
"Arya kamu jangan deket-deket sama dia!"
Seraya membuka pintu Sarah mengejutkan seluruh orang didalam kamar, imbas dari rasa kekhawatirannya kepada Arya.
"Kamu bikin kaget aja, dasar! Ketuk pintu dulu kek!" tegur Alexa.
Bella dan Clarissa kemudian tiba didepan kamar, setelah sebelumnya Sarah mendahului mereka.
"Sarah kamu jangan buru-buru kenapa! Khawatiran banget dah jadi orang!" omel Bella dengan nafas tersengal-sengal.
"Tau nih! Kalau gak mau bawain barangnya bilang aja! Gak usah buru-buru gitu!" sambung Clarissa, turut merasa kesal dengan ulah Sarah.
Arya tiba-tiba muncul dari dalam kamar mandi, mendapati Bella dan Clarissa terlihat kesusahan menenteng dua kantung belanjaan masing-masing.
"Sarah kemana?" tanya Arya, tak menyadari bila ia berdiri membelakangi Sarah.
"Tuh, dibelakang kamu!" jawab Bella dengan menunjuk kearah Arya.
Arya spontan menoleh kearah belakang, tertegun mendapati wajah Sarah terlalu dekat dengan wajahnya. Seketika tercium aroma wewangian dari tubuh Sarah, membuat Arya merasa rileks saat menghirupnya.
"Wanginyaaa ... nih cewek pakai parfum apa?" tanya Arya dalam hati.
...[Hmm ... sepertinya ia menggunakan parfum racikannya sendiri]...
Bella dan Clarissa lantas mendekat, menyaksikan Arya termenung menatap dekat wajah Sarah.
"Hati-hati Mas ... nanti kamu kena pelet loh," bisik Bella, lalu berjalan menuju meja ditengah-tengah ruangan.
"Hati-hati Mas ... dia bukan cewek sembarangan," sambung Clarissa juga turut berbisik pada Arya, sebelum akhirnya menyusul Bella.
...[Host? Host?]...
Arya nampak termenung. Ditatapnya dua bola mata yang sangat indah, bulu mata yang sangat lentik, juga anggunnya paras wajah yang dimiliki Sarah, membuat pria itu sekejap terpukau.
"Gimana? Aku cantik kan?" tanya Sarah.
Arya spontan berkedip, melarikan lirikan matanya kearah lain. "Sarah adalah cewek berkacamata paling cantik yang pernah gua liat selama ini. Kalau dilihat terus menerus, lama-lama gua bisa kepincut," pikirnya serius.
...[Host, apa kau mendengar?]...
"Iyaaa, gua denger kok dari tadi," balas Arya.
...[Berhati-hatilah host, kau sudah menunjukkan kelemahanmu dihadapan gadis itu. Jawablah dengan jujur pertanyaannya barusan]...
"Arya, kok diem aja? Apa aku emang gak cantik?" Sarah memberikan pertanyaan yang penuh dengan tekanan.
Tekanan itu lantas membuat Arya tersenyum meringis. "Ahahaha ... iyaa kok, kamu cantik. Tapi gak cuma kamu aja. Alexa, Reina, Angela, Bella, dan Clarissa juga gak kalah cantik kok," jawabnya terus terang, mencoba mengelabui perasaan Sarah.
Angela menyaksikan dengan serius percakapan mereka, meski kini tengah antusias memangku Lucas. "Mas Arya mencoba netral ... tapi aku yakin, pasti ada satu orang yang benar-benar dia suka disini. Gak mungkin juga tuh cewek bisa dapetin perhatian Mas Arya semudah itu ...." pikirnya, sambil mencubit-cubit gemas pipi Lucas.
Reina yang sempat mendengar pengakuan Arya, nampak mengerling-ngerling cemas, selagi menanti oven memanaskan adonan lapisan kedua kue tart.
"Aku? Cantik? Kayaknya gak mungkin deh. Mas Arya sengaja bilang kayak gitu, demi bersikap netral ...." batin Reina, meski rona dikedua pipinya memerah.
Alexa pun turut melakukan hal yang sama, berdiri menanti oven disamping Reina, juga termenung memikirkan pengakuan yang sempat diucapkan Arya barusan.
