
Lucas nampak terdiam dengan wajah imutnya, saat berada dalam pangkuan Alexa.
Alexa pun tak sendirian, ia ditemani oleh tiga orang gadis lain yang terduduk berseberangan dengannya. Dua orang dari tiga gadis itu terlihat menatap gemas pada wajah lugu Lucas.
"Wahh ... jadi pengen punya bayi," ungkap salah seorang gadis teman Alexa.
"Ho'oh. Apalagi bayinya seimut ini, gue pasti betah di rumah terus," sambung salah seorang teman Alexa lainnya.
"Emangnya kalian udah siap nikah gitu? Udah siap jadi ibu rumah tangga?" tanya salah seorang gadis teman Alexa yang lain, sepertinya telah terbiasa melihat bayi seusia Lucas.
Kedua gadis yang mendapat pertanyaan itu pun spontan tersenyum. "Belum. Hehehe," jawab mereka serempak.
"Dasar!" balas sang gadis yang telah terbiasa melihat Lucas. Gadis itu nampaknya sudah sangat memahami sifat kelucuan mereka.
"Ehh. Kalian kenalin diri dulu dong, biar bisa akrab sama Lucas," pinta Alexa, seketika menjulurkan sebelah tangan Lucas ke arah depan.
Gadis pertama, berambut panjang lurus berwarna cokelat, paras wajahnya tak kalah cantik dengan Alexa, segera menggenggam telapak tangan Lucas yang mungil. "Halo dede Lucas. Salam kenal dari Bella," sapa Bella tersenyum-senyum, teman akrab Alexa.
Gadis yang kedua, berambut hitam pendek dengan layar poni yang membelah keningnya. Gadis dengan paras wajah yang mungkin sedikit lebih unggul dari Alexa dan Bella itu, turut meraih telapak tangan mungil Lucas. "Hai dede Lucas, salam kenal yah dari Clarissa. Mudah-mudahan papah kamu ngebolehin aku main ke rumah yah, hehehe," sapa Clarissa, salah satu teman Alexa.
"Gak bisa!" balas Alexa dengan judes.
Dan yang terakhir, salah seorang gadis cantik berkacamata, dengan rambut hitam panjang yang lurus dan terikat kebelakang, segera menjabat tangan mungil Lucas. "Halo, salam kenal dari Tante Sarah," sapanya dengan singkat, tak menampakkan raut wajah apapun saat menggenggam dan melepas telapak tangan mungil Lucas.
Alexa kemudian meraih telapak tangan mungil itu. "Halo tante-tante semua, salam kenal dari aku, Lucas Hikaru Pratama. Semoga kita semua bisa jadi teman yang baik. Oh, iya. Jangan pernah coba-coba deketin papahku yah!" ucapnya, seraya melambai-lambaikan telapak tangan Lucas.
"Haaa?!" Bella dan Clarissa lantas tercengang serempak, merasa heran dengan sikap Alexa yang nampaknya enggan membiarkan mereka dekat dengan Arya.
Sementara, lelaki yang mereka bicarakan, sedari tadi terlihat berdiri di depan meja kasir. "Lucas kayaknya seneng banget deket sama cewek-cewek," batinnya, sedikit menoleh ke arah meja Alexa dan kawan-kawan.
...[Hmm ... mungkin Lucas bisa menilai siapa diantara mereka yang layak menjadi pendampingmu]...
"Waduh. Gua belum ada pikiran buat nikah. Lebih mentingin ngerawat Lucas dulu sampe masuk TK," balas Arya dalam hatinya.
Salah seorang gadis kasir muncul dibalik meja kasir. "Nih mas. Semuanya udah jadi," ucap sang gadis kasir, meletakkan sebotol susu serta semangkuk bubur khusus balita yang sudah dihangatkan, ke atas meja kasir.
Arya lansung meraih dua benda itu. "Berapa kak?" tanyanya.
"Gak usah mas, bawa aja gagapa. Tapi nanti mangkuknya anterin kesini lagi yah," jawab sang gadis kasir.
"Oke siap. Terimakasih yah kak," ungkap Arya tersenyum, lalu bergegas menuju meja Alexa dkk.
Sang gadis kasir nampak terpukau. "Ganteng bangeettt!" sanjungnya dengan membungkam mulut, setelah sempat menyaksikan betapa tampannya Arya saat tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arya tak diberi kesempatan sedikitpun untuk memanjakan Lucas, karena tugasnya telah direbut oleh Alexa dan kawan-kawan.
