SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Bab : 47


__ADS_3

Pengumuman tentang pesawat akan landing sudah mengudara, justru membuat Kiran semakin gugup, ia kembali memoles wajahnya tidak ketinggalan lipstik merah meronanya.


Pasti wanita dinegara ini cantik-cantik dan modis, lihatlah para penumpang yang mungkin adalah warga negara ini tampak cantik dan fashionable. Jauh sekali dengan dia.


Luke melirik pada Istrinya yang sibuk melirik orang lalu bibirnya maju beberapa centi sedang menilai, segera Luke menenggak minumannya membasahi bibir lalu ... menyerobot bibir Kiran. Kiran terkesiap menahan nafas Luke melumàti habis membuat lipstiknya hilang.


“Bunny!” Dorong Kiran wajah Luke.


Luke tertawa, “Mengkiblatkan siapa seperti itu? Bukan cantik, malah terlihat seperti habis menghisap darah bayi, aku lebih suka kau berpenampilan seperti dirimu sendiri, seusiamu.”


Kiran menarik tissu dan menghapus lipstiknya yang berserakkan, “Katamu suka karena masih didepanku, buktinya kau memilih Dayana, lihat dia dari atas hingga bawah sempurna— kau pernah berciuman dengan dia bunny?”


Mulai cari masalah, Luke menggaruk alisnya, “Tidak ada pertanyaan lain?”


“Aku kan ingin tahu, iya kan? kau sering melakukan dengannya? Dengan aku saja kau mengatakan— Ya sudah terserah, kau fikir aku tidak pernah melakukannya sebelum denganmu.”


Dia yang bertanya, dia yang jawab lalu di juga yang memutuskan terserah lalu sekarang marah, Luke menggelengkan kepalanya.


“Ayo turun, pernah atau tidak, pertama atau bukan, yang terpenting sekarang aku dan kau adalah suami istri, kau milikku dan aku adalah dimiliki 1 orang yaitu istriku,” Luke ingin tertawa atas ucapan Kiran yang mengatakan pernah melakukan sebelum dengannya, padahal saat sedang marah serius dia bilang kala itu yang pertama.


Kiran tidak puas, dia masih cemberut. Luke memaklumi kelabilan Kiran dan sepertinya mereka harus segera punya anak, agar bisa meredam naluri kekanakkan Kiran dan juga bisa menjadi penguat mereka saat terjadi masalah.


Tidak akan ada yang tahu kenekatan Kiran, Bisa saja saat marah dia nekat pulang. Jika ada anak mungkin Kiran akan selalu mempertimbangkan apapun.


“Mulailah semua hal dengan senyuman... disini keluarga kecil kita akan dimulai.”


Kiran memang sedang memikirkan itu, memanjatkan doa dan harapan, berharap semua yang baik menyertainya selalu.


“Sudah akan turun, bunny?”


“Ya, kita sudah dijemput.”


...***...


Dunia asing telah dimulai, Luke terus berjalan menggandeng istrinya yang tengah menatap heran pada semua hal baru dihadapannya. Rasanya semuanya sedang bergerak cepat dan dia berdiri mematung disana. 


Suara-suara dan bahasa lain kini mengudara, segala bentuk budaya dan cara berpakaian benar-benar membuat Kiran berfikir keras.

__ADS_1


“Apa yang difikirkan? Bingung bahasa mereka, jika masih di Madrid atau Barcelona kau bisa menggunakan bahasa inggrismu yang ya sekata dua kata itu, masih aman disini tapi jika dikeluarga Sanden mereka mungkin bisa berbahasamu, dulu kami sangat ditekankan harus bisa 5 bahasa dunia, tuan Sanden sangat Karas.”


Sebuah Luminous menjemput Kiran dan Luke. Supit dari Morean menjemput mereka, langkah Kiran memelan padahal tangan Luke menariknya. Ia terbingung-bingunh dengan mobil yang biasa hanya ia lihat di televisi.


“Naik ini?”


“Iya tuan putri... “ Luke mempersilahkan Kiran masuk di susul Luke kemudian.


Mobil pun melaju kencang pergi dari sana dan mata Kiran langsung melihat pada jalanan kota itu, bangunan-bangunan yang estetik dan megah. Jalan-jalan yang lumayan rapi.


“Tanganmu dingin...” Luke tertawa.


“Masih jauh bunny?”