"Jadi, posisi kami dimata Mas Arya itu sama. Aku malah bingung gimana jadinya nanti, kalau Mas Arya memilih salah satu diantara kita," pikirnya gelisah.
"Mas Aryaa ... ini pasangnya dimana? Ada lakban gak? Palu sama paku juga gapapa," ucap Bella, mengeluarkan seluruh hiasan dekorasi diatas meja.
Arya sekejap berjalan menghampiri Bella. "Ahh gausah, kamu duduk aja. Biar saya yang dekorasi semuanya," sahut Arya.
...[Host, mereka nampaknya kelelahan. Suguhkan minuman dingin]...
"Oh iyaa ...." Arya spontan berjalan menuju kulkas. "Kenapa jadi gak kepikiran dari tadi," gumamnya dalam hati, seraya mengeluarkan beberapa kotak jus minuman segar.
...[Lupakanlah hal itu. Kini kau harus fokus dengan misimu sekarang]...
"Oke!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lucas nampak terpukau, menyaksikan kue tart ulangtahunnya telah disajikan ke atas meja.
"Udah gak sabar kan Lucas? Kita rayain dulu yah ulangtahun kamu," ucap Arya, terduduk sambil memangku sang bayi.
__ADS_1
Reina terlebih dahulu membagi-bagikan topi kerucut pada seluruh gadis, sebelum akhirnya menduduki kursi tepat diseberang Arya.
"Gak muaat!" keluh Clarissa, mencoba mengenakan topi kerucut yang nampak sempit dikepalanya.
"Bukannya gak muat, kepala kamunya terlalu gede. Sini aku bikin ulang, biar muat dikepala." Bella membantu kesulitan Clarissa, meski sempat menyindir teman sejolinya itu.
Alexa terduduk disamping Reina, memegang sebuah kamera yang ia gunakan untuk mengabadikan momen tersebut dalam bentuk video.
Dan dua gadis lainnya, terlebih dahulu menguasai kursi disamping Arya, mengosongkan sisi sebelah kanan meja.
"Ish! Kenapa dia ikut-ikutan duduk disamping Mas Arya sih!" keluh Angela, terduduk disamping kiri Arya, melirik tajam kearah Sarah.
"Berani duduk disamping Arya, nyalimu besar juga ternyata ... lihat aja! Abis acara ini selesai, aku bakal cari informasi tentang kamu," batin Sarah, terduduk disamping kanan Arya, juga melirik tajam penuh dendam kearah Angela.
Hanya Lucas yang belum mengenakan topi kerucut, sebab para gadis bersepakat untuk merancang topi seukuran kepalanya, juga membiarkan bayi tersebut memilih topi rancangan siapa yang akan ia sukai.
"Loh, Lucas gak pakai topi kerucut?" tanya Arya, meski sebenarnya memancing para gadis untuk menunjukkan rancangan topi masing-masing.
Arya sebelumnya sempat mendengar perbincangan para gadis, juga nampaknya menerima apa yang akan mereka tunjukkan pada Lucas.
"Nih! Tante ada topi buat kamu." Bella sekejap meletakkan topi rancangan keatas meja. "Gimana, lucu kan topinyaaa?" bujuk Bella.
Sarah dan Angela sama-sama menunjukkan topi rancangan mereka, masing-masing topi itu diletakkan ketengah-tengah meja.
Reina dan Alexa pun turut melakukan hal yang sama, sedangkan Clarissa masih sibuk menyesuaikan topi kerucutnya.
...[Host, jika Lucas memilih salah satu topi diantara mereka, jangan jadikan itu sebagai acuan dalam hal apapun]...
"Iyaaa ...." Arya memahami anjuran sistem, sebelum akhirnya bertepuk sekali untuk memulai kegiatan tersebut. "Oke ... semuanya, tunjukkin topi kerucut kalian masing-masing. Lucas bakal milih topi mana yang dia suka. Dan buat yang terpilih, boleh memangku atau menggendong Lucas sampai acara selesai," jelas Arya.
Dalam sekejap seluruh gadis menunjukkan topi kerucut rancangan masing-masing, juga disusul oleh Clarissa yang sempat tertinggal.
Lugunya wajah Lucas nampak kebingungan, tak mengerti apa yang dimaksudkan oleh mereka.