"Gantian gantian!" pinta Clarissa, sangat berkeinginan menyuapi Lucas, meski Bella baru saja melakukannya.
__ADS_1
"Sabar kenapa ish! Baru juga sekali suap," Bella enggan memberikan sebuah sendok kecil serta semangkuk bubur yang digenggamnya. "Yuk makan yang banyak Dede unyuu ...." ucapnya pada Lucas dengan tersenyum-senyum.
Clarissa menjadi tak sabaran untuk mengambil gilirannya menyuapi Lucas, sedangkan Sarah nampak terdiam fokus menatap pada layar ponsel.
Arya seketika menoleh ke arah Alexa. "Kamu kok bisa ada disini?" tanyanya.
Alexa tersenyum manis. "Iya nih. Aku capek banget butuh refreshing soalnya," jawabnya.
"Sibuk syuting kah?" tanya kembali Arya.
Pertanyaan itu, membuat Alexa menjadi heran lalu berkata, "Kok kamu bisa tau??"
"Tau lah. Kamu kan sering muncul di acara sinetron tiap malem," jawab Arya.
Alexa tersenyum meringis mendengarnya. "Yahh ... ketahuan deh. hehehe." Ia pun menyaksikan Clarissa mendapatkan giliran menyuapi Lucas. "Btw, gimana peran aku? Bagus gak? Soalnya program sinetron itu job pertama aku," tanyanya.
"Hmm ...." Arya seketika termenung, memikirkan baik-baik bagaimana peran Alexa dalam program sinetron yang sempat ia tonton. "Hmm ... bagus kok. Mungkin kamu perlu belajar mendalami peran lagi, biar bisa dilirik PH ternama. Soalnya kamu disitu jadi tokoh peran pembantu kan? Kalau udah ahli menjiwai peran, pasti bakal dapet job jadi tokoh peran utama terus," jawabnya detail.
Alexa nampak terpukau dengan penjelasan panjang lebar Arya, memberikan saran yang benar-benar baik bagi gadis itu dalam menjelajahi dunia peran. "Wow ... kamu kayaknya ahli banget soal peraktingan," ungkapnya.
"Alexaaa!" himbau Bella dan Clarissa, sedari tadi himbauan mereka diacuhkan Alexa.
"Ehh maaf! Aku tadi lagi konsentrasi ngobrol sama Arya. Ada apa ada apa?" tanya Alexa.
Bella lansung menatap sinis. "Dari tadi dipanggil nggak nyahut. Kayaknya asik banget ngobrolnya," keluh Bella.
"Iyaa tuuuh! Kita-kita kan juga mau ngobrol sama mas Arya," sambung Clarissa, turut memberikan tatapan sinis seraya bersedekap tangan.
Alexa pun mencoba mencairkan suasana. "Hehe maaf yah Arya. Sarah ini emang suka blak-blakan," ungkapnya.
Namun Arya sekejap membalas jabatan tangan Sarah. "Arya Pratama, dua puluh lima tahun. Duda pengangguran. Di tinggal istri sejak kelahiran Lucas. Untuk sementara gak berminat mencari calon istri," balasnya terus terang percaya diri.
...[Jawaban yang sangat baik, host. Hal itu akan mengurangi minat mereka padamu]...
"Yaa gua sadar diri aja. Soalnya percuma kalau gua bilang gua mantan aktor, mereka pasti gak bakal percaya," batin Arya, tetapi Sarah semakin memperkuat cengkeraman tangannya.
"Tidak masalah. Kamu udah memenuhi kualifikasi calon suamiku, sangat peduli dengan buah hati sendiri. Barangkali kita masih bisa punya dua anak la—"
"Stoooopp!!" Alexa, Bella dan Clarissa pun sontak menginterupsi perbincangan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sinar mentari nampak meredup, menandakan siang telah berakhir.
Setelah berjalan menuju area taman, Arya kini terlihat menggendong Lucas, berdiri menghadap ke arah sebuah kamera bersama Alexa dkk.
Bella dan Clarissa sedikit membungkuk, menempelkan wajah ceria mereka dengan wajah riang Lucas. Arya pun menjadi penengah, berdiri diantara dua gadis itu.
Sedangkan Alexa yang berdiri disebelah Bella, menatap penuh senyuman ke arah kamera. Tak serupa dengan Sarah yang nampak berdiri disebelah Clarissa, terus menerus melirik kagum ke arah Arya.
