SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)

SOLD OUT (Selepas Kau Pergi)
Menyerah.


__ADS_3

Dentuman musik mengudara kuat disebuah tempat hiburan malam yang sudah berdiri lama di ibu kota, berdampingan langsung dengan beberapa tempat perjudian lainnya. Yuda baru saja tiba menyupiri bos pemilik temat hiburan malam itu.


Malam ini tampak ramai yang mana merupakan akhir pekan, meja-meja perjudian pun tampak ramai para pejudi disana, suana hingar bingar begitu kontras disana.


Di sisi lain beberapa wanita-wanita muda tampak berdiri-berdiri didepan pintu masuk area tempat hiburan malam itu, berpakaian serba minim menampilkan kemolekkan mereka menjajakan diri kepada para pria yang masuk kedalam tempat itu.


Ada banyak para pengusaha dan orang-orang kelas atas dengan berbagai macam jabatan disana, tempat ini seperti membuka banyak peluang kemujuran dengan cara instan. Seperti yang diharapkan Yuda kepada Kiran sang anak, harusnya dia bisa memanfaatkan kecantikkannya untuk meraih kemujuran hidup disana.


Dan bisa mengencani beberapa pria, ini bukan sebuah hal tabu lagi di kota besar untuk menyokong hidup agar bisa berkehidupan yang layak, kesalnya Yuda, Kiran terlalu Naive dan lugu. Dia memilih hidup susah bekerja remahan di toko-toko yang hanya memberikan gaji sangat rendah.


Namun malam ini Yuda begitu gembira, apa yang ia harapkan akhirnya terwujud.


Di tempat lain, Kiran baru saja keluar dari Salon Susi seorang shemale tetangga dekat rumahnya, berbekal uang 100ribu Kiran bisa menyewa gaun yang cantik lengkap dengan polesan makeupnya. Namun Kiran merasa risih dengan pakaian yang ia kenakkan begitu minim membalut tubuhnya, ia juga kesusahan berjalan menggunakan sebuah hak tinggi milik pemilik salon yang ia pinjam itu.


Luke menunggu diluar ia akan menghantarkan Kiran ke tempat ayahnya bekerja sebelum mereka melancarkan aksi untuk Luke membayar Kiran dari sang bapak.


Sore tadi Kiran  sudah menghubungi bapaknya melakukn negosiasi mengeluarkan sang ibu tiri dari panti pijat dan juga membawa pulang Ine dari komplotan pemulung. Kiran berjanji dia akan menurut dengan sang bapak saat ini.


Yuda begitu bahagia mendapati kesepakatan itu dan sedang mencari sasarannya yang bersedia membayar mahal untuk Kiran anaknya itu.

__ADS_1


Luke yang sedang mengudarkan asap rokoknya diluar mobil terkesiap saat melihat Kiran keluar dari salon.


Hugh...hugh....hugh...


Luke tersedak asap rokok, saat melihat penampilan Kiran, ia begitu beda sekali, lipstik merah menyala pipi pink merona menutupi lebam pipinya, Kiran berjalan pelan-pelan memegangi sebuah clutch dilengannya.


“Om tolong, aku nggak bisa jalan!” Kiran memegangi tiang lampu jalanan disana.


Luke melihat Kiran dari atas hingga kebawah, tubuh mulusnya begitu terekspose dengan pakaian minim yang dia pakai, Luke sudah terbiasa melihat wanita cantik nan Seksi namun baru kali ini melihat Kiran gadis kecil yang ia kenal beberapa hari ini sedewasa dan seseksi ini.


Biasanya ia hanya memakai kaus atau sebuah sweater dengan bawaham celana Jeans, namun kali ini begitu berbeda, gadis dengan dua gigi gingsul kanan kiri itu menjadi sosok gadis kota metropolitan moderm. Gaun hitam mengkilau membuat ia tampak jauh lebih dewasa.


“Haruskah seperti ini?” Luke menatap heran.


“Aku yang akan membayarmu atau kau berniat membuat orang lain dan banyak pria hidung belang berebutan membayarmu juga?”


“Om, kamu bangsattt ya! Apa maksudmu! Kau fikir aku mau berpakaian seperti kain basah  wanita-wanita mandi sungai-sungai kampungku?”


“Kenapa kau yang jadi memakiku? Ganti pakaianmu! Aku tidak ingin berlama-lama disana dan bersaing dengan orang lain, jika perlu berpenampilanlah seburuk mungkin jadi hanya aku yang akan menawarmu.”

__ADS_1


Kiran cepat mengerti dan mengangguk,“Ide bagus!” Kiran satu langkah mendekat lalu menarik jaket kain yang Luke kenakkan mengusap bibir dan makeupnya, “Maaf—“


“Apa yang kau lakulan! Kucing! Kau sakit jiwa kenapa menghapus dengan jaketku?”


Kiran melihat wajah Luke kemudian, “Masuk kedalam lagi minta hapus makeup nanti diminta bayaran lagi tahu, ayo pinjami aku jaketmu Om! Aku tidak sempat lagi pulang untuk menutup pakaian kemban mandi sialan ini!”


Luke menepuk jidatnya, “Bukan seperti ini caranya, kau bukan membuat penampilanmu menjadi biasa saja tapi membuatmu menjadi seperti badut!” Luke menggelengkan kepalanya bagaimana dia bisa kenal gadis terngasal seperti Kiran. Luke pun segera masum kedalam mobil yang ia bawa itu melihat tadi ada tissu basah didalam sana.


Segera Luke mengulurkan jaketnya pada Kiran lalu mengusap wajah Kiran yang menjadi berantakkan itu, dimulai dengan menghapus lipstiknya yang berantakkan, Luke mengusap dengan lembut dan hati-hati bibir Kiran.  


Kiran terdiam mematung saat dia dan Luke berhadapan wajah tampan Luke begitu serius membersihkam wajahnya.


“Jangan lihat aku seperti itu kucing, bahaya jika kau tertarik pada pria dewasa,” ucap Luke sadar Kiran menatap padanya


Kiran segera mendorong perut Luke lalu merampas tissu basah ditangan Luke, “Omong kosong! Tidak pernah terfikir olehku akan menyukai pria tua, kau pantas bersama ibuku, harusnya dulu dia tidak menikah cepat.”


Luke tertawa, “Oh ya? ... Tenanglah aku siap jadi yang ke-3 untuknya.”


Kiran pun tertawa, “Baiklah, aku siap menunggu menjadiputri mu,” usap Kiran tidak berhenti tissu basah menghapus makeupnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2