"Lucas. Kalau kamu pilih topi aku, aku bakal lebih berani lagi nunjukin perasaan aku ke papah kamu," batin Reina.
"Lucas ... Kalau kamu pilih topi aku, aku yakin Arya juga pasti bakal lebih fokus ke aku," batin Alexa.
Bella dan Clarissa nampak tersenyum-senyum, tak memikirkan hal lain jika Lucas memilih salah satu topi diantara mereka.
Sementara Sarah terlihat kurang antusias saat mengacungkan topi kerucut, juga benar-benar tak memiliki rencana apapun jika Lucas memilih topi buatannya itu.
"Wahh ... topinya pada lucu-lucu. Lucas pasti bingung milihnya nih ...." batin Arya.
...[Ayo host, cepat berikan instruksi pada bayimu untuk segera memilih topi-topi itu. Waktu misinya akan habis sebentar lagi]...
"Oke!" Dengan perlahan Arya mendekatkan wajahnya. "Lucaas ... kamu suka topi siapa? Yuk pilih, topi Tante siapa yang kamu suka," bujuknya.
Lucas sempat terdiam, dengan pandangan yang terus menatap polos kearah depan. Tetapi, sang bayi tiba-tiba menoleh pada Sarah, lalu spontan menjulurkan jari telunjuk mungilnya kearah gadis tersebut.
Alexa, Reina, serta Angela terbelalak serempak, seketika mereka menoleh penuh curiga kearah Sarah.
"Loh, saya?" tanya Sarah, menunjuk pada dirinya sendiri.
"Horee ... topi bikinan Tante Sarah dipilih Lucas. Yuk Tante Sarah, pakein dong topinya ke kepala Lucas," pinta Arya, seraya menggerak-gerakkan kedua tangan mungil sang bayi.
Sarah lantas berdiri, seketika melirik kearah Angela, juga menjadi congkak atas kemenangannya itu. "Hahaa! Lucas aja tau siapa calon mamah terbaik!" sindirnya.
"Udaah cepetan pakein topinya! Banyak gaya ih!" tegur Bella.
"Tauu!" sambung Clarissa.
Entah apa yang ada dalam pikiran Lucas, dengan polosnya bayi tersebut memilih topi kerucut rancangan Sarah.
Apa yang terjadi itu, justru semakin menonjolkan ketidakpuasan hati antara Alexa, Angela, serta Reina, yang sangat-sangat berambisi dengan topi buatan mereka masing-masing.
Lucas akhirnya terduduk dalam pangkuan Sarah, juga mengenakan topi kerucut mini yang sesuai dengan ukuran kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arya segera menyalakan api lilin, sebelum memulai perayaan ulangtahun sang bayi. "Akhirnya ... semuanya berjalan dengan lancar," batinnya.
...[Ya. Aku sedari tadi mengawasi, takut akan terjadi kekacauan diantara mereka. Tetapi kau rupanya sangat mendengar anjuranku sebelumnya, bersikap netral terhadap mereka]...
Menjelang penghujung sore, sinar mentari perlahan memudar. Bella menyempatkan diri untuk beranjak mematikan lampu, secara inisiatif ia lakukan agar kobaran api lilin dapat terlihat dengan sempurna.
__ADS_1
Sarah telah mengambil alih kursi Arya, supaya Lucas menjadi penengah diantara mereka.
"Yuk, semuanya berdiri. Kita nyanyiin lagu ulangtahun untuk Lucas," ucap Reina.
Mereka pun akhirnya berdiri, diawali dengan tepukan Arya yang terlebih dahulu memulai menyanyikan lagu.
"Happy birthday Luucaas ...."
Seluruh gadis ikut bergabung dalam harmoni, menyanyikan lagu ulangtahun bersama Arya, juga nampak membingungkan Lucas.
"Happy birthday Luucaas ...."
Arya pun tersenyum, bertepuk-tepuk mendekatkan wajahnya pada wajah sang bayi. Begitu juga dengan Angela, ia sedikit membungkuk disamping Sarah, menatap penuh ceria pada wajah Lucas.
Lucas hanya termenung, bayi tersebut belum memahami apa sedang terjadi itu, juga mengapa mereka terlihat bertepuk-tepuk sambil melantunkan sebuah lagu bersama-sama.
