
Seorang wanita mendatangi Luke saat laki-laki itu sudah sampai disana, Luke berdiri tepat didepan meja bartender dengan temannya Arga. Luke mencari dimana Yuda ayah dari Kiran itu yang sempat ia lihat wajahnya tempo hari.
“Hi, cari siapa?” Sapa wanita seksi itu, “Luna!” ulurnya tangan berkenalan.
“Apa kau mengenal Yuda?”
“Yuda?” ulangi wanita itu.
“Ada urusan apa? Mau ikut membeli barang baru? Uppss... Nggak usah deh ilegal nanti bermasalah.”
Luke segera bangkit, “Dimana dia?” Bagaimana wanita ini tahu apakah sudah terjadi transaksi.
Wanita itu mengendikkan bahunya acuh, “Cari yang sudah berpengalaman aja kali, nggak rugi toh servicenya juga lebih bagus,” Wanita itu memainkan jemarinya pada gelas dihadapan Luke, menampilkan sisi sensualnya.
“Menyingkirlah!”
Luke tersulu ia melewati wanit itu dan Arga disana. Ia terus berjalan mencari Yuda dan Kiran menyapukan pandangannya ditempat tamaram itu.
Semua tempat Luke datangi, sisi-sisi keramaian ia singgahi namun tidak ada Yuda atau Kiran disana.
Luke pun naik ke lantai dua terus mengedarkan pandangannya, ini adalah area VIP seketika saja Luke berhenti, Yuda baru saja keluar dari sebuah ruangan, wajahnya tampak sumringah dengan cepat Luke segera melewatinya membuat mereka bersenggolan dan menjatuhkan ponsel Yuda.
“Hey bung!” Yuda memekik kesal.
“Sorry-sorry!” Segera Luke memungut ponsel milik Yuda yang berderai, “Aku akan mengganti ponsel anda, maaf aku tidak melihat.”
Yuda melihat dari atas hingga kebawa penampilan Luke yang Yuda sangat tahu dari atas hingga kebawah ia menggunakan outfit branded, “Kau merusak ponselku, ah sial bagaimana ini!” Keluh Yuda.
“Maaf aku tidak bermaksud, ayo berikan nomor rekeningmu atau akun paypalmu aku akan ganti dua kali lipatnya.”
Yuda tertawa,”Dua kali lipat? Oh tidak perlu Mister aku sedang Lucky malam ini, ganti saja sesuai harganya, ahaha...ayo duduk disana, aku sedang menunggu pembayaran dari seseorang.”
Yuda jauh dari apa yang Luke fikirkan ia cepat sekali terjebak dalam perangkapnya, keduanya pun duduk disalah satu sofa dilantai dua sana, dimana tempat itu hanya ada beberapa pengunjung saja. Berbasa-basi membayar kerugian ponsel Yuda yang Luke jatuhkan.
“Aku sedang menunggu rekanku,” ucap Luke melihat ponselnya.
“Pengunjung atau seseorang dari tempat ini? Aku bekerja disini dan kenal semua tamu yang berlangganan, ku kira kau adalah pengunjung baru, bukan?”
“Ya aku baru datang dan janjian ditempat ini bersama rekanku, kau bekerja disini? Wow, terlihat menarik.”
“Ya sudah 15 tahun aku bekerja disini.”
__ADS_1
Luke menahan diri yang mana rasanya ingin sekali menghantam wajah Yuda ini, lalu mencincangnya hidup-hidup, begitu tega menganiaya istri dan anak-anaknya bahkan menjadikan mereka sumber uang.
“Oh wow sudah lama sekali,”Seketita Luke mengeluarkan ponselnya berpura-pura membaca pesan disana,”Oh sial dia tidak datang, ada urusan mendadak sampai besok pagi,” Luke berakting lemas dan sangat kecewa, “Ouh, akan apa aku disini, aku baru saja tiba dan tidak tahu harus kemana selain di hotel.”
“Kau baru tiba?”
“Ya, aku dari Singapura—“
“Kau butuh seseorang untuk menemani malam ini sampai besok pagi? Oh sebelumnua terimakasih untuk ganti rugimu, ponselku padahal masih bisa menyala.”
“Seseorang menemani?” Luke tertawa, “Kau menawariku seseorang?”
“Ya ada banyak wanita cantik disini.”
Luke menggeleng, “No, tapi aku tidak pernah dekat atau berkencan dengan wanita bayaran, entahlah mungkin terkesan naive tapi aku memang tidak terbiasa.”
“Oh ya? Saya sekali kau tidak tahu sensasinya, coba maka kau tidak akan berhenti....”
Luke menggelengkan kepalanya,”Aku tidak berminat bekas dari seseorang, tapi jika seorang gadis dan bukan pekerja sekks mungkin bisa aku fikirkan, “ Luke tertawa, “Meskipun membayar sangat mahal tidak masalah, aku sangat sayang akan kesehatan dan uangku dan takut mati sia-sia hanya karena nikmat semalam.”
“Wow, kau pengusaha?”
“Wow, kau dari sana dan bisa berbicara bahasa Indonesia dengan lancar.”
