian jangan sama-samain mereka lagi," jelasnya.
(*Tok, tok, tok)
Suara ketukan pintu kembali terdengar, membuat Arya sontak menoleh kearah belakang.
...[Host, sudah mulai percaya dengan teori Doppelganger?]...
"Iya percaya ... baguslah kalau teori itu kejadian disini. Mereka pasti gak bakal bisa menduga kalau gua adalah Arya Pamungkas lagi," jawab Arya dalam hati.
"Mas Arya, ada tamu tuuh," tegur Reina, satu-satunya gadis yang tak ingin ikut campur dalam serentetan masalah, sebisa mungkin menghilangkan keberadaannya.
Mesin oven lantas berbunyi, membuat Reina segera mengeluarkan sekotak loyang lapisan dasar kue tart.
"Iyaa." Arya menyahuti teguran Reina. "Ini baru Sarah," ucapnya, lalu bergegas membuka pintu kamar.
~Tbc
__ADS_1