
"Aku mengundurkan diri bos."
Angela menunduk, berdiri dihadapan meja sang atasan sambil menyodorkan selembar kertas surat pengunduran diri.
Kegagalan Angela untuk kedua kalinya tak membuat sang atasan merasa senang. Meski begitu, pria paruh baya itu tetap bersikap tenang, sekejap mendengus dan mencoba memakluminya.
"Tarik balik surat itu, saya gak butuh. Dan kamu masih tetap bekerja di perusahaan ini," tolak sang atasan.
Angela pun spontan mendongak. "S—serius bos?!" tanyanya meyakinkan.
"Ya. Saya serius. Biarpun kehilangan target, tapi saya tak sudi kehilangan kamu," jawab sang atasan penuh percaya diri.
Senyuman Angela lantas melebar, ia merasa gembira saat mendengar pengakuan itu. "Terimakasih bos! Terimakasih," ungkapnya, menunduk sambil menyembunyikan selembar kertas pengunduran diri dibalik punggung.
"Ya. Cepat kembali ke ruanganmu. Ada projek yang harus kita jalani segera," perintah sang atasan.
"B—baik, bos!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aaaahhh ...."
Arya menggeliatkan tangan, melampiaskan betapa sejuknya udara pagi disekitar taman apartemen.
Lucas nampak berdiri disamping Arya, mendongakkan wajah mungilnya, menatap penuh ceria pada sang ayah.
...[Host, misi kali ini adalah meningkatkan kebugaran bayimu. Lakukanlah olahraga ringan seperti mengajak bayimu berjalan mengelilingi area ini]...
"Oh, oke." Arya memahami maksud sistem, segera menjalankan misi yang telah ia terima barusan. "Yuk Lucas, kita muter-muter," ajaknya, lalu berjalan diikuti sang bayi.
Sinar mentari perlahan menyoroti wajah ayah dan anak itu. Mereka berjalan dan terus berjalan, melewati setapak jalan yang memisahkan pepohonan rindang.
Tak jarang Arya mendapati kehadiran beberapa pasang keluarga, yang nampak terduduk diatas rerumputan hijau. Mereka turut menikmati indahnya suasana taman dipagi itu.
"Berapa puteran gua harus jalan? Kasian Lucas udah kelelahan kayaknya." Arya mengeluh dalam hati, meski belum memutari gedung apartemen.
...[Kalau merasa lelah, beristirahatlah]...
Arya spontan mendengus, sekejap menoleh pada wajah sang bayi yang nampak menatap fokus ke arah depan. "Lucas udah capek? Istirahat dulu yuk," ajaknya.
Ajakan itu, membuat Lucas lansung menoleh pada wajah sang ayah. Seketika bayi tersebut menggeleng pelan, melebarkan senyuman penuh ceria.
...[Lucas belum merasa lelah. Hanya kau saja yang merasakannya]...
"Apaan." Arya membuang muka, sekejap mengernyitkan dahi setelah mendengar sindiran sistem. "Gua kan cuma nebak aja. Kalo beneran capek gimana? Kasian Lucas," bantahnya.
...[Sudahlah host, jangan banyak berdebat. Ayo, segera tunaikan misi ini]...
Arya kembali mendengus, seolah dengusan itu menandakan kepasrahan hatinya. "Iyaaa ...." balasnya dengan malas, dalam hati.
Sesaat kemudian, sudah hampir dua putaran Arya dan Lucas berjalan memutari gedung apartemen. Mereka terus berjalan, menghabiskan beberapa puluh menit lamanya untuk sekali putaran.
__ADS_1
Hal itu dikarenakan lambatnya Lucas dalam berjalan, membuat Arya turut menyelaraskan laju langkah kakinya agar seirama dengan bayi tersebut.
"Hoaaaa ...." Arya lantas menguap, kejenuhan nampak menjalar dalam pikirannya.
...[Kau masih mengantuk host?]...