“Itu bukan sebuah hal sulit, aku mempelajarinya sejak kecil....”
Yuda mendapat ide baru dia berencana membuka harga juga pada orang asing ini, siapa tahu mendapatkan harga yang lebih tinggi dari dua orang sebelumnya.
“Kau berminat gadis seperti itu? Mungkin malam ini adalah keberuntunganmu.”
Luke menyeringai lebar,”Maksud anda?”
“Aku punya seorang gadis seperti kriteria yang kau mau, tapi harganya sangat mahal, kau bisa melihatnya dulu jika kau mau, tapi tidak ada show time, seseorang sudah menawarnya untuk menjadi istri, gadis itu seorang anak desa yang kedua orang tuanya sudah membuangnya, dia masih tersegel dan original belum terjamah dan tersentuh sedikitpun.”
“Ohya? Lalu maksudmu aku bisa membawanya pulang?”
“Ya itu urusanmu dengan dia nanti, yang terpenting aku menawarkannya dengan hargaku sendiri.”
“Dimana dia? Boleh aku melihatnya?”
...***...
__ADS_1
Yuda dengan senang hati membawa Luke turun, kesebuah ruangan yang tamaram miskin akan pencahayaan.
“Dimana dia?” tanya Yuda pada wanita suruhannya itu.
“Didalam sana, bagaimana? Mana jatahku!”
“Diamlah, hampir selesai!” bisik Yuda pelan lalu membawa Luke masuk beriringan kedalam sana. “Masuklah! Aku tunggu diluar, kau bisa lihat sendiri seperti apa dia tanpa perlu aku yang menjelaskan dan akan terlihat menipumu.”
Luke pun dipersilahkan masuk kedalam dengan Yuda menunggu diluar, Luke terperangah ini adalah tempat seperti gudang, dia tidak melihat Kiran disana.
Namun Kiran melihat seseorang berbayangan hitam masuk, ia terus memeluk dirinya berjongkok ditumpukan barang-barang rusak ditempast itu.
Kiran menangis tertahan ia begitu ketakutan, kali ini apa lagi, setelah tadi wanita suruhan ayahnya memasukan jemarinya ke area sensitive Kiran entah memeriksa apa dan memberikan pil. Kini seseorang laki-laki pula datang, apa lagi yang akan mereka lakukan.
“Kau melihatku?” ucap Luke paham Kiran sedang bersembunyi.
Kiran terperangah ia dengar suara malaikat penolongnya ada disana, tangisan Kiran pun pecah dengan Kuat, ia pun bangkit dan berhambur mengejar Luke dipintu.
Hikhssss
Hikssssss
“Kenapa kau lama sekali, kenapa kau lama sekali menjemputku! Aku benci, aku marah padamu, kau sama saja! Kau sama saja! Kiran memeluk Luke tapi dia juga memukulinya.”
Luke terenyuh melihat penampilan Kiran yang sudah benar mirip seorang pelacurr dengan daalaman push up yang menunjang dadanya hingga terlihat jelas, begitupun bawahnya nyaris hanya sedikit membungkuk saja sudah memperlihatkan sesuatu didalan sana.
Luke memeluk Kiran erat, “Maaf—“ ia merasa bersalah, “Aku minta maaf...” ucapnya lirih sekali, “Kita keluar sekarang, kita pergi sekarang...”
Kiran menyeka air matanya, “Dia sudah menjualku, dia sudah mendapatkan uang yang banyak, seseorang memberikan ku Pil yang aku tidak tahu apa, dia juga memasukan jarinya ke milikku....” Hikssss hiksss Kiran menangis hingga menjatuhkan dirinya, “Mereka jahat! Mereka jahat!”
“Apa? Siapa yang melakukannya, katakan padaku siapa? Dan pil apa yang kau minum!” Luke merendahkan tubuhnya menangkup wajah Kiran, “Kenapa kau tidak bisa melawan!”
“Kenapa kau terlambat, kenapa! Jika aku kuat bisa melawan mereka aku tidak akan minta bantuanmu....Hiksss hiksss..
Luke mengambil tangan gadis itu, sungguh malang sekali nasibnya, “Aku akan bertanggung jawab apapun yang terjadi padamu, aku minta maaf terlambat.” Peluk Luke Kiran lagi, “Tunggulah beberapa menit aku akan kembali lagi dan membawamu pergi.”
Kiran menggelengkan kepalanya dia takut sekali hal buruk terjadi lagi membuat Luke tidak kembali lagi, Kiran menahan kuat tubuh Luke dengan kedua tangannya, “Nggak!
Hiksss hiksss..ia begitu histeris, Kiran terlihat sangat depresi.
“Percayalah aku akan kembali...” Sebuah kecupan Luke daratkan pada dahi Kiran dan menahannya lama, “Apapun yang terjadi aku akan kembali untukmu....” Luke peluk lagi Kiran erat memberikan ketenangan membiarkan gadis itu diam dan sedikit lebih tenang untuk dia segera pergi menyelesaikan semuanya.
__ADS_1