“Tidak terlalu, kita akan ke Rodriguez House menemui ibuku dan Tuan Sanden juga anak-anaknya disana.”


 


...***...


Ada banyak pengawal rumah disana, Kiran mendadak seperti sedang menonton film barat, “Bunny—“ Sekaya apa keluarga ini kenapa rasanya dia menjadi menciut, bagaimana jika dia tidak dsukai, atau menjadi terasingkan.


Luke hanya terus tersenyum melihat wajah Kiran, tidak lama mobil pun berhenti sempurna di pintu masuk dan seseorang membukakan pintu untuk mereka.


Dengan rasa gugupnya Kiran berjalan masuk bersembunyi dipunggung Luke, mereka masuk kedalam Rodriguez House, kemewahan terpampang nyata disana.


“LUKEEE!!”


Sang ibu Dora berteriak-teriak berhambur memeluk anaknya, sudah lama sekali dia disana, pelukan hingga ciuman wanita tua itu tidak henti ia lakukan dengan berderaian air mata.


Luke pun sama ia peluki ibunya yang sangat ia rinduka itu. Seketika pelukan mereka lepas, Dora beralih pada Kiran, ibu Luke mentapnya serius dari atas hingga bawah.


Wajah cantik asia, dengan senyuman yang gemaskan dari dua gigi ginsulnya, Kiran segera mendekat ia mengambil tangan Ibu Luke lalu menyaliminya, Kiran tetap melakukan hal biasa itu seperti kebiasaanya mengormati orang leboh tua.


“Holla Kiran...” Ibu Luke pun mendekap Kiran, bergumam dalam hati, pantas saja dia langsung menikahinga, gadis muda yang cantik, “Terimkasih...” ucap Dora dengan logat bahasa Spanish yang kental.


“Terimakasih?”

__ADS_1


“Thank you for marrying Luke and following him back to his country.” (Terimkasih sudah mau menikah dengan Luke dan mengikutinya kembali ke negaranya.)


Kiran sedikit mengerti dengan bahasa inggris ibu Luke, ia pun menganggukan kepalanya. Lalu masih dalam gandengan ibu Luke, Kiran dibawa keruangan keluarga Sanden.


Dora mengusap punggung Kiran artinya dia bertambah satu anak yang akan mencuri cinta anaknya, akan di cintai Luke dan di nomor satukan.


"Selamat datang kembali, Luke!" Sapa Summer didepan pintu yang baru keluar dari kamar.


"Hi Summy perutmu, besar sekali."


"Aku hamil Luke, bukan kekenyangan yang akan hilang saat BAB, Holla... cantik," Summer menyapa Kiran, "Aku Summy... selamat untuk pernikaha kalian, senang bertemu denganmu, selamat Bibi Dora, anak kesayangan kalian semua sudah menikah."


"Terimkasih Summy..."


Sesampai diruangan keluarga, Morean dan Juless seketika menahan tawa, betapa otak kotor mereka membayangkan yang dilakukan Luke, dia memotong miliknya itu terasa asing dan aneh bagi mereka walau mereka tahu didunia kesehatan itu memang ada.


"Welcome uncle Luke," Sapa Morean yang sedang menggendong Mirabelle. "Hi Bibi Kiran... "


Kiran sedang beramah taman dengan Sarla wanita itu menyambutnya dengam baik, "Kau cantik sekali Kiran... "


"Kau lebih cantik nona Sarla... "


"Ayo duduk...ayah sedang dikamar, sebentar lagi akan keluar."


Tiba-tiba Juless berlari ia sengaja ingin mendorong Luke, "Awass!"


Luke segera menghindar, "Aku tahu apa yang ada dikepalamu Juless!"


"Apa? Sok tahu, selamat datang kembali Luke, dan selamat menikah, ini hadiah pernikan dari aku dan Summy.... " Keluarkan Juless dari sakunya sebuah kotak kecil.


Luke menatap kotak itu, "Buka coba, aku tidak yakin itu sebuah benda yang benar... "Celetuk Luke.


"Bunny!" Tegur Kiran.


"Apa? bunny?" Morean tertawa begitu pun yang lain, "Kenapa harus bunny, dari sisi mana dia terlihat menggemaskan?"


Juless semakin terbahak-bahak bahkan kehilangan suara, "Bunny? Menurutku dia lebih mirip Doggy, baru bersuara saja menyeramkan apa lagi bertindak."

__ADS_1


__ADS_2