"Enggaakk ...." jawab Arya dalam hati, dengan raut wajah setengah kantuk.
...[Hmm ... sepertinya kau mulai merasa bosan]...
"Enggak juga." Arya kembali menoleh pada wajah sang bayi, yang semakin menatap serius ke arah depan. "Lucas sepertinya terlalu bersemangat. Bagaimanapun juga, gua gak boleh mematahkan semangat itu," balasnya dalam hati.
...[Ya. Baguslah kalau kau mengerti. Apa yang membuat bayimu tak kenal lelah, adalah rasa semangat dalam dirinya. Ini pertama kalinya Lucas berjalan diluar ruangan bersama ayahnya sendiri]...
Arya lansung tersenyum. "Iya juga sih. Gua aja masih belum percaya Lucas udah bisa jalan di umur segitu," batinnya.
Tiba-tiba, Lucas sontak berhenti. Pandangan wajahnya seketika terpusat kearah dahan pohon, nampak seekor kumbang tanduk yang berhasil memancing perhatian bayi tersebut.
"Uuuuu! Pwapwaaa!" himbau Lucas, menunjuk kearah seekor kumbang yang hinggap didahan pohon tersebut.
Arya spontan memicingkan mata. "Apaan tuh?" tanyanya penuh heran, selepas menatap kearah pohon yang ditunjuk Lucas.
...[Itu adalah serangga jenis kumbang tanduk]...
"Ohh kumbang ...." Arya seketika mendapati sang bayi sontak berlari menuju pohon besar tersebut. "Lucaas, tungguu!" serunya, lalu mengikuti pergerakan sang bayi.
Setibanya di depan pohon, Lucas spontan melompat-lompat sambil menjangkau dahan pohon yang amat tinggi itu. "Uuuu! Uuuu!" ucapnya penuh semangat.
"Haa?" Arya lantas mendongak, menatap penuh heran pada dahan pohon yang berada jauh diatas kepalanya. "Buset, tinggi bener," katanya.
"Pwapwaa ... pwapwaaa!" Lucas menarik-narik pelan celana training Arya, sepertinya merasa tertarik dengan kumbang yang mematung itu, meminta sang ayah untuk segera menangkapnya.
"Iyaa iyaa. Tunggu sini yah, jangan kemana-mana." Arya mau tidak mau menuruti permintaan sang bayi. "Kalau bukan Lucas yang minta, gua ga bakal mau disuruh begini," batinnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rasa panik mulai menerjang, Arya tak mengira bila dahan pohon yang didudukinya itu terlalu tinggi. "Dikit lagi ... plis jangan terbang," pintanya dalam hati, berusaha menjangkau seekor kumbang tanduk.
...[Jangan khawatir host. Kumbang itu takkan bergerak kemana-mana]...
Arya mencoba beringsut ke arah depan, agar memudahkan dirinya meraih kumbang tersebut. "Kalo digigit, beracun gak nih?" tanyanya dalam hati.
...[Tidak. Kumbang itu hanya memakan getah pohon, dan senang menempel pada benda-benda yang memiliki serat. Aku sarankan kau untuk lebih memperhatikan keseimbangan tubuhmu saat menangkapnya]...
"Dapat!" Arya berseru, selepas berhasil menangkap kumbang tanduk yang dijangkaunya itu. "Nih Lucaas! Target udah papah tangk—"
(*Krek)
Tiba-tiba terdengar suara retakan, berasal dari dahan pohon yang dikuasai Arya. Retakan tersebut terus merembet, sepertinya tak kuasa menahan beban yang diterima dari tubuh Arya.
Arya merasa terkejut, sempat mendengar suara retakan. "Waduh! Gimana nih?!" tanyanya penuh panik.
__ADS_1
...[Sudah kubilang jaga keseimbanganmu, host]...