__ADS_1
"Tigaa, duaa, satuu." Bella dan Clarissa mulai menghitung mundur.
(*Cekrek*)
"Yeaaay!!"
Tertangkaplah sebuah momen indah mengagumkan dalam bentuk gambar digital, yang dipotret oleh kamera terbaru milik Arya.
"Dadaaah dede Lucas. Nanti kita main lagi yah!" ucap Bella, melambai-lambai di depan wajah Lucas.
"Yaaah ... padahal tante Clarissa masih mau main sama kamu." Clarissa nampak enggan meninggalkan Arya dan Lucas begitu saja. "Mas Arya. Kapan-kapan aku boleh kan main kerumah kamu?" pintanya.
"Boleh kok," balas Arya.
Alexa tiba-tiba mendekatkan mulutnya pada telinga Arya. "Mereka sebenarnya belum tahu kalau kita tetanggaan. Jadi, nanti malem aku pulang, kamu jangan tidur dulu yah," bisiknya.
"Woy! Ngomongin apaan tuh!" Bella spontan menunjuk ke arah Alexa.
"Gak ada. Jangan kepo deh," balas Alexa. Gadis itu seketika berjalan menghampiri Bella, bergabung bersama Clarissa dan Sarah.
Sarah tak melakukan apapun sedari tadi, kecuali hanya terdiam menatap serius ke arah Arya. Ia nampaknya sedang memendam sesuatu dalam hati, entah itu perasaan ataupun sebuah ambisi.
"Dadaaah!" ucap Bella dan Clarissa serempak, seraya melambai-lambai ke arah Arya.
"Dadaaah dede Lucaas! Byee Aryaa." Alexa spontan mengedipkan sebelah mata, selagi melambai-lambai ke arah Arya.
"Dadaaah tante-tante semuanya. Terimakasih sudah menemani waktuku," balas Arya, melambai-lambaikan kedua tangan mungil Lucas ke arah Alexa dkk.
"Mwamwaa mwamwaaa!" Lucas semakin tersenyum riang.
"Yuk Sarah!" seru Alexa, mendapati Sarah tetap bergeming, terus menerus menatap serius sambil bersedekap tangan.
"Arya!" Sarah spontan menunjuk ke arah Arya. "Siapkan lamaranmu! Aku akan selalu menanti! Ini adalah kesempatan emas! Mari kita bangun rumah tangga bersam—"
Bella dan Clarissa pun sontak menarik kedua tangan Sarah, memaksa gadis itu untuk segera mengikuti mereka. "Udaah ayukkk!" seru Clarissa.
"Duuh, Sarah! Lo jangan bikin malu gue ngapa!" omel Bella.
Alexa kembali menoleh ke arah belakang, tersenyum dan kembali mengedipkan sebelah matanya ke arah Arya.
Mereka pun akhirnya bergegas menjauh dari pandangan Arya, setelah sebelumnya merasa senang dengan kehadiran Lucas, juga bisa menghabiskan sedikit waktu bersama ayah dan anak itu.
Setelah mereka menjauh, Arya seketika berbalik. "Ada-ada saja mereka." Ia kemudian berjalan menuju arah ruang loket berada, tak sejalur dengan Alexa dkk yang masih ingin melanjutkan suka ria dalam area wahana tersebut. "Apalagi Sarah. Jarang ada cewek yang sat set sat set kayak dia," gumam Arya.
...[Selamat! Host telah menyelesaikan misi Level S, menghabiskan waktu bersama Lucas di area wahana Dufan dengan sempurna! Reward untuk host adalah, sebuah boneka beruang putih, bebas biaya sewa apartemen enam bulan kedepan, diskon belanja online 50%, satu set aquarium lengkap dengan ikan hias senilai puluhan juta, serta uang tunai senilai sepuluh juta. Terimakasih telah menyelesaikan misi kali ini dengan sempurna, host!]...
Arya akhirnya bergegas pulang menuju apartemen, dengan menumpangi sebuah mobil yang ia pesan dari aplikasi transportasi online.
Lucas pun nampak tertidur dalam pangkuan Arya. Tenaga bayi tersebut hampir kehabisan setelah seharian bersenang-senang bersama Arya dan Alexa, juga teman-teman Alexa yang nampak sangat bersahabat.
__ADS_1
~Tbc