Tentunya, semua itu dilakukan untuk merayakan ulangtahunnya yang pertama. Pada hari ini, Lucas genap berusia satu tahun, juga datangnya usia itu dirayakan penuh kehangatan bersama teman-teman terdekat sang Ayah.
"Happy birthday, Happy birthday ...." Lantunan lagu telah tiba di penghujung lirik, Bella dan Clarissa nampak bersiap meledakkan sesuatu yang mereka genggam. "Happy birthday ... Luucaass ...."
(Dor!)
Rupanya, sebuah pelontar irisan kertas minyak hiasan yang diledakkan Bella dan Clarissa serempak, sekejap mengejutkan Lucas lalu akhirnya tertawa riang karena hal itu.
"Yeaayy! Selamat ulangtahun dede Lucaaas!" seru Bella, bertepuk-tepuk tangan.
"Selamat ulangtahun dede Lucaaas!" sambung Clarissa, turut bertepuk-tepuk.
"Selamat ulang tahun yah dede Lucas," ungkap Reina bertepuk-tepuk penuh senyuman.
"Dede Lucaas, selamat ulangtahun yaaah ...." sambung Alexa, tersenyum lebar seraya bertepuk tangan.
Angela tiba-tiba memeluk Lucas, tanpa memikirkan bahwa ia juga memeluk tubuh Sarah. "Ohh calon babyku ... selamat ulangtahun yahh ...." ungkapnya penuh gemas.
Mendapati perlakuan Angela, Sarah menjadi jengkel, dan sempat mencoba melepaskan pelukan gadis itu.
Namun Arya spontan menyentuh pundak Sarah, meyakinkannya untuk membiarkan Angela melakukan hal tersebut.
"Semuanyaa ... yuk kita berdoa dulu sebelum Lucas meniup lilinnya ...." Arya membuka kegiatan berdoa dengan menunduk, juga serentak diikuti oleh seluruh gadis. "Berdoa, dimulai," ucap Arya.
Terciptalah keheningan sesaat, para gadis melakukan kegiatan berdoa, juga mengharapkan suatu hal yang baik terjadi pada Arya dan Lucas.
...[Selamat! Host telah menyelesaikan misi level S, merayakan ulangtahun Lucas yang pertama. Reward untuk host, satu unit mobil SUV terbaru, satu unit mobil mini khusus balita, serta uang senilai seratus juta rupiah. Terimakasih telah menyelesaikan misi ini dengan baik]...
"Selesai," ucap Arya, menyudahi kegiatan doa.
...[Satu lagi. Sesuai kesepakatan, aku akan melanjutkan percepatan waktu yang sempat tertunda selama tujuh bulan, sebab host meminta untuk memajukan waktu menuju lima bulan, dari waktu setahun yang telah ditentukan oleh sistem pusat]...
"Ha?" Arya spontan terbelalak, tak menyangka dengan perkataan sistem yang hanya dapat didengar olehnya itu.
...[Percepatan waktu, dimulai]...
"Bentar! Kok bi—"
Tiba-tiba, Arya terkejut dengan kehadiran sebuah pantulan cahaya yang amat besar, seketika membuat pandangan matanya spontan memutih.
Sistem kembali menunjukkan sebuah keajaiban, dimana waktu seketika berputar secepat kilat, nampak jauh berbeda dari keajaiban sebelumnya.
(Zwooosh ~)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jakarta, 16 Agustus 2021.
Waktu sempat berlalu begitu cepat, lalu sekejap terhenti pada pagi yang amat cerah.
Arya kini nampak terbaring diatas sebuah ranjang besar, bersama Lucas yang turut terbaring disampingnya.
Tak hanya mempercepat waktu, sepertinya keajaiban juga men-teleportasi Arya bersama sang bayi menuju kesebuah rumah besar yang sangat luas, berlantai dua, juga terletak dalam lingkungan komplek perumahan yang sangat tentram, asri, dan hijau.
Lucas tiba-tiba terbangun, perlahan menegakkan tubuhnya lalu merangkak menuju keatas perut Arya.
"Papaaaa ...." himbau sang bayi, kali ini dengan pelafalan intonasi yang sangat jelas, menunjukkan bila ia telah tumbuh dan berkembang.
~Tbc
__ADS_1