Keretakan itu membuat persendian dahan pohon menjadi sedikit terbelah, Arya pun mendapati dahannya mulai menukik ke bawah. "Lucaas awaaas!" soraknya.
"Pwapwaaa!" Lucas turut bersorak, akan tetapi ia justru terhanyut rasa gembira, mengetahui sang ayah berhasil menangkap kumbang tersebut.
...[Tenang saja]...
Arya spontan menutup mata. "Mudah-mudahan gak sampai kena Lucas," harapnya, namun tak menyadari bila dahan pohon perlahan bergerak keatas.
Dalam sekejap dahan pohon tersebut kembali menyatu seperti semula, sistem nampaknya melakukan sesuatu demi melindungi Arya berserta Lucas.
...[Host, bukalah matamu]...
Arya perlahan membuka mata, seketika terbelalak mendapati keanehan yang terjadi. "Ulah situ?" tanyanya dalam hati.
...[Ya. Sudah kubilang, aku akan membantu jika kau mengalami kesulitan dalam menjalankan misi]...
Menghela nafas penuh kelegaan, Arya merasa senang dengan tindakan yang dilakukan sistem. "Yaudah, terimakasih," ungkapnya.
Tak berselang lama, Arya berhasil turun dari atas pohon, juga berhasil menangkap seekor kumbang yang diinginkan Lucas.
Lucas lantas melompat-lompat penuh kegirangan, sepertinya sudah tak sabar ingin menyaksikan serangga itu dari dekat.
"Papahnya ketar-ketir, dia malah kegirangan," gumam Arya dalam hati, sambil berjalan menghampiri Lucas.
...[Diusia seperti itu, bayi belum mengerti dengan bahaya yang akan terjadi disekitarnya. Jadi, maklumi saja]...
"Iyaa ...." Arya tersenyum, mengusap-usap rambut belakang. "Nih ... kamu mau ini kan Lucas?" tanyanya, menyodorkan seekor kumbang tanduk ke arah wajah Lucas.
Lucas spontan terkagum-kagum. "Hwooaaa ...." Sebelah tangan mungilnya seketika menjulur untuk meraih kumbang tersebut.
Belum sempat kumbang itu disentuh Lucas, Arya justru meletakkannya keatas tanah. "Jangan dipegang ya nak. Nanti kamu digigit," larangnya.
...[Selamat! Host telah berhasil menyelesaikan misi sampingan, menangkap seekor kumbang di dahan pohon. Reward untuk host adalah satu dus berisi sepuluh botol madu berkhasiat, peningkatan stamina host +10, dan stamina bayi host +2, serta uang tunai senilai dua ratus ribu rupiah. Terimakasih kasih telah menyelesaikan misi sampingan ini dengan sempurna, host]...
"Whoaaa ...." Lucas nampak terduduk merangkak, melihat betapa eksotisnya kumbang tanduk yang terus mematung diatas tanah itu.
"Jangan dipegang ya Lucas," titah Arya, selagi berdiri bersedekap tangan, menyaksikan betapa riangnya sang bayi.
...[Dipegang pun takkan berbahaya bagi Lucas. Kau terlalu protektif, host]...
Lucas tiba-tiba menyentuh kumbang tersebut, memegang dan mengangkat kumbangnya tinggi-tinggi.
"Iya gua tau. Cuman mau ngetes aja Lucas nurut apa enggak. Malah dipegang beneran kumbangnya," balas Arya dalam hati.
"Pwapwaaa!" Sang bayi sangat riang, menunjukkan seekor kumbang yang dipegangnya ke arah Arya.
Ini adalah pengalaman pertama Lucas berbaur dengan alam, meski terkadang sempat merepotkan sang ayah.
Beberapa saat kemudian, Arya akhirnya kembali melanjutkan kegiatannya berjalan santai bersama Lucas, sesaat setelah seekor kumbang tanduk yang ia tangkap, dikembalikan ke alam bebas.
__ADS_1
